
"Yun ke ke,.. kamu jangan seperti ini,..cerita lah.."
"Kamu seperti ini aku jadi sedih Yun ke ke,..mengerti kah kamu.."
ucap Gongsun Li yang tidak sungkan lagi memanggil Guo Yun dengan sebutan kakanda Yun.
Sepasang matanya yang indah terlihat berkaca-kaca.
Guo Yun menarik Gongsun Li kedalam pelukannya dan berkata,
"Ohh tuhan, aku tidak menginginkan apapun di dunia ini, aku cuma minta dia saja.."
"Mengapa takdir mu selalu mempermainkan ku, tidak pernah biarkan aku dan dia bisa bersama sama mengapa..!?"
teriak Guo Yun sedikit kesal, meluapkan emosi nya.
Gongsun Li dengan airmata bercucuran membalas memeluk Guo Yun dengan erat dan berkata,
"Apakah ada sesuatu yang terjadi? cerita lah, jangan menyimpan nya sendiri..nanti bisa jadi penyakit.."
"Ada masalah sebesar apapun, bahkan langit runtuh sekalipun, aku pasti akan membantu mu menyangga nya.."
ucap Gongsun Li penuh keyakinan.
Guo Yun sambil memeluk Gongsun Li, dia menceritakan semua pembicaraan nya dengan Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei.
Gongsun Li mendengar semuanya tanpa berkata apa-apa, dia hanya terus mengeratkan pelukannya pada Guo Yun.
Seolah-olah takut sebentar lagi akan di pisahkan dari pria, yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya ini.
Setelah Guo Yun menyelesaikan semua cerita nya hingga selesai.
Gongsun Li baru melepaskan pelukannya, sambil berusaha tersenyum, dia memegangi wajah Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Yun ke ke bersyukurlah, setidaknya semua orang kini jadi tahu aku adalah wanita mu.."
"Aku tidak perlu menyamar lagi, aku juga sudah bosan dengan pakaian konyol ini.."
"Yun ke ke tidak perlu khawatir, jalankan saja apa yang Yun ke ke ingin jalankan.."
"Aku selamanya tetap adalah wanita mu, sampai kapan pun, seluruh perasaan cinta ku, hanya milik mu seorang."
"Sebentar aku mau berganti dulu.."
"Yun ke ke tunggu sebentar, sebentar saja.."
ucap Gongsun Li sambil tersenyum manis.
Guo Yun hanya mengangguk kecil, melepas Gongsun Li, yang menghilang di balik tirai tempat tidurnya.
Tak lama kemudian dari balik tirai terlihat Gongsun Li melangkah keluar, dengan penampilan aslinya yang sangat cantik, sangat memukau mata yang melihatnya.
Guo Yun menatap dengan wajah bodoh kearah Gongsun Li dan berkata tanpa sadar,
"Li Mei luar biasa, kamu seperti Dewi yang baru turun dari kahyangan. "
__ADS_1
"Bila aku Dewi maka kamu Dewa nya, dan saat ini aku sepenuhnya adalah Dewi mu.."
ucap Gongsun Li tanpa malu malu lagi.
Dia lalu duduk di pangkuan Guo Yun dan melingkarkan sepasang tangannya, di leher Guo Yun dengan sikap manja.
Guo Yun membalas dengan meletakkan kedua tangannya, di pinggang Gongsun Li yang langsing.
"Li Mei aku tidak sedang bermimpi kan..?"
tanya Guo Yun ragu.
Gongsun Li menarik hidung Guo Yun yang mancung dan berkata,
"Bagaimana apa sudah sadar..?"
Guo Yun mengangguk cepat, dengan wajah gembira.
Dia langsung menyosor maju ingin mencium bibir Gongsun Li yang menggemaskan.
Tapi dia mencium angin kosong, karena sambil menahan senyum Gongsun Li sengaja menarik mundur wajahnya.
Menggoda Guo Yun dan menertawainya.
Guo Yun yang mencium tempat kosong, menghentikan gerakannya dan berkata,
"Bahkan kamu pun ikut mempermainkan ku, sungguh nasib dan takdir yang selalu ingin mempermainkan ku dengan kejam."
"Mungkin bila suatu hari aku meninggal di Medan perang kalian baru..."
Belum selesai ucapan nya, bibirnya sudah di tutup oleh bibir Gongsun Li yang lembut.
Siang malam dia berharap hal ini muncul dalam mimpinya, tapi tidak pernah terjadi.
Tapi kini malah muncul menjadi kenyataan, kegembiraan dan kebahagiaan menyelimuti seluruh perasaan nya, hingga sulit di ungkapkan.
Guo Yun dan Gongsun Li sama sama menikmati kemesraan dan kehangatan kebersamaan mereka.
Hingga tiba tiba terdengar suara pengawal di depan Guo Yun berteriak,
"Perdana menteri Lu Bu Wei datang berkunjung..!"
Guo Yun dan Gongsun Li terpaksa menghentikan kegiatan mereka, yang sedang asyik asyik nya itu.
Mereka buru buru memisahkan diri, Guo Yun menanti hingga Gongsun Li membenarkan pakaian dan rambutnya.
Di mana Gongsun Li menganggukkan kepalanya tanda sudah siap, Guo Yun baru berteriak menjawab dari dalam.
"Silahkan masuk..!"
Setelah mendengar jawaban Guo Yun pengawal di depan kemahnya baru berkata sambil menyingkap pintu kemah,
"Silahkan masuk perdana menteri Lu.."
Lu Bu Wei sambil tersenyum melangkah masuk kedalam kemah Guo Yun.
__ADS_1
"Maaf saudara Yun, bila kedatangan ku ini kurang tepat waktunya dan menganggu.."
ucap Lu Bu Wei berlagak sungkan.
Guo Yun sudah terbiasa menghadapi sikap serigala tua bermantel bulu domba ini.
Jadi dia hanya menanggapinya dengan santai dan berkata,
"Silahkan duduk perdana menteri Lu, jangan sungkan.."
"Bila ada pesan yang ingin di sampaikan, sampaikan saja. kami siap mendengarkan nya.."
ucap Guo Yun berusaha tampil tenang
Padahal yang sebenarnya, jantung nya berdebar keras, karena apapun yang di sampaikan oleh Lu Bu Wei adalah suatu hal yang sangat penting.
Di mana dia harus mengambil sikap, yang mungkin akan membahayakan semuanya.
8000 nyawa termasuk nyawanya, nyawa wanita yang sangat di cintai nya dan nyawa majikan yang sangat di hormati nya, mungkin ada dalam keputusan ini..
Lu Bu Wei mengangguk dan berkata,
"Tidak perlu saudara Yun, terimakasih aku tidak akan lama.."
"Kedatangan ku hanya untuk mengantarkan titah raja yang saudara Yun minta tadi.."
"Selain itu di luar sana, juga ada sedikit tanda ucapan terimakasih kami, atas bantuan saudara Yun dan pasukan harimau hitam di wilayah barat sana. "
"Semoga kerja sama diantara kita kedepannya semakin lancar.."
ucap Lu Bu Wei sambil memberikan sebuah gulungan kain kuning keemasan ke hadapan Guo Yun.
Guo Yun menerimanya, membukanya membacanya sejenak, lalu menggulungnya kembali dan meletakkannya di atas meja.
Kemudian dia berkata,
"Perdana menteri Lu tolong sampaikan ucapan terimakasih ku kepada raja ZhuangXiang.."
"Di sini Guo Yun meminta maaf atas sikap ku yang kurang sopan sebelumnya.."
"3 hari, 3 hari kemudian Guo Yun akan berangkat menjalankan misi.."
"Guo Yun berjanji tidak akan pernah kecewakan harapan dan kebaikan Raja ZhuangXiang dan perdana menteri Lu, yang telah begitu percaya pada Guo Yun.."
Lu Bu Wei memberi hormat sambil tersenyum berkata,
"Baik nanti akan saya sampaikan pesan saudara Yun tadi."
"Bila nanti ada yang di perlukan, suruh orang sampaikan saja ke paman Kai.."
"Dia nanti akan mengaturnya.."
"Permisi.."
ucap Lu Bu Wei sambil memberi hormat, lalu dia mengundurkan diri keluar dari kemah Guo Yun.
__ADS_1
Setelah Lu Bu Wei keluar dari dalam kemahnya, Guo Yun langsung berteriak.
"Pengawal..,!'