LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI KE MO ZI SU YUAN


__ADS_3

Raja Sian mengangguk paham, dia sadar akan kesulitan Guo Yun.


Guo Yun kini sepenuhnya, masih di bawah kendali Qin.


Bila pun dia berhasil membujuk Guo Yun tinggal membantunya.


Berarti secara tidak langsung, dia mengajak ribut Qin.


Itu akan menimbulkan kesulitan yang tidak kecil, untuk negara Lu yang belum pulih.


Melihat Raja Sian termenung, Guo Yun pun berkata,


"Yang Mulia aku ada satu saran, harap Yang Mulia bersedia memaafkan Yun er..bila saran ini kurang berkenan di hati yang mulia.."


"Tapi Yun er benar benar berharap Yang Mulia, sudi mempertimbangkan nya dengan baik.."


"Apa itu Yun er, kamu katakan saja tak perlu sungkan.."


ucap Raja Sian sambil menatap Guo Yun.


"Saran ini agak sedikit tidak masuk akal, tapi menurutku sangat layak di pertimbangkan.."


ucap Guo Yun pelan.


Sesaat kemudian dia baru melanjutkan berkata,


"Aku sarankan negara Lu pindah ibukota.."


Raja Sian menatap bingung, menunggu penjelasan lebih lanjut dari Guo Yun.


Guo Yun menatap serius ke Raja Sian dan berkata,


"Aku sarankan negara Lu pindah ke daerah eks negara Wu dan Yue.."


"Di sana negara Lu baru bisa berkembang.."


"Di depan ada negara Han dan Song menjadi tameng, samping kanan ada Qi menjadi tameng."


"Kita hanya perlu berfokus pada Chu, bila Qin dan Chu berperang."


"Kita yang akan memetik hasil.."


"Bila Chu menyerang kita, Qin Han song, akan membantu kita mengeroyoknya.."


"Jadi kita tak perlu khawatir Chu berani datang menganggu.."


ucap Guo Yun mengemukakan alasannya.


Raja Sian menatap Guo Yun dengan kagum dan berkata,


"Itu adalah satu ide, yang sangat bagus, tapi aku tidak bisa melakukannya.."


"Karena ini adalah tanah warisan leluhur, yang di berikan oleh Yang Mulia Zhou Wu Wang Ji Fa.."


"Kami pun masih berasal dari satu akar, meski kerajaan Zhou sudah tiada.."


"Karena saat ini sudah terpecah belah, sebagai keturunan keluarga Zhou kami harus mempertahankan nya.."

__ADS_1


ucap Raja Sian menjelaskan alasan keberatan nya.


Guo Yun di luar mengangguk dan tidak berkata-kata.


Tapi di dalam hati dia mengutuk kebodohan Raja Sian, yang terlalu kolot dan berpegang teguh dengan berbagai peraturan, yang sudah ketinggalan zaman.


Sangat tidak cocok dengan situasi kondisi yang sedang terjadi.


Kasar bicara, Wu Yue dulunya juga bukannya milik kerajaan Zhou di bawah Ji Fa juga.


Kenapa saat ini tidak mau di manfaatkan,?


Bila kelak lewat tempat itu, bisa mempersatukan daratan tengah.


Kelak mau di gunakan nama kerajaan Zhou lagi, di pimpin turun temurun oleh keturunan keluarga Ji lagi .


Itu juga bukan masalah, yang penting adalah saat ini, negara Lu bisa berkembang dulu..


Dengan posisi Lu saat ini, jangankan berkembang..bisa bertahan pun sudah termasuk hebat.


Cepat lambat negara ini pasti akan terkikis oleh negara besar di sekitarnya.


pikir Guo Yun dalam hati.


Tapi tentu saja hal ini tidak dia utarakan, hanya cukup dia sendiri saja yang tahu.


Saat mereka berdua sama sama larut dalam keheningan, secara kebetulan kereta yang mereka tumpangi telah berhenti.


"Yang mulia, sepertinya kita sudah sampai, "


ucap Guo Yun yang melihatnya dari jendela.


"Nanti Yang Mulia boleh menyusul, setelah ada kode dari Yun er.."


Raja Sian tersenyum dan mengangguk,


"Silahkan Yun er, terimakasih banyak, maaf jadi merepotkan mu.."


Guo tersenyum dan memberi hormat, lalu dia turun dari kereta.


Setelah memastikan segala sesuatunya sudah siap.


Guo Yun pun berkata,


"Silahkan Yang Mulia..!"


Tak lama kemudian turunlah Raja Sian dari kereta nya, susul menyusul di ikuti keluarganya yang lain.


Guo Yun mengantar rombongan itu sampai masuk kedalam istana, setelah itu, dia pun berpamit dengan rombongan Raja Sian untuk meninggalkan istana.


Sampai di depan istana, Guo Yun memberi pesan ke Zhang Yi.


"Kakak Zhang tolong dibantu keamanan istana dan segala pertahanan nya, selama beberapa hari ini. "


"Bila sudah stabil, kita bisa segera kembali ke Xian Yang.."


Zhang Yi mengangguk dan memberi hormat, lalu mundur pergi menjalankan tugasnya.

__ADS_1


Sedangkan Guo Yun dengan santai langsung berjalan menuju Mo Zi Su Yuan.


Sepanjang jalan, Guo Yun seperti sedang mengulang pengalaman lamanya.


Satu persatu kenangan lama kembali terbayang, tanpa terasa Guo Yun telah tiba di depan bangunan Xu Yuan yang terlihat sepi.


Xu Yuan tidak lagi ramai seperti dulu, Xu Yuan nya sendiri masih berdiri kokoh bangunan nya.


Hanya saja murid murid Xu Yuan, baik yang mendaftar, maupun yang sedang melafalkan pelajaran Xu Yuan.


Tidak lagi seramai dan penuh semangat seperti dulu.


Guo Yun saat berdiri di depan pintu Xu Yuan, dia tiba-tiba mengambil tempat duduk di tangga depan pintu Xu Yuan.


Masih segar dalam ingatan nya, bagaimana pertama kali, dia bertemu dengan istrinya.


Di sinilah tempatnya, di tempat inilah posisi duduknya saat pertama kali bertemu dengan istri nya.


Guo Yun tersenyum senyum sendiri, saat teringat bagaimana respon dingin istrinya dulu terhadap dirinya.


Beberapa saat kemudian, Guo Yun pun berdiri dari sana, lalu mendorong pintu Xu Yuan, yang tidak tertutup.


Guo Yun mencoba melangkah masuk kedalam sana.


Di dalam Xu Yuan, hanya ada beberapa murid dan guru yang tidak di kenalnya, sedang melakukan proses mengajar dan belajar.


Guo Yun tidak menegur, juga tidak menganggu mereka.


Dia hanya menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum sebagai tanda hormat nya kepada para guru yang sedang mengajar.


Guo Yun dengan langkah lebar, langsung menuju pondok tempat tinggalnya bersama Li Ba.


Saat masuk kedalam pondok, melihat pondoknya kotor berantakan tak terawat.


Guo Yun pun turun tangan membersihkan nya, setelah semua rapi kembali.


Guo Yun duduk termenung di depan pondok, mengingat kebersamaan nya bersama saudaranya Li Ba.


"Adik Ba entah apa kabar mu kini,? apa masih menjalani hukuman,? atau sudah pergi menemui Sian Sian..?"


"Semoga kalian berdua sehat selalu dan berbahagia.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


Setelah itu, dia melanjutkan langkahnya menuju pondok yang paling pojok milik istrinya Gongsun Li.


Guo Yun mendorong pintu kamar tersebut hingga terbuka.


Lalu dia melangkah masuk kedalam.


Hal pertama yang di lihatnya adalah di dalam kamar tersebut terpajang dua buah gambar pria.


Gambar pertama tentu adalah Ching Ke, kakak seperguruan nya.


Gambar kedua baru dirinya, di bawah gambar dirinya ada beberapa bait syair, yang di tulis dengan sangat rapi dan indah oleh tulisan tangan Gongsun Li sendiri.


Tulisan kecil halus berderet rapi dan indah begitu lihat Guo Yun langsung mengenalinya, itu tulisan istrinya.

__ADS_1


Sambil tersenyum Guo Yun mencoba membaca isi syair itu..


__ADS_2