LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MELIHAT SECARA SEMBUNYI SEMBUNYI


__ADS_3

Guo Yun buru buru mundur sambil memencet hidung, sesekali dia menggembungkan pipinya menahan muntah.


"Tidak pangeran tidak gembel kalau sudah BAB sama aja bau nya.."


ucap Guo Yun menggerutu pelan.


Guo Yun tidak sadar dan tidak akan pernah menyangka, kelak manusia busuk ini lah, yang akan menyatukan seluruh China.


Dia akan menjadi kaisar, yang memilki kekuasaan mutlak di seluruh daratan China.


Di mana namanya akan di kenang sepanjang masa, sebagai kaisar Chin Shi Wang, orang pertama pencetus berdirinya Tembok besar China.


Di mana peninggalan Terakota dan the great wall nya, sampai kini, masih di akui sebagai salah satu keajaiban dunia..


Beberapa waktu kemudian, akhirnya keluar juga Ying Zheng dari dalam kamar kecil, dengan wajah letih dan kuyu, seperti seekor kucing sakit.


Saat berjalan lututnya terlihat sedikit gemetar.


Melihat gayanya, Guo Yun berusaha sebisa mungkin jangan sampai tertawa di hadapannya.


Guo Yun sedikit kagum dengan daya kerja, barang hasil risetnya di Mo Zi Su Yuan dulu.


Awalnya obat ini tercipta secara tidak sengaja, saat dia ingin meriset obat anti racun ular.


Memanfaatkan ketidak kesengajaan nya, Guo Yun berencana menggunakan obat ini, untuk meracuni kuda lawan.


Sehingga saat pertempuran pecah, lawan akan kehilangan pasukan berkuda nya, bila seluruh kuda mereka mengalami diare dan tidak sehat.


Tidak di sangka yang menjadi korban pertama uji cobanya, bukan kuda, tapi Ying Zheng yang sedang sial ini.


Melihat keadaan Ying Zheng, yang bahkan melangkah pun terlihat sulit.


Guo Yun akhirnya membantu memapahnya kembali ke kediaman nya.


Tidak jadi menuju paviliun, karena kondisi Ying Zheng yang tidak memungkin untuk turut hadir.


Sampai di kediaman Ying Zheng, Guo Yun menyerahkan Ying Zheng kepada kepala pengurus di sana.


Sedangkan dirinya langsung kembali lagi ke Paviliun kediaman pangeran Ji Ao.


Melihat kedatangan Guo Yun yang cuma seorang diri, Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei mengerutkan kening.


Mereka berdua menatap Guo Yun, ingin meminta penjelasan.


"Maaf Yang Mulia, pangeran Ying Zheng berhalangan hadir, kondisi kesehatannya sangat terganggu dengan penyakit diare nya "


"Aku sudah mengantarnya kembali kekediaman nya, untuk di urus lebih lanjut secara teliti oleh tabib istana.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat dan memberikan laporan.

__ADS_1


Raja ZhuangXiang langsung berkata,


"Sudahlah abaikan saja, maaf telah merepotkan mu, saudara Yun.."


"Ayo duduklah kemari.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia ikut duduk mengelilingi meja.


Di mana berbagai macam masakan, kini telah di sajikan dengan rapi di atas meja.


Tapi di sana tidak terlihat Gongsun Yan maupun Gongsun Li turut hadir.


Ada perasaan kecewa sekaligus lega, melihat Gongsun Li tidak ikut hadir di sana.


"Ayo Yang mulia Raja Zhuang dan Perdana menteri Lu, Yun er, silahkan di cicip masakan sederhana nya.."


ucap Pangeran Ji Ao selaku tuan rumah di sana, mempersilahkan tamunya untuk menikmati masakan yang tersaji.


Guo Yun sudah tidak bersungkan lagi, begitu Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei sudah mulai makan.


Dia pun mulai mencicipi satu persatu masakan di atas meja dengan penuh nafsu.


Setelah mencicipi semua, Guo Yun langsung bisa membedakan.


Mana masakan Gongsun Yan mana masakan dari gadis pujaan hatinya.


Warna piring dan mangkuk juga membantunya, membedakan mana masakan Gongsun Li, mana masakan Gongsun Yan.


Jadi seolah-olah masakan itu semuanya memang khusus sengaja di siapkan untuk nya.


Guo Yun makan dengan sangat gembira dan lahap.


Sambil makan Lu Bu Wei mulai membuka pokok pembicaraan.


Dia juga sebenarnya baru mendengar dari Raja ZhuangXiang, saat dia baru pulang dari misinya, di lembah sungai Huai.


"Dalam kurun waktu sebulan ini, bangsa Xiongnu disebelah barat mulai mengganas."


"Awalnya hanya sampai di He Xi dan Yi Qu, tapi kini perlahan lahan mulai merambah masuk ke perbatasan Yong."


"Bila di biarkan cepat lambat mereka akan tiba di Xian Yang.."


"Bila itu terjadi bukan mustahil negara' Qin, akan di musnahkan oleh manusia bar bar itu.."


"Sama seperti yang di alami oleh suku Dong Hu di timur dan Yuezhi di barat, kedua suku itu kini sudah di kalahkan oleh bangsa Xiongnu yang bar bar itu."


ucap Lu Bu Wei mulai menjelaskan pokok masalah.


Guo Yun seolah olah tidak mendengar, hanya sibuk dengan makanan di hadapannya.

__ADS_1


Padahal sebenarnya, dia mendengarkan dengan jelas semuanya, sambil mendengar otaknya juga berputar.


Mau di bawa kearah mana pembicaraan tersebut, kira kira tugas apa yang akan di emban ke dirinya nanti..


Semua sudah muncul dalam pikiran Guo Yun.


Guo Yun menunggu hingga Lu Bu Wei selesai bercerita, dia baru berkata,


"Apa kelebihan bangsa itu, maksud ku Xiongnu itu..?"


"Kelebihan mereka adalah kuat dan cepat, karena mereka adalah pemburu sejati yang kuat dan tahan dalam berbagai cuaca keras."


"Berhubung sebagian besar pekerjaan mereka adalah pemburu, mereka sangat mahir menggunakan panah."


"Membunuh dan menjagal, sudah biasa bagi mereka, tidak ada yang perlu di buat heran.


"Mereka rata rata adalah pengendara kuda yang sangat handal, kuda kuda mereka adalah kuda kuda liar, yang bertubuh tinggi besar berfisik kuat.."


"Mereka juga sangat ganas, selalu menyerang secara berkelompok, sangat kompak, setia kawan dan yang paling utama mereka tidak takut mati.."


ucap Lu Bu Wei memberikan penjelasan.


Sesuai dengan informasi yang selama ini, berhasil dia kumpulkan dari mata mata, yang dia sebar di perbatasan barat.


Guo Yun sambil makan minum kembali berkata,


"Apa mereka mahir berperang di air ?"


Lu Bu Wei matanya langsung berbinar dan berkata,


"Mereka hidup di Padang stepa yang tandus jauh dari air, manusia gurun itu tentu tidak ahli bermain di air.."


"Apa Saudara Yun sudah menemukan solusi untuk menghadapi mereka..?"


tanya Lu Bu Wei cepat.


Guo Yun tidak menggubris pertanyaan Lu Bu Wei, sebaliknya dia malah bertanya balik.


"Apa rencana pihak kita,? siapa Jendral yang akan kita utus kesana ?"


tanya Guo Yun sambil menyelesaikan suapan nasi terakhirnya.


Kemudian dia menyambar mangkok nasi berikutnya, dia tiba-tiba jadi terlihat seperti setan kelaparan.


Padahal biasanya, satu mangkuk pun, dia akan susah payah menghabiskan nya.


Tapi kini dia justru terlihat sangat berbeda dari biasanya.


Guo Yun tidak sadar meski Gongsun Li tidak hadir di sana, tapi sebenarnya gadis itu sedang tersenyum sendiri ditempat persembunyian nya.

__ADS_1


Diam diam dia mengamati Guo Yun dari kamarnya yang terletak di lantai dua, dan menghadap kearah taman dan bangunan Ting, tempat Guo Yun pangeran Ji Ao, Lu Bu Wei dan Raja ZhuangXiang berkumpul.


Gongsun Li menatap kearah Guo Yun dengan bangga sambil tersenyum senyum sendiri.


__ADS_2