
Guo Yun hanya menanggapinya dengan tertawa, dia membiarkan saja Camelia melampiaskan kekesalannya.
Pukulan itu tidak ada artinya bagi dia, yang memilki hawa pelindung tubuh Thian Ti Sen Kung.
Camelia yang merasa memukul Guo Yun hanya membuat tangannya sendiri sakit.
Dia akhirnya menghentikan pukulan nya, dia menatap kearah Guo Yun dengan marah.
Dengan wajah merah padam, dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan berkata,
"Dasar bajingan, selamanya tetap bajingan.."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Nan Jen Pu Huai Ni Jen Pu Ai Ma..? makanya kamu bisa suka pada ku ketimbang pria baik baik itu..benar tidak..?"
"Nan Jen Pu Huai Ni Jen Pu Ai Ma..?" itu artinya Pria tidak nakal wanita tidak akan suka, bukan..?"
"Ciihhh,.. tidak tahu malu, siapa juga yang suka pada mu,? dasar najis..."
ucap Camelia untuk menutupi rasa malunya.
Melihat keadaan Camelia sekarang sudah pulih tidak sesedih tadi lagi.
Guo Yun pun kembali berkata dengan serius.
"Baiklah Camelia kembali ke topik pokok sebelumnya, inilah tiga syarat yang dia ajukan, dan satu syarat tambahan, yang aku setujui bersama dengan nya .'
"Syarat pertama, segera serahkan Luo Yang dan Da Liang ke kamu..!"
"Syarat kedua, mulai hari ini aku adalah tawanan Ratu Camelia, aku harus ikut dengan nya kemari menemui mu..!"
"Syarat ketiga, apapun permintaannya Ratu Camelia, kamu harus menurutinya..!"
"Sedangkan syarat ku adalah,
"Aku hanya bisa menuruti, satu kali permintaan mu saja."
"Nah itulah syaratnya..kamu boleh lihat sendiri, semua syaratnya sepenuhnya buat kamu.."
"Bila kamu masih meragukan nya, masih berharap pada pria lain, aku bisa pastikan kamu pasti akan menyesal.."
ucap Guo Yun sejujurnya.
"Aku bisa apa,? sekarang semua sudah terlambat, dia juga sudah pergi."
batin Camelia sambil mengigit bibirnya sendiri dengan wajah murung.
Di dalam hati, dia sangat menyesal dan merasa bersalah terhadap Attila.
Tapi tentu saja dia tidak sudi akui kesalahan di depan Guo Yun.
Sesaat kemudian dia mengangkat kepalanya dan berkata,
"Soal itu aku punya pertimbangan sendiri, tak perlu kamu ikut mengkhawatirkannya.."
"Lebih baik saat ini kamu berkhawatir, akan syarat ketiga, yang sudah kamu setujui."
"Apa kira kira yang akan aku minta dari mu ?"
ucap Camelia sambil tersenyum penuh kemenangan, karena dia kini berada di atas angin..
Guo Yun tersenyum kecut dan berkata,
"Terserah pada mu, itu hak mu.."
"Cuma yang harus kamu ingat, kamu hanya punya satu kesempatan permintaan tidak lebih. "
"Jadi aku sarankan, sebelum meminta lebih baik kamu pikirkan dan pertimbangkan dengan matang, agar tidak menyesal nantinya.."
Camelia tersenyum dan berkata,
"Tentu saja, aku akan manfaatkan dengan baik peluang ini.."
"Kebetulan kamu ada di sini, di depan makam ayah ku, kakak ku dan paman ku yang tewas di tangan mu.."
"Sebagai anak yang berbakti, sudah sepatutnya aku meminta untuk meminta maaf dan bunuh diri di hadapan mereka.."
"Bagaimana bila aku minta itu saja..?"
tanya Camelia sambil tersenyum mengejek kearah Guo Yun.
Guo Yun tersenyum kecut dan berkata,
"Sebelum aku menyetujui mu, aku ingin meluruskan beberapa hal.."
"Pertama ayah mu tewas dalam pertempuran, kalah strategi, kalah perang.."
"Dalam suatu peperangan yang adil menang hidup kalah mati, itu sangat wajar.."
"Tidak ada permusuhan ataupun dendam pribadi di sana..'
"Dia pun bukan tewas secara pribadi ditangan ku, dia tewas tenggelam bersama kapalnya yang kebakaran.."
"Jadi tidak bisa di katakan aku membunuhnya, kalaupun mau di paksa kaitkan.."
"Maka seharusnya kamu buat perhitungan dengan Lu Bu Wei atau Ying Zheng bukan dengan ku.."
"Karena waktu itu aku jalankan tugas dari mereka, yang aku gunakan juga pasukan mereka, di bawah Panji Qin.."
"Kedua soal paman mu Chan Kiev dan kakak mu Agahai, meski kami terlibat dalam perang yang sama seperti perang dengan ayah mu.."
"Tapi di sini aku hanya mengalahkan dan melukai kakak mu.."
"Di sini yang membunuh mereka ada Lu Bu Wei, dia yang memanfaatkan situasi, di mana saat paman mu Chan Kiev, sedang mengobati kakak mu yang terluka.."
"Tidak bisa memberikan perlawanan, dia habisi mereka semuanya.."
"Jadi dalam kematian kakak mu dan paman mu, aku jelas bukan pelakunya.."
"Orang sudah meninggal siapa yang bisa menjadi saksi kebenaran ucapan mu..?"
"Hanya keledai yang percaya.."
ucap Camelia tidak mau kalah.
"Langit dan bumi sebagai saksinya, bila aku Guo Yun berbohong tentang hal ini, biar aku mati mengenaskan di bawah kutukan langit dan bumi ."
"Selain itu kamu bisa mengirim mata mata mu pergi menyelidiki, secara jelas."
"Saat ini mungkin saja masih ada, sisa bawahan Lu Bu Wei sebagai saksi saat itu, yang masih hidup hingga kini.."
"Kamu boleh menyelidikinya."
"Saat ini dengan hubungan mu dan Ying Zheng, kurasa bukan hal sulit, bila kamu mau mencari tahu kebenaran nya.."
ucap Guo Yun tenang.
"Mengapa kamu begitu banyak alasan, apa kamu begitu takut mati..?"
tanya Camelia sambil tersenyum membalas mengejek.
"Takut tentu saja aku takut, aku takut bila aku mati penasaran disini.."
"Istri istri ku akan kemari mencari mu balas dendam, kamu sekarang tidak punya Attila.."
"Tidak punya siapa siapa, bagaimana kamu akan hadapi mereka.."
"Terutama istri ku Gongsun Li, kamu juga bukan tidak tahu bagaimana sifat nya dan kemampuan nya ."
"Belum lagi Si Si dengan pasukan senjata rahasianya yang mematikan.."
"Terakhir Min Min meski dia kini hanya orang lemah biasa, tapi yakinlah orang lembah hantu kamu jangan pernah berani mengusiknya, kamu pasti akan menyesal.."
ucap Guo Yun tersenyum tenang.
Sekali ini berbalik Camelia yang jadi terdiam mendengar ucapan Guo Yun yang sangat masuk akal.
Terutama soal Attila yang pergi dari sisinya, jangankan istri istri Guo Yun datang balas dendam.
Sebelum mereka kudeta di dalam kerajaannya pun belum tentu sanggup dia menanganinya.
Selama ini negaranya begitu tenang dan stabil, semua karena kehadiran Attila.
Semua kepala suku besar kecil, tidak ada yang tidak takut dengan Attila.
Bagi mereka Attila adalah dewanta Xiong Nu, Attila tiada apa yang akan terjadi dengan kerajaan nya masih tanda tanya besar.
Tiba-tiba Camelia menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Baiklah aku berubah pikiran, aku percaya pada mu.."
"Aku membatalkan niat ku tadi.."
"Bagaimana bila aku kini meminta mu menggantikan Attila menjadi suami ku, tinggal selama nya bersama ku, menyayangi dan mencintai ku, seperti Attila mencinta ku..?"
"Lupakan semua tentang ketiga istri mu..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kamu ini cukup kemaruk,.."
"Aku katakan itu tidak akan pernah bisa.."
"Selain Attila tidak akan ada yang bisa.."
"Terutama aku, aku tidak bakalan bisa, alasan nya sangat mudah.."
__ADS_1
"Aku tidak mencintaimu, aku sangat mencintai istri istri ku, aku juga tidak betah tinggal di tempat yang seperti neraka ini.."
"Di mana mana hanya ada rumput pendek dan pasir, mau mandi saja susah.."
"Hiiiii..ogah..!"
ucap Guo Yun sengaja berlagak seperti orang mengigil ngeri, untuk membalas mengejek Camelia yang sombong.
"Kau...!"
ucap Camelia sambil menunjuk wajah Guo Yun dengan kesal.
"Aku,..aku.. kenapa ? aku memang bicara sejujurnya.."
"Kamu mau yang bicara nya manis dan palsu, kamu salah alamat, seharusnya kamu pergi cari Ying Zheng.."
"Jangan cari aku atau Attila, kamu tidak bakal temukan ucapan palsu dan manis itu "
"Siapa bilang ? cuma kamu yang tiap bicara selalu menyakiti ku, Attila ku kalau bicara selalu manis dan enak di dengar.."
ucap Camelia tidak mau kalah.
Guo Yun tersenyum mengejek dan berkata,
"Itu karena dia memang bicara sejujurnya dan jujurnya dia kebetulan cocok di dengar oleh mu.."
"Karena dia memang tulus mencintai dan menyayangi mu, dia hanya ingin lihat kamu senang dan bahagia."
"Tapi sayangnya kamu sudah buat dia pergi, kamu harus rakat kembali, dia kini bukan Attila mu lagi.."
"Kamu kini hanya seekor ulat gemuk, yang kesepian dan menyedihkan.."
ucap Guo Yun sambil tertawa.
"Kau...! kau...! kau...! jahat sekali..!"
"Aku akan...!"
ucap Camelia dengan geram ingin maju mencekik leher Guo Yun, yang terlihat sangat menyebalkan, tapi juga sulit di lupakan.
"Tidak tidak jadi.."
ucap Camelia sambil tersenyum penuh kemenangan.
Dia tidak jadi mencekik Guo Yun, dia malah kini tersenyum manis dan berkata,
"Kamu boleh tidak mau, tidak suka, tidak cinta, tapi kalau aku meminta mu memenuhi janji mu "
"Sebagai realisasi syarat yang kamu sudah setujui kamu bisa apa..?"
"Kamu minta apa tentu saja aku tidak bisa menolaknya katakan saja.."
ucap Guo Yun santai .
Camelia tersenyum senang dan berkata,
"Tentu saja seperti yang tadi aku katakan..aku akan minta kamu...menggantikan Attila menjadi suami ku, tinggal selama nya bersama ku, menyayangi dan mencintai ku, seperti Attila mencinta ku..?"
"Serta Lupakan semua tentang ketiga istri mu..?"
"Kamu ini, kamu lupa dengan syarat ku, ? kamu cuma boleh minta satu, ini kamu minta berapa ? tunggu aku hitung dulu tuh hampir 10 kamu mintai nya.."
ucap Guo Yun sambil tepuk jidat pura pura mabuk.
Melihat gaya Guo Yun, Camelia tentu saja sangat jengkel, tapi selain cemberut mendengus kesal membanting kakinya, dia sudah tidak tahu apa yang harus di lakukan menghadapi Guo Yun yang sungguh menjengkelkan, bikin gemas dan greget.
Diam diam dia mulai berpikir, bila punya suami seperti ini, dia pasti akan pendek umur, mati jengkel.
Tiba-tiba Camelia terbayang banyak anak kecil mengelilingi, semuanya menjengkelkan seperti Guo Yun.
Bahkan bayi dalam gendongannya berwajah mirip Guo Yun, bayi itu sedang memberikan senyum menjengkelkan kearahnya.
Lalu tiba-tiba menyemprot wajahnya dengan air pipisnya, hingga masuk kedalam mulut mata dan hidung nya.
Otomatis secara reflek Camelia gelagapan dan berteriak keras,
"Tidakkkkkk...!"
"Kamu kenapa stress ya, tiba tiba teriak,..dasar gila ."
ucap Guo Yun yang kaget dengan teriakan kaget Camelia.
Omelan Guo Yun seperti air dingin yang menyiram kepala Camelia.
Dia segera tersadar dari lamunannya.
Wajahnya seketika merah padam, dia menjadi salah tingkah dan serba salah.
Menjelaskan khayalan nya tadi tentu sangat memalukan, dan akan membuat Guo Yun semakin menertawai nya.
Tapi tidak jelaskan Guo Yun akan anggap dia tidak waras.
"Pergi aku minta kamu pergi segera,.. tinggalkan aku segera bajingannn..!"
teriak Camelia penuh emosi.
Kalimat ini yang sedang Guo Yun tunggu dari awal hingga akhir.
Ini adalah salah satu akal dia.
Agar bisa lolos dari syariat yang di buat oleh Attila untuk nya
Guo Yun sudah perhitungkan jauh jauh sebelumnya, menantang Attila dia hanya akan mati konyol.
Daripada mati konyol, Guo Yun lebih yakin dua akan lebih mampu menghadapi si dada besar berotak kecil ini, daripada menghadapi Attila.
Dalam hal ini dia jelas lebih punya perhitungan buat menang, ketimbang melawan Attila dengan ilmunya yang mengerikan.
Terutama pedang dari Wu Ming Lau Jen itu.
Guo Yun jelas tidak mungkin bisa menang melawan murid manusia dewa itu.
Guo Yun sambil tersenyum senang berkata,
"Kamu yang bilang ya,? ini kan permintaan mu, jangan menyesal,? jangan bilang aku tidak mengingatkan mu, kamu hanya bisa minta satu kali.."
"Jangan menyesal.."
ucap Guo Yun sambil memasang wajah tertawa menyebalkan, dia sengaja menatap kearah dada dan kening Camelia secara menyebalkan.
Seolah olah mau berkata, dada besar otak kecil.
Tentu saja Camelia langsung menyadarinya.
Camelia otomatis menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Dan berteriak marah.
"Pergi...! pergi..! bajingannn...! pergi...! jauh jauh sana...!"
"Jangan biarkan aku melihat mu lagi..!"
ucap Camelia sambil menendang sembarangan mengusir Guo Yun menjauhinya.
Guo Yun sambil tertawa penuh kemenangan berkata,
"Kamu yang minta kelak jangan menyesal dan salahkan aku..!"
"Baik baik,..aku pergi dulu..sampai jumpa..!"
teriak Guo Yun dari jauh sambil tertawa gembira meninggalkan tempat itu penuh kemenangan.
Sementara Camelia sesaat setelah Guo Yun pergi, pikiran tenangnya kembali.
Dia baru menyadari dirinya telah di tipu mentah mentah oleh Guo Yun.
Kini satu satunya yang Attila tinggalkan untuk kebaikan nya, telah dia buang secara cuma cuma.
Kini selain menyesal, dia sudah tidak tahu mau berbuat apa lagi.
Akhirnya Camelia hanya bisa menelungkup di depan makam ayahnya menangis dengan sedih seorang diri di sana.
Semua perasaan menyesal bersalah takut sedih kecewa marah emosi kesal, semua hanya bisa dia tumpahkan lewat tangisannya.
Selain menangis dia benar benar tidak tahu harus bagaimana lagi.
Dia bahkan tidak tahu bagaimana dia harus menjalani hari hari nya kedepan nanti tanpa Attila.
Dua bahkan tidak berani pergi memikirkannya.
Guo Yun sendiri setelah pergi dari sana, dia langsung kembali ketengah kota Long Cheng.
Guo Yun yang sebelumnya pernah melihat tempat pelelangan itu, dia segera mendatangi tempat pelelangan itu.
Di sana Guo Yun berbaur dengan para pengunjung yang memenuhi tempat pelelangan tersebut.
Guo Yun ikut berdesakan di antara para pengunjung yang memenuhi tempat itu.
Setelah menemukan posisi yang tepat untuk melakukan pengamatan, Guo Yun pun berkata,
"Pak sebenarnya orang orang yang di perdagangkan ini, siapa sih yang membawa dan menawarkan mereka untuk di perdagangkan disini..?
Seorang kakek tua yang kebetulan berdiri di samping Guo Yun pun berkata,
"Sumbernya banyak anak muda, buat apa kamu tanyakan hal gak penting itu. ?"
"Emangnya berapa banyak pak,? hingga bapak mengatakan banyak.."
__ADS_1
"Atau jangan-jangan bapak tidak tahu..?"
ucap Guo Yun sambil tersenyum meremehkan.
Kakek itu tentu saja tersinggung oleh ucapan Guo Yun.
Dia langsung menatap Guo Yun dengan tajam dan berkata,
"Kamu mau cari ribut..?"
Guo Yun tersenyum tenang dan berkata,
"Bapak kalau tahu tinggal katakan saja, kalau tidak tahu ya sudah, kenapa mesti marah ?"
"Wah kamu ini bocah busuk, benar benar anak sapi tidak kenal harimau.."
",Berani kamu mencari masalah dengan si onta merah.."
"Ini rasakan..!"
bentak kakek itu langsung menyerang wajah Guo Yun dengan tinjunya.
Guo Yun dengan mudah menghindarinya dan berkata,
"Wah..wah..wah..pemarah benar ni orang, sebentar onta sebentar harimau mana yang benar nih..?"
"Kelihatannya kedua dua nya benar nih, Onta kawin dengan harimau.."
"Lahirlah dia, pemarah ganas seperti harimau, tapi bodoh bebal seperti otak onta.."
ucap Guo Yun sambil menghindar sambil mengejek.
Sehingga kakek itu semakin marah, dia mulai menyerang kesana kemari.
Dalam keadaan ramai dia menyerang Guo Yun, tentu saja sebentar saja, dia sudah salah sasaran.
Dalam sekejab saja tempat itu langsung berubah menjadi arena pertarungan tidak jelas.
Semua orang saling serang tanpa mengetahui duduk perkara yang jelas
Perkelahian itu semakin lama, semakin meluas dan kacau balau.
Memang ini yang diinginkan oleh Guo Yun, awalnya Guo Yun hanya berniat mencari informasi kelompok pedagang manusia.
Tapi begitu menyaksikan sikap kakek itu yang gampang emosi, tidak mengerti aturan dan tata Krama.
Guo Yun sekalian aja memanfaatkan situasi itu untuk membuat keributan.
Hasilnya dalam sekejab saja, keributan itu pecah, semua orang saling serang secara membabi buta tanpa arah tujuan jelas
Keributan ini akhirnya mengundang petugas keamanan bersenjatakan tombak datang membantu memisahkan.
Tapi orang-orang yang sedang kalap ini, tanpa sengaja mereka menyerang pasukan penjaga keamanan yang datang memisahkan.
Begitu petugas di serang, keributan pun pecah, kini perkelahian menjadi semakin ramai.
Karena petugas keamanan jadi terseret masuk kedalam untuk saling adu jotos dengan siapapun.
Kekacauan pun semakin meluas kemana mana, semua kelompok saling terjang saling pukul.
Kekacauan yang terus meluas dan tak terkendali inilah yang di harapkan oleh Guo Yun.
Guo Yun terus menyelinap mendekati bagian perkemahan budak budak itu di tahan.
Sambil berpura-pura panik, berlari kesana kemari, Guo Yun tiba-tiba menyerang salah satu petugas jaga budak di sana.
Penjaga itu tentu saja emosi, wajahnya tiba tiba di tinju oleh Guo Yun dari samping.
Dengan marah dia hendak menyerang balik kearah Guo Yun.
Tapi tidak tahu bagaimana kejadiannya petugas itu malah mengenai wajah pengunjung.
"Ehh maaf..maaf..aku tidak sengaja ."
ucap petugas jaga itu kaget
Tapi pengunjung yang tidak terima langsung membalasnya.
Sehingga terjadilah perkelahian antara penjaga kemah dengan pengunjung.
Petugas lain segera maju untuk melerai, adu jotos berbahaya itu.
Tapi kedatangan petugas jaga lainnya
Justru di salah artikan oleh teman teman pengunjung yang hadir di sana
Sehingga terjadi lah saling serang yang kacau balau, antara pengunjung dan petugas keamanan yang menjaga perkemahan.
Dalam sekejab perkelahian yang kacau balau pun meluas hingga menuju tenda tenda budak budak yang di tahan di tempat itu.
Melihat kekacauan semakin besar dan sulit terkendali, Guo Yun mulai menyelinap masuk dari satu tenda berpindah ke tenda lain.
Setelah dia berhasil membebaskan para budak yang di tahan.
Guo Yun akan meminta mereka untuk kabur melarikan diri, sedangkan dia sendiri, terus bergerak menuju tenda lain, untuk membantu melepaskan tahanan lainnya.
Dalam situasi kacau-balau para budak berhasil melarikan diri meninggalkan tempat itu.
Sesaat kemudian tenda tenda yang sudah di tinggalkan oleh para budak mulai di bakar oleh Guo Yun.
Sehingga keadaan menjadi semakin kacau tak terkendali.
Melihat para budak rata rata sudah kabur melarikan diri, hanya tersisa seorang anak kecil yang kaki tangan nya di rantai.
Di ikat di sebuah tiang besar.
Anak itu terlihat menatap keadaan kebakaran di sekitarnya dengan bingung.
Guo Yun segera bergerak mendekati posisi anak itu, siapa pun yang bergerak menghadang langkahnya akan Guo Yun lempar menjauhinya.
Saat tiba di hadapan anak itu sekali sentak rantai besar yang mengikat tangan kaki anak itu langsung putus semua.
Dengan tenang Guo Yun menggendong anak kecil yang baru berumur 7 tahun itu, meninggalkan tempat yang sedang kacau balau.
Setelah menjauhi pusat keributan Guo Yun iseng iseng bertanya,
"Siapa nama mu nak .?"
"Nama ku Xiang Yu paman.."
jawab anak itu cepat.
"Kamu kenapa bisa ada di tempat itu nak, ?"
"Kamu aslinya berasal dari mana..?"
"Aku berasal dari daerah selatan paman, dulu nya negara Chu, letaknya tidak jauh dari lembah sungai Huai."
jawab anak itu lancar.
Sambil mengikuti langkah Guo Yun berjalan di keramaian kota Long Zheng.
Xiang Yu kecil berkata,
"Aku tadinya bersama paman ku sedang berusaha melarikan diri dari kejaran pasukan Qin."
"Dalam pelarian kami menuju daerah barat, untuk mencari perlindungan ke kediaman guru paman ku.."
"Kami bertemu dengan perampok gurun pasir kalajengking merah."
"Di sana kami pun terpisah, paman ku di jual ketempat lain aku di jual kemari.."
ucap Xiang Yu kecil menjelaskan.
"Kamu tahu darimana nama tempat asal mu, sekaligus nama kelompok perampok yang menangkap kamu dan paman mu.?"
tanya Guo Yun heran.
"Aku tahu dari cerita paman ku, mengenai tempat tinggal asal kami ."
"Sedangkan nama kelompok perampok itu, aku mendengarnya dari mulut anak buah perampok yang menangkap kami ."
jawab Xiang Yu kecil dengan sangat jelas.
Sewaktu menggendong anak itu meninggalkan tempat pelelangan budak.
Guo Yun diam diam sudah memeriksa bentuk struktur tulang di tubuh anak itu.
Guo Yun menemukan anak itu, memilki struktur tulang dewa naga .
Struktur tulang yang sangat langka, 1000 tahun belum tentu ada.
Dia mengetahui hal itu dari kitab pusaka rahasia alam semesta yang pernah di bacanya.
Guo Yun menggandeng tangan anak itu memasuki toko pakaian membelikan pakaian yang layak buat anak itu.
Lalu mereka mampir ke sebuah restoran besar di kota Long Cheng.
Di sana mereka berdua mengisi perut dengan makan daging kaki domba panggang.
Guo Yun sebenarnya kurang doyan dengan baunya.
Tapi karena tidak punya pilihan, dia terpaksa menelannya karena lapar.
Sambil menelan nya Guo Yun diam diam di dalam hati, mengutuk tempat sialan ini.
Dia jadi sangat bersyukur, bisa berhasil memperdayai Camelia.
__ADS_1
Bila tidak seumur hidup harus tinggal di daerah sialan ini.
Tiap hari makan daging berbau aneh begini, cepat lambat tubuhnya pasti akan mengeluarkan bau aneh ini, pikir Guo Yun dalam hati.