LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
HARUS DI POTONG


__ADS_3

Baru saja kedua jendral dan kedua komandan itu hendak pergi meninggalkan tempat tersebut.


Pasukan yang di bawa Guo Yun sudah menerobos masuk ke istana belakang.


Mereka tadi begitu melihat kode dari Guo Yun, mereka langsung bergerak menyerang pasukan pengawal istana kerajaan Song, yang sedang tidak siap.


Setelah melumpuhkan pasukan pengawal istana bagian depan.


Mereka buru-buru bergerak merangsek masuk ke istana belakang.


Melihat dua jendral dan dua komandan pasukan Song hendak meninggalkan tempat tersebut.


Pasukan Guo Yun yang baru tiba, langsung menodongkan senjata mereka kearah kempot pimpinan pasukan pengawal istana itu.


Keempat orang itu langsung mengangkat tangan mereka dan berkata,


"Tunggu,.. kita di pihak yang sama.."


Guo Yun yang melihat hal itu pun berkata,


"Tenanglah mereka sekarang adalah mitra baru kita, biarkan mereka lewat..."


Komandan pasukan kerajaan Lu, langsung memberi kode agar pasukan nya, memberi jalan kepada keempat eks pimpinan pasukan pengawal istana kerajaan Song.


Keempat orang itu memberi hormat secara militer ke komandan pasukan Lu.


Setelah itu mereka bergegas pergi untuk mengamankan istana.


Guo Yun meminta pasukannya yang baru datang, untuk mengawal dan menjaga tahanan keluarga istana.


Sedangkan dirinya dan Li Ba memimpin pengawal istana kerajaan Song, bergerak menyusul keempat pimpin pasukan pengawal istana kerajaan Song.


Guo Yun ingin mengamati perkembangan situasi, sebelum bergerak mengamankan benteng ibukota kerajaan Song.


Saat tiba di halaman istana, Guo Yun melihat keempat pimpinan pengawal istana itu, sudah memimpin seluruh pasukan pengawal istana, berbaris rapi menunggu kehadirannya.


"Komandan Lei Komandan Wu, kalian bertugas mengamankan istana bagian luar."


"Jendral Xie dan Jendral Mi, kalian ikut dengan ku, pergi mengamankan benteng ibukota."


"Siap tuan Yun.."


jawab keempat orang itu kompak.


Sambil bergerak bersama Jendral Xie dan Jendral Mi, yang menjadi penunjuk jalan.


Guo Yun bertanya,


"Jendral Xie Jendral Mi,..siapa yang memimpin pasukan penjaga benteng kota..?"


"Ohh yang berwenang di sana adalah Jendral Ciong dan Jendral San.."


ucap Jendral Xie.


"Bagaimana pembagian tugas,?


"Masing masing pegang berapa personil..?"


"Jendral Ciong bertugas menjaga bagian atas benteng, Jendral San bertugas menjaga bagian bawah benteng, termasuk pintu gerbang.."


"Masing masing memimpin 50.000 pasukan, tapi karena pasukan sebagian besar di tarik untuk menyerang Lu."

__ADS_1


"Kini mereka hanya memegang 10.000 pasukan.."


Ucap Jendral Xie memberi penjelasan.


"Apa yang kedua orang itu sukai ?"


tanya Guo Yun sambil melangkah.


"Apa ya, saudara Mi kamu lebih tahu, kamu dan mereka kan satu angkatan pernah satu kamp pelatihan.."


ucap Jendral Xie bertanya kepada sahabatnya yang pendiam itu.


"Apa ya,? kalau dulu waktu muda mereka biasanya suka minum, tapi kalau saat ini aku kurang paham."


ucap Jendral Mi apa adanya.


"Jendral Xie suruh anak buah mu beli dua guci arak ukuran besar, masukkan sedikit ini kedalam.."


ucap Guo Yun memberikan sebuah bungkusan kecil.


"Apa itu tuan Yun, kamu tidak sedang berencana meracuni mereka bukan..?"


ucap Jendral Mi seperti kurang setuju.


Bagaimana pun Jendral Ciong dan San itu dulu juga termasuk rekan dan sahabatnya.


Guo Yun tersenyum, dia mengerti apa yang di pikirkan oleh Jendral mitra barunya itu.


"Jendral Mi jangan khawatir,..ini hanya obat tidur ringan saja.."


"Tidak akan berbahaya.."


"Tuan Yun, kami akan membantu mu sepenuh hati.."


"Tapi tolong jangan buat kami merasa semakin berdosa.."


ucap Jendral Mi yang sebenarnya tidak ingin berbelot menghianati Song.


Guo Yun mengerti jalan pikiran Jendral itu, sambil menatap Jendral Mi, Guo Yun berkata dengan serius


"Jendral berdua tidak perlu khawatir, aku juga tidak ingin melihat banyak jatuh korban, makanya menggunakan cara ini."


"Bila ingin menggunakan cara kekerasan, tentu tidak perlu repot-repot menggunakan cara seperti ini.."


Kedua Jendral itu mengangguk, dan terus melangkah meninggalkan istana, menuju benteng kota.


Pasukan penjaga gerbang kota, saat melihat Jendral Xie dan Jendral Mi datang berkunjung.


Mereka buru buru pergi melapor keatasan mereka Jendral Ciong dan Jendral San.


Tak lama kemudian terlihat Jendral Ciong dan Jendral San keluar dari dalam pos, mereka berjalan beriringan menghampiri Rombongan Guo Yun.


"Hai Lao Mi kamu ada angin apa, tiba-tiba mengunjungi kami..?"


"Ku pikir keenakan di istana, selalu di kelilingi pelayan pelayan cantik, mana ingat lagi sama kita.."


ucap Jendral San sambil tertawa.


"Kamu bisa aja, ya sudah kalau gak suka di kunjungi, biar aku ajak Aciong aja minum minum diatas tembok kota ."


"Ayo Aciong kita keatas nikmati udara sore yang sejuk, sambil bernostalgia jangan pedulikan si Asan.."

__ADS_1


ucap Jendral Mi sengaja memanas manasi temannya itu..


Jendral San tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Ha,..ha,..ha,.. jangan begitu pelit aku cuma bercanda."


"Hei kalian cepat siapkan meja kursi di atas menara..jangan malu maluin tuan rumah..!"


teriak Jendral San memerintah bawahan nya.


"Siap Jendral.."


jawab anak buahnya, lalu buru buru naik keatas benteng.kota.


"Ayo,..ayo,.. jangan sungkan mari kita naik keatas sama sama.."


ucap Jendral San sambil merangkul Jendral Mi untuk naik keatas benteng kota.


"Lao Mi siapa teman teman mu ini,? mengapa tidak kenalkan ke kami ?"


tanya Jendral Ciong sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya kearah rombongan Guo Yun.


"Yang botak itu rekan ku Jendral Xie, sedangkan kedua jendral muda ini, mereka adalah Jendral Yun dan Jendral Ba.."


"Pengawal pribadi baru Yang Mulia raja Huan.."


"Mereka berdua baru aja melewati benteng kota, apa kalian sudah lupa..?"


ucap Jendral Mi santai.


"Ohh yang bersama yang mulia tadi, ya,..ya,.. ingat ingat.."


"Jendral muda selamat datang, kalau ada kesempatan tolong puji puji kami dikit didepan yang mulia.."


"Agar tidak seumur hidup menjadi anjing penjaga di sini.."


ucap Jendral Ciong sambil tertawa.


Li Ba hampir saja tertawa, karena Baginda yang di maksud sudah dia kirim ke akherat.


Tapi dia keburu di sikut oleh Guo Yun yang cepat berkata,


"Kami juga sama, cuma jadi anjing pelindung dan pesuruhnya yang mulia .."


"Malah bila bisa tukar jabatan, kami lebih suka di sini lebih bebas.."


"Benar tidak Jendral Xie..?"


ucap Guo Yun sengaja libatkan Jendral Xie, agar suasana obrolan jauh lebih nyaman.


Tentu saja Guo Yun tidak akan libatkan Li Ba, yang kalau bicara bisa bikin orang ngakak dan kesal.


Jendral Xie merespon cepat dan berkata,


"Benar itu,.. jangan di kira bertugas di bagian dalam lebih enak.."


"Bolak balik kami juga hanya melihat Kasim Kasim lalu lalang, bila ingin lihat yang bening bening harus di potong.."


"Apa saudara Ciong tertarik,? kalau tertarik aku bisa.."


ucap Jendral Xie sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2