LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI KE LEMBAH HANTU


__ADS_3

Tapi kedua harimau itu sia sia, karena yang mereka terkam adalah Guo Yun.


Guo Yun sambil merendahkan tubuhnya menghindar.


Dengan cakar 9 Naga langit, Guo Yun menangkap ekor harimau yang lewat di atasnya.


Begitu tertangkap Guo Yun menariknya untuk di hantamkan kearah harimau lain yang sedang terbang kearahnya.


"Brakkkk,..!"


Harimau yang sedang terbang kearah Guo Yun terpental bergulingan.


Sedangkan harimau yang ekornya di pegang oleh Guo Yun, dia jatuh terbanting dengan keras diatas tanah.


"Brukkk..!"


Debu mengepul keatas menyambut tubuhnya yang besar dan berat.


Kedua harimau itu bangkit berdiri menggoyang goyangkan kepala mereka.


Mereka masih belum puas,.masih menatap kearah Guo Yun sambil memamerkan taringnya.


Kedua harimau itu tidak sadar, Guo Yun, sebenarnya tidak serius.


Bila serius dari tadi mereka sudah jadi mayat.


Guo Yun tidak menghabisi mereka karena lebih mengingat 4 ekor harimau muda mereka.


Guo Yun tidak ingin keempat harimau muda itu mengalami nasib seperti.nya.


Kehilangan orang tua di usia muda, hidup sebatang kara tanpa siapa siapa.


Kedua harimau besar itu setelah pulih dari rasa pusingnya.


Mereka kini bergerak maju menyerang Guo Yun dengan sepasang kaki depan.


Sedangkan kaki belakang di gunakan sebagai tumpuan seperti orang berkelahi sambil berdiri.


"Plakkkk,..!"


"Plakkkk,..!"


"Dessss..!"


"Plakkkk,..!"


"Plakkkk,..!"


"Dessss..!"


Kedua harimau itu kembali terpental berguling guling di buat Guo Yun.


Di mana sambil menangkis, Guo Yun melepaskan tendangan keras kearah perut bawah mereka.


Kali ini kedua Harau itu kapok, mereka segera melarikan diri dari tempat itu.


Diikuti oleh empat anak harimau yang ikut melarikan diri.

__ADS_1


Tapi sesekali, mereka masih menoleh kebelakang, menggereng memamerkan taring mereka dengan sikap kurang puas.


Guo Yun tidak memperdulikan mereka, dia sudah berjalan menuju halaman belakang rumahnya yang di penuhi semak belukar.


Guo Yun mengeluarkan pedang darah nya, membabat dan membersihkan rumput liar yang tumbuh subur menutupi makam Fan Li dan Ji Yu yang di makamkan di sana.


Min Min juga ikut turun tangan membantu Guo Yun berberes beres.


"Yun Ke ke, pondoknya mau kita bereskan juga tidak..?"


tanya Min Min di sela sela membereskan rumput di halaman belakang.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tak perlu Min Min, di dalam pasti sangat jorok karena bekas di tinggali harimau harimau tadi."


"Aku cuma perlu membersihkan makam orang tua ku, menyembahyangi mereka, lalu kita bisa lanjutkan perjalanan."


ucap Guo Yun sambil terus membabat rumput panjang di hadapan nya.


Karena Guo Yun yang bekerja, semua menjadi cepat, setelah rumput di.kumpulkan dan di bakar.


Tempat itu akhirnya kembali bersih seperti semula.


Guo Yun dan Min Min berlutut di hadapan satu pusara yang mewakili dua makam.


Makam Fan Li ayah angkatnya dan makam Ji Yu ibu kandungnya.


"Ayah Ibu, maafkan Guo Yun yang tidak berbakti, baru kembali memberi hormat kepada kalian."


"Ini kenalkan istri putra mu yang tidak berbakti ini, namanya Min Min.."


Meski dia kelak belum tentu bisa mendampingi Guo Yun, tapi setidaknya.


Dia lah menantu pertama yang datang memberi hormat kepada kedua orang tua Guo Yun.


Artinya meski dia yang paling lambat menjadi istri Guo Yun, tapi dia lah yang paling pertama masuk kedalam keluarga Guo Yun.


"Ayah Ibu, Min Min tidak bisa melakukan bakti di saat kalian masih hidup.."


"Tapi Min Min berjanji, selama Min Min masih hidup, setahun sekali Min pasti akan kemari memberi hormat pada ayah dan Ibu..'


"Mohon berikan perlindungan dan keselamatan pada Guo Yun suami ku, putra kalian.."


ucap Min Min memanjatkan doa nya di dalam hati, dengan mata terpejam.


"Apa yang kamu doa kan ? kenapa begitu lama..?"


tanya Guo Yun sambil tersenyum dan menyenggol Min Min.


"Mau tahu aja, rahasia..wekkk,..!"


ucap Min Min sambil menjulurkan lidahnya dan memicingkan mata sebelah nya.


Setelah dia sambil tertawa berlarian meninggalkan tempat itu.


Di susul oleh Guo Yun yang menyusulnya di belakang.

__ADS_1


Setelah puas bercanda, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan rakit mereka.


Ta Mao dan anak anaknya, berdiri di tepi sungai, melepas kepergian Guo Yun dan Min Min.


Mereka terus menatap kearah rakit Guo Yun hingga hilang dari pandangan mereka.


Mereka baru kembali masuk kedalam hutan.


Sementara itu Guo Yun dan Min Min kembali melakukan perjalanan menyusuri sungai .


Rakit bergerak pelan mengikuti aliran sungai yang tenang.


Di hari ketiga Guo Yun melihat ada pecahan aliran sungai yang lebih kecil.


Guo Yun mengingat ingat rasanya aliran sungai kecil itu yang pernah di lewatinya saat keluar dari lembah hantu.


Jadi Guo Yun mutar arah rakitnya masuk menyusuri sungai kecil itu.


Sungai kecil yang berarus tenang itu, Guo Yun ingat di sana banyak udang sungai yang besar besar.


Dengan galah nya Guo Yun menusuk beberapa ekor udang sungai sebesar lengan untuk di masak.


Min Min sekarang sudah cukup pintar memasak, sehingga selama bersama Min Min.


Guo Yun tidak perlu terlalu soal makanan lagi.


Bila jam tiba, asal ada bahan pasti dia akan ada makanan buat di makan.


Setelah menghabiskan beberapa ekor udang rebus yang gurih dan manis.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, menuju telaga biru yang menjadi kunci menuju Lembah Hantu.


Saat tiba di telaga biru yang menjadi jalan menuju lembah hantu.


Guo Yun menggerakkan rakitnya mendekati batu yang mirip patung iblis berjongkok.


Melewati patung tersebut Guo Yun akhirnya menemukan pinggiran telaga dan jajaran batu putih yang membawa mereka menuju pintu masuk lembah hantu.


Tapi saat tiba di mulut lembah, Guo Yun tidak langsung memasukinya.


Karena jalan itu meski terlihat mudah dari luar tapi sangat berbahaya.


Berbeda dengan jalan rahasia yang di tunjukkan oleh Kui Yi Sian Seng, kakeknya Min Min.


Jalan kedua ini jauh lebih aman, meski sedikit mutar dan agak berliku liku jalannya.


Guo Yun masih ingat dan hapal, dia mengajak Min Min melewati jalan memutar itu.


Kedatangan Guo Yun dan Min Min di sambut gembira penduduk lembah Hantu yang mengenali Guo Yun sebagai murid penutupnya Gui Zi Sian Seng.


Guo Yun dan Min Min langsung berjalan menuju rumah kediaman Kui Yi Sian Seng.


"Yun er kamu akhirnya kembali juga, dia ini apakah dia..?"


ucap Kui Yi Sian Seng yang datang menyambut kedatangan Guo Yun dengan haru.


Setelah dia mendapatkan laporan dari penjaga, Guo Yun kembali bersama seorang gadis cantik.

__ADS_1


Kui Yi Sian Seng terus menatap kearah Min Min dengan penuh haru.


__ADS_2