
"Yang Mulia Agahai apa maksud dari kata almarhum tadi ?"
tanya Temusa kaget
Agahai menghela nafas sedih, sepasang matanya berkilat penuh dendam.
"Aku datang terlambat, Ayah ku dan seluruh pasukannya telah gugur di tengah sungai He Xi."
"Apa yang telah terjadi ?"
tanya Hasan dengan wajah kaget
Agahai tersenyum sedih dan melanjutkan berkata,
"Aku tidak tahu pasti, karena saat aku tiba di sana pertempuran telah berakhir.."
"Lawan juga sudah pergi dari sana."
"Aku hanya menemukan bekas bekas pertempuran nya saja.'
"Aku menebak mereka memanfaatkan kelemahan kita, yang tidak terbiasa bertempur di atas air, untuk mengalahkan pasukan ayah ku."
"Mereka menggunakan api mengurung pasukan armada air kita ."
"Setelah itu baru melancarkan serangan dengan anak panah, menghujani mereka yang sedang. terkepung api.."
Ketiga Jendral itu tertunduk lesu, mereka tidak menyangka, pertemuan dan pengangkatan jabatan mereka beberapa hari yang lalu.
Ternyata adalah pertemuan terakhir mereka dengan raja Chan Yu yang mereka hormati.
Hasan dengan wajah geram berkata,
"Sungguh taktik yang licik dan keji, kira kira siapa pelakunya..?"
"Apa mungkin Meng Thian sendiri yang merencanakan ini..?"
Agahai menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku yakin bukan, pelakunya pasti orang yang sama dengan pelaku yang telah menangkap keluarga istana.."
"Kita lihat dan tunggu saja, aku yakin dalam beberapa hari ini, pelakunya akan segera muncul di sekitar sini."
"Maksud yang mulia kita akan membalasnya di sini..?"
tanya Hasan serius.
Agahai menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak kita hanya fokus membebaskan tawanan di tangannya, kalau bisa rebut kembali perbekalan kita ."
"Setelah itu kita harus kembali ke Long Cheng membenahi internal kerajaan kita, kehidupan rakyat kita. juga barisan pasukan kita yang sudah kacau mentalnya."
"Melakukan pelatihan ulang, peningkatan mutu dan kemampuan tempur mereka."
"Baru kita bisa memberikan pembalasan setimpal buat mereka."
"Dalam waktu dekat ini aku juga akan pergi mengundang paman ku Chan Kiev untuk turun gunung mendukung ku.."
Mendengar di sebutnya nama Chan Kiev, seorang legenda besar bangsa mereka.
Ketiga Jendral itu langsung menelan ludah mereka dan berkata,
"Yang Mulia tidak sedang bercanda kan,? akan mengundang Pangeran Chan Kiev turun gunung..?"
__ADS_1
"Emangnya kenapa dengan paman ku..?"
tanya Agahai ingin tahu.
Dia memang tidak mengenal dan mengetahui apapun tentang pamannya itu.
Dia hanya tahu namanya lewat pesan terakhir ayahnya saja
Temusa dan Hanif menundukkan kepala mereka, tidak berani sembarangan membicarakan tentang orang itu.
Hasan lah yang buka suara dan berkata,
"Terus terang saja, aku juga tidak tahu banyak, hanya saja menurut cerita dari mulut ke mulut."
"Katanya Pangeran Chan Kiev adalah seorang yang tidak bisa mati, tubuhnya kebal senjata dan api, dia juga bisa terbang bebas di udara seperti burung.."
"Kabarnya dia pernah mengalahkan semua jagoan di selatan dan di beri julukan Iblis Zhe Yu.."
"Kalau dia begitu sakti, lalu kenapa dia mengundurkan diri menyepi ke gunung,? kenapa bukan dia saja yang memimpin bangsa kita menahlukkan dunia .?"
tanya Agahai mulai penasaran.
Hasan menghela nafas panjang dan berkata,
"Kalau mengenai hal ini hamba tidak tahu dengan jelas, termasuk kemampuan nya, hamba juga hanya dengar dari cerita mulut ke mulut saja.."
"Mungkin hanya Yang Mulia Raja Chan Yu dan Ibu Ratu Sophia, yang lebih tahu alasannya.."
Agahai mengangguk dan berkata,
"Baiklah, hal itu kita bicarakan belakangan saja, saat ini yang paling penting adalah menolong nenek Ratu Sophia, dan keluarga kerajaan yang lainnya."
"Sekarang kalian bertiga kembalilah ke pos kalian masing masing, awasi pasukan kalian, jangan pernah tinggalkan hutan tanpa ijin dari ku.."
"Baik Yang Mulia,..siap laksanakan.."
"Kami pamit permisi dulu.."
"Ehh kalian belum lihat suratnya..?"
tanya Agahai.
Ketiga orang itu tersenyum dan berkata,
"Yang Mulia simpan saja, kami tidak berani ikut campur soal itu.."
"Biar Ibu Ratu Sophia saja yang putuskan semuanya.."
Agahai mengangguk, lalu dia menyimpan wasiat dan stempel kembali ke saku bajunya dan berkata,
"Ya sudah terserah kalian saja..
Sepeninggal anak buahnya, Agahai kembali berlatih ilmu pernafasan rahasianya.
Sementara itu Guo Yun yang harus menempuh perjalanan bersama keluarga istana, yang manja dan konyol.
Dia benar benar menghadapi kendala besar dalam kecepatan pergerakannya.
"Lapor panglima putri Camelia sudah 3 hari tidak bersedia makan dan minum kondisinya cukup mengkhawatirkan.."
"Nenek Sophia juga melakukan hal yang sama, kondisinya lebih parah lagi ."
ucap seorang prajurit memberikan laporan ke Guo Yun.
__ADS_1
"Hufff,..!"
Guo Yun membuang nafas berat, untuk mengurangi stress nya.
"Apa yang sebenarnya di kehendaki cucu nenek itu, ? sungguh menyebalkan.."
batin Guo Yun kesal.
Guo Yun mengangguk kearah prajuritnya dan berkata
"Baiklah kamu kembali saja ke pos mu, aku akan pergi melihat nya.."
Selesai berkata, Guo Yun menarik tali kekang kudanya, lalu dia bergerak menuju kereta kuda yang terletak di barisan tengah.
Guo Yun menyingkap tirai kereta, lalu masuk kedalam dan duduk di hadapan seorang nenek yang terbaring lemah di sana.
"Nek mengapa kamu menolak makan dan minum, ? apa nenek sudah tidak sayang dengan nyawa nenek lagi..?"
tanya Guo Yun mencoba menahan sabar.
"Itu bukan urusan mu, bukankah kamu akan lebih senang bila nenek tua ini mati..?"
ucap nenek itu ketus tapi suaranya terdengar lemah.
"Nenek, bila aku menginginkan kematian kalian, buat apa aku susah susah menawan kalian kemari..?"
"Aku bisa saja langsung menghabisi kalian semuanya di tepi sungai sana.."
ucap Guo Yun sedikit kesal, dengan sikap keras kepala nenek itu.
"Manusia busuk dan licik, kamu pikir aku tidak tahu akal busuk mu.."
"Bila kami mati, bagaimana kamu akan menghadapi kemarahan seluruh pasukan Xiongnu, yang jumlahnya masih puluhan kali lipat dari pasukan kalian..?"
"Bukankah kamu hanya ingin menggunakan kami untuk mendapatkan kesepakatan perdamaian.."
"Kamu bermimpi saja, setelah kamu membunuh putra ku Raja Chan Yu, kamu pikir kami masih Sudi melakukan perjanjian damai itu..?"
"Aku peiii,..dasar najis..!"
ucap nenek itu memaki Guo Yun.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu benar benar nenek tua yang sulit di ajak bicara, sama dengan cucu mu Camelia yang idiot itu.."
"Kamu yang memaksa ku, jangan salahkan aku, bila bersikap kasar dan tidak menghormati mu."
"pengawal...!"
teriak Guo Yun kesal
Nenek Sophia menatap Guo Yun dengan penuh kebencian dan berkata,
"Dasar bajingan licik,..! nista dan hina,..! sampai mati dan menjadi hantu pun aku akan mengejar mu.."
"Ohh itu tak perlu, aku sudah punya calon istri, aku tidak tertarik dengan nenek peot seperti mu.."
ucap Guo Yun melampiaskan rasa dongkolnya.
"Kau,...kau,..!"
teriak Ibu Ratu Sophia marah, sambil menunjuk nunjuk wajah Guo Yun.
__ADS_1