LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEBASAN PEMUSNAH KEHIDUPAN, TEBASAN SAPU JAGAD.


__ADS_3

Dua kepala pasukan harimau hitam jatuh menggelinding di atas tanah, baru di susul dengan tubuh mereka yang bertumbangan dari atas punggung kuda.


Kuda tunggangan mereka terlihat terus berlari mengikuti barisan di depan nya tanpa penunggang.


Sepasang Cakra setelah mengambil kepala dua orang pasukan Harimau Hitam.


Cakra itu terbang kembali kedalam tangan Agahai.


Agahai sendiri melompat terbang kedepan menyambutnya diudara.


Sambil berputar satu kali di udara, Agahai kembali melepaskan sepasang cakra nya, kembali mengincar baris paling belakang pasukan harimau hitam.


"Singgg,..!"


"Crashhh,..!"


Lagi lagi ada 5 orang pasukan harimau hitam, yang tumbang dengan kepala terpisah dari badan.


Sementara itu Guo Yun di hadapannya juga di hadang oleh pasukan Agahai, yang berlapis lapis, dengan perisai dan tombak di tangan, siap menghadang jalannya.


Tidak punya pilihan lain Guo Yun melepaskan Tebasan Pedang pemusnah jurus kedua.


"Tebasan pemusnah kehidupan.."


Seberkas cahaya biru melengkung dengan radius lebih luas, cahaya nya juga lebih tebal dan pekat.


Saat melewati semua yang menghadang langkahnya, semuanya langsung tumbang dengan tubuh terbelah, berikut tombak dan perisai ditangan mereka, juga ikut terbelah.


Setelah bagian depan terbuka,


Guo Yun menoleh kearah belakang "Cepat,..! Cepat..! tinggalkan tempat ini..! cepat semuanya,..!"


"Ayo cepat...!"


teriak Guo Yun kemudian dia melayang mundur ke barisan belakang dan kembali melepaskan Tebasan jurus ketiga.


"Tebasan sapu jagad.."


Agahai yang melihat bahaya segera membuang diri bersalto kebelakang.


Kemudian terbang mundur bagaikan burung, dengan sepasang tangan memegang Cakra terpentang lebar.


Sebagian besar pasukan Agahai tidak ada yang selamat,. semuanya tumbang dengan tubuh terbelah.


Agahai sendiri meski berhasil terhindar dari maut, tapi rambut di kepalanya berikut hiasan sanggulan di kepalanya.


Terpapas melayang di udara, sebelum akhirnya terjatuh keatas tanah.


Kepala Agahai terlihat botak di tengah, wajahnya pias melihat kedahsyatan serangan yang di lepaskan Guo Yun.


Guo Yun sendiri sudah melayang kembali keatas punggung kudanya, memacu kudanya, dengan cepat menyusul barisan pasukan nya melarikan diri kearah He Xi.


Dalam pelariannya, Guo Yun yang seluruh wajahnya terlihat pucat pasi, beberapa kali memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Penggunaan jurus ketiga yang terlalu di paksakan, bukan hanya menguras tenaga sakti nya.


Tapi juga mengacaukan sirkulasi peredaran jalan darahnya, ada organ pentingnya yang terluka.


Agar bisa membantu pasukan nya, meloloskan diri, Guo Yun tidak punya pilihan lain.


Agahai dan pasukannya terlalu merepotkan.


Agahai yang sempat termenung sebentar, segera tersadar.

__ADS_1


Dia segera berteriak,


"Rapikan barisan kalian, kita kejar..!"


"Jangan takut, dia cuma manusia, sama seperti kita, tenaganya ada batasnya..!"


"Ayo kejar,..!"


teriak Agahai sambil memacu kudanya di barisan paling depan melakukan pengejaran.


Semangat pasukan Xiongnu, yang sempat drop oleh kesaktian Guo Yun dan barisan pasukan harimau hitam.


Kini kembali bangkit, melihat semangat pantang menyerah Agahai, yang sangat mereka hormati.


Suara riuh rendah teriakan pasukan Xiongnu, bercampur dengan derap langkah kaki kuda.


Terus membayangi pasukan harimau hitam, yang di kawal oleh Guo Yun, sedang berusaha melarikan diri menuju sungai He Xi.


Kejar kejaran terus terjadi, hingga akhirnya tiba di tepi sungai.


Pasukan Guo Yun memacu kuda mereka, naik keatas kapal yang memang sudah di sediakan di sana.


Guo Yun dengan kuda nya berdiri gagah menanti kedatangan pasukan pengejar di bawah pimpinan Agahai.


Dengan Guo Yun menghadang di sana, dia memberikan waktu kepada pasukannya, untuk naik keatas kapal semuanya.


"Tarik sauh tinggalkan tempat ini,..!"


teriak Guo Yun memberi perintah kepada Zhang Yi dan Ling Tong yang sudah berada di atas kapal duluan.


Meski berat, tapi mereka tidak berani membantah, papan penghubung segera ditarik, jangkar juga di tarik.


Tali pengikat kapal dengan dermaga, juga sudah di lepas, kapal perlahan-lahan bergerak meninggalkan pinggiran dermaga.


Seluruh pasukan harimau hitam dan kapal di tepi dermaga, sudah mulai bergerak meninggalkan dermaga.


Agahai yang melihat hal itu langsung berteriak,


"Serang tangkap dia...!"


Dia sendiri, lalu memacu kudanya, berlari paling depan menerjang kearah Guo Yun.


Guo Yun tiba tiba mencabut pedangnya, sambil melakukan gerakan menebas dia berteriak,


"Tebasan Pedang Sapu Jagad..!!"


Ini adalah ancaman jurus ketiganya yang sangat mematikan.


Pasukan Agahai kelabakan menghentikan laju kuda mereka.


Sedangkan Agahai sendiri sudah terbang mundur menjauh, meninggalkan punggung kudanya.


Tapi ternyata itu cuma tebasan kosong tipuan Guo Yun.


Guo Yun sambil meninggalkan suara tawa panjang,


"Ha,..ha..ha.. ha..ha..!"


Dia lalu menarik tali kekang kudanya keras keras, hingga kuda tunggangan nya meringkik keras dan mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi.


"Hiiiiiieekkk,..!"


"Caaaa,..!!"

__ADS_1


Lalu Guo Yun memacu kudanya berputar balik arah berlari cepat menyusuri dermaga.


Kemudian Guo Yun berikut kudanya terbang di udara melintasi sungai, lalu mendarat diatas kapal dengan selamat.


Guo Yun sambil tersenyum lebar melambaikan tangannya kearah Agahai dan berteriak


"Terimakasih atas perbekalannya, juga istri dan putri putri Raja Chan Yu yang cantik-cantik..!"


"Ha..ha..ha..ha..!"


Guo Yun berdiri di anjungan kapal sengaja menertawai Agahai, yang terlihat sedang mencak mencak seperti orang habis kebakaran jenggot.


Guo Yun memberi tanda kearah Zhou Tai.


Zhou Tai langsung menghadirkan sandera keluarga kerajaan, yang di tahan nya dari nenek nenek hingga yang terkecil masih berusia 5 tahun, pria wanita semua di hadirkan di sana.


Semua nya pada berteriak minta tolong sambil menangis.


Melihat hal itu wajah Agahai langsung pias, dia menunjuk kearah Guo Yun.


Sambil menggertakkan gigi nya, dia membentak Guo Yun,


"Kau bangsat rendah biadab,..!"


"Berani kau menjadikan mereka sandera..!"


Guo Yun malah menyambutnya dengan tertawa dan berkata,


"Ha,..ha,..ha,..!"


"Kenapa tidak berani,..!?"


"Bukankah aku hanya meniru kalian, bangsa bar bar yang suka merampok, membunuh dan merampas anak istri orang...!!"


teriak Guo Yun tidak mau kalah sambil tersenyum mengejek.


Agahai hanya bisa menahan amarahnya, dengan tubuh gemetaran di pinggir dermaga.


"Hei dengarlah burung botak,!"


"Aku beri kamu waktu 3 hari, untuk merampas mereka kembali, kami menunggu mu di sungai He Xi ini..!"


"Lewat dari itu, silahkan kalian menjemput jasadnya di tepi sungai..!"


Selesai berkata kata, Guo Yun menganggukkan kepalanya.


Zhou Tai dengan wajah dingin menarik keluar seorang pangeran muda dari dalam kerumunan.


"Crashhh,.."


Terlihat Tombak Zhou Tai berkelebat cepat.


Kepala pangeran itu langsung jatuh menggelinding kedalam sungai.


Berikut tubuhnya di tendang menyusul jatuh kedalam sungai.


"Byuur..!"


Suara teriakan histeris ketakutan anak anak dan wanita memenuhi kapal tersebut.


Tapi Guo Yun berpura pura bersikap dingin, seakan-akan tidak ambil perduli.


Justru suara teriakan itu yang di perlukan oleh Guo Yun, untuk menambah suasana cemas panik di hati Agahai dan seluruh pasukannya.

__ADS_1


__ADS_2