
"Aihhh,..!"
jerit kakek Cia kaget.
Tenaga saktinya mengalir deras, tersedot kedalam tubuh Guo Yun.
"Ilmu iblis apa ini, yang kamu lakukan..!?"
bentak kakek Cia kaget bercampur jerih.
Tapi Guo Yun sama sekali tidak menjawabnya.
Ini pertarungan hidup dan mati, lawan datang dengan niat balas dendam, bukan pertandingan persahabatan.
Bila bukan dia yang mampus, lawannya yang binasa.
Jadi tidak ada kepentingannya untuk menjawabnya.
Guo Yun menjawabnya dengan fokus meningkatkan ilmu Memindahkan Hawa Memusnahkan Jiwa.
Kakek Cia berusaha menarik kembali pedangnya, dengan sekuat tenaga.
Tapi hasilnya bukan nya berhasil , dia menarik kembali pedangnya.
Malah tenaganya yang menerobos keluar dari tubuhnya jauh lebih kuat lagi.
Kakek Cia semakin meronta semakin lemah, mirip ikan yang masuk kedalam jaring nelayan dan di tarik ke darat.
Tubuh kakek Cia yang sudah kurus menjadi semakin kurus, wajahnya yang cerah kini tampak pucat seperti mayat hidup, dengan pipi kempot kedalam.
Dia sudah mirip tengkorak hidup, kehilangan kemampuan meronta lagi selain pasrah.
Guo Yun yang merasa tubuhnya sudah mulai kepenuhan, di luar batas tampungnya.
Dia menghentak energi yang di hisapnya kembali, di rubah menjadi unsur air.
Mata pedang yang tercipta dari air yang mengambang di udara, di hentakkan kembali kearah kakek Cia.
"Arggghh..!"
"Brukkkk..,!"
Tubuh kakek Cia terlempar jauh, jatuh tergeletak di atas tanah.
Diam tidak bergerak lagi.
Seluruh tubuhnya penuh luka berlubang tertembus energi pedang air, yang di retur oleh Guo Yun.
Setelah menuntaskan kakek Cia, Guo Yun langsung meninggalkan hutan bambu tersebut.
Pergi berkumpul dengan pasukannya, yang sedang menunggu kedatangan diri nya dengan perasaan was was.
Li Kui dan Li Ba yang terlihat paling khawatir, mereka terus menatap kearah hutan bambu itu dengan harap harap cemas.
Begitu melihat Guo Yun melangkah keluar dari balik hutan bambu.
Li Kui dan Li Ba langsung menghembuskan nafas lega.
__ADS_1
Di satu sisi mereka sangat khawatir, di sisi lain mereka tidak berani melanggar perintah Guo Yun.
Bila sesuatu terjadi pada Guo Yun, bagaimana mereka akan bisa menghadapi dan menjelaskannya pada Gongsun Li yang temperamennya sulit di tebak.
Kakak ipar mereka itu memang sangat cantik, tapi baik Li Kui maupun Li Ba mereka sangat bersyukur istri mereka tidak ada yang bersifat seperti Gongsun Li.
"Kakak akhirnya kamu kembali juga, kamu membuat penantian ini serasa seperti sedang menahan pipis.."
ucap Li Ba berterus-terang yang langsung di sambut gelak tawa dari 6 Jendral yang sedang duduk berkumpul tidak jauh dari Li Ba dan Li Kui.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Kamu bisa aja,..sudah cukup istirahat nya..!?"
"Bila sudah bersiaplah, kita segera.lanjurltkan perjalanan..!"
ucap Guo Yun sedikit mengeraskan suara nya, agar semuanya dengar.
Hal itu terbukti cukup efektif, semua pasukan buru buru bergegas bersiap siap.
Li Kui Li Ba dan ke 6 jendral nya, sudah duduk.manis di atas punggung kuda.
Guo Yun juga sudah melompat ringan keatas punggung kuda nya.
"Jendral Xia, Jendral Meng kalian berdua kembali ke barisan paling belakang untuk mengawasi kesiapan mereka..
"Jendral Yan, jendral Sia kalian berdua berangkat awasi kesiapan barisan tengah.
"Jendral Nan Jendral Wen kalian bantu awasi barisan depan."
ucap Guo Yun membagi tugas.
"Adik Ba adik Kui ayo kita jalan duluan,."
Li Ba dan Li Kui mengangguk, lalu mereka .menarik tali kekang mereka, bergerak mengimbangi Guo Yun.
Mereka bertiga,. menggerakkan kuda mereka berjalan santai, bermandikan cahaya matahari menjelang sore.
Angin sepoi sepoi di Padang rumput luas, itu membuat rambut mereka bertiga berkibar kibar.
"Kakak apa yang terjadi ? mengapa orang orang dunia persilatan terus mendatangi mu..?"
tanya Li Kui sambil menatap Guo Yun.
Guo Yun sambil menghela nafas panjang berkata,
"Ini semua ulah Lu Bu Wei, dia menggunakan kitab pusaka lembah hantu, untuk menarik perhatian orang orang dunia persilatan mengejar ku.."
"Apa untungnya buat dia kak.?"
tanya Li Ba ikut menatap kearah Guo Yun.
Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,
"Dia ingin membuat ku sibuk, agar tidak bisa konsentrasi merebut kembali Wilayah Vai dan Chen dengan mudah ."
"Keparat itu sungguh menyebalkan..!"
__ADS_1
bentak Li Ba kesal.
"Tenanglah adik Ba,. orang seperti itu harus kita hadapi dengan penuh ketenangan, jangan terpancing emosi.."
"Bila tidak kamu akan masuk kedalam perangkapnya, kamu secara tidak langsung akan membantu memenuhi harapan dia.."
ucap Guo Yun mengingatkan Li Ba akan emosinya yang suka meledak ledak.
"Maaf kak,..aku terbawa emosi.."
ucap Li Ba menyesal,.dia teringat emosinya dulu terhadap Gongsun Li.
Akhirnya Gongsun Li pergi, ujung dari rentetan peristiwa itu hampir saja membuat dia kehilangan kakaknya.
Guo Yun tersenyum tenang dan berkata,
"Tak perlu meminta maaf, emosi adalah lumrah aku juga tidak terlepas dari itu.."
"Tapi dengan pikiran tenang menghadapi masalah itu akan jauh lebih baik.."
"Melewati batas gapura itu, adalah pintu masuk gerbang wilayah Cai..'
"Tolong beritahu yang di belakang sana, untuk berhati hati.."
ucap Guo Yun ke Li Ba.
Li Ba mengangguk, dia memutar kudanya bergerak kebelakang memberitahu Jendral Wen dan Nan.
Agar bisa di sampaikan secara estafet kebelakang.
Guo Yun menoleh kearah Li Kui dan berkata,
"Senjata dan seragam pasukan Qin yang baru, sepertinya sudah di rombak oleh Lu Bu Wei."
"Kita harus berhati hati kalau pasukan kita harus bentrok dengan pasukan Qin."
"Kamu harus kabari ke Guiji, lewat merpati cepat informasi ini,"
"Agar Li er bisa membantu mendesain seragam dan senjata baru yang mampu menandingi kekuatan militer Qin."
ucap Guo Yun.
Li Kui mengangguk, dia juga bergerak kebelakang menghubungi bagian yang bertugas mengurus informasi.
Bagian divisi inteligen pasukan harimau hitam, yang di pimpin oleh ajudan jenderal Yong.
Karena Jendral Yong nya sendiri kini sedang ada di kota Cai, atau mungkin sudah bergerak ke kota Chen, atau mungkin sudah di Dan Yang, Guo Yun sendiri tidak tahu persis.
Sesuai dugaan Guo Yun begitu memasuki wilayah Cai.
Di sana terlihat barisan pasukan Qin yang jumlahnya tidak kurang dari 300.000 personil.
Di pimpin oleh seorang Jendral yang wajahnya penuh brewok sudah berbaris rapi siap menyambut kedatangan mereka.
Guo Yun bahkan ke 6 Jendral nya, mereka tidak ada yang mengenal siapa Jendral di hadapan mereka itu.
Perkiraan Guo Yun, ini mungkin Jendral muda yang baru saja di angkat oleh Lu Bu Wei, untuk menghalangi pergerakannya.
__ADS_1
Guo Yun di temani Li Kui dan Li Ba bergerak maju menghampiri jendral brewokan itu.