LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LIU QIN LUNG MELAWAN MENG THIAN


__ADS_3

Meng Yu terjungkal dari punggung kudanya jatuh bergulingan.


Kepalanya terasa pusing, dadanya terasa sakit luar biasa, hingga kesulitan bernafas.


Belum juga sempat dia menstabilkan kondisinya, baru saja dia bangkit berdiri.


Ujung mata tombak Liu Qin Lung yang dingin dan tajam, sudah menempel tepat di tenggorokannya Meng Yu.


Sehingga Meng Yu kini hanya bisa berdiri diam tidak berkutik.


"Mau iris mau potong terserah, tapi jangan berharap aku akan menyerah sama penghianat licik seperti kamu ini..!"


Bentak Meng Yu sambil melotot kesal kearah Liu Qin Lung.


Meng Thian dari kejauhan berteriak,


"Qin Lung tahan,..!"


Liu Qin Lung tersenyum dingin kearah Meng Thian dan berkata,


"Aku berjanji tidak akan membunuhnya, karena menghormati hubungan mu dengan guru ku Bai Qi.."


"Bagaimana pun saat Ying Zheng ingin menghukum mati guru ku, yang banyak berjasa baginya.."


"Setidaknya kamu sudah berulang kali, maju bolak balik menemui Ying Zheng agar mengampuni guru ku..'


"Meski hasilnya tidak ada, setidaknya kamu sudah berusaha maximal.."


"Aku menghormati mu, makanya mengabdi pada mu.."


"Tapi sayangnya, pengabdian ku tidak ada artinya di mata keluarga Meng, yang tersanjung dan Mulia.."


Meng Thian seorang diri memacu kudanya, menghampiri Liu Qin Lung.


Dia mendengarkan semua ucapan Liu Qin Lung tanpa menyela.


Setelah berhadap hadapan dalam jarak 5 tombak, dua menghentikan laju kudanya.


"Qin Lung, hal yang lalu adalah kami yang bersalah pada mu.."


"Untuk itu aku secara pribadi minta maaf pada mu.."


"Kakak jangan..!"


Teriak Meng Yu emosi.


Tapi dia tidak bisa bergerak karena mata tombak menempel di lehernya.


"Diam kamu..!"


"Aku yang terlalu memanjakan mu, karena Ayah Ibu pergi cepat, sehingga ada hari ini.."


"Mulai hari ini, kamu harus jadikan kejadian hari ini sebagai pelajaran berharga..."


"Cepat sadari semua kesalahan mu..!"


Bentak Meng Thian ke adiknya.


Setelah itu dia kembali menoleh kearah Liu Qin Lung dan melanjutkan berkata,


"Qin Lung, bila kamu bersedia melepaskan adik ku, aku janji akan pulihkan jabatan mu.."


"Setelah ini aku akan minta sama Yang Mulia untuk menaikkan jabatan mu.."


"Bagaimana Qin Lung..?"


Tanya Meng Thian berusaha bernegosiasi dengan Liu Qin Lung.

__ADS_1


Liu Qin Lung menoleh kearah belakang melihat anak buahnya sudah datang mendekat.


Dia segera menarik mundur mata tombaknya, lalu dengan gerakan cepat.


Dia memukulkan bagian samping mata tombaknya, kearah jalan darah di bawah telinga Meng Yu.


"Plakkkk..!"


Meng Yu langsung jatuh terkapar di atas tanah kehilangan kesadarannya.


Ikat dan seret dia, masukkan ke dalam penjara.."


Perintah Liu Qin Lung kearah beberapa bawahannya yang sudah tiba di sana.


Beberapa pasukan harimau hitam atas perintah dari Zhou Wei, mereka sedang berlarian menghampiri Liu Qin Lung dengan tali di tangan.


Begitu tiba, mendengar perintah dari Liu Qin Lung, mereka tanpa banyak bicara, langsung maju meringkus dan mengikat Meng Yu yang sedang tidak berdaya.


Setelah itu mereka segera menyeretnya mundur kearah benteng Shoucun.


Meng Thian sendiri melihat dan mendengar instruksi Liu Qin Lung.


Dia buru buru memajukan kudanya dan berkata,


"Qin Lung jangan terburu nafsu, pertimbangkan lah lagi, tawaran ku barusan.."


Melihat Meng Thian mendekat, Liu Qin Lung pun maju menghadang nya dengan tombak di tangan dan berkata,


"Maaf Jendral Meng Thian, aku tidak bisa menerima tawaran mu.."


"Aku kini adalah bagian dari kerajaan Yue, mati hidup ku bersama Yue.."


"Aku tidak bisa mengkhianati kepercayaan kedua permaisuri Yue, yang telah begitu berbudi pada aku dan ayah ku.."


"Kini nyawa Liu Qin Lung sepenuhnya adalah milik mereka dan milik Yue.."


"Liu Qin Lung harap Jendral Meng Thian memahami hal ini,. "


"Aku yakin jendral Meng Thian pasti mengerti keputusan Liu Qin Lung saat ini.."


Meng Thian menatap Liu Qin Lung dengan penuh haru dan terlihat agak menyesal.


Dia sambil tersenyum pahit berkata,


"Bagus,..! bagus Qin Lung,.."


"Sebagai sahabat guru mu, aku turut berbangga untuknya.."


"Guru mu bukan hanya pandai di pertempuran, tapi dia juga seorang guru, yang pandai memilih dan mendidik murid.."


"Bagus Qin Lung,..! ayo kita selesaikan semuanya dalam duel yang adil.."


"Mari kita bela prinsip kita masing masing dengan taruhan nyawa kita.."


"Majulah..Qin Lung,. jangan sungkan.."


Ucap Meng Thian yang sudah mencabut dan memutar mutar tombaknya diatas kepala.


Bersiap siap menghadapi Liu Qin Lung, mantan bawahannya sendiri.


Liu Qin Lung menjura memberi hormat kearah Meng Thian dan berkata,


"Maaf,. menyinggung Jendral Meng.."


Begitu ucapan selesai, mereka berdua sudah memajukan kuda mereka saling mendekat.


Lalu masing masing mulai saling serang dengan seluruh kemampuan mereka.

__ADS_1


Mereka berdua langsung terlibat dalam pertempuran seru dan menegangkan.


"Trangggg...!"


"Trangggg...!"


"Tringgg..!"


"Tringgg..!"


"Wuutttt..!"


"Wuutttt..!"


"Wuutttt..!"


"Cuiiit..!"


"Cuiiit..!"


"Cuiiit..!"


Terdengar suara tombak bertemu tombak saling beradu di udara.


Juga suara mata tombak menggores baju Zirah pelindung tubuh.


Hingga menimbulkan bunyi berdencing nyaring di udara.


Selain itu masih ada suara tongkat membelah udara kosong, di sertai suara tombak bercuitan nyaring membelah udara, mengejar kearah lawan di hadapan mereka.


Setelah berlangsung puluhan gebrakan, Liu Qin Lung mulai terlihat tertekan dan keteteran oleh keperkasaan Jendral Meng Thian.


Liu Qin Lung yang tidak tahan lagi, secara untung untungan, dia mencoba menggunakan trik yang sama.


Dia terlihat memacu kudanya berusaha melarikan diri dari arena pertarungan.


Meng Thian sambil tersenyum dingin, dia berteriak,


"Mau lari kemana..?"


Meng Thian melakukan pengejaran cepat, seperti yang Meng Yu lakukan.


Jendral Zhou Wei dan Jendral Ling Wu, mereka berdua terlihat ragu ragu untuk turun tangan.


Karena sebelum nya, justru dengan cara ini, Liu Qin Lung berhasil mengalahkan dan menangkap Meng Yu.


Saat ini kelihatannya semua seakan kembali terulang.


Tapi bila ternyata tidak, Liu Qin Lung kemungkinan besar akan menjadi korban keganasan Meng Thian.


Selagi mereka berdua sedang meragu, terlihat seorang pemuda berusia 15 tahunan dari sisi Utara.


Dia terlihat memacu seekor kuda hitam bertubuh tinggi besar dan memiliki bulu di kepala dan tengkuknya yang panjang.


Sehingga terlihat berkibar kibar di udara, kuda hitam itu terlihat sangat gagah.


Kontras dengan penampilan penunggangnya, yang harus berpakaian sederhana seperti rakyat biasa.


Satu satunya yang membuat kagum, adalah cara anak muda itu menunggang kuda.


Dia terlihat sangat terampil, seperti seorang penunggang kuda profesional.


Sementara anak muda yang memegang sebatang tombak Hua Ci yang luar biasa besar dan berat sedang bergerak mendekat.


Di arena pertempuran sendiri, saat Liu Qin Lung melepaskan trik yang sama.


"Serrrrrrr..!"

__ADS_1


Serrrrrrr..!"


Serrrrrrr..!"


__ADS_2