
Sebagian pasukan yang tidak terjatuh kedalam parit cepat cepat melemparkan tali tambang kedalam parit.
Mereka bermaksud membantu menarik rekan rekan mereka, yang berhasil selamat, agar bisa keluar dari dalam parit jebakan.
Tapi sebelum rencana mereka terlaksana, terlihat panah api datang dari segala arah menerjang masuk kedalam parit jebakan.
"Booommm..!!"
Terjadi ledakan dahsyat yang membuat pasukan harimau hitam yang berada di tepi parit, ingin memberikan pertolongan ke temannya di bawah sana.
Pada terpental kesegala arah, dalam keadaan terluka cukup parah.
Mereka pada merintih rintih kesakitan dengan luka bakar di wajah dan sekujur tubuh mereka.
Kuda kuda tunggangan mereka juga mengalami luka luka bakar yang hampir sama.
Keadaan yang lebih mengerikan terjadi di dalam parit jebakan, api berkobar kobar melalap seluruh isi di dalam parit tanpa sisa.
Suara jeritan ngeri dan tersiksa oleh api yang berkobar-kobar, memenuhi sekitar area parit jebakan.
Prajurit prajurit yang berhasil selamat dari jebakan tombak maut, adalah yang paling kasihan.
Mereka terlihat sempat berlari kesana-kemari dengan seluruh tubuh terbakar api.
Sebelum kemudian satu persatu tumbang diam tidak bergerak dan bersuara lagi.
Hanya bau sangit daging terbakar yang aromanya menyebar ke mana-mana.
Sisa pasukan harimau hitam yang selamat, terpaksa membawa rekan rekan mereka yang terluka Bergerak mundur dari tempat itu.
Tapi sial bagi mereka, pasukan yang hanya mungkin tersisa sekitar 3000 personil, termasuk pasukan yang mengalami luka luka itu.
Mereka tiba-tiba di hadang oleh api berkobar kobar yang menutupi jalan mundur mereka.
Panah panah api yang memenuhi udara, saat terjatuh kedalam rumput kering di lembah merak api.
Segera membuat tempat itu berubah menjadi lautan api.
Zhang Yi dan Ling Tong yang memimpin sisa pasukan bertahan di atas bukit.
Mereka berdua hanya bisa berdiri terpaku di sana, menatap kearah lautan api yang menyelimuti seluruh lembah.
Mereka berdua hanya bisa berdiri bingung, mereka benar-benar tidak tahu, apalagi yang harus mereka lakukan dalam keadaan seperti ini.
Sisa pasukan harimau hitam, di bawah sana, terlihat berusaha mencoba menerobos kepungan api.
Tapi mereka selalu gagal, karena api sudah menyelimuti hampir seluruh area lembah mengurung mereka di tengah tengah.
Akhirnya sisa pasukan yang tidak berdaya itu berbaris rapi menghadap kearah bukit.
Mereka dengan kompak bernyanyi penuh semangat, mengumandangkan lagu kebanggaan mereka, sebagai anggota pasukan harimau hitam.
__ADS_1
Perlahan-lahan mereka semua lenyap, tertelan oleh api yang berkobar-kobar melalap semua nya tanpa ampun.
Hanya tersisa suara mereka yang terus berkumandang terbawa angin hingga terdengar jelas di atas bukit.
Seluruh pasukan di atas bukit ikut bernyanyi dengan airmata berlinang, melepaskan kepergian saudara saudara dan teman seperjuangan mereka di bawah sana.
Di mana mereka semua telah pergi dengan penuh keberanian dan kebanggaan, dengan cara yang sangat mengharukan.
Zhang Yi dan Ling Tong beserta beberapa komandan bawahan mereka.
Mereka semua berlutut di sana memberikan penghormatan terakhir mereka dengan wajah di liputi kesedihan mendalam.
Zhang Yi berulang kali harus menghapus air mata kesedihannya.
Karena diantara 10.000 pasukan terbaik yang di bawa oleh Gongsun Li ke garis depan.
3/4 nya adalah merupakan saudara saudara seperjuangan yang mengikuti Zhang Yi, Ling Tong dan Zhou Tai dari saat mereka masih menjadi perampok gunung.
Memang tidak semua nya anggota lama, tapi diantara mereka sebagian adalah keturunan dari saudara saudara seperjuangan mereka di San Cai dahulu.
Ikatan perasaan yang begitu kuat membuat Zhang Yi sulit untuk menahan airmata nya untuk tidak runtuh.
Sesaat kemudian Zhang Yi sambil menghela nafas sedih berkata,
"Yang Mulia masih berjuang seorang diri di sana.."
"Kita harus mencari akal, mengambil jalan memutar pergi memberi pertolongan."
ucap Zhang Yi mengingatkan yang lainnya.
Sesaat kemudian terlihat mereka bergerak meninggalkan tempat itu.
Mengambil jalan memutari lembah itu dengan menembus hutan Pinus yang tumbuh subur di sekitar lembah.
Di saat mereka sedang memasuki hutan Pinus, dari dua jurusan lain terlihat dua barisan pasukan bergerak cepat mendekat.
Zhang Yi dan Ling Tong yang menjalankan kuda mereka di barisan depan.
Mereka segera memberi kode kepada pasukan mereka untuk berhenti bergerak dan bersiap siap menghadapi pertempuran.
Saat kedua barisan itu semakin mendekat, melihat siapa pemimpin di barisan terdepan itu, dan bendera yang mereka bawa.
Zhang Yi dan Ling Tong akhirnya menghela nafas lega.
Pasukan mereka yang tadinya sempat berwajah tegang, kini mereka semua bisa tersenyum.
Salah satu rombongan setelah mendekat, pemimpin pasukan tersebut segera berkata dengan wajah cemas,
"Jendral Zhang,..! Jendral Ling,..! dimana kakak Gongsun Li..!?"
Zhang Yi dan Ling Tong melompat turun dari atas punggung kuda mereka, diikuti oleh seluruh komandan bawahan mereka.
__ADS_1
Mereka semua berlutut sambil memberi hormat kearah pimpinan pasukan yang baru datang itu.
"Maafkan ketidakmampuan kami berdua Yang Mulia Selir Si Si.."
"Ratu Gongsun Li terjebak oleh jebakan yang sengaja di persiapkan oleh pihak Qin..'
"Kini ratu sedang dalam bahaya, kami bermaksud pergi memberikan pertolongan lewat jalan memutar.."
"Seluruh lembah merak api, tidak bisa di lewati, karena telah menjadi lautan api.."
ucap Zhang Yi menjelaskan dengan wajah sedih dan merasa bersalah.
"Ahhh..!"
Si Si terlihat kaget, sesaat tubuhnya limbung, hampir saja dia terjatuh dari punggung tunggangan nya.
Untungnya tangan tertahan oleh tali kekang yang di peganginya, sehingga dia tidak sampai terjatuh dari atas punggung kuda.
Setelah berhasil memenangkan diri, Si Si pun berkata,
"Kalian semua bangunlah, kesalahan tidak ada di pundak kalian.."
"Sifat kakak ku seperti apa, kita semua juga tahu dengan jelas.."
"Saat ini yang terpenting adalah pergi selamatkan kakak dari Qin.."
"Kita harus segera berangkat kesana.."
ucap Si Si cepat.
Si Si menoleh kearah Liu Qin Lung yang baru tiba dari jurusan lain dari berkata,
"Jendral Liu apa keadaan mu baik baik saja..?'
"Dalam hormat Yang Mulia, keadaan ku sangat baik.."
jawab Liu Qin Lung cepat sambil memberi hormat.
"Jendral Liu apa kamu kenal, atau setidaknya pernah melihat wajah suami ku..?"
tanya Si Si cepat.
"Maksud Yang Mulia Si Si, apakah Panglima Topeng Emas, bila dia aku mengenalnya.."
"Beliau dan guru ku, pernah menjadi teman baik, juga merupakan lawan terberat guru ku.."
ucap Liu Qin Lung jujur.
Si Si mengangguk dan berkata,
"Benar, dia orangnya, kamu segeralah berangkat temukan dia di pantai timur sungai kuning.."
__ADS_1
"Beritahukan dia situasi kita di sini, katakan juga Kakak Gongsun Li sedang dalam bahaya..minta dia bergegas menolongnya."
ucap Si Si serius.