LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI BERPISAH


__ADS_3

Setelah tiba di kamar Si Si, tidak tahu siapa yang memulai duluan


Kedua insan yang sedang di mabuk asmara, terbawa suasana dan luapan perasaan mereka masing-masing.


Mereka berdua seolah saling bersaing dan berlomba melemparkan pakaian basah mereka, keluar dari balik ranjang yang tertutup kelambu tipis.


Sesaat kemudian kejadian seperti tempo dulu di kamar rahasia kembali terulang.


Bahkan lebih panas dan dahsyat, yang lalu Guo Yun masih terus memanggil nama Gongsun Li.


Menganggap Si Si adalah Gongsun Li, tapi sekali ini berbeda,


Sekali ini Guo Yun sadar sepenuhnya, dia melakukannya mengikuti perasaannya.


Dia terus berbisik memanggil nama Si Si di sela sela permainan mereka, yang semakin panas liar dan tak terkendali.


Baru setelah mereka masing masing mencapai puncak kenikmatan berulang kali.


Akhirnya mereka berdua tertidur kelelahan, sambil saling berpelukan mesra.


Seolah olah tidak ingin di pisahkan lagi.


Guo Yun tidak akan pernah menyangka, di saat dia sedang asyik bermesraan dengan Si Si.


Di ibukota Xian Yang, justru sedang berkabung untuk raja ZhuangXiang yang baru saja meninggal.


Raja Ying Zheng, kini secara otomatis naik tahta menggantikan posisi ayahnya.


Ibukota pun terjadi perubahan besar, setelah Ying Zheng naik tahta menggantikan ayahnya.


Termasuk Gedung kediaman Guo Yun hadiah dari raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei, yang selama ini selalu mereka lindungi dan jaga dengan tertib.


Malam di mana sehabis pemakaman raja ZhuangXiang di pagi harinya.


Gedung itu langsung timbul masalah, Raja baru Ying Zheng, menerobos masuk secara paksa kedalam kekediaman tersebut malam malam.


Tidak ada pengawal penjaga di sana, yang berani menghalanginya.


Apalagi Lu Bu Wei sendiri dan Bai Qi, sedang ada di perbatasan Qin dan Zhao.


Mereka sedang sibuk mengantisipasi pergerakan pasukan Zhao, yang dipimpin oleh Lian Po, sedang melakukan serangan besar besaran.


Sehingga tanpa halangan Ying Zheng, yang sedang larut dalam kesedihan kehilangan ayahnya.


Dia minum terlalu banyak, dalam kondisi mabuk, dia memaksa menerobos masuk ke dalam kediaman Guo Yun.


Ying Zheng memaksa ingin bertemu dengan Gongsun Li, yang selama ini tidak pernah sekalipun dia melupakan kecantikan dan kemolekan tubuh gadis itu, yang sangat menggoda nya.


Selama ini dia selalu berusaha menahan diri, karena takut dengan ayahnya dan perdana menteri Lu Bu Wei.


Kini kesempatan datang, kedua orang itu tidak berada di tempat.

__ADS_1


Makanya dia langsung menjalankan aksi terselubungnya, dengan berpura pura larut dalam kesedihan minum terlalu banyak sehingga mabuk.


Lalu dia memaksa menerobos kedalam gedung kediaman Guo Yun.


Di tempat lain, Guo Yun terlihat benar benar tertidur lelap, hingga saat matahari lewat celah langit langit menyilaukan mata nya.


Dia baru terbangun dari tidur pulas nya dengan kaget.


Guo Yun semakin kaget, saat menyadari dia tidur sendirian.


Si Si sudah tidak terlihat lagi bayangan nya sama sekali.


Seluruh kamar hening kosong melompong, selain dirinya tidak ada siapapun di sana.


Saat Guo Yun mencoba bangun dan hendak turun dari ranjang, sepucuk surat terjatuh keatas lantai, tepat di hadapannya.


Guo Yun membungkuk memungutnya, surat itu tertutup rapat.


Di sampul surat ada tulisan kecil indah, di sana tertulis.


"Untuk Yun Ke ke.."


Guo Yun merobek bagian atas sampul surat, mengeluarkan isinya.


Lalu dia mulai membacanya, kata demi kata, yang tertulis rapi dalam surat tersebut.


"Yun ke ke saat kamu membaca surat ini, aku sudah pergi jauh.."


"Bila saat ini kita terus memaksa bersama, aku hanya akan menjadi racun, yang akan mengacaukan semua mimpi dan cita cita Yun ke ke.."


"Aku juga akan mendatangkan petaka dan lautan penderitaan, yang akan menjadi beban hidup bagi Yun ke ke."


"Aku paling tidak inginkan melihat hal itu terjadi pada Yun Ke ke.."


"Jadi meski ini adalah pilihan yang berat, aku tetap harus memilih nya dan menjalaninya.."


"Saat ini yang terbaik adalah kita berpisah dahulu.."


"Yun ke ke berjuanglah, raihlah mimpi dan cita-cita Yun Ke ke, selesaikan semua tugas dan tanggung jawab Yun ke ke.."


"Yun ke ke jangan khawatir dan pikirkan aku, aku baik baik saja."


"Aku selamanya akan selalu menunggu Yun Ke ke di negara Yue, kota Guiji, kota kelahiran Yun ke ke.."


"Hanya Tuhan yang tahu, betapa aku sangat mencintai dan ingin hidup bersama Yun ke ke selama lamanya."


"Tapi kini bukan saat yang tepat, nanti akan tiba saat nya."


"Bila Yun ke ke sudah mendapatkan ijin dan restu dari Li cie cie, tanpa menyakiti perasaan nya."


"Saat itu kita semua pasti akan bisa kembali berkumpul di sana.."

__ADS_1


"Tapi ini semua bukan utama, asalkan Yun ke ke bahagia, aku pun sudah cukup merasa ikut bahagia.


"Ingat dan berjanjilah pada ku, Yun ke ke harus Jaga diri Yun Ke ke baik baik, ingat jangan melakukan hal yang menyakiti diri lagi seperti kemarin.."


"Tersenyumlah untuk ku, hati hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan.."


"Tertanda yang kurang beruntung, tapi sangat mencintai mu..Zhao Si Si."


Selesai membaca surat itu sambil menahan rasa haru yang menyesaki dadanya.


Guo Yun menyimpan kembali surat itu dengan hati hati kedalam amplop, yang aromanya sangat wangi dan lembut.


Sama persis dengan aroma yang keluar dari wangi rambut dan tubuh Si Si saat mereka berdekatan.


Guo Yun setelah berpakaian rapi, dia pun keluar dari dalam kamar Si Si.


Guo Yun mendapatkan seluruh Paviliun bunga hijau, kini sepi sunyi tidak terlihat bayangan satu orang pun di sana.


Ini hanya membuktikan bahwa mereka semua kini telah pergi mengikuti Si Si, menuju negara Yue di selatan.


Saat keluar dari dalam bangunan paviliun, Guo Yun mendapatkan, di depan pintu tertulis.


Di tutup selama nya, tanpa batas waktu.


Sekarang Guo Yun pun mengerti, dia adalah tamu terakhir di paviliun tersebut.


Sambil tersenyum hambar, Guo Yun menatap sekali lagi bangunan tersebut.


Setelah itu, dia pun bergerak meninggalkan kota Shang Qiu.


Guo Yun menyempatkan diri mampir ke makam keluarga Zhao.


Di sana di samping makam kakek Zhao, Guo Yun menggali sebuah lubang.


Peta salinan pemberian Si Si Guo Yun tanam di sana.


Guo Yun sengaja menyimpan nya di sana, bila Raja Cheng menepati janjinya.


Memugar makam kakek Zhao, dia pasti akan menemukan peta rahasia yang berharga itu.


Di mana dia akan mendapatkan manfaat yang sangat besar, untuk pertahanan nya.


Bila berhasil menguasai jalur jalur rahasia dan penting di kota itu.


Minimal saat terdesak, bisa melarikan diri, menyelamatkan nyawa nya.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Guo Yun bergerak meninggalkan tempat itu.


Langsung menuju hutan Pinus di atas bukit, yang menjadi perkemahan pasukannya.


Setelah kembali ke markas berkumpul dengan pasukannya, Guo Yun segera memimpin pasukan nya meninggalkan tempat itu menuju ibukota negara Lu, Qufu.

__ADS_1


__ADS_2