
Selesai jam istirahat, Guo Yun dan Li Ba mengikuti kelas Ilmu pengetahuan teknologi.
Lalu di sambung dengan ilmu astronomi, strategi militer, formasi dan berbagai disiplin militer.
Terakhir Guo Yun dan Li Ba mengikuti Gongsun Li menuju ruang perpustakaan.
Di sini yang membaca dengan serius hanya Gongsun Li dan Guo Yun.
Sedangkan Ching ke, dia lebih memilih tidak ikut ke perpustakaan.
Dia lebih suka mencari tempat sepi berlatih ilmu pedang seorang diri.
Sedangkan Li Ba, meski dia ikut, tapi dia mencari pojok yang tenang dekat dengan jendela,.sambil duduk bersandar di rak buku, menikmati angin sepoi sepoi dari jendela.
Dia menggunakan sebuah buku menutupi wajahnya, dia molor sepuasnya di sana.
Acara membaca di perpustakaan selesai saat jam makan malam tiba, di mana matahari mulai terbenam.
Guo Yun yang belum puas membaca, dia meminjam pulang beberapa buku yang mengandung penjelasan strategi militer dan formasi.
Di mana buku buku itu berhubungan dengan penjelasan buku peninggalan Fan Li untuk nya.
Saat selesai makan dan bubar kembali ke pondok mereka masing masing.
Guo Yun menghabiskan waktunya untuk membaca kitab kitab penjelasan strategi militer dan formasi.
Setelah larut malam, di mana semua orang sudah tidur, Guo Yun baru berlatih ilmu yang di wariskan Fan Li kepadanya.
Guo Yun berlatih ilmu Cui Mo Ciang dan Cui Mo Cien.
Cui Mo Ciang adalah jurus telapak tangan, sesuai dengan namanya, jurus tapak pengejar iblis.
Pergerakan telapak serangan ini, mengandalkan kecepatan ketepatan dan ketangkasan.
Sedangkan jurus pedang Cui Mo Cien ( pedang pengejar iblis) hampir sama dengan Cui Mo Ciang.
Perbedaan nya hanya terletak pada, yang satu menggunakan tangan kosong, yang lainnya menggunakan pedang sebagai perpanjangan tangan.
Di saat Guo Yun berlatih dengan tangan kosong, tubuhnya berkelebat kesana kemari menyerang dengan tapaknya, yang menimbulkan angin menderu deru.
Saat dia berganti dengan latihan pedang, pedang nya membentuk gulungan sinar putih.
__ADS_1
Setiap pedang nya bergerak, selalu mengeluarkan suara bercuitan dan berdesing desing, saat dia mainkan.
Hari hari Guo Yun lewati dengan kegiatan yang sama, bekerja keras, mengikuti kelas belajar,.membaca di perpustakaan, membaca dan mekatih ilmu silat dan tenaga sakti tanpa henti.
Berkat bantuan dari buku perpustakaan, buku warisan Fan Li akhirnya berhasil Guo Yun serap dengan cukup baik.
Tak terasa waktu 3 bulan pun berlalu dengan cepat
Selama proses ini, Guo Yun menemukan satu hal, bahwa Gongsun Li memang sangat mencintai Ching Ke, tapi Ching Ke hanya mencintai ilmu pedang.
Dia tidak terlalu peduli dengan Gongsun Li.
Guo Yun sebenarnya bersimpati dan kasihan terhadap Gongsun Li, tapi Gongsun Li yang seperti menganggap dunia kebahagiaan nya, hanya terletak pada Ching Ke seorang.
Hal ini membuat Guo Yun menyimpan perasaannya dalam dalam, dan memilih berfokus dengan mencari ilmu pengetahuan sebanyak banyaknya, demi masa depannya kelak.
Guo Yun juga menemukan satu hal di Mo Cia Su Yuan, ternyata Mo Cia Su Yuan lebih menitik beratkan ajarannya pada ilmu debat, yang biasanya di gunakan untuk berdebat di sidang istana, ataupun berdiplomasi dengan negara lain.
Meski Guo Yun tidak begitu tertarik, tapi dia juga ada mempelajarinya point point pentingnya sedikit, terutama yang di perlukan dalam diplomasi militer dan memotivasi bawahan.
Hal kedua adalah Mo Cia Su Yuan, memiliki berbagai ilmu dasar riset teknologi yang sangat maju.
Disini Guo Yun belajar cukup banyak dengan serius.
Jadi Guo Yun mempelajari sendiri, bila kurang mengerti,.dia baru akan berdiskusi dengan Gongsun Li atau meminta petunjuk Langsung dari Guru Mo Zi, bila penjelasan Gongsun Li kurang memuaskan.
Untuk ilmu astronomi dan bela diri, Guo Yun menemukan Su Yuan masih kalah jauh di banding dengan ayah angkatnya Fan Li.
Jadi dia tidak menaruh penting pelajaran, yang di berikan oleh Su Yuan dalam dua hal ini.
Pagi itu Guo Yun dan Li Ba seperti biasanya sedang melakukan tugas rutin mereka, mengumpulkan kayu dan mengisi air.
Tiba-tiba saat mereka sedang sibuk bekerja, Gongsun Li datang menemui mereka.
Hal ini adalah kali pertama selama 3 bulan mereka berada di Su Yuan, Gongsun Li sendiri datang ketempat kerja mereka.
Biasanya Gongsun Li akan lebih senang memilih menemani, ataupun menonton Ching Ke berlatih ilmu pedang.
Tentu saja kedatangan nya, agak mengejutkan Guo Yun yang sedang mengangkat kayu bakar dan ember air.
Begitu melihat cara kerja Guo Yun dan Li Ba, Gongsun Li jadi sadar mengapa kedua orang ini bisa bekerja begitu cepat.
__ADS_1
Diam diam dia cukup kagum dengan cara kerja kedua adik seperguruan nya ini.
Ini adalah kali pertama Gongsun Li melihat Guo Yun tampil berte lanjang dada.
Didalam hati Gongsun Li diam diam harus akui, bentuk tubuh Guo Yun, jauh lebih sempurna dan gagah ketimbang Ching Ke.
Tapi Gongsun Li yang sempat terpesona, buru-buru membuang jauh-jauh pikiran memalukan dan tidak pantas itu.
Dia sebenarnya paham Guo Yun sangat menyukainya, perasaan halusnya sebagai wanita, sudah menangkap sinyal itu sedari awal pertemuan mereka.
Tapi dia sendiri sudah terlanjur menjatuhkan pilihan kepada kakak pertama nya Ching Ke, sehingga terhadap Guo Yun dia memang sengaja menjaga jarak.
Agar tidak memberi harapan palsu, yang akhirnya hanya akan menyakiti perasaan Guo Yun.
"Adik Yun, guru memanggil kalian menghadap ke pondoknya.."
ucap Gongsun Li cepat, untuk menutupi perasaan gugupnya sendiri.
Guo Yun tersenyum dan mengangguk, lalu berkata,
"Baiklah kak,. tempat ini agak kotor, harap kakak Li kembali dulu.."
"Sampaikan ke guru, setelah kami membersihkan diri, kami akan datang menemuinya di pondok."
Gongsun Li melirik kearah pakaian Li Ba dan Guo Yun yang di gantung di pohon.
Dia jadi paham mengapa kedua orang ini meski bekerja kasar dan kotor, tapi saat mereka ikut kelas belajar, mereka selalu tampil bersih dan rapi.
Diam diam Gongsun Li semakin kagum dengan kecerdikan Guo Yun.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali memberikan laporan ke guru.."
ucap Gongsun Li, kemudian buru-buru meninggalkan tempat itu.
Gongsun Li sedikit khawatir, bila dia berlama lama di sana, dia akan semakin tahu banyak, dan semakin mengangumi sisi lain dari diri Guo Yun yang menyukainya itu.
Gongsun Li ingin menjaga kesucian perasaan nya, hanya untuk Ching Ke, dia tidak ingin dirinya membanding bandingkan antara Ching Ke dan Guo Yun.
Seperti tadi saat dia melihat bentuk tubuh Guo Yun, yang tinggi besar dan kekar.
Tadi adalah tidak sengaja, dan terjadi secara spontan, hal itu bisa di mengerti, bila sekarang di teruskan, ini adalah kesengajaan, hal ini sangat tidak benar.
__ADS_1
pikir Gongsun Li mencoba menenangkan perasaannya sendiri