
"Brakkk...!! brakkk...!! Brakkk...!!"
"Brakkk...!! brakkk...!! Brakkk...!!"
"Brakkk...!!"
Pasukan Qin tersapu oleh cahaya merah yang bergerak beruntun bagaikan mesin pembabat rumput
Mayat bergelimpangan, potongan tubuh berserakan, yang terluka bergulingan diatas tanah merintih kesakitan.
Guo Yun sedikit tidak tega melihatnya, tapi mau bagaimana lagi, inilah Medan perang.
Tega tidak tega harus tega, kamu tidak tega dan lemah, itu sama saja berlaku kejam terhadap diri sendiri dan orang orang yang mendukung mu.
Guo Yun mengeratkan genggaman Pedang darahnya, bersiap melepaskan tebasan susulan.
Tiba-tiba di hadapan nya muncul tiga orang pria paruh baya.
Dari pergerakan mereka yang bisa mendarat dengan ringan di hadapannya secara tiba tiba.
Guo Yun menebak ketiga orang ini ada kemungkinan berada di tingkatan paling minim di tingkat Manusia Surga atau mungkin lebih sama dengan dirinya ada di tingkatan dewa abadi.
Tapi hal itu sulit di pastikan, sebelum saling bergebrak, dia tidak bisa memastikan dan saling mengukur kekuatan masing masing.
Guo Yun menatap tajam kearah tiga orang paruh baya di hadapannya dan berkata,
"Siapa kalian,..? apa kalian adalah pimpinan pasukan Qin..?"
Salah satu dari ketiga paruh baya berpakaian biru berkata,
"Apa kamu yang bernama Guo Yun murid dari Kui Zi Sian Seng dari.lembah hantu..?"
Guo Yun sedikit tertegun, dia tidak menyangka akan ada yang menanyakan hal ini padanya.
Sesat kemudian Guo Yun segera sadar, dan berkata,
"Benar saya adalah Guo Yun, apa yang kalian inginkan ? siapa kalian..?"
Pria baju buru tersenyum puas dan berkata,
"Serigala tua itu ternyata tidak menipu kita, dia benar ada di sini.."
Kedua rekannya mengangguk setuju dengan pendapat nya.
Pria baju biru itu sambil tersenyum ramah berkata
"Anak muda, anda boleh tenang.."
"Kami bukan bagian dari kerajaan Qin, kami juga tidak akan ikut campur dalam urusan perebutan kekuasaan negara ."
"Kami bertiga datang karena ingin meminjam kitab pusaka alam semesta, yang kabarnya ada padamu.."
"Asalkan kamu bersedia meminjamkannya pada kami, kami berjanji akan segera pergi dari sini.."
"Kami tidak akan menganggu urusan mu di sini.."
__ADS_1
"Bila kamu inginkan, kami akan membantu mu menghabisi mereka semua.."
"Bagaimana ?"
tanya Pria berbaju biru sambil tersenyum ramah.
Guo Yun setelah mendengar penjelasan maksud dan tujuan mereka.
Di dalam hati dia mengutuk habis habisan ayah mertuanya yang sangat licik itu.
Demi menghalangi gerak geriknya, Lu Bu Wei bahkan membuka rahasia tentang harta pusaka lembah hantu.
Begitu rahasia ini di buka, seluruh jagoan penjuru dunia pasti akan menarget dirinya.
Kedepannya dia tidak akan punya hari tenang, dia akan terus menerus di datangi oleh semua orang yang tertarik dengan kitab pusaka yang bukan hanya ada ilmu silat tingkat dewa, tapi juga ada harta Karun kerajaan Yin Shang.
Ini adalah suatu bencana bagi dirinya, Lu Bu Wei sungguh keterlaluan.
Demi rencananya menguasai dunia, segala cara bisa dia halalkan, termasuk mengkhianati keinginan dirinya sendiri.
Tapi Guo Yun hanya bisa berdecak kesal, selain menghadapi kenyataan.
Tidak ada yang bisa dia lakukan.
Bagaimana pun dia harus pertaruhkan nyawa untuk menjaga amanat dari Kui Zi Sian Seng yang telah mempercayakan kitab pusaka itu padanya.
Guo Yun sadar dengan cara ini, Lu Bu Wei ingin membuat dirinya sesibuk mungkin.
Sehingga langkahnya untuk merebut kembali Shoucun, di saat kekuatan Qin sedang terfokus di Kerajaan Qi, otomatis akan terhenti tidak mungkin bisa di lanjutkan.
Sedangkan kitab ilmu silat tingkat dewa, adalah urat nadinya orang Dunia persilatan.
Mereka semua pasti akan berduyun duyun keluar dari persembunyiannya.
Hanya untuk bisa memenuhi hasrat dan keinginan mereka menjadi orang nomor satu terhebat di kolong langit.
Guo Yun berpikir sebentar, lalu berkata,
"Bukan masalah, tapi saat ini aku tidak punya waktu untuk itu.."
"Kalian bisa bantu menghemat waktu ku, tolong bantu aku bereskan mereka dan bantu aku tahlukkan Shoucun.."
"Nan aku akan tunjukkan pada kalian.."
Ketiga orang itu mata nya langsung berbinar,
"Benarkah ? serius jangan menipu kami anak muda..?"
tanya si baju biru antusias..
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Percaya atau tidak terserah kalian..?"
"Ingin bertarung dan mencoba menahlukkan ku secara kekerasan boleh.."
__ADS_1
"Ingin bicara, rundingkan dan diskusi baik baik juga bukan masalah.."
"Semua terserah kalian.."
"Aku hanya mau ingatkan, di belakang ku masih ada kedua saudara ku yang berada di tingkatan manusia surga.."
"Di tambah dengan 300.000 pasukan harimau hitam, bila bentrokan pecah.."
"Akibat di belakangnya, akan sulit di bayangkan.."
ucap Guo Yun tenang.
Dia memamerkan kekuatannya, untuk membuat ketiga orang itu berpikir panjang.
Sebelum mereka memutuskan untuk mendukung Lu Bu Wei menganggu langkahnya.
Ketiga pria paruh baya itu saling pandang, lalu mereka bertiga terlihat saling berembuk.
Sementara mereka bertiga saling berembuk, pimpinan pasukan Qin yang mencium bau gelagat tidak beres.
Dia segera memerintahkan pasukannya bergerak mundur kembali ke benteng pertahanan Shoucun, untuk menyusun rencana lebih lanjut.
Tapi baru saja mereka bergerak, ketiga pria paruh bawa yang sudah selesai berembuk.
Tanpa berkata kata, mereka bertiga menciptakan ratusan energi pedang di depan tubuh mereka.
Begitu energi pedang mereka lepaskan dalam sekejap jerit ngeri memenuhi tempat itu.
Energi pedang itu berseliweran seperti punya nyawa, terus bergerak kesana kemari dalam kecepatan tinggi.
Setiap energi pedang itu berkelebat pasti ada dua hingga tiga orang pasukan Qin yang bernasib sial tumbang dalam keadaan tidak bernyawa.
Beberapa waktu kemudian seluruh pasukan Qin tewas dengan leher bolong, tertembus oleh hawa energi pedang, yang di lepaskan oleh ketiga orang itu.
Mereka mengincar bagian leher yang mematikan, sekaligus bagian terlemah dari tubuh mereka yang tidak terlindung oleh baju zirah perang anti senjata.
Ketiga orang itu termasuk sadis dan memiliki ilmu pedang yang cukup mengerikan.
Batin Guo Yun di dalam hati, sambil bertanya tanya dalam hati, siapa gerangan ketiga orang ini..
"Anak muda pekerjaan di sini sudah beres, kami akan berangkat duluan ke Shoucun membantu mu.."
"Tapi kamu harus ingat janji mu.."
ucap Si baju biru serius.
Guo Yun menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Kalian tenang saja, aku pasti akan penuhi janji ku.."
"Bagus,..kalau begitu kami permisi dulu.."
ucap ketiga orang itu sambil memberi hormat kearah Guo Yun.
Setelah itu mereka langsung melesat pergi mengambil jalan menuju Shoucun.
__ADS_1
Guo Yun tidak ambil pusing dengan yang mereka lakukan, dia dengan santai kembali masuk kedalam pelabuhan menemui Li Kui dan Li Ba yang sedang duduk bersila memulihkan diri.