
"Kakek siapa nama murid kakek yang sangat sangat jahat itu..?"
tanya Guo Yun penasaran.
Kakek itu menghela nafas panjang,
dan berkata,
"Aku lihat tenaga sakti mu mungkin baru 2900 lingkaran.."
"Kamu masih bukan tandingannya, dia kini aku perkirakan kekuatannya, tidak akan kurang dari 5000 lingkaran.."
"Kamu saat ini paling ada di tahap pendekar langit tahap akhir."
"Baru akan masuk tahap awal Manusia Surga, sedangkan murid ku itu, dia sudah ada di tahap akhir manusia surga.."
"Saat ini yang terpenting adalah bagaimana, kamu bisa tinggalkan tempat ini.."
"Itu yang terpenting.."
ucap Kui Zi Sian Seng serius.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kakek benar, saat ini aku tentu bukan lawannya.."
"Tapi itu bukan berarti seumur hidup, aku bukan lawannya."
"Kelak suatu hari, aku yakin aku pasti mampu menghadapinya.."
ucap Guo Yun penuh percaya diri.
Kakek itu tersenyum ramah dan berkata,
"Bagus kamu punya semangat dan rasa percaya diri, itu sangat bagus.."
"Baiklah kalau kamu ingin tahu, aku akan memberitahu mu.."
"Aku memberitahu mu, agar kamu mewaspadainya, bukan pergi mencarinya.."
"Namanya adalah Lu Bu Wei.."
"Lu Bu Wei..!",.. Lu Bu Wei..!",..
Gumam Guo Yun berulang..
"Nama ini kenapa aku merasa sangat familiar, tapi aku tetap tidak bisa mengingatnya.."
ucap Guo Yun dengan kening berkerut.
Kui Zi Sian Seng sambil tersenyum lembut berkata,
"Sudahlah anak muda, tak perlu terlalu di pikirkan.."
"Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa keluar dari tempat ini.."
"Keluar lewat atas sana adalah tidak mungkin, kecuali kamu punya sayap.."
__ADS_1
"Satu satunya jalan adalah lewat kolam itu, di dasar kolam sana, ada sebuah terowongan, yang terhubung menuju jalan keluar.."
"Tapi bisa selamat atau tidak itu harus tergantung lagi dengan perkembangan nasib mu."
"Karena melewati terowongan air yang begitu panjang tanpa bernafas, secara logika.."
"Sebelum tiba di atas sana, orang tersebut pasti sudah lewat..'
ucap Kui Zi Sian Seng serius.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Aku tidak takut, meski itu hanya sebuah harapan, aku akan berusaha mencoba nya.."
"Apa kakek bersedia ikut dengan ku mencobanya..?"
Kui Zi Sian Seng tersenyum lebar dan berkata,
"Bila kamu bersedia membawa ku turut serta, tentu saja aku tidak akan menolak.."
"Di bandingkan mati di sini, lebih baik mati dalam usaha keluar dari sini..benar tidak..?"
Guo Yun memberikan tanda jempol kearah kakek itu dan berkata,
"Kalau begitu tak perlu menundanya lagi.."
"Aku akan ikat kakek menjadi satu dengan ku, mari kita adu peruntungan.."
ucap Guo Yun penuh semangat.
"Lakukan saja, tak perlu sungkan.."
Mendapat persetujuan dari kakek itu, Guo Yun mulai mengikat tubuh kakek itu menyatu dengan dadanya.
Dia menggunakan tali akar rotan mengikat dengan se erat eratnya, sehingga tidak akan terlepas saat menghadapi guncangan, dan hempasan sekuat apapun saat perjalanan mereka nanti.
Setelah melakukan segala persiapan yang di perlukan, Guo Yun pun langsung terjun kedalam kolam air panas itu.
Lalu dia dengan gerakan cepat, berenang menuju dasar kolam, dengan menggunakan penerangan, mutiara di tangan nya.
Guo berhasil menemukan dua buah terowongan air di bawah sana.
Terowongan pertama menghasilkan daya dorong air yang kuat.
Terowongan kedua memberikan daya hisap yang kuat.
Guo Yun meragu memilih dua buah terowongan di hadapannya, tiba-tiba dia mendengar bisikan di telinga nya.
"Ambil terowongan pertama,.."
Mendengar suara bisikan itu, tanpa pikir panjang, Guo Yun langsung memaksa menerobos masuk kedalam terowongan pertama, yang memilki arus dorongan kuat.
Dengan menggunakan tenaga sakti nya, sedikit demi sedikit tubuh Guo Yun berhasil maju kedepan dan terus bergerak menentang arus.
Terowongan itu terus membelok keatas, Guo Yun terus berusaha berenang menantang arus naik keatas.
Hingga akhirnya dia berhasil keluar dari arus yang terus mendorongnya kebawah.
__ADS_1
Keluar dari arus itu, dia tiba di sebuah terowongan air bawah tanah yang gelap.
Tapi di sini Guo Yun bisa bernafas, karena dinding langit langit terowongan tidak semuanya penuh dengan air.
Ada juga bagian bagian yang tidak di penuhi air.
Guo Yun juga berusaha menjaga agar kakek Kui Zi Sian Seng yang terikat bersama nya bisa bernafas.
Guo Yun yang sudah lupa ingatan bertanya pada Kui Zi Sian Seng dengan heran.
"Kakek bagaimana kakek bisa mengirim pesan suara di bawah air sana ?"
Sambil tersenyum Kui Zi Sian Seng memberikan penjelasan,
"Itu adalah sejenis Coan Im Cian Li, bila tenaga sakti mu, mencapai diatas 4000 keatas.."
"Kamu pasti akan mampu menggunakan nya."
ucap Kui Zi Sian Seng menjelaskan.
Bila dia tidak lupa ingatan, dia pasti tahu soal ini, karena guru Zhuangzi pernah menjelaskan kepadanya.
Selain itu dia sendiri juga pernah menyaksikan nya secara langsung, saat pertama kali bertemu dengan mertua Li Kui di pulau neraka.
Guo Yun mengangguk paham, lalu kembali melanjutkan perjalanan nya, menelusuri terowongan air bawah tanah itu.
Semakin lama arus air bawah tanah itu semakin kencang, Guo Yun mulai terseret arus.
Dia mulai kesulitan mengontrol pergerakan nya, selain terus mengikuti arus air yang menyeretnya.
Terlempar kesana kemari di dalam terowongan air tersebut.
Guo Yun seperti orang sedang berada dalam terowongan water boom, tubuhnya terhempas kesana kemari mengikuti tarikan arus air.
Terkadang melakukan belokan belokan tajam, yang terlihat berbeda adalah terowongan water boom kita masih bisa bernafas.
Sedangkan terowongan bawah air ini, Guo Yun maupun Kui Zi Sian Seng, mereka hampir sulit dan tidak di beri kesempatan, untuk bernafas sama sekali.
Terus di seret berputar putar di dalam air, hingga di penghujung terowongan, mereka berdua terlempar kesebuah terowongan lain.
Di mana terowongan itu posisi naik keatas, dan air dari bawah dengan sangat kencang mendorong tubuh mereka melewati terowongan itu terus naik keatas.
Tidak tahu berapa lama Guo Yun dan Kui Zi Sian Seng berada dalam terowongan, yang terus naik keatas.
Akhirnya Guo Yun dan Kui Zi Sian Seng, muncul di terowongan lain, dan kembali terseret arus di terowongan air bawah tanah.
Sama seperti posisi mereka sebelumnya, kembali terlempar ke sana kemari, mengikuti arus terowongan.
.
Hingga kembali terlempar ke terowongan yang arus airnya mendorong mereka keatas.
Hal ini terjadi berulang hingga lima kali, mereka terus mengalami hal yang kurang lebih sama.
Untungnya setiap terlempar ke terowongan posisi mendatar, mereka selalu di beri kesempatan mengambil nafas.
Di lemparan untuk yang kelima kalinya, menuju tegak lurus keatas, akhirnya Guo Yun dan Kui Zi Sian Seng terlempar keluar, di tengah tengah sebuah telaga warna airnya sangat jernih, berwarna kebiruan
__ADS_1