LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PESAN TERAKHIR JENDRAL YONG


__ADS_3

Mereka bertiga berdiri mengelilingi peta, sesaat kemudian Guo Yun baru berkata,


"Kedepannya kita tidak bisa terus bersama dalam satu kelompok lagi.."


"Mulai besok pagi aku Jendral Wen dan Jendral Nan kami akan menyerang ke Dan Yang.."


"Sedangkan kalian berdua akan memimpin Jendral Lim Jendral Guan Jendral Xing dan Jendral Fu menyerang kota Chen.."


ucap Guo Yun sambil menunjuk peta.


"Kakak Yun apa ini tidak terlalu beresiko buat kita semua, dengan memecah kekuatan seperti ini..?"


tanya Li Kui kurang setuju.


Guo Yun menghela nafas dan berkata,


"Aku mengerti kekhawatiran mu adik Kui.."


"Tapi ini juga suatu strategi, bila kita terus berkumpul, musuh akan dengan mudah menebak arah gerak kita.."


"Mereka akan dengan mudah menaruh barisan besar mengepung dan menghancurkan kita.."


"Tapi bila kita menyebar mengambil kota mereka, musuh akan bingung.."


"Kita akan mencuri kesempatan dengan kebingungan mereka, memberikan pukulan telak dan merebut kemenangan.."


"Selain itu dengan strategi menyebar, kita bisa bekerja lebih cepat dalam merebut setiap kota mereka.."


ucap Guo Yun menjelaskan analisanya .


Li Ba dan Li Kui mengangguk paham tidak membantah lagi.


Melihat kedua saudaranya sudah memahami maksudnya, Guo Yun pun kembali melanjutkan berkata,


"Setelah kalian berdua berhasil merebut kota Chen.."


"Kalian berdua juga harus berpisah, adik Kui mengambil ibukota Xin Cheng, ibukota lama kerajaan Han yang sudah tiada."


"Sedangkan adik Ba mengambil ibukota Shang Qiu, yang merupakan ibukota bekas kerajinan Song.."


"Di sana bila kalian berhasil, pupuk lah kerjasama dengan mantan penguasa Han dan Song yang merupakan mantan aliansi kita dahulu."


"Bila sudah kuat, serentak kita dari tiga arah bergerak menyeberangi sungai Huai.."


"Kita kepung dari 3 arah, lalu kita jatuhkan Xian Yang dan Ying Zheng.."


"Kita hancurkan kerajaan Qin.."


"Bila Xian Yang dalam bahaya, aku yakin rubah tua itu akan bergerak kembali ke Xian Yang..dari perbatasan gunung Da Feng.


"Maka dia akan melewati daerah ini, daerah celah sempit tebing awan hitam.."


ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah peta.


Sesaat kemudian dia sambil tersenyum berkata,


"Di sinilah aku akan mengakhiri semuanya.."


Li Ba dan Li Kui mengangguk mengerti dan berkata,

__ADS_1


"Semoga semua berjalan sesuai rencana.."


Guo Yun juga mengangguk sambil menatap kearah kedua saudaranya.


"Aku yakin pasti bisa, kita tiga bersaudara akan tahlukkan dunia,"


"Kita akan tunjukkan ke dunia, kita lah penguasa baru dunia yang patut di perhitungkan selain Qin dan Qi...."


ucap Guo Yun sambil tersenyum lebar.


"Lapor...!"


teriak seorang pengawal berlari masuk kedalam ruangan dengan sikap terburu-buru.


Dia langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.


'Berdirilah, tak perlu peradatan.."


"Ada apa ? katakanlah tak perlu panik.."


ucap Guo Yun tenang.


Senyumnya tadi hilang, tergantikan dengan wajah serius, memandang pengawal yang datang melapor.


Pengawal itu mengangguk dan berkata cepat,


"Yang Mulia, Jendral Wen saat menyisir kediaman Jendral Li Kong dari Qin.."


"Di penjara bawah tanah kediaman keluarga Li, Jendral Wen menemukan Jendral Yong dan beberapa anak buahnya di tahan di sana .'


"Keadaan mereka mengkhawatirkan, Jendral Wen meminta Yang Mulia bisa datang melihat kesana.."


"Cepat antarkan aku kesana.."


"Siap,.. mari Yang Mulia.."


jawab pengawal itu cepat.


Sambil mendahului Guo Yun melangkah pergi menjadi penunjuk jalan.


Guo Yun menoleh kearah Li Ba dan Li Kui, lalu berkata,


"Ayo kita lihat kesana, apa yang sebenarnya terjadi..?"


Li Kui dan Li Ba mengangguk cepat, lalu mereka bertiga segera mengikuti pengawal yang datang melapor menuju kediaman keluarga Li Kong.


Beberapa saat kemudian, Guo Yun sudah tiba di sebuah kamar besar, yang tadinya merupakan kamar utama milik Li Kong.


Tapi kini di ambil alih oleh Jendral Wen sebagai tempat untuk merawat Jendral Yong dan beberapa bawahannya, yang terluka parah.


Seorang tabib dan beberapa orang asistennya, terlihat sedang sibuk berusaha mengobati Jendral Yong, dan beberapa orang anak buahnya yang juga terlihat terluka tidak ringan.


Melihat luka luka di sekujur tubuh Jendral itu, Guo Yun dan kedua saudaranya sampai memalingkan wajah tak tega melihat nya.


Jendral Yong terlihat tertelungkup lemah di atas kasur dengan bagian punggung bonyok.


Luka luka terlihat menganga lebar dan terus mengalirkan darah.


Bagian depan tubuhnya sudah di perban dan di obati.

__ADS_1


Sekilas lihat Guo Yun juga tahu luka di bagian depan tidak lebih ringan dari luka di bagian punggungnya.


Tabib sedang menorehkan obat dengan hati hati di bagian punggung Jendral Yong.


Li Ba sedikit merasa bersalah, karena dia sempat mengeluarkan kata kata sinis sebelumnya, yang mencurigai kesetiaan Jendral tersebut.


Dari luka luka yang di deritanya, jelas Jendral Yong dan anak buahnya tertangkap.


Kemudian menjalani siksaan interogasi paksa oleh Li Kong Jendral tua Qin, agar mereka mau bekerja sama, membuka rahasia militer di tubuh pasukan Harimau Hitam.


Tapi mereka semua bertahan, tidak buka mulut, barulah ada kejadian tragis ini.


Li Ba diam diam merasa menyesal dan sangat kagum dengan karakter dari Jendral Yong yang setia.


Guo Yun yang berdiri di samping tabib yang sedang merawat Jendral Yong berkata,


"Tabib bagaimana keadaan saudara ku ini..?"


Tabib yang sedang melakukan perawatan menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku sudah maximal, kita hanya bisa serahkan ke Thian saja.


Mendengar suara Guo Yun, sepasang mata Jendral Yong langsung terbuka, dengan suara lemah dia berkata,


"Yang Mulia kamu telah tiba.."


"Terima lah..salam.. hormat..dari ku..semoga yang...yang .mulia panjang umur.."


ucap Jendral Yong terputus putus dan lemah.


Dia tadinya hampir memaksa dirinya untuk bangun.


Tapi kondisinya tidak memungkinkan.


Dia sempat berulang kali mencoba memaksa diri untuk bangun, tapi dia selalu gagal untuk bangun.


Guo Yun buru buru maju menahan pundaknya dengan suara penuh haru berkata,


"Jendral Yong tak perlu, niat mu, Guo Yun sudah tahu dan menerimanya di hati..'


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, saat ini yang terpenting adalah sembuhkan dulu luka mu, hal lain bisa kita bicarakan nanti.."


Jendral Yong menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ti.. tidak Yang Mulia, bila aku tidak.. katakan.. sekarang..aku.. takutnya tidak.. punya waktu lagi.."


"Yang Mulia,.. ketahuilah.. kota Dan Yang,.. dan kota Chen adalah kota..penuh jebakan.."


"Di sana Qin menanam peledak,..peledak .. dalam jumlah..sangat banyak.."


"Menunggu.. menunggu..."


Sebelum berhasil menyelesaikan kalimatnya, kepala Jendral Yong yang sangat setia itu telah terkulai kebawah.


Dia telah menghembuskan nafas terakhir nya, berkorban dalam tugas, demi informasi yang sangat penting itu.


Guo Yun Li Ba dan Li Kui dengan serentak memberi penghormatan terakhir, untuk jendral mereka yang gagah berani tersebut.


Bila tidak ada kabar terakhir nya ini, entah berapa banyak saudara-saudara dari pasukan harimau hitam akan berkorban di sana.

__ADS_1


__ADS_2