
"Kamu juga makan lah, jangan hanya menyuapi ku saja.."
Ucap Guo Yun balas menyuapi Gongsun Li.
Gongsun Li sambil menahan senyum bahagia, dia membuka sedikit bibirnya yang indah merah segar, untuk menerima suapan dari Guo Yun.
"Li er, kamu kalau tersenyum sangat lah cantik, tapi mengapa kamu jarang melakukan nya..?"
"Dulu awal bertemu begitu, saat makan bersama guru Mozi juga begitu, hingga kini pun masih jarang jarang juga..?"
Tanya Guo Yun sambil menatap istrinya.
Gongsun Li sambil menahan senyum tetap melanjutkan mengupas kulit udang.
Baru saat dia kembali menyuapkan nya kearah mulut Guo Yun.
Dia sambil tersenyum melirik kearah Guo Yun dan berkata,
"Kamu ini pria, raja pula, mengapa begitu banyak bicara, yang memalukan..?"
"Pantas saja begitu Hua Sin.."
Ucap Gongsun Li sambil menahan senyum, menyindir suaminya.
Hua Sin itu artinya Kurang lebih Play Boy begitulah.
Guo Yun tersenyum lebar dan berkata,
"Tapi wanita kan justru suka pria yang begini kan ? kalau tidak kamu dulu juga pasti akan tetap bertahan dengan cinta pertama mu itu kan..? Si Ching Ke keledai dungu itu.."
Ucap Guo Yun sambil tertawa.
"Hap...!"
Guo Yun kaget, sebutir baso besar di jejal kan kedalam mulutnya yang sedang terbuka.
Sehingga tawanya pun seketika berhenti, karena mulutnya kini sedang penuh.
Sambil menahan senyum Gongsun Li berkata,
"Makan boleh sembarang bicara jangan sembarang, bagaimana pun dia adalah kakak seperguruan kita.."
"Kita harus menghormatinya.."
"Memilih mu dan meninggalkan dia aku sebenarnya sudah sangat merasa berdosa.."
Ucap Gongsun Li sedikit termenung.
Tanpa di sadari dia sedikit kepikiran dengan nasib tragis kehidupan kakak seperguruan pertama nya itu.
Guo Yun mencoba mengunyah bakso dalam mulutnya, setelah menelan nya, dia baru berkata,
"Kalau merasa berdosa, kenapa dulu kamu lakukan dengan memilih ku ?"
"Bukankah waktu itu, aku pergi dari Su Yuan memberi waktu yang banyak untuk kalian bersama..?"
Gongsun Li menoleh menatap Guo Yun dan berkata dengan ketus,
"Itu karena kebodohan ku yang mabok oleh mulut manis dan janji indah mu.."
__ADS_1
"Setelah menjalaninya, aku baru tahu, ternyata janji manis itu bukan cuma untuk ku seorang.."
"Sehingga beginilah nasib ku jadi nya.."
Ucap nya bernada protes dan agak sedikit sewot.
Guo Yun tersenyum canggung, dia menyentuh lembut tangan Gongsun Li dan berkata pelan.
"Maafkan aku Li er,aku sudah mengecewakan harapan mu.."
Guo Yun menatap kearah istrinya dengan tatapan mata bersalah dan penuh sesal.
Gongsun Li membalas menatap suaminya, lalu dia menyusupkan sepotong udang, yang sudah dikupas bersih ke dalam mulut Guo Yun dan berkata pelan,
"Aku memilih mu, karena aku sangat mencintaimu, untuk itu apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah menyesal.."
"Alasan aku memilih mu sebenarnya bukan sepenuhnya karena aku tergoda oleh mulut manis mu saja.."
"Tapi sikap kakak pertama yang tidak mempercayai ku, terlalu fokus dengan pedang nya, lebih mementingkan ilmu pedangnya ketimbang diri ku.."
"Ego nya yang besar itulah, yang membuat aku tidak memilihnya sebagai pendamping ku.."
Ucap Gongsun Li mengungkapkan isi hatinya.
Selama ini dia selalu menyimpan nya dengan rapi.
Dia tidak pernah ingin membicarakan nya.
Dia lebih memilih menyimpan nya rapat rapat, membiarkan Guo Yun menebak nebak sendiri dengan penasaran.
Tapi kini situasi berbeda, dia tahu dengan jelas, setelah ini mungkin mereka tidak akan punya waktu lagi untuk berbicara dari hati ke hati seperti saat ini.
Lalu dia menyuapi istrinya minum dengan pelan, untuk mengurangi beban perasaan istrinya.
Sesaat kemudian Guo Yun baru berkata,
"Kesalahan kakak pertama, adalah dia terlalu percaya diri, hingga tanpa sadar meremehkan orang lain.."
"Dia juga terlalu terikat dengan tata Krama dunia persilatan dengan kesetiaan yang membuta.."
"Dalam masa negara berperang seperti ini, pemikiran itu, sangat tidak tepat.."
"Dia terlalu mudah percaya dengan persahabatan semu Pangeran Yan yang ingin memanfaatkan dia untuk membunuh Yin Zheng."
"Dia juga terlalu percaya diri dan meremehkan Ying Zheng, maka dia mengalami kegagalan.."
Ucap Guo Yun mengungkapkan jalan pikirannya atas kematian Ching Ke.
Gongsun Li menghela nafas panjang dan berkata,
"Dia adalah dia, kamu adalah kamu.."
"Kalian tentu punya kelebihan dan kekurangan masing masing, kamu tidak bisa jadi dia, dia juga tidak bisa jadi kamu.."
Ucap Gongsun Li yang kini mulai membantu mengupaskan daging kepiting buat suaminya.
Guo Yun terdiam sejenak, lalu dia kemudian kembali berkata,
"Lalu bagaimana dengan Ying Zheng..?"
__ADS_1
Gongsun Li menghentikan kegiatannya menoleh kearah Guo Yun.
Dia menatap Guo Yun dan berkata,
"Bagaimana apa nya..?' apa maksud mu..?"
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Tentu saja pandangan mu, penilaian mu, dan terutama aku ingin tahu perasaan mu padannya ? termasuk posisi dia di hati mu..?"
Gongsun Li menahan senyum dan berkata,
"Kenapa ? kamu cemburu ? Aku sudah melahirkan Ling Er untuk mu, apa itu belum cukup ?"
Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,
"Aku hanya penasaran dan ingin tahu saja..?"
"Dasar pria semua sama egoisnya, cuma dia yang boleh punya cinta banyak."
"Tapi ingin istrinya cuma buat dia seorang.."
Omel Gongsun Li sambil menahan senyum dan menyuapkan daging kepiting kupas kedalam mulut Guo Yun.
Tapi meski mulut mengomel, tapi Gongsun Li tetap saja menjawabnya.
"Ying Zheng itu, kesan pertama ku saat kami bertemu, dia adalah seorang pemuda tampan yang pintar dan cerdik menarik seperti mu.."
"Tapi setelah ikut menumpang tinggal di kediamannya."
"Aku menemukan dia adalah seorang pemuda yang ambisius, yang mampu menghalalkan segala cara demi tujuan nya tercapai..'
"Dia tidak akan segan segan mengorbankan siapapun, demi tercapainya tujuan yang dia mau.."
"Bagi pandangan ku dia adalah seorang yang egois yang tidak dan sangat tidak dapat di andalkan untuk menjadi pendamping hidup..'
"Dia tidak akan puas dengan hanya satu atau beberapa wanita, dia akan terus menggantinya sesuka hati.."
"Karena di seluruh dunia, yang dia percaya dan dia cintai, sebenarnya hanya dirinya sendiri."
Ucap Gongsun Li sambil menatap Guo Yun dan berkata,
"Bagaimana puas..?"
Guo Yun menggeleng pelan dan berkata,
"Kamu cuma menyebutkan kelebihan dan kekurangan nya."
"Perasaan mu terhadap dia, posisi dia di hati mu, kamu belum jawab.."
Ucap Guo Yun kurang puas.
Gongsun Li menggeleng gelengkan kepalanya sambil menahan senyum dia berkata,
"Perasaan ku terhadapnya tidak ada, hubungan baik kami, hanya sebatas sedikit hutang Budi saja.."
"Posisi dia di hati ku tidak ada, karena seumur hidupku sejak memilih mu cuma ada kamu seorang.."
"Bagaimana cukup, atau perlu ku korek keluar untuk kamu lihat..?"
__ADS_1
Ucap Gongsun Li sedikit sebal.