
Begitu telapak tangan patung Buddha Amitabha, di tarik kebawah oleh Guo Yun.
Terdengar suara keras yang berderak, membuat seluruh ruangan itu bergetar.
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
Lantai di tengah tengah ruangan tiba tiba perlahan lahan terbuka.
Menunjukkan sebuah undakan anak tangga, yang menuju kearah bawah ruangan.
"Anak muda, ayo kita turun kebawah sekarang jug.."
ucap Kui Zi Sian Seng.
Guo Yun mengangguk, lalu dari posisi altar, dia melayang ringan menuju tangga menurun di tengah ruangan.
Guo Yun mendarat ringan ditangga tersebut, lalu dia mulai bergerak menuruni tangga.
"Kakek senior kamu tidak ajak orang lain kemari,?"
"Bagaimana kamu meninggalkan tempat ini, bila aku nantinya mengurung diri di sini..?"
tanya Guo Yun heran sambil bergerak menuruni anak tangga.
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
"Krekkk,..! Krekkk,..! Krekkk,..!"
"Boooom..!"
Terdengar bunyi pintu masuk menuju anak tangga tertutup kembali secara otomatis.
Lewat pengaturan waktu, di mana saat telapak tangan Buddha Amitabha, kembali ke posisi semula.
Lantai pun akan menutup kembali seperti semula, seolah olah tadi tidak pernah terbuka sama sekali.
Begitu lantai menutup, suasana di bawah sana langsung gelap gulita.
"Kamu tak perlu pikir kan itu, aku tentu punya cara.."
ucap Kui Zi Sian Seng sambil tersenyum.
Guo Yun terdiam tidak banyak bertanya lagi, dia kembali melanjutkan langkahnya
Guo Yun kembali mengeluarkan Mutiara hijaunya, sebagai penerangan dalam menuruni anak tangga.
"Anak muda, di sebelah kanan ada batangan obor, putar searah jarum jam bagian ujung bawahnya."
"Obor akan menyala , begitu pula obor obor selanjutnya.."
__ADS_1
Guo Yun mengangguk, lalu dia mengikuti petunjuk Kui Zi Sian Seng.
Memutar ujung bagian bawah obor, sehingga obor pun menyala, menerangi anak tangga.
Guo Yun menyimpan kembali mutiaranya, lalu terus bergerak menurun kebawah.
Setiap bertemu dengan obor yang tergantung di dinding, Guo Yun akan memutar ujung bawah obor.
Guo Yun akhirnya tiba di ujung tangga, yang mengantarnya, menuju sebuah ruangan yang tidak ada lantainya.
Di bawah anak tangga paling bawah, ada sebuah hamparan gelap, yang tidak terlihat dasarnya.
Ketika Guo Yun tiba di undakan anak tangga paling dasar.
Perlahan lahan tiang tiang beton naik sendiri, dari arah kegelapan di bawah sana.
Dengan mengikuti petunjuk dari Kui Zi Sian Seng, Guo Yun mulai berlompatan ringan diatas ujung ujung tiang itu.
Hingga akhirnya tiba di ruangan seberang sana, yang ujungnya di batasi sebuah tembok yang sangat tebal.
"Anak muda di sebelah kanan sana, ada sebuah diagram, putar mengikuti petunjuk ku.."
ucap Kui Zi Sian Seng.
Setelah Guo Yun tiba di sana, dia kembali mulai memberi petunjuk ke Guo Yun.
Bagaimana cara memutar jarum petunjuk di diagram itu, tepat kearah huruf huruf kuno.
Di mana terlihat berderet memutar di sana, membentuk sebuah deretan tulisan yang melingkar .
"Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...!"
"Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...!"
"Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...! Drrrrrrrr...!"
Batu besar itu berderak hebat. mengeluarkan suara menggetarkan.
Perlahan-lahan pintu batu, yang besar tebal dan berat itu terangkat keatas.
Guo Yun terbelalak melihat isi ruangan, yang penuh dengan harta Karun, yang jumlahnya tak terhitung saking banyaknya.
"Tak perlu kaget anak muda, ini semua adalah harta Karun kaisar Tang dari Yin Shang.."
"Kaisar Tang, adalah kaisar pembuka negara, dinasti Shang.."
"Dia sengaja meminta perdana menteri setia nya Yi Yin membuat tempat ini.."
"Menyimpan sebagian besar kekayaan Yin Shang di sini, bila suatu hari dinasti Yin Shang runtuh.."
"Ada darah keturunannya, yang berbakat, maka harta ini bisa di gunakan untuk membangkitkan dinasti Yin Shang kembali.."
"Leluhur kami Kui Lin, adalah abdi setia Perdana menteri Yi Yin, kami turun temurun di tugaskan menjaga harta ini."
"Perdana menteri Yi Yin , mencatat semua kemampuan nya, di dalam kitab pusaka rahasia alam semesta."
__ADS_1
"Selain menjaga harta, kami juga menjaga pusaka ini, jangan sampai jatuh ketangan orang yang salah.."
"Selama ini hanya keturunan keluarga Yin dan Kui, yang di perkenankan melihat dan mempelajari kitab pusaka itu.."
"Keturunan Yin yang terakhir sudah habis, di mana keturunan terakhirnya memilih jadi pertapa, mengasingkan diri ke Utara, ke daerah daratan es beku.."
"Itu sudah terjadi beberapa ratus tahun yang lampau, kini hanya tersisa kami keturunan keluarga Kui, yang menjaga tempat ini, secara turun temurun.."
ucap Kui Zi Sian Seng memberikan penjelasan ke Guo Yun.
"Ayo anak muda, jangan bengong saja,"
"Ayo kita kedalam, sebelum pintu ini menutup kembali.."
ucap Kui Zi Sian Seng mengingatkan.
Guo Yun dengan ragu melangkah masuk kedalam ruangan tersebut dan berkata,
"Bila tempat ini adalah tempat rahasia, yang hanya boleh di datangi oleh keluarga Kui.."
"Mengapa kakek senior, mengambil resiko membawa ku kemari ? apa yang kakek senior inginkan dari seorang, yang bukan keturunan keluarga Kui..?"
tanya Guo Yun sambil menatap kearah kakek Kui Zi Sian Seng penuh tanda tanya.
"Letakkan aku di sebelah sana, di dekat kotak pusaka itu, aku akan menjelaskan semuanya pada mu.."
ucap Kui Zi Sian Seng sambil menunjuk arah dengan bantuan dagunya.
Guo Yun mengerti, dia segera menggendong kakek Kui menuju sebuah ranjang batu berwarna hitam gelap mengkilat.
Ranjang batu itu mengeluarkan hawa panas yang sangat kuat.
"Kakek senior apa kamu yakin mau duduk diatas batu ini..?"
"Batu ini sangatlah panas.."
ucap Guo Yun mengingatkan, sebelum dia menurunkan kakek itu duduk di sana.
Kui Zi Sian Seng tersenyum lembut dan berkata,
"Tidak apa-apa anak muda, kamu juga ikut naik dan duduk di hadapan ku.."
"Duduk berlatih di atas batu ini, dalam satu hari satu malam, mampu meningkatkan tenaga sakti mu 500 lingkaran."
"Itu berlaku kelipatan, tapi bila kamu berhenti di tengah jalan, lalu memulai nya lagi, kamu hanya akan naik 100 lingkaran untuk latihan satu hari satu malam."
"Baru bila kamu di hari kedua mampu bertahan satu hari satu malam, kamu akan mendapatkan 500 lingkaran tambahan.."
Guo Yun membantu duduk kakek Kui Zi Sian Seng, lalu dia sendiri baru ikut naik, dan duduk di hadapan kakek Kui Zi Sian Seng.
"Bagaimana bila aku mampu bertahan 3 hari 3 malam, di hari keempat stop ditengah jalan..?"
tanya Guo Yun penasaran.
Kui Zi Sian Seng mengangguk, lalu berkata,
__ADS_1
"Itu berarti kamu akan peroleh 1500 lingkaran, saat kamu mulai berlatih lagi, selama 3 hari 3 malam berikutnya, kamu hanya akan peroleh total 300 lingkaran."
"Baru di malam keempat, kamu bisa mendapatkan lagi kenaikan 500 lingkaran."