LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MIN MIN KECEWA


__ADS_3

Min Min yang merasa sangat nyaman, oleh hawa hangat api unggun.


Tanpa di sadari, dia menggeliat dan bergumam pelan.


Min Min merubah posisi tidurnya menjadi terlentang.


Pakaian nya yang acak-acakan, membuat bagian dadanya sedikit tersingkap menampilkan sebagian bukit indah nya yang menantang.


Begitu pula dengan bagian gaun bawahnya juga ikut tersingkap, menampilkan celana tipisnya yang robek di sana sini.


Mempertontonkan sebagian kulit betis dan kulit pahanya yang putih mulus.


Semua tontonan gratis, yang terpampang jelas di hadapan Guo Yun, membuat dia semakin gelisah tidak karuan.


Di tambah dengan saat Min Min mendengkur dan bernafas halus, sepasang bukitnya yang tegak menantang.


Terlihat seperti bergerak naik turun, dengan bagian ujung yang menegang tercetak jelas oleh bajunya yang basah menempel ketat.


Guo Yun setelah berulang kali menelan ludah, akhirnya tidak bisa menahan cairan merah merembes keluar dari kedua lubang hidung nya.


Saat merasa ada cairan asin meleleh dari lubang hidung masuk kedalam mulutnya dan terasa asin.


Guo Yun secara reflek menggunakan tangan nya untuk menghapusnya.


Saat dia melihat cairan itu ternyata bukan ingus tapi darah.


Guo Yun buru buru menengadahkan kepalanya keatas, untuk menghentikan pendarahan tersebut.


Dia terus menenangkan perasaan nya, sambil terus bernafas dengan mulut


Akhirnya perasaannya menjadi jauh lebih tenang, pendarahan di hidung nya pun otomatis berhenti dengan sendirinya.


Guo Yun perlahan lahan menurunkan kepalanya yang dari tadi menengadah ke atas.


Saat dia menurunkan kembali wajahnya, dia baru sadar, ternyata Min Min sudah bangun.


Dia sedang duduk di sampingnya, memperhatikan dirinya sambil menahan senyum.


Guo Yun tersenyum canggung dan berkata,


"Ehh Min Min dari kapan kamu bangun ?"


"Aku menganggu tidur mu ya..?"


tanya Guo Yun untuk menutupi rasa berdosa nya.


Tapi Min Min adalah gadis lincah dan nakal yang kalau bicara selalu polos apa adanya.


Sambil tersenyum lebar, Min Min berkata,


"Masih cukup tepat waktu, untuk melihat kenakalan mata Yun Ke ke, hingga hidung jadi mimisan.."


"Uhuk,..Uhuk..Uhuk..!"


Guo Yun langsung terbatuk batuk tersedak oleh ludahnya sendiri.


Di dalam hati Guo Yun memaki maki diri nya yang sangat memalukan dan tidak beradab.


Min Min membantu menepuk nepuk punggung Guo Yun dengan lembut dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku bisa memakluminya, karena masih ada racun bersarang di tubuh Yun Ke ke.."


"Tapi bila racunnya sudah bersih masih begitu, aku pasti akan menghadiahinya dengan ini.."

__ADS_1


ucap Min Min sambil menunjukkan telapak tangannya kearah wajah Guo Yun.


Guo Yun hanya bisa tersenyum canggung, menanggapi ucapan Min Min.


"Tapi bila berani melakukannya ke gadis lain, aku pasti akan memotongnya.."


ucap Min Min sambil menunjukkan tangannya membentuk gunting.


Matanya melirik kearah bagian rahasia Guo Yun.


Sekali ini tanpa sadar langsung terdengar bunyi,


"Glekkk,..!"


Di mana Guo Yun menelan ludahnya sendiri.


Wajahnya sedikit pucat membayangkan ancaman Min Min.


Min Min sambil tertawa, menepuk bahu Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke tak perlu panik dan khawatir seperti itu.."


"Selama bisa menjaga kesetiaan hanya pada aku seorang, sesuai janji di danau dulu.."


"Maka hal itu tidak mungkin terjadi.."


ucap Min Min sambil tertawa ringan.


Guo Yun hanya bisa nyengir kuda, menanggapi ucapan Min Min.


Min Min sambil tersenyum merapikan pakaian dan rambutnya tanpa sungkan di depan Guo Yun.


"Sudah jangan lihat lagi, nanti mimisan lagi repot.."


Guo Yun buru buru memejamkan matanya.


"Yun Ke ke, tidak akan ada orang yang percaya si Topeng Emas yang sakti dan cerdas luar biasa.."


"Kini bisa bersikap aneh seperti ini.."


ucap Min Min sambil menahan senyum penuh kemenangan..


Guo Yun masih dengan mata terpejam dan tersenyum kecut berkata,


"Sesakti apapun dan secerdas apapun, seorang pria didepan istrinya dia akan tetapi terlihat bodoh.."


"Siapa istri mu..? kapan aku menikah dengan mu..? kapan pula aku bilang aku bersedia..?"


ucap Min Min sambil menahan tawa dengan menutupi mulutnya dengan tangan.


Guo Yun langsung membuka matanya dengan kaget dan berkata,


"Min Min kamu serius menolak ku..?"


Min Min sambil tertawa, mencubit ujung hidung Guo Yun dengan gemas dan berkata,


"Dasar bodoh,.. pikir aja sendiri.."


"Aku mau pergi cari makan buat kita.."


Sambil tertawa dan berlompatan riang sambil bernyanyi kecil.


Min Min meninggalkan Guo Yun yang masih duduk bodoh seorang diri di dalam gua.

__ADS_1


Guo Yun memukul mukul kepalanya sendiri atas pertanyaan bodohnya.


Bila tidak bersedia, Min Min tak mungkin ada di tempat ini menemani dirinya.


Guo Yun akhirnya tersenyum sendiri dengan gembira.


Karena tidak tahu mau apa, Guo Yun yang di tinggal sendirian.


Kini mulai memperhatikan luka di kedua kakinya, melihat ada patahan tulang yang menyembul keluar dari kulit pahanya.


Guo Yun menelan ludah sendiri sambil menggelengkan kepalanya.


"Kelihatannya, bila sembuh pun aku akan lumpuh seumur hidup.."


batin Guo Yun sambil menghela nafas panjang.


Guo Yun lalu mulai memejamkan matanya, mencoba mulai menghimpun hawa langit dan bumi, untuk menyembuhkan luka internalnya.


Akibat pertarungan nya dengan Lu Bu Wei sebelumnya.


Tapi setelah berulang kali menghimpun kekuatan nya, Guo Yun mendapatkan kenyataan di mana hawa di dalam tubuhnya selalu buyar.


Akhirnya dia menghentikan kegiatannya dan bergumam sendiri.


"Bagus kini semakin sempurna, bukan hanya lumpuh kamu juga cacat semakin lengkap sudah kamu.."


"Di masa lalu, kamu pasti punya dosa yang sangat besar.."


"Sehingga di kehidupan ini, kamu harus membayarnya."


"Lupa ingatan, keracunan, lumpuh, kini di tambah cacat internal, lengkap sudah kamu memang manusia paling lengkapi sialnya.."


"Min Min adalah gadis yang sangat baik, sebaiknya kamu tidak melibatkan dan merusak masa depannya.."


"Kamu harus tahu diri, dan menjauhinya.."


ucap Guo Yun tidak berhenti mengingatkan dirinya sendiri.


Guo Yun memilih bersandar pasrah sambil menatap kearah api yang bergoyang goyang di hadapannya.


"Yun ke ke,..! Yun Ke ke,..! aku kembali..!"


teriak suara lembut dan riang dari mulut Gua.


Guo Yun mengalihkan pandangan menatap kearah pintu gua.


"Tersenyum lah, bersikap normal, jangan membuatnya ikut bersedih dengan keadaan mu yang tidak jelas itu.."


"Cukup kamu saja yang rasakan jangan libatkan dia lagi.."


"Dia sudah cukup menderita karena mu.."


gumam Guo Yun mengingatkan dirinya di dalam hati.


Setelah itu Guo Yun pun memaksakan diri untuk tersenyum senatural mungkin, dan berkata,


"Kamu dapat apa Min Min bawalah kemari aku bantu masak.."


Min Min berlari menghampiri Guo Yun sambil tersenyum kecut, dia berkata pelan.


"Yun ke ke maaf ya, aku bodoh cuma dapat ini.."


"Burung,.. burung gak bisa di tangkap, ikan,..ikan terlepas melulu.."

__ADS_1


"Akhirnya aku cuma dapat gali benda ini dari tanah.."


__ADS_2