LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
XUE SUN PENGUASA KOTA SHANG QIU


__ADS_3

Dengan menyerahnya pasukan Qin, hal lain menjadi mudah.


Sisanya oleh Jendral Lim dan Fu di serahkan ke 8 komandan pasukan untuk mengaturnya.


Delapan komandan itu di bantu penasehat Yo melakukan pengaturan.


Pasukan Qin tahlukkan yang baru, kini di bentuk sebagai pasukan harimau hitam terbaru.


Mereka di atur dalam kelompok bendera merah, dengan kain merah di ikat di lengan atas mereka sebagai penanda.


Sedangkan Bai Hu di jebloskan kedalam penjara kota Xin Cheng, dan di jaga ketat.


Pasukan Harimau Hitam sendiri menempati camp militer milik pasukan Qin, sedangkan pasukan Qin di tempatkan di camp militer yang sudah lama tidak di gunakan.


Camp militer itu dulunya adalah bekas camp militer pasukan kerajaan Han.


Sebagai pasukan tahlukkan baru mereka tidak banyak membantah, mereka hanya perlu bersih bersih, dan merapikan camp lama tersebut, untuk di tempati.


Semua bangunan masih ada dan masih cukup layak di gunakan.


Dengan hadirnya penasehat Yo membantu ke 8 komandan mengurus masalah kota Xin Cheng.


Semua masalah menjadi jauh lebih mudah.


Li Ba sebelum berangkat, dia menunjuk penasehat Yo sebagai pengurus di Xin Cheng.


Penasehat Yo berkuasa penuh, membawahi 300.000 pasukan harimau hitam baru, yang merupakan pasukan Qin yang baru saja di tahlukkan oleh Li Ba.


Penasehat Yo dengan cerdik, mengganti semua komandan pasukan Qin, dengan komandan pasukan baru, yang merupakan orang kepercayaan nya.


Semua komandan lama, di pensiunkan dini oleh penasehat Yo.


Di bawah dukungan Li Ba sebagai penakluk kota Xin Cheng, tentu tidak ada komandan pasukan Qin yang berani mati menantangnya.


Setelah semua berjalan aman, Li Ba pun bersiap untuk berangkat meninggalkan kota Xin Cheng.


3 hari kemudian, Li Ba dibantu Jendral Lim dan Jendral Fu dan 8 komandan pasukan nya, mereka memimpin 150.000 pasukan Harimau Hitam bergerak meninggalkan kota Xin Cheng.


Mereka bergerak menuju lembah sungai Huai, bersiap menyeberanginya, untuk berkumpul dengan Guo Yun, melakukan pengepungan terakhir terhadap kota Xian Yang.


Di tempat lain Li Kui, yang berpisah jalan dengan Li Ba, dia langsung bergerak menuju kota Shang Qiu.


Tapi sebelum memasuki perbatasan kota Shang Qiu, Li Kui mengirim pesan ke Si Si kakak ipar keduanya, lewat burung merpati.


Li Kui meminta informasi tentang kota tersebut, karena kota itu dulunya adalah kota tanah kelahiran Si Si.


Tentu saja Si Si yang lebih paham hal itu, dan tindakan Li Kui ini tepat sasaran.


Dia langsung mendapat balasan dari Si Si, yang memintanya menunggu orang yang Si Si kirim, untuk mengantar peta rahasia bawah tanah kota Shang Qiu.


Si Si masih menyimpan salinan peta kota tersebut, meski yang aslinya sudah dikubur di makam kakeknya.


Selama masa tunggu, Li Kui mengirim jendral Xing dan bawahannya berangkat diam diam ke kota Shang Qiu, untuk mencari informasi,. sekaligus mencari tahu keberadaan sisa sisa orang kerajaan Song yang masih hidup.


Sesuai dengan informasi dari Si Si lewat burung merpati cepat.


Orang penting yang perlu di temukan adalah Jendral Mi, Jendral Ciong dan Jendral Xie, bila masih hidup Raja Zheng bisa membantu banyak.


Jendral Xing bersama 10 orang mata mata pilihan nya, langsung menyamar menjadi orang biasa.


Memasuki perbatasan kota Shang Qiu dan langsung bergerak dengan tujuan akhir kota Shang Qiu.


"Jendral Guan carilah tempat yang cocok, untuk berkemah sementara waktu."


"Karena kurasa kita harus menunggu dalam waktu yang cukup lama baru bisa bergerak."


"Siap tuan itu bukan masalah.."


ucap Jendral Guan.


Dia lalu bergerak pergi memberi perintah agar 8 komandan pasukan nya.


Berpencar ke 8 arah mencari informasi tempat yang cocok buat berkemah.


Setelah membagi tugas, dia mengatur pasukannya untuk membuat pertahanan.


Sebagian berjaga dan berpatroli, sebagian besar lainnya, bisa beristirahat dengan tenang.


Dengan memiliki Jendral handal berpengalaman, tugas dan pekerjaan Li Kui menjadi jauh lebih ringan.


Dia hanya perlu menunggu, nunggu informasi dari Jendral Xing dan kedatangan utusan Si Si.


Bila sudah lengkap, dia baru bisa susun rencana untuk penahlukkan kota Shang Qiu.


Sebelum semuanya lengkap, Li Kui tidak mau gegabah bertindak.


Di hari ketiga, rombongan Jendral Xing pun datang menghadap Li Kui, di sebuah kemah besar, yang terletak di tengah hutan Pinus yang ada di sebuah bukit.


Ini adalah bukit yang sama, yang pernah di gunakan oleh Guo Yun, untuk menahlukkan Xiong Pa dari kerajaan Chu


Tempat ini adalah tempat strategis, tidak terlalu jauh dari Shang Qiu.


Tapi juga tidak mudah ditemukan keberadaannya.


Di dalam kemah besar nya, Li Kui di temani Jendral Guan, menyambut kedatangan Jendral Xing, yang datang untuk memberikan laporan hasil penyelidikan nya di kota Shang Qiu.


Jendral Xing memasuki kemah Li Kui bersama seorang pria bertubuh tinggi besar bermata satu.


Dari penampilan nya, pria ini pasti seorang mantan militer, hanya kini kelihatannya dia dalam kesusahan, sehingga pakaiannya terlihat lusuh.


Li Kui tidak banyak bertanya, setelah saling memberi hormat dengan keduanya.


Dia pun duduk diam menanti hasil laporan dari Jendral nya.


"Tuan sebelum masuk ke topik cerita, mari aku perkenalkan teman ini.."


"Beliau adalah Saudara Xie, mantan salah satu jendral terbaik kerajaan Song.."


Li Kui memberi hormat kearah Jendral Xie dan berkata,


"Senang berkenalan dengan anda Jendral Xie.."


Pria bermata satu itu buru buru membalas penghormatan Li Kui dan berkata,


"Aku sudah bukan Jendral lagi, aku kini hanya seorang pecundang bermata satu.."


"Panggil saja aku Axie, sudah lebih dari cukup, tuan.."


ucap Jendral Xie dengan kepala tertunduk minder


"Baiklah, aku akan panggil Paman Xie saja, Paman Xie silahkan duduk.."


"Tak perlu minder, di sini kita adalah orang sendiri, kelak kami masih harus mengandalkan informasi dari paman, untuk merebut kemenangan ."


ucap Li Kui serius.


"Terimakasih tuan, Axie akan berusaha yang terbaik.."


ucap Paman Xie dengan kepala tertunduk.


Li Kui paham, semangat dan mental Paman xie sedang terganggu, dia tidak mau terlalu memaksanya.


Li Kui memilih menatap kembali kearah Jendral Xing dan berkata,


"Silahkan teruskan laporan nya, saudara Xing.."


Jendral Xing mengangguk hormat, kemudian melanjutkan ceritanya,


"Sesuai informasi dari saudara Xie, saat ini dari 4 orang yang harus kami hubungi, kami hanya menemukan Saudara Xie seorang yang masih hidup."


"Sisanya tiga orang lainnya, Jendral Ciong dan Jendral Mi menutut cerita saudara Xie, kedua rekannya sudah gugur dalam tugas."


"Termasuk raja Zheng, beliau juga sudah di eksekusi oleh Xue Sun di depan umum, Xue Sun ini adalah menantu Jendral tua Wang Jian.


"Di mana kini Xue Sun di beri wewenang sebagai penguasa di kota Shang Qiu ini.."


Li Kui mengangguk, Lalu saat Jendral Xing mengambil nafas.


Li Kui pun berkata dengan sabar,


"Saudara Xing minumlah dulu, melepas dahaga baru di lanjutkan laporan nya."


Jendral Xing mengangguk, dia langsung minum tanpa sungkan.


Dia paham benar sikap ketiga pemimpin nya, dari tiga pemimpinnya, Li Kui adalah yang paling lembut dan pengertian.


Meski memiliki kemampuan yang tinggi, tapi dia sangat rendah hati.


Berbeda jauh dengan kedua saudaranya yang lain, terutama Li Ba, yang punya karakter meledak ledak.

__ADS_1


Sedangkan pemimpin tertinggi yang paling mereka segani, itu adalah seorang yang paling sulit di tebak kemauan nya.


Selalu penuh rahasia dan misterius, itulah yang ada dalam bayangan Jendral Xing.


Maka dia paling nyaman mengikuti Li Kui.


Bila mengikuti Guo Yun, juga ada kelebihannya, di mana mereka tidak perlu banyak memikir.


Tinggalkan jalankan saja instruksinya, jamin beres.


Paling ngeri bila mengikuti Li Ba, bahkan Jendral Xing dan Jendral Guan diam diam sebelum berpisah dengan kedua rekannya.


Mereka turut bersedih atas nasib kedua rekannya yang terpilih mengikuti Li Ba.


Setelah minum sejenak, Jendral Xing baru melanjutkan berkata,


"Menurut informasi yang ku kumpulkan, Xue Sun hanya membawahi 100.000 pasukan menjaga kota Shang Qiu."


"Bahkan menurut informasi dari saudara Xie, Xue Sun menahlukkan kerajaan Song yang miliki pasukan 4 kali lipat.."


"Dia,.. hanya mengandalkan 100.000 pasukan nya ini.."


ucap Jendral Xing apa adanya.


Li Kui mengangguk, lalu berkata,


"Apa kelebihan pasukan Xue Sun ini.."


Jendral Xing menoleh kearah Axie dan berkata,


"Kalau itu lebih tepatnya saudara Xie yang bercerita, karena saudara Xie lah, yang pernah berhadapan langsung dengan mereka."


Axie mengangguk, lalu dia menceritakan apa yang di alaminya ,dan menutupnya dengan satu kata.


"Pokoknya hanya satu kata yang yang bisa melukiskan nya."


"Mengerikan.."


ucap Axie dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.


Li Kui terdiam mendengar cerita dari Axie.


Sesaat kemudian dia baru berkata,


"Bila aku simpulkan dari cerita mu, pertama Xue Sun selain cerdas, juga memilki kesaktian tinggi."


"Kedua pasukan nya adalah pasukan yang tidak bisa mati, mereka bisa meregenerasi luka dalam waktu singkat.."


"Ketiga mereka bisa bergerak dengan sangat cepat seperti bayangan.."


"Keempat mereka mampu mencabik cabik tubuh lawan hanya dengan tangan kosong.."


"Kelima mereka hidup dari minum darah segar, yang terkena gigitan mereka akan menjadi pengikut mereka.."


"Kehilangan akal sehat, tapi tidak bisa meregenerasi luka seperti mereka.."


"Tapi mereka adalah pasukan yang tidak takut mati.."


"Sedangkan kelemahan mereka semua adalah senjata tajam perak..?"


"Apa seperti itu kesimpulan nya..?"


tanya Li Kui dengan sepasang alis berkerut.


Axie mengangguk dan berkata,


"Benar sekali tuan, tapi ada satu lagi, mereka akan jauh lebih kuat bila malam hari tiba.."


Li Kui mengangguk, dia pribadi tidak khawatir, dia juga bisa melakukan nya seorang diri.


Tapi akan jadi masalah, bila pasukannya yang tidak punya senjata perak, bagaimana mau menghadapi mereka.


Li Kui berpikir keras cukup lama, sebelum akhirnya dia membubarkan pertemuan tersebut.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Li Kui kembali menulis surat dan mengirimkannya ke Si Si.


Berharap Si Si yang banyak akal dan pintar riset senjata senjata canggih.


Bisa membantunya mengatasi hal ini.


Di hari kelima, Li Kui pun menerima balasan dari Si Si, yang meminta waktu sebulan, untuk menyiapkan segala sesuatunya.


Setelah sebulan senjata yang sesuai permintaan Li Kui baru bisa dia kirimkan.


Li Kui menerimanya, tapi dia belum bisa bergerak, hati kecilnya memintanya agar bergerak sendiri.


Menghabisi semua lawannya, tapi Li Kui ragu ragu.


Dia takut bila dia membunuh begitu banyak orang sendirian, otomatis aura pembunuhnya akan sangat kuat.


Itu nanti akan membawa dampak ke ilmu yang dia pelajari dari kakek mertuanya, yang pada dasarnya sangat keji dan sesat.


Li Kui takut dirinya akan tersesat latihan dan berubah menjadi iblis haus darah, seperti mertuanya Hei Mo Wang.


Li Kui tidak mau hal itu terjadi, maka nya dia ragu ragu.


Bila bisa di hindari, dia lebih baik memilih menghindarinya.


Setelah berpikir bolak balik sepanjang malam, Li Kui akhirnya memutuskan untuk menunggu.


Tidak melakukan pergerakan apapun menunggu senjata ciptaan khusus, dari Si Si tiba.


Karena harus menunggu selama sebulan lebih, Li Kui akhirnya memutuskan memimpin pasukannya bergerak mundur menjauhi kota Shang Qiu.


Dia ingin mencegah jangan sampai kedatangan mereka di ketahui oleh lawan.


Tapi di luar perhitungan Li Kui, kedatangan mereka terlanjur di ketahui oleh Xue Sun lewat mata matanya yang tersebar.


Mereka mengetahui keberadaan Guo Yun lewat mulut para pemburu, yang merupakan penduduk daerah pinggiran kota Shang Qiu.


Untuk itu Xue Sun dan 100.000 pasukan iblis nya, menunggu di sebuah Padang rumput luas, yang akan menjadi tempat satu satu nya, yang harus di lewati oleh Li Kui dan pasukannya, bila mereka ingin mundur menjauh dari kota Shang Qiu.


Di hamparan rumput luas yang diterangi cahaya bulan, terlihat Xue Sun berdiri gagah di barisan paling depan.


Dengan Jubah merah lebar melambai lambai tertiup angin malam.


Sedangkan pasukan iblis nya, terlihat berbaris rapi di belakangnya.


Xue Sun adalah seorang pemuda, yang usianya dengan Li Kui mungkin tidak berbeda jauh.


Xue Sun adalah seorang pemuda yang sangat tampan, sepasang bola matanya berwarna biru terang menyorot tajam.


Alisnya hitam halus dan panjang, hidungnya sangat mancung, dengan garis rahang dan dagu yang jelas.


Di mana di ujung dagunya yang sedikit menekuk, ada belahannya.


Menunjukkan kegantengan dan kejantanannya yang sempurna.


Rambutnya lurus di potong pendek, hanya bagian depan nya saja yang agak panjang sedikit turun hingga menutupi sebagian kecil mata kanannya.


Tubuhnya tinggi, dengan ukuran sedang, termasuk cukup atletis, tingginya sendiri mungkin mencapai 2 meter lebih.


Kulitnya putih pucat dan agak berkilau kilau tertimpa cahaya bulan.


Seperti ada jutaan pasir berlian, yang bertaburan di seluruh kulitnya.


Bahkan kulit wajahnya yang pucat dan dingin pun seperti itu.


Xue Sun tidak membawa apapun sebagai senjata.


Begitupula dengan pasukan yang di bawa Xue Sun, semuanya juga bertangan kosong.


Pasukan Xue Sun ini agak unik, dia terdiri dari kumpulan jenis orang yang berbeda beda.


Bahkan sebagian ada wanitanya.


Di katakan berbeda beda, diantara pasukan Xue Sun, ada orang berkulit hitam legam, bermata besar tubuh tinggi besar, hidung besar dan pesek, dengan bibir tebal.


Bagian yang putih hanya gigi dan telapak tangan nya saja.


Juga ada orang yang mirip mirip dengan Xue Sun berambut pirang, berambut coklat, hingga merah dan kuning keemasan pun ada.


Selain itu masih ada orang yang berkulit gelap hidung mancung mata besar, tapi tubuhnya lebih kecil dengan bagian dahi ada titik merah atau ada garis putihnya.


Juga ada yang berkulit sawo matang tubuh sedang tinggi pun sedang.


Bola matanya hitam rambutnya hitam, wajahnya lumayan menarik, terutama sepasang matanya yang indah dan bibirnya yang seksi.


Hampir berbagai macam ras manusia ada di sana, termasuk yang berkulit kuning, bertubuh sedang mirip dengan Li Kui dan sebagian penduduk asli daratan tengah, juga terlihat ikut bergabung di sana.

__ADS_1


Satu hal yang sama dari mereka adalah tatapan mata mereka, yang buas dan wajah mereka dingin tanpa perasaan.


Hal ini semuanya sama rata, semua orang itu memiliki ekspresi seperti itu.


Saat Li Kui dan pasukannya tiba di daerah Padang rumput luas itu.


Dari jauh sepasang mata Li Kui yang tajam di tambah dengan instingnya.


Li Kui bisa melihat dengan jelas kehadiran para penghadang nya di depan sana.


Sebelum seluruh bawahan nya menyadari keberadaan para penghadang itu


Tapi yang bisa melihat bukan hanya Li Kui, tapi Xue Sun dan anak buahnya, juga sudah melihat kehadiran Li Kui dan rombongannya.


Sehingga Xue Sun sudah memberi kode agar pasukan nya bergerak.


Begitu melihat kode dari pimpinan mereka, pasukan Iblis itu langsung bergerak cepat kedepan bagaikan bayangan setan yang beterbangan.


Melihat pasukan lawan sudah mulai bergerak, Li Kui pun berkata,


"Semua pasukan dengar perintah..!"


"Semuanya segera mundur sejauh mungkin dari sini, tanpa perintah ku, tidak boleh ada yang mendekat..."


Jendral Xing dan Jendral Guan, yang tidak pernah melihat pimpinan mereka seserius ini.


Mereka langsung menyadari gawatnya situasi,.apalagi saat melihat wajah Axie yang pucat gemetaran.


Mengertilah Kedua Jendral itu, situasi apa yang sedang mereka hadapi.


Tanpa banyak bicara lagi, Jendral Xing dan Jendral Guan langsung memberi kode ke 8 komandan pasukan mereka.


Untuk memimpin pasukan mereka bergerak mundur secepatnya, meninggalkan tempat tersebut.


Pasukan besar itu segera bergerak cepat menjauhi Li Kui.


Li Kui sendiri setelah memberi perintah, dia sambil menghela nafas panjang berkata,


"Tiada pilihan lain, kakak pertama kakak kedua maaf.."


"Mungkin hanya sampai di sini saja aku bisa membantu untuk yang terakhir kalinya.."


"Thian kamu benar benar sedang bercanda dengan ku..!"


teriak Li Kui sedikit tidak puas.


Sambil berbicara, Li Kui terlihat melukai kedua lengannya sendiri, hingga darah segar menetes netes membasahi sepasang telapak tangan nya.


Setelah itu tubuh Li Kui muncul menghilang melesat kedepan, dengan kecepatan yang sulit diikuti mata.


Kecepatan nya puluhan kali lipat dari pergerakan pasukan Iblis itu.


Baru pasukan iblis itu bergerak puluhan meter kedepan, Li Kui sudah menghadang di depan mereka.


Pasukan Iblis begitu mencium bau darah, yang keluar dari sepasang tangan Li Kui.


Mereka semua bagaikan kawanan semut menemukan gula, mereka secara membabi buta, menerjang kearah Li Kui tanpa henti.


Mereka menerjang, Li Kui juga tidak tinggal diam sepasang tangannya yang penuh energi inti neraka.


Juga bergerak kesana kemari dengan kecepatan, yang sulit diikuti pandangan mata.


Bahkan bayangannya pun tidak terlihat, yang terlihat hanya tubuh pasukan iblis satu persatu hancur menjadi abu.


Begitu mereka tersentuh oleh tapak tangan ataupun cakar yang Li Kui lepaskan.


Semua berjalan dengan sangat cepat, tidak sampai sepeminum teh.


Setengah dari pasukan iblis sudah berubah menjadi abu.


Xue Sun dari jauh yang melihat hal itu, dia langsung melesat kedepan dan mengeluarkan lengkingan nyaring memekakkan telinga.


Pasukan Iblis yang mendengar suara kode panggilan mundur dari tuan mereka.


Meski masih penasaran dengan darah Li Kui, tapi mereka tidak berani menolak perintah atasan mereka.


Mereka semua segera bergerak mundur menjauhi Li Kui.


Sebagai gantinya muncul Xue Sun yang menyambut pukulan inti neraka Li Kui.


"Blaaaarrr...!"


Terdengar ledakan dahsyat saat kedua telapak tangan berbenturan.


Xue Sun terpental mundur puluhan langkah, sedangkan Li Kui yang seperti kesurupan.


Dengan sepasang mata mengeluarkan cahaya merah dan menatap dengan Liar.


Sambil berteriak keras, menggetarkan seluruh tempat tersebut.


"Hiaaahh...!"


Dia sudah menghilang dari posisinya, lalu muncul lagi sudah tiba di hadapan Xue Sun.


"Blaaaarrr...!"


Lagi lagi sepasang telapak tangan mereka berbenturan keras, sekali ini Xue Sun terlihat terpental hingga berguling guling diatas tanah.


Belum juga Xue Sun sempat berdiri dan memperbaiki posisinya, lagi lagi sudah terdengar suara teriakan keras menggetarkan dari Li Kui.


"Hiaaahh...!"


Li Kui tahu tahu sudah muncul di depan Xue Sun,. dengan sepasang telapak tangan yang di selimuti cahaya merah.


Dia melepaskan pukulan dahsyat kearah bagian perut dan dada Xue Sun.


"Blukkk..!"


"Prakkk..!"


Tubuh Xue Sun kembali terpental jauh, kini dari mulutnya menyemburkan darah segar.


"Hiaaahh...!"


Lagi Lagi Li Kui berteriak keras seperti orang kesurupan menerjang kearah Xue Sun, dengan kecepatan yang sulit di ukur .


Xue Sun Terpaksa mengangkat kedua tangannya menangkis serangan Li Kui yang dahsyat.


"Blaaaarrr...!"


Sekali ini tubuh Xue Sun terpental bagaikan layang putus, menjauhi Li Kui yang sedang kesurupan.


Memanfaatkan situasi ini, Xue Sun yang tidak mau mati konyol, kembali mengeluarkan lengkingan keras


Memberi kode pasukan Iblis nya maju mengerubuti Li Kui lagi.


Sedangkan dia sendiri buru buru minum sebotol darah, yang di keluarkan dari dalam gelang penyimpanan nya.


Setelah minum darah itu, seluruh luka di perut dan di dada Xue Sun langsung pulih kembali.


Usus yang hancur menyatu kembali, tulang dada yang remuk pun tersambung kembali seperti semula.


Tapi setelah sembuh, Xue Sun bukannya turun tangan membantu pasukan iblis nya, yang sedang menjadi sasaran pembantaian Li Kui yang terlihat semakin mengerikan.


Xue Sun malah melarikan diri mengambil langkah seribu, meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan Li Kui sendiri, kini dia terlihat semakin menyeramkan rambut riap riapan, sepasang.matamya yang merah menyala terlihat semakin liar.


Mulutnya terus mengeluarkan teriakan menggetarkan.


Dia terus membantai pasukan iblis, yang beramai ramai mengepungnya.


Tapi tanpa memperdulikan kepungan dan serangan mereka, yang tidak berarti pada tubuhnya yang kebal.


Di mana pengepung nya, hanya bisa merusak pakaiannya saja, Sedangkan Li Kui justru terlihat berbeda, setiap gerakan nya, pasti membuat pengepung nya, hancur menjadi abu.


Li Kui terus bergerak kesana kemari sambil mengeluarkan teriakan menggetarkan.


Semakin lama bukan semakin lemah, tapi malah menjadi semakin cepat ganas dan kuat.


Hingga sepeminum teh kemudian, seluruh pasukan Iblis sudah terlihat tidak bersisa lagi.


Semuanya sudah menjadi abu terbakar habis oleh pukulan inti neraka yang dahsyat.


Seluruh tubuh Li Kui kini di selimuti kobaran api yang menyala nyala.


Li Kui terlihat mengendus ngendus seperti sedang mencari Bau sesuatu.


Sesaat kemudian dengan mengeluarkan suara lengkingan menggetarkan.

__ADS_1


Li Kui langsung melesat mengejar kearah Xue Sun melarikan diri tadi.


Sambil kembali mengeluarkan gerengan yang menggetarkan seluruh tempat itu, seperti di Landa gempa.


__ADS_2