LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI BERTEMU


__ADS_3

Guo Yun punya alasan sendiri, ingin segera kembali ke Xian Yang.


Guo Yun tidak bisa tenang, selama Ji Ao dan istrinya masih berada di tangan Ying Zheng dan Lu Bu Wei.


Dia baru bisa tenang, bila sudah berhasil melepaskan mereka dari cengkraman tangan Ying Zheng dan Lu Bu Wei.


Guo Yun sambil ngobrol santai, beriringan dengan pasukan Qin dan pasukannya, mereka bergerak kembali ke kota Yong.


Kepulangan mereka di sambut rakyat kota Yong dengan penuh suka cita.


Kehadiran Guo Yun dan Meng Yu dua jendral muda dan tampan, langsung mengundang antusiasme dan reaksi kaum hawa di kota Yong yang cantik cantik.


Mereka pada berjejer di lantai dua bangunan yang berdiri di kiri kanan jalan.


Mereka melemparkan bunga dan sapu tangan wangi kearah Guo Yun dan Meng Yu .


Sebagai tanda reaksi mereka terhadap kehadiran kedua pemuda tampan itu.


Meng Yu melemparkan senyum dan melambaikan tangan kearah mereka.


Sehingga sambutan kepadanya menjadi semakin meriah.


Sedangkan Guo Yun, yang bersikap dingin, tidak menanggapi mereka, perlahan lahan mulai di tinggalkan oleh para pengagumnya.


Mereka pada beralih ke Meng Yu, yang ramah dan simpatik.


Guo Yun tidak ambil pusing, dengan sikap para pengagumnya.


Dengan wajah tertunduk, dia terus menjalankan kudanya mengikuti iring iringan, untuk kembali ke markas militer mereka.


Andai di perbolehkan, mungkin Guo Yun sudah memacu kudanya kembali ke markas secepatnya.


Agar dia bisa segera bertemu dengan Gongsun Li yang sedang menanti nanti kepulangan nya.


Saat mendekati kediaman Panglima Meng, Guo Yun pun berkata.


"Panglima mungkin sampai di sini saja, aku tidak ikut kekediaman anda.."


"Aku mau langsung kembali ke markas militer, mempersiapkan segala sesuatunya, untuk keberangkatan besok pagi.."


Panglima Meng Thian tanpa menoleh berkata,


"Apa tidak sebaiknya kita rayakan dulu kemenangan kita ditempat kediaman ku.."


"Setidaknya biarkan aku menjamu mu, sebagai ucapan terima kasih.."


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Niat baik panglima, Guo Yun ucap kan terimakasih dan terima dalam hati..'


"Senang bekerjasama di bawah panglima Meng, tapi sekali lagi Guo Yun mohon maaf.."


"Guo Yun mohon maaf dan pengertian dari Panglima atas penolakan ini.."


Panglima Meng Thian menepuk bahu Guo Yun dan berkata,


"Tidak apa-apa, masih ada lain waktu.."


"Aku mengerti, silahkan saja saudara Yun.."

__ADS_1


Guo Yun memberi hormat dengan menjura kearah Meng Thian.


Setelah itu, dia segera menggerakkan kudanya memisahkan diri mengambil jalan menuju markas.


Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai langsung bergerak mengikuti Guo Yun.


Rombongan Guo Yun pun langsung memisahkan diri, kembali menuju markas militer mereka sendiri.


Dalam perjalanan Guo Yun bertanya,


"Kak berapa sisa pasukan divisi Zhang Zhou dan Ling..?"


Zhang Yi menghela nafas sedih dan berkata,


"Masing masing divisi hanya tersisa kurang lebih 1000 personil, jadi total pasukan kita tinggal 3000 an personil."


"Bila kita terus bertempur buat Qin, Utara barat timur selatan, sebelum mereka mempersatukan seluruh wilayah, kita sudah musnah duluan.."


ucap Zhang Yi mengemukakan pendapatnya.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Tidak, kita tidak akan terus bertempur untuk mereka, itu tidak akan membawa manfaat buat kita.."


"Aku akan memikirkan cara, untuk secepatnya melepaskan diri dari pengaruh mereka, tapi kini bukan waktu yang tepat.."


Di dalam hati Guo Yun sudah punya rencana,


"Dia akan ikuti saja dulu, nanti dia akan gunakan alasan kerugian saat ini.."


"Untuk diijinkan melakukan rekrutan baru, tentu saja dia akan memanfaatkan Qin mendanai nya."


"Dia akan terus menambah dan melatih personil di tempat tersebar.."


"Selain itu, dia juga akan membantu Qin menahlukkan Chu.."


"Saat kekuatan dia menjadi besar, dia akan mundur ke Yue, menjadikan tanah tak bertuan Wu dan Yue, sebagai tempat berpijak nya.."


Semua ini sudah dalam rancangan nya, hanya saja dia harus jalankan rencananya, secara diam diam, tidak boleh sampai bocor dan ketahuan oleh Lu Bu Wei.


Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai, mengangguk setuju, mereka percaya sepenuhnya terhadap Guo Yun.


Saat mereka tiba di depan markas, markas mereka terlihat sepi, yang menyambut kedatangan mereka hanya seorang prajurit bertubuh kurus kecil.


Prajurit kecil yang sedang menyapu di depan halaman markas.


Begitu melihat kedatangan rombongan mereka, dia langsung tersenyum lebar dan terlihat sangat gembira.


Dia langsung membuang sapu di tangan nya, lalu berlari menghampiri rombongan Guo Yun.


Dengan penuh semangat dia berkata,


"Kalian semua sudah kembali syukurlah..!"


Rombongan itu hanya tertawa menanggapi prajurit bertubuh kecil, satu satunya prajurit mereka, yang di tinggalkan untuk menjaga dan merawat perkemahan mereka.


"Kak Zhang, kak Ling Kak Zhou, segera pimpin pasukan divisi kalian berbenah."


"Besok pagi kita akan langsung kembali ke Xian Yang ."

__ADS_1


"Kita berpisah di sini saja, aku juga harus kembali ke kemah ku berbenah.."


ucap Guo Yun cepat.


Sebelum ketiga ajudannya menjawab, Guo Yun sudah mengajak si prajurit kecil berjalan menuju kemahnya..


Ling Tong tersenyum dan berkata,


"Kakak berdua, kenapa aku melihat tuan kita sepertinya mengidap kelainan menyukai sesama jenis.."


"Kalian lihat tadi saat parade melewati kota, begitu banyak gadis cantik mengagumi tuan.."


"Dia malah anggap angin lalu, sekarang coba lihat begitu tuan bertemu Ban ci kecil.itu.."


"Dia seperti orang yang berubah sama sekali."


ucap Ling Tong sambil tertawa.


Zhou Tai sampai tersedak ludah sendiri terbatuk batuk di buatnya.


Sedangkan Zhang Yi tanpa menoleh berkata,


"Ling Lao Te ( adik Ling ) sekali lagi kamu berani bicara sembarangan di belakang tuan muda Yun.."


"Jangan salahkan aku jalankan hukum militer untuk mu.."


Ling Tong langsung pucat dan terdiam di tempat.


Sebaliknya Zhou Tai malah tertawa puas mengejek saudaranya..


"Sudah jangan banyak bicara lagi, cepat pimpin anak buah masing masing berbenah,"


"Besok kita harus meninggalkan tempat ini.."


ucap Zhang Yi mengingatkan kedua adiknya.


Kedua orang itu tanpa berani banyak bicara, langsung bubar memimpin pasukan mereka ke barak masing masing.


Setelah kedua saudaranya pergi, Zhang Yi baru bergumam sendiri,


"Adik Ling benar, jangan jangan prajurit itu adalah wanita menyamar.."


"Dia adalah nyonya muda kita.."


"Ahh persetan, itu bukan urusan mu, dasar tua Bangka usil..'


"Pekerjaan yang menunggu mu masih banyak, kamu malah usil dengan urusan pribadi tuan mu.."


Gumam Zhang Yi menegur dirinya sendiri.


Zhang Yi segera memimpin anak buahnya kembali ke barak mereka.


Guo Yun sendiri begitu masuk kedalam tenda, dia langsung menggendong Gongsun Li dan berkata,


"Gimana kabar kakak,.?apa ada merindukan ku.?."


"Ihhh tak tahu malu, cepat turunkan aku, dasar memalukan,.. jangan begini, nanti di lihat orang..!"


teriak Gongsun Li kaget dan malu.

__ADS_1


Seluruh wajahnya terlihat merah padam, tangannya yang kiri dia gunakan memeluk belakang leher Guo Yun takut jatuh.


Sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk mu memukuli dada Guo Yun dengan pelan.


__ADS_2