LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KAGET YANG TERLAMBAT


__ADS_3

Si titik merah dari daratan tengah, selalu menghindar setiap Guo Yun menggunakan Tebasan Pedang Pemusnah.


Begitu energi serangan lewat, dia baru kembali mendekat dengan kecepatan tinggi, ingin menikam leher Guo Yun.


Untungnya Guo Yun memilki ilmu 72 langkah ajaib, sehingga secepat apapun serangan dari Si titik merah.


Tetap saja Guo Yun selalu bisa meloloskan diri dengan baik, dan membalas menyerang dari tempat tak terduga.


Setelah beberapa kali tebasan pedang pemusnah, selalu gagal mencapai sasaran.


Guo Yun berganti strategi, kini dia meladeni setitik merah dengan jurus cakar 9 naga langit di tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memainkan pedang Cui Mo Cien Fa.


Tapi setitik merah, masih sanggup mengimbangi jurus cakar Guo Yun dengan tendangan misteriusnya.


Karena setiap pergerakan tendangan nya, selalu di bantu dengan jubah hitamnya, yang di gunakan untuk menutupi pergerakan tendangan kaki nya.


Cakar dan tendangan berulang kali bertemu, tapi mereka berdua masih imbang.


Masing masing masih bertempur dengan sengit, belum terlihat siapa menang siapa kalah.


Guo Yun sambil melawan setitik merah dari daratan tengah, otaknya terus berputar, bagaimana caranya agar dia bisa mengalahkan setitik merah, yang sulit di sentuh dengan ilmu pedang pemusnah nya.


Selagi Guo Yun masih menemui kebuntuan mencari kemenangan dari setitik merah dari daratan tengah.


Di tempat Ta Lo Sa yang berhadapan dengan Li Kui dan Li Ba.


Ta Lo Sa memilih menghindari serangan Li Kui, menyambut serangan Li Ba keras lawan keras.


"Wuuutttt...!"


"Boooom..!"


"Plakkkk,..! Plakkkk,..!"


"Blaarrr..!"


Tubuh Li Ba terpental mundur saat berbenturan keras lawan keras dengan Ta Lo Sa.


Untungnya seluruh tubuh Li Ba di lindungi oleh Ilmu Genta emas.


Sehingga dia hanya terpental mundur saja, kondisinya cukup baik.


Ta Lo Sa tanpa membuang kesempatan, dia sudah melesat, muncul menjadi 4 bayangan.


Menyerang pelindung Genta emas dari 4 arah.


"Dungggg..!"


Dungggg..!"


Dungggg..!"


Dungggg..!"


Suara serangan tapak Ta Lo Sa, yang menghantam pelindung Genta emas Li Ba, menimbulkan bunyi, seperti lonceng sedang di pukuli.


Kekuatan Ta Lo Sa terlalu kuat untuk di tahan oleh Li Ba.


Genta emasnya terlihat mengalami retakan. hebat.

__ADS_1


Li Ba terlihat berusaha bertahan dengan seluruh wajah basah keringat.


Melihat kondisi saudara keduanya, Li Kui langsung maju menerjang Ta Lo Sa, agar bisa mengalihkan serangan Ta Lo Sa dari saudara kedua nya Li Ba yang terlihat keteteran.


Tapi Ta Lo Sa sangat cerdik dan licin, dia memilih menghindari semua serangan Li Kui.


Dia menyelinap diantara serangan yang Li Kui lepaskan, lalu kembali muncul dari tempat tak terduga, mendekati Li Ba.


Sambil berteriak keras,


"Hyaaahhh,..!"


Ta Lo Sa Lalu melepaskan seluruh kekuatannya, dalam satu kali pukulan Pamungkas.


"Blaarrr,..!!"


tubuh Li Ba terpental keluar dari pelindung yang dibuatnya.


Bayangan Genta emas hancur tak berbekas.


Melihat hal itu Ta Lo SA langsung bergerak cepat mengejarnya.


Dia kembali mendorong dua berkas sinar hitam putih transparan, mengejar kearah tubuh Li Ba yang sedang terpental.


Li Ba dengan sisa seluruh kekuatannya, membentuk Genta emas setengah lingkaran.


Menyambut serangan Ta Lo Sa.


Li Kui mengejar dari belakang menyerang Ta Lo Sa dengan tenaga inti neraka.


Ta Lo Sa tersenyum licik, sambil terus menekan Li Ba,.dia menyambut serangan Li Kui dengan tangan kirinya.


"Plakkkk,..!"


"Blaarrr..!"


Begitu tenaga inti neraka tiba, tenaga itu langsung amblas tak berbekas, di sedot oleh Ta Lo Sa.


Kemudian di pindahkan ketangan kanan, di teruskan kearah Li Ba.


Tentu Li Ba yang paling sengsara dalam hal ini, menghadapi kekuatan Ta Lo Sa pun dia hampir tidak kuat.


Apalagi kini di tambahkan dengan tenaga inti neraka adik ketiganya yang dahsyat.


"Pyaar .!"


Genta emas sekali lagi pecah berantakan, tubuh Li Ba terbanting menghantam tanah, terseret mundur hingga puluhan meter.


Membentuk sebuah selokan kecil, untungnya Li Ba memilki kekuatan dan kekebalan alami bawaan lahir.


Meski sempat memuntahkan seteguk darah, tapi dia masih mampu kembali bangkit.


Bersiap dengan telapak petir 9 langitnya untuk menyambut serangan susulan dari Ta Lo Sa.


Seberkas petir putih kemilau turun dari langit tegak lurus merasuk kedalam tubuh Li Ba.


Seluruh tubuh Li Ba bergetar hebat menyambut masuknya energi petir itu.


"Arggghh,..!"

__ADS_1


Sambil berteriak keras, Li Ba melesat kearah Ta Lo Sa yang terlihat sedang terbang kearahnya.


Sekali ini Li Kui memilih tidak menyerang Ta Lo Sa lagi, dia hanya menempel mengawasi menunggu kesempatan.


Agar tidak mengulangi kesalahan tadi.


"Blaarrr..!"


Akhirnya tapak petir langit lapis ke 9, bertemu dengan sepasang Tapak hitam dan putih.


Energi petir pecah hancur berantakan, menyambar kesegala arah tak terkendali.


Tubuh Li Ba sekali lagi terbanting, menghantam.tanah menimbulkan lubang yang melesak kedalam membentuk tubuh Li Ba yang terbaring.


Li Ba sudah terlihat pasrah, kehabisan tenaga.


Bila sekali lagi Ta Lo SA, menghantamnya dengan tapak hitam dan putih.


Niscaya Li Ba akan tewas di tempat berubah menjadi sepotong mayat dengan tubuh sebelah beku sebelah hangus.


Ta Lo Sa masih terus menerjang turun kebawah, mengincar Li Ba.


Di saat Ta Lo Sa sedang tersenyum girang, karena sebentar lagi, dia akan memperoleh kemenangan atas Li Ba.


"Boooom,..!"


Terjadi ledakan dahsyat yang membuat debu dan pasir mengebul tinggi, menghalangi pandangan mata.


Saat kabut asap debu menghilang, terlihat yang muncul di bawah sana, menyambut serangan Ta Lo Sa bukan Li Ba.


Melainkan Li Kui yang sedang tersenyum menyerap kekuatan serangan Ta Lo Sa.


Sepasang telapak tangan Ta Lo Sa, tercengkram erat oleh Li Kui.


Bagaimana pun dia berusaha meronta, dia tetap tidak bisa melepaskan diri.


Telapak tangan Li Kui seperti Capitan baja, yang sudah membenam ke dalam kulit daging hingga ke tulang.


Mengajar di sana tidak bisa di lepaskan lagi.


Sementara itu tenaga dalam Ta Lo Sa terus membanjir keluar tak terkendali masuk kedalam tubuh Li Kui.


Ta Lo Sa seperti seekor capung yang terlilit jaring laba laba, bagaimana pun usahanya meronta semua sia sia.


Dia semakin pucat ketakutan membayangkan akhir nasib tragisnya, di rangan Li Kui.


Di sela sela putus asa, dua berkata,


"Anak muda siapa guru mu..?"


"Mengapa ilmu mu begitu sesat..?"


Li Kui tersenyum dingin dan berkata,


"Wu Ti Siau Jen dan Cui Ming Koai Jen, apa kamu pernah dengar..?"


"Hahhh,..!"


Hanya suara itu yang keluar dari mulut Ta Lo Sa yang terbuka lebar.

__ADS_1


Sepasang matanya melotot ketakutan, wajahnya sepucat kertas.


__ADS_2