
Saat melewati kota Xia, Guo Yun mampir kekota tersebut.
Saat memasuki kota tersebut, Guo Yun langsung di sambut oleh Zhong Yu, yang sambil tertawa gembira ingin maju memeluk Guo Yun.
Tapi Guo Yun menahan dada Zhong Yu dan berkata,
"Maaf Jendral Zhong,.. luka ku belum sanggup menerima pelukan mu.."
Zhong Yu seketika sadar dan berkata,
"Maaf,.. maaf,... Yun er, aku terlalu gembira, sehingga lupa kamu masih ada luka di badan mu.."
"Tapi kamu memang hebat Yun er, aku benar-benar salut pada mu."
"Dalam usia semuda ini, dengan badan masih menanggung luka, kamu bisa mengalahkan raja Huan, membunuh raja Huan dan menahlukkan ibukota kerajaan Song.."
"Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan sulit di percaya.."
ucap Zhong Yu, sambil menatap Guo Yun dengan penuh kagum.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Itu bukan jasa aku sendirian, bila tidak ada ajudan jenderal Zhong, yang berhasil meyakinkan raja Huan menyerang.."
"Kita juga tidak mungkin bisa menang dari nya.."
"Bila tidak ada Jendral Zhong dan seluruh pasukan kerajaan Lu, mati matian mempertahankan benteng.."
"Memberi kami waktu untuk pergi menghancurkan bendungan, kita juga tidak mungkin menang."
"Tanpa bantuan 1000 orang pasukan bawahan Jendral, kami juga tidak bisa menghancurkan bendungan.."
"Ini adalah kerja sama yang baik, semua orang punya peran.."
"Mengenai kematian raja Huan kita harus berterimakasih kepada dia ."
ucap Guo Yun sambil menunjuk Li Ba.
Li Ba hanya tersenyum lebar, dan membusungkan dadanya dengan bangga, menanggapi pujian Guo Yun.
Jendral Zhong Yu sambil tertawa berkata,
"Ya sudah aku nyerah, kamu menang.."
"Oh ya, nona Gongsun masih menunggu mu di kemah sana.."
ucap Jendral Zhong tersenyum senyum penuh arti.
Mendengar hal itu Guo Yun mengerutkan alisnya dan bertanya,
"Apa Ching Ke tidak datang kemari mencarinya..?"
Jendral Zhong Yu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Ching Ke tidak kemari, mungkin dia sudah kembali duluan ke Su Yuan?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya, kemudian dengan wajah muram, dia berlari menuju ke kemah tempat dirinya di rawat dulu.
Saat Guo Yun tiba di depan kemah, kebetulan terlihat Gongsun Li baru saja keluar dari dalam kemah.
Dia terlihat sedang membawa sebuah baskom berisi handuk kotor penuh noda darah.
Melihat kedatangan Guo Yun, Gongsun Li tersenyum pahit dan berkata,
"Kamu sudah kembali adik Yun, gimana luka mu, sudah sembuh..?"
__ADS_1
"Aku sudah dengar semuanya, kamu hebat luar biasa.."
ucap Gongsun Li pelan.
"Dia tidak datang..?"
tanya Guo Yun tanpa menjawab pertanyaan basa basi Gongsun Li.
Gongsun Li menundukkan kepalanya, sambil menggeleng pelan.
"Mungkin dia sedang ada tugas penting dan sibuk, tidak sempat kemari.."
ucap Gongsun Li sambil tersenyum sedih.
Lalu dia hendak membawa baskom itu melewati Guo Yun, Gongsun Li tidak ingin Guo Yun melihat wajah sedihnya yang memalukan.
Tapi Guo Yun tidak membiarkannya lewat, Guo Yun menahan lengan Gongsun Li,
Dia merebut baskom berisi handuk kotor dari tangan Gongsun Li.
"Aku akan membawa mu menuntut keadilan darinya.."
ucap Guo Yun emosi.
"Lepaskan tangan ku adik Yun,.."
"Kembalikan baskom itu kepadaku.."
"Ini bukan masalah mu.."
"Jangan ikut campur.."
"Tidak,.. aku akan membawa mu mencarinya.."
"Adik Yun ku mohon lepaskan aku, jangan ikut campur urusan kami.."
Guo Yun menggeleng dan berkata,
"Maaf aku tidak bisa.."
"Adik Yun ku mohon, jangan seperti ini.."
ucap Gongsun Li mulai terisak.
"Tolong adik Yun, sisakanlah sedikit harga diri untuk ku.."
"Jangan memperumit masalah.."
ucap Gongsun Li dengan airmata jatuh membasahi pipinya.
Dia sangat membenci, .membenci dirinya harus menangis di depan Guo Yun.
Tapi dia benar-benar tidak bisa menahan tangisan kepedihan hatinya, saat berhadapan langsung dengan Guo Yun.
Satu satunya pria luar biasa, yang sangat mencintai nya, sangat memperhatikannya, dan sangat memperdulikan nya.
Tapi dia justru tidak bisa menerima perasaannya, dia juga tidak bisa membalas perasaan nya.
Karena pria yang dia cintai dengan sepenuh hati bukan pria ini, pria lain pria egois yang tidak memperdulikan perasaannya.
Guo Yun yang melihat Gongsun Li menangis sedih, hatinya menjadi tidak tega, dia melepaskan pegangan tangannya.
Setelah tangannya terlepas dari pegangan tangan Guo Yun.
Gongsun Li jatuh terduduk bersimpuh di atas tanah.
__ADS_1
Dia menangis sedih, sambil menutupi mukanya sendiri dengan kedua telapak tangannya, yang halus
Melihat hal ini, Guo Yun pun berlutut di samping Gongsun Li, mengembalikan baskom nya dan berkata,
"Maafkan aku kakak Li..aku telah menyakiti mu dan membuat mu menangis."
Gongsun Li menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan berkata sambil terisak.
"Ini bukan,..salah mu,..hik..!"
"Ini tidak ada,.. hubungan nya dengan mu,..hik..!"
"Ini adalah salah ku sendiri..hik..!"
"Aku,..aku..hik..! aku pantas menerimanya.."
Guo Yun mengulurkan tangannya, menyentuh bahu Gongsun Li dengan lembut dan berkata,
"Kakak bila kakak ingin menangis menangis lah dengan sepuasnya.."
"Jangan di tahan, lepaskan saja semuanya.."
"Setidaknya masih ada aku, yang selalu siap menemani kakak.."
Gongsun Li menurunkan kedua tangannya, sepasang matanya terlihat merah dan sedikit bengkak, airmata masih terus bercucuran membasahi pipinya.
Wajahnya terlihat sangat menyedihkan.
"Mengapa.. mengapa,.. harus kamu,.. bukan dia..?"
"Mengapa kamu selalu begitu baik pada ku..? padahal kamu tahu aku.."
ucap Gongsun Li tersendat sendat, karena berusaha menahan suara tangisannya.
Guo Yun tidak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum lembut penuh pengertian, sambil membentangkan sepasang tangannya lebar lebar.
Dia bersiap menyambut Gongsun Li, untuk melepaskan tangisan nya sepuas hati.
Melihat hal itu, Gongsun Li pun akhirnya tidak bisa menolak dan menahan diri, untuk menubruk kedalam pelukan Guo Yun dan menangis sejadi jadinya.
Dia bahkan tidak ambil pusing airmata dan ingusnya, telah memenuhi baju di bagian dada Guo Yun.
Guo Yun sendiri tidak melakukan apapun selain berkata dengan lembut.
"Menangis lah, bila itu bisa membuat perasaan kakak lebih lega dan jauh lebih baik.."
Mendengar ucapan Guo Yun, Gongsun Li pun menangis semakin sedih, meluapkan segenap Perasaannya.
Hingga beberapa waktu lamanya, setelah kondisinya mulai tenang.
Perlahan-lahan dia menjauh dari Guo Yun dan berkata,
"Maaf aku telah mengotori baju mu.."
Guo Yun hanya tersenyum lembut, tidak berkata apapun, hanya sepasang matanya saja yang mewakilinya berbicara.
Guo Yun membatin dalam hati,
"Jangan kan cuma baju, biar seluruh hidup ku, kamu tarik kedalam lubang kotoran, kemudian kamu hapus diri ku dari hidup mu.."
"Aku juga tidak akan pernah mempermasalahkannya apalagi menyalahkan mu.."
Gongsun Li tertunduk malu dan berkata pelan,
"Aku mau pergi cuci muka dan handuk kotor ini, lepaskan lah baju mu biar aku bantu cuci kan.."
__ADS_1