LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI DUEL


__ADS_3

Dalam pertempuran besar di mana banyak Dewa Dewi terlibat.


Kwee Ling putrinya si Golok Iblis Kwee Lun, terbunuh oleh Ji Fa, sang putra langit, yang bekerja sama dengan kekasihnya Dewi perang Hua Mu Lan ( Gurunya Gongsun Li).


Kwee Ling terseret kedalam perselisihan itu, karena membela suaminya Wen Zhung yang merupakan pejabat tertinggi kerajaan Yin Shang dengan gelar Tai Se ( Guru Maha Agung ) di bawah Raja Di Xin.


Wen Zhung ini termasuk manusia setengah dewa, yang telah mengabdi selama tiga generasi berturut-turut terhadap dinasti Shang.


Setelah istrinya gugur, Wen Zhung sendiri pun ikut gugur di tangan Jiang Ze Ya, yang merupakan murid Dewa Agung Yu Se Thian Cun.


Kabar kematian putri tunggal dan menantunya, tentu saja membuat Golok Iblis Kwee Lun sangat marah.


Seorang diri dia menerobos istana Kerajaan Zhou yang baru berdiri, menggantikan Kerajaan Shang yang lama.


Dia dengan ilmu Golok Iblis nya membantai banyak sekali pengawal istana.


Ji Fa sang putra langit yang bekerja sama dengan kekasihnya Hua Mu Lan.


Muncul untuk menahan dan mengepung Si Golok Iblis Kwee Lun.


Mereka berdua hampir saja tewas di tangan Kwee Lun, bila Jiang Ze Ya tidak muncul tepat waktu mencegahnya.


Terjadi pertarungan hebat selama tiga hari tiga malam, yang hampir memporak-porandakan seluruh bangunan istana.


Akhirnya Golok Iblis berhasil di kalahkan oleh Jiang Je Ya, dan melarikan diri kembali ke Lembah Iblis.


Tapi pihak Kerajaan Zhou meski Jiang Je Ya menang, mereka harus membayar mahal dengan tewasnya Raja Ji Chang, ayahnya Ji Fa sang putra langit.


Berulang kali Ji Fa, Hua Mu Lan, di bantu Jiang Je Ya menyerang lembah iblis.


Tapi mereka selalu gagal, sehingga seiring berjalannya waktu, Jiang Je Ya pun menganjurkan Ji Fa agar tidak melanjutkan dendam nya.


Lebih baik fokus pada kerajaan dan kehidupan rakyatnya.


Kwee Lun sendiri setelah membuat kehebohan yang mengguncang dunia.


Dia memilih bertapa dan bersembunyi di Lembah Iblis.


Hei Pai Suang Kui punya akses dengan Kwee Lun, karena mereka memilki mutiara iblis yang di perlukan oleh Kwee Lun untuk pemulihan lukanya.


Setelah dia di lukai oleh Jiang Je Ya.


Itulah sekilas tentang sekelumit masa lalu Si Golok Iblis Kwee Lun.


Perdana menteri Li Si yang cerdik, begitu melihat kehadiran keempat orang aneh itu.


Dia buru buru memberi hormat, hingga tubuh nya membungkuk kebawah.


"Selamat datang senior berempat, kalian berempat tentu sudah lelah menempuh perjalanan."


"Silahkan lewat sini, kemah untuk senior berempat telah Li Si siapkan.."


"Silahkan senior berempat meninjaunya, bila ada yang kurang berkenan.."


"Silahkan kabari saja Li Si, Li Si ajan mengatur yang terbaik buat senior berempat.."


Ucap Li Si sambil menjura penuh hormat.


"Cecunguk kerajaan pandai bicara, aku paling benci yang begini.."


"Mengingatkan ku akan si Jiang Lao Cei itu ( Si penjahat tua Jiang ).."


Maki Kwee Lun tiba tiba angkat bicara.

__ADS_1


Mendengar ucapan orang itu, Perdana menteri Li Si seketika pucat wajahnya dan di penuhi keringat dingin.


Perdana menteri Li Si sadar betul, bila orang itu ingin membunuhnya, bahkan Ying Zheng sendiri tidak akan berani membela nya.


"Sudahlah saudara Kwee, buat apa kamu bermasalah dengan orang kecil seperti mereka..?"


"Dia hanya menjalankan tugas nya saja, ayo kita ikutin dia saja.."


Hei Koai buka suara, menenangkan Golok Iblis Kwee Lun.


Kwee Lun mendengus pelan dan berkata,


"Baiklah teman, memandang wajah mu.."


"Aku tidak akan ambil hati dengan nya.."


Perdana menteri Li Si buru buru menjura kearah Hei Koai dan berkata dengan penuh hormat.


"Terimakasih senior.."


"Mari Li Si antar ke kemah.."


Selesai berkata, tanpa banyak bicara lagi.


Perdana menteri Li Si langsung mengantar mereka menuju ke kemah yang memang sudah dia siapkan sebelum nya.


Sedangkan Meng Yu dan Meng Thian di urus oleh Jendral Luo, yang membawa mereka ke kemah yang sudah di persiapkan.


Komandan pasukan bawahan Jendral Luo bertindak cepat mengantar keempat Jendral bawahan Meng Thian dan Meng Yu menuju kemah mereka masing masing.


3000 Personil yang mengantar perbekalan dan persenjataan, mereka melakukan serah terima ke bagian perbekalan.


Mereka segera bergabung bersama pasukan nya Perdana menteri Li Si yang lainnya, menjadi satu kesatuan pasukan Qin


Mereka memimpin barisan pasukan besar Qin kembali bergerak mendekat kearah benteng pertahanan kota Shoucun.


Butuh 2 hari perjalanan tanpa henti, kecuali malam tiba.


Pasukan Qin akhirnya kembali mengepung kota Shoucun.


Sekali ini yang maju kedepan untuk menantang duel adalah 4 Jendral bawahan Meng Thian.


Mereka berempat menunggangi kuda mereka hingga tiba di depan benteng pertahanan Shoucun dan berteriak lantang di sana.


"Saya Jendral Lung..!"


"Saya Jendral Hu..!"


"Saya Jendral Ba..!"


Saya Jendral Siang..!"


"Kami berempat datang menawarkan tantangan duel, Sebelum perang terbuka di mulai..!"


Bagaimana apa ada yang berani terima tantangan kami..!"


Liu Qin Lung langsung melayang turun dari atas menara pengawas diatas pintu gerbang.


Dia melayang turun bagaikan seekor elang besar, sebelum kemudian mendarat ringan di atas tanah.


Jendral Ling Wu dan Gubernur Jendral Zhou Wei tidak ikut serta, mereka hanya mengamati saja.


Mereka paham kemampuan Liu Qin Lung yang sangat bisa diandalkan.

__ADS_1


Bila tidak sedang terdesak dan memerlukan bantuan, mereka berdua hanya akan mengamati situasi dari atas sana.


"Saya Liu Qin Lung dari Yue, mohon pengajaran.."


Ucap Liu Qin Lung sambil memberi hormat.


Setelah saling memberi hormat, mereka berempat pun mulai berduel, diatas punggung kuda satu lawan empat.


Genderang perang dari kedua belah pihak mulai di tabuh bertalu talu.


Memberikan semangat kepada jagoan mereka masing masing.


"Dung..! Dung..! Dung..! Dung..!"


"Dung..! Dung..! Dung..! Dung..!"


"Dung..! Dung..! Dung..! Dung..!"


"Dung..! Dung..! Dung..! Dung..!"


"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


Suara benturan senjata berkumandang memenuhi sekitar arena.


"Hieeehh..!" Hieeehh..!" Hieeehh..!"


Sesekali bercampur dengan suara ringkik kuda mereka yang sedang bertarung.


Keempat Jendral Qin itu bergerak dengan sangat kompak baik menyerang maupun bertahan.


Mereka terus berusaha mengepung Liu Qin Lung, dan memberikan serangan tusukan tombak, dari empat penjuru secara serentak.


"Singggg..!" Singggg..!" Singggg..!"


Singggg..!"


Empat batang tombak berdesing membelah udara, dalam satu waktu bersamaan.


Semuanya datang dari 4 penjuru menusuk tubuh Liu Qin Lung yang berada di tengah tengah.


"Hyaaaaaat..!"


Liu Qin Lung menepuk punggung kudanya, sambil berteriak keras.


Tubuhnya melayang Indah keatas, sehingga keempat tombak itu menusuk tempat kosong dibawah kakinya.


Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"


"Trangggg..!"


Keempat mata tombak itu saling berbenturan sendiri di udara.


"Tapppp..!"


Liu Qin Lung turun mendarat menginjak keempat mata tombak yang menyerangnya.


"Singggg..!"


Dengan gerakan cepat Liu Qin Lung memutar tombaknya melakukan serangan balik.

__ADS_1


__ADS_2