
Gongsun Li begitu tiba di lokasi, dia sudah bercucuran air mata, menatap ketiga makam yang ada di hadapannya itu.
Dia di liputi perasaan bersalah dan menyesal, bila bukan karena ketidak mampuan nya dalam memimpin.
Sehingga dirinya tertangkap musuh, tentu ketiga senior teman seperjuangan suaminya yang sangat setia dan penuh jasa.
Tidak akan gugur bersama seluruh pasukan mereka di tempat ini..
Bila bukan karena ingin menyelamatkan nya, mereka semua sampai kini pun tentu akan baik baik saja.
Gongsun Li yang larut dalam penyesalan dan rasa bersalahnya, begitu tiba gilirannya.
Dia ditemani Si Si dan Min Min, langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan ketiga makam itu, dan langsung menangis sedih.
Si Si juga ikutan menangis sedih, Si Si teringat dengan saat saat terakhir kebersamaan mereka.
Di mana Zhang Yi dan yang lainnya, begitu perhatian padanya, mereka bahkan menukar nyawa mereka, demi keselamatan nya.
Teringat hal ini, Si Si pun ikutan menangis dengan sedih.
Min Min yang juga pernah punya hubungan cukup baik dan dekat dengan ketiganya.
Dia juga ikut bercucuran air mata, menatap ketiga makam bisu itu dengan tatapan mata penuh kesedihan.
Suara tangisan Gongsun Li dan Si Si bagaikan pemicu bom waktu kesedihan pihak keluarga Zhang Zhou dan Ling.
Mereka hampir serentak menjatuhkan diri berlutut di belakang sana, ikutan menangis dengan suara riuh rendah, memenuhi tempat itu.
Hanya Guo Yun seorang diri yang berdiri dengan tubuh gemetaran, berusaha menahan kesedihan hatinya.
Guo Yun menengadah keatas langit, dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.
Beberapa saat larut dalam kesedihan yang mendalam, Guo Yun akhirnya teringat dengan wejangan terakhir dari gurunya Wu Ming Lau Jen.
Dia akhirnya menghela nafas panjang, menghapus sisa air mata nya.
Dan berkata dengan suara pelan, tapi terdengar jelas oleh semua orang yang hadir disana.
Suaranya mengalahkan semua suara tangisan riuh rendah, yang ada di tempat tersebut.
"Semua nya marilah kita berdoa yang terbaik, untuk kepergian mereka semua yang gugur di tempat ini.."
"Kita doakan semoga di kehidupan berikutnya, mereka akan hidup dalam keadaan yang jauh lebih baik dan bahagia daripada saat ini.."
"Marilah kita lepaskan kepergian mereka dengan penuh kerelaan setulus hati, agar mereka semuanya bisa pergi dengan tenang.."
"Mari kita kenang jasa jasa dan kebaikan mereka semasa hidup."
"Keberanian mereka, kesetiaan mereka, dan semua hal yang membuat kita bangga pada mereka..'
"Hanya ini yang bisa kita lakukan, agar mereka bisa pergi dengan bangga dan bahagia, melihat kita semua hadir di sini untuk melepaskan kepergian mereka.."
__ADS_1
Ucap Guo Yun penuh perasaan, untuk menenangkan kesedihan pihak keluarga yang di tinggalkan.
Mendengar ucapan Guo Yun, perlahan lahan, suara tangisan mulai berkurang.
Hingga akhirnya suasana kembali hening.
Guo Yun membantu ketiga istrinya, untuk menyuguhkan arak dan dupa.
Setelah itu dia membantu membimbing Gongsun Li dan Si Si di bantu oleh Min Min.
Menuntun keduanya kembali kedalam kereta.
Min Min tinggal di dalam kereta menemani Gongsun Li dan Si Si yang masih terlihat sangat bersedih hati.
Sedangkan Guo Yun kembali lagi ketempat acara, mengikuti prosesi sembahyang satu persatu anggota keluarga yang di tinggalkan.
Selesai sembahyang, Keluarga Zhang Yi pun langsung di perkenankan untuk kembali ke Shoucun.
Guo Yun menunggu hingga keluarga Ling, keluarga terakhir yang menjalankan prosesi sembahyang hingga selesai.
Dia baru maju kedepan dan berkata,
"Selain Zhou Wei, Ling Wu, Ling Tai dan seluruh keluarganya."
"Yang lainnya, di persilahkan untuk meninggalkan tempat ini.."
"Pasukan elit mundur satu Li, menjaga keamanan tempat ini.."
Ucap Guo Yun tegas.
Setelah instruksi Guo Yun keluar, semua yang hadir di luar keluarga yang di sebutkan Guo Yun.
Mereka semua segera meninggalkan tempat tersebut.
Zhou Wei dan Ling Wu terlihat saling pandang dengan ekspresi wajah bingung.
Mereka tidak paham maksud Guo Yun meminta mereka saja yang tinggal.
Mereka berdua menduga duga, apa yang akan Guo Yun bahas di sana.
Hanya istri Zhou Wei yang sedang memeluk putrinya yang berumur 6 tahun dan Ling Tai yang berdiri di belakang Ling Wu.
Wajah mereka berdua terlihat pucat, dengan tubuh sedikit gemetaran.
Mereka berdua saat melihat Guo Yun yang pernah mereka temui di taman kuil.
Ternyata adalah raja kerajaan Yue, perasaan keduanya sudah kacau balau.
Kini begitu mereka di minta untuk tetap tinggal, sedangkan yang lainnya terlihat sudah mulai meninggalkan tempat tersebut.
Mereka segera menyadari, Guo Yun pasti akan mengangkat permasalahan mereka berdua ke permukaan.
__ADS_1
Keduanya hanya bisa sesekali saling menatap dengan wajah cemas.
Setelah tempat itu sepi, kini Guo Yun menyapukan pandangannya kearah mereka yang hadir di sana dan berkata,
"Hari ini aku akan mewakili ketiga saudaraku yang sudah pergi duluan."
"Untuk menyelesaikan masalah keluarga Zhou dan keluarga Ling, yang kelihatannya sederhana, dan merupakan masalah internal keluarga.."
"Di mana sebenarnya aku tidak layak dan tidak berhak ikut mencampurinya.."
"Tapi masalah telah berkembang hingga seperti ini, bila aku tidak menengahi dan berpangku tangan.."
"Aku akan sangat bersalah dan malu kepada kedua saudara senior ku, Zhou Tai dan Ling Tong, yang merupakan leluhur kalian.."
"Oleh karena itu, demi keutuhan persahabatan kedua keluarga dari generasi sebelumnya agar tidak pecah."
"Aku dengan sangat terpaksa harus turun tangan ikut menjadi penengahnya.."
Ucap Guo Yun sambil menatap tajam kearah semua nya.
Terutama Istri Zhou Wei dan Ling Tai yang terlihat menundukkan wajah mereka dalam dalam tidak berani beradu tatap dengan Guo Yun.
Di dalam kereta sana, Gongsun Li dan Si Si yang tadinya larut dalam kesedihan.
Kini mereka berdua, terlihat menatap tegang kearah dua rombongan kecil yang berdiri di hadapan Guo Yun.
"Apa yang terjadi..?"
Tanya Si Si pelan ke Min Min, yang dari awal terlihat bersikap tenang, seolah olah sudah tahu peristiwa yang bakal terjadi.
Min Min pun bercerita singkat ke Gongsun Li dan Si Si, sesuai dengan apa yang dia tahu
Gongsun Li dan Si Si terlihat sedikit kaget mendengar cerita Min Min.
Di akhir cerita Si Si bertanya,
"Jadi Yun ke ke awalnya mengira kamu yang sedang berselingkuh dengan pemuda itu..?"
Min Min mengangguk polos sambil menahan senyum.
Melihat ekspresi wajah Min Min, bahkan Gongsun Li yang selalu dingin pun.
Terlihat menutupi mulutnya sendiri sambil menggelengkan kepalanya, berusaha menahan tawa.
Sedangkan Si Si sudah tersenyum lebar, menatap kearah Min Min, tapi dia berusaha menahan suara tertawanya.
Agar tidak sampai terdengar keluar dari kereta.
Di tempat lain, Guo Yun setelah menyapukan pandangannya akhirnya dia berkata,
"Nyonya Zhou Wei aku ingin bertanya beberapa hal padamu.."
__ADS_1
"Harap jawablah dengan jujur.."