
Sepasang mata Guo Yun membulat kaget, saat dia bisa melihat dengan jelas sosok wajah di hadapannya.
Guo Yun buru buru melakukan sedotan hawa murni terakhir, setelah itu dia menghentakkan kekuatan yang di sedotnya dari ketua bunga matahari.
"Bangggg...!!!"
Tubuh ketua Bunga matahari terhempas lebih cepat oleh ledakan tenaga bunga matahari yang di retur oleh Guo Yun.
Memanfaatkan daya dorong itu, Guo Yun menggunakan Wu Ying Ru Tian melayang kembali ke puncak tebing.
Guo Yun berhasil mendarat kembali di tepi tebing, dia tidak kuasa untuk menahan diri hingga muntah muntah di sana.
Guo Yun merasa sangat jijik dan mual saat menyadari siapa sebenarnya Ketua bunga matahari yang bersuara lembut, dan memilki sepasang mata indah sempurna tersebut.
Sedangkan ketua bunga matahari sendiri yang terhempas cepat kearah bawah sana.
Dia malah terlihat sedang menatap kearah Guo Yun sambil tertawa puas.
"Hi..! hi...! hi..! hi...!
"Biar aku mati, tapi aku puas,.. karena kamu akan selalu mengingat ku..!"
"Aku akan sering muncul dalam mimpi mu..!"
"Hi..! hi...! hi..! hi...!
Suara tertawa lembutnya berkumandang memenuhi tempat itu, membuat Guo Yun yang mendengarnya semakin jijik dan muntah muntah.
Ucapan di saat saat terakhirnya sebelum jatuh menimpa bebatuan karang tajam di bawah sana.
Membuat seluruh bulu di tubuh Guo Yun terasa merinding, seperti orang habis bertemu setan gentayangan.
Tubuh ketua bunga matahari akhirnya terbanting keras diatas salah satu batu karang tajam.
Hingga darahnya menyembur berceceran di sekitar batu karang itu.
Sebelum kemudian tubuh berikut darahnya yang berceceran hilang di sapu ombak hingga semua kembali normal.
Seolah-olah di sana tidak pernah terjadi sesuatu, hanya tersisa kain cadar Ketua bunga matahari yang melayang layang di udara tertiup oleh angin.
Tubuh ketua bunga matahari langsung hilang di seret ombak, hanya tersisa robekan pakaiannya yang terombang ambing di atas laut luas.
Kini diatas tebing hanya tersisa Guo Yun yang terlihat sedang berlutut sambil terus muntah muntah tidak karuan.
Menguras hampir seluruh isi perutnya, hingga cairan hijau pahit pun ikut dia muntahkan keluar.
Di saat Guo Yun sedang terduduk lemas, seperti orang yang kehabisan tenaga, hingga sulit bernafas.
Li Kui dan kedua kakek nya pun tiba di sana.
Mereka menatap heran kewajah Guo Yun yang terlihat pucat pasi dan lemas.
Li Kui yang khawatir dengan kondisi kakak nya, segera melesat kesana untuk memeriksa dan memastikan keadaan kakak nya baik baik saja.
"Kakak pertama, kamu tidak apa-apa ? apa kamu terluka ?"
"Apa yang terjadi..?"
"Di mana ketua bunga matahari..?"
tanya Li Kui sambil memeriksa pergelangan tangan Guo Yun.
__ADS_1
Guo Yun sambil tersenyum pahit dengan wajah merah menahan malu berkata pelan,
"Adik Kui,.. aku tidak apa-apa,.. kamu tidak perlu khawatir.."
"Ketua bunga matahari sudah tewas, jatuh ke bawah tebing sana.."
Li Kui setelah memeriksa kondisi Guo Yun yang ternyata semua baik baik saja.
Semua sangat normal, bahkan dia menemukan Guo Yun kini tenaga saktinya, kembali mengalami peningkatan pesat.
Selain hal itu tidak ada perubahan apapun yang terjadi pada Guo Yun.
Sambil menghela nafas lega, Li Kui berkata,
"Kakak pertama sebenarnya apa yang terjadi, ? kulihat keadaan kakak baik baik saja.."
"Bahkan tenaga sakti kakak kini meningkat pesat, aku rasa saat ini akan sulit mencari orang, yang mampu menandingi kekuatan kakak miliki saat ini..'
"Tapi kenapa kakak terlihat lemas dan pucat..?"
"Sebenarnya bagaimana ceritanya ?"
tanya Li Kui penasaran.
Guo Yun tersenyum canggung dan berkata,
"Semua terjadi serba kebetulan, di saat detik.detik terakhir.."
"Ketidak sengaja an itu akhirnya membuat dia tewas, sedangkan aku mendapatkan keberuntungan energinya.."
ucap Guo Yun singkat sambil bangkit berdiri.
"Masa cuma itu kak..?"
tanya Li Kui heran.
Guo Yun sambil tersenyum pahit berkata,
"Kenyataan emang seperti itu, aku tidak bisa menambah atau mengurangi nya kan ?"
Li Kui terlihat bingung, dia hanya bisa mengaruk garuk belakang kepala nya yang tidak gatal.
Cui Ming Koai Jen hanya mendengus dingin, lalu membalikkan badannya dan berkata,
"Kui er, kakek kembali ke kapal dulu.."
Belum selesai kata katanya, orang tua aneh itu telah menghilang dari tempat tersebut.
Berbeda dengan kakaknya yang tidak suka banyak bicara.
Meski menangkap kejanggalan dan kebohongan Guo Yun, yang sepertinya ingin menutup nutupi sesuatu.
Wu Ti Siaw Jen langsung buka suara,
"Kui er, kamu jangan banyak tanya lagi.."
"Bocah busuk banyak akal itu pasti telah melakukan sesuatu yang memalukan, hingga tidak punya wajah untuk di ceritakan.."
"Lebih baik kita kembali ke kapal, kembali ke pulau kita.."
"Ingat kamu masih punya hutang pada kakek mu, jangan sampai dia marah, berubah wajah tidak mengenali orang.."
__ADS_1
ucap Wu Ti Siaw Jen menyindir mengejek sekaligus mengingatkan.
Mendengar ucapan kakek cebol itu, wajah Guo Yun langsung merah padam.
Dia menatap kearah Li Kui dan berkata cepat, untuk mengalihkan pembicaraan.
"Adik ketiga, ucapan paman kakek mu benar, lebih baik kamu segera kembali saja ke kapal mu.."
"Kembalilah ke pulau, kita berpisah di sini saja.."
ucap Guo Yun sambil menepuk lembut pundak Li Kui.
"Mana bisa begitu kak, kita datang sama sama mana boleh aku pulang sendiri.."
"lagipula bila aku pulang dengan kapal kakak, kakak sendiri bagaimana pulangnya..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kalau soal itu kamu boleh bertenang hati."
"Aku bisa ikut adik Ba dan adik Sian Sian kembali, lagipula kami sejalan kamu dan kami tidak.."
"Jadi lebih baik kita berpisah jalan di sini saja.."
"Terimakasih kamu sudah datang kemari membantu.."
"Tolong sampaikan rasa terimakasih ku pada kakek mu dan Cu Cu.."
"Sampai jumpa,.. jaga diri mu.."
ucap Guo Yun sambil maju berpelukan dengan Li Kui.
Menepuk nepuk punggung Li Kui dengan hangat.
Li Kui membalas memeluk Guo Yun dengan erat dan berkata,
"Baiklah kak,.. kakak juga harus jaga diri.."
"Ada waktu datanglah main ke pulau neraka.."
"Kapan pun kakak membutuhkan tenaga ku, ingat jangan sungkan mengabari ku.."
ucap Li Kui serius.
Dia merasa sangat tidak enak hati dengan Guo Yun, karena dia tidak bisa bebas seperti Li Ba, ikut berjuang bersama Guo Yun.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Itu pasti, kamu tidak perlu khawatir."
"Ada waktu kami semua pasti akan berangkat ke pulau neraka mencari mu..'
"Kami tidak akan bersungkan makan minum gratis dari mu.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Kakak pertama benar, jangan lupa siapkan arak yang banyak buat ku adik ketiga..!"
ucap Li Ba yang baru saja datang bersama Sian Sian sambil tertawa gembira.
__ADS_1