
Setelah melemparkan pandangan kepada keduanya sejenak, Liu Pang segera bergegas berjalan di depan di ikuti oleh Xiao He dan Lu Wan meninggalkan tempat kediaman nya.
Beberapa waktu kemudian Liu Pang di kawal Xiao He dan Lu Wan terlihat keluar dari balik pintu gerbang kota Lang Ya.
Xiang Yu di temani oleh 4 saudaranya yang jago bertempur, masing masing duduk diatas punggung tunggang nya.
Menara tajam kearah Liu Pang, meski jarak diantar mereka masih sekitar 300 langkah.
Tapi suasana menyeramkan dari awal sudah terasa sangat kental oleh Liu Pang Ku Wan dan Xiao He hingga sulit untuk melangkah dengan benar.
Apalagi saat mereka lewat, barisan pasukan Xiang Yu yang berpakaian seragam perang merah berbaris rapi di sana, sambil memukul tameng dan menumbuk.tanah dengan ujung tombak mereka.
"Tangggg..! Tangggg..! Tangggg.!"
"Dukkkk..! Dukkkk..! Duaakkkk..!"
"Dukkkk..! Dukkkk..! Duaakkkk..!"
"Tangggg..! Tangggg..! Tangggg.!"
"Dukkkk..! Dukkkk..! Duaakkkk..!"
Dukkkk..! Dukkkk..! Duaakkkk..!"
"Huuuu..! Haaaa...!"
Suara pergerakan dan teriakan mereka yang menggetarkan dan penuh intimidasi.
Semakin mengacaukan keberanian dan ketenangan Liu Pang Xiao He dan Lu Wan.
Liu Pang yang berjalan paling depan sampai melonjak kaget, saat pertama kali mereka melakukan intimidasi suara itu.
Dia terlihat seperti seekor monyet yang sedang memberikan pertunjukan hiburan.
Bagi yang melihatnya, dia memang seperti sedang memberikan pertunjukan hiburan.
Tapi bagi Liu Pang yang merasakan nya langsung, dia justru merasa kedua kakinya tiba tiba ringan, kehilangan tenaga
Hingga sepasang buah di dalam jantung kemenyan nya, seperti naik keatas, melayang ringan.
Liu Pang terlihat sangat grogi dan ketakutan, hingga tanpa sadar dia dia langkah kakinya menjadi kacau.
Dia terjegal langkah kakinya sendiri hingga jatuh tersungkur keatas tanah.
Tapi dengan wajah konyol, muka tembok, Liu Pang segera bangkit berdiri.
Kemudian melanjutkan langkahnya tanpa malu malu melewati mereka semua dengan langkah buru buru menghampiri Xiang Yu.
Dengan muka tembok dan wajah tersenyum lebar, Liu Pang saat tiba di hadapan Xiang Yu segera berkata,
"Selamat datang adik ku, maaf kakak terlambat datang menyambut mu.."
"Silahkan masuk kota Lang Ya adik ku, kota ini memang sengaja aku rebut untuk mu.."
__ADS_1
"Mari masuk.."
Ucap Liu Pang dengan wajah seramah mungkin, untuk mengurangi kecanggungan diantara mereka.
"Tidak,..! Lebih baik kamu berikan penjelasan yang lengkap.."
"Mengapa kamu tidak muncul untuk membantu paman ku mencegat Zhang Han dan pasukannya.?"
"Kamu malah datang kemari, untuk menduduki kota Lang Ya..?"
"Jelaskan juga, mengapa kamu menempatkan pasukan mu untuk menghadang ku kemari..?"
Tanya Xiang Yu dengan suara dingin.
Liu Pang tersenyum kecut dan berkata,
"Kejadian yang menimpa paman Xiang Liang, sepenuhnya salah ku.."
"Aku yang salah perhitungan, aku berpikir Zhang Han yang sudah kalah total.."
"Tidak mungkin mampu menghadapi paman mu dan pasukannya yang tentu sudah siapkah jebakan untuk nya."
"Aku juga salah memperkirakan pergerakan pasukan Zhang Han."
"Aku berpikir mereka tentu akan memilih melawan ku, yang memilki pasukan jauh lebih kecil dan tak terlatih."
"Sehingga aku langsung mengambil Kota Lang Ya sebagai pertahanan kami.."
"Aku dari balik benteng, paman Xiang Liang dari belakang sana.."
"Ternyata aku salah total dan menyebabkan semua kejadian menyedihkan ini.."
"Untuk itu aku akan bertanggung jawab penuh, apapun alasannya.."
"Sedangkan kasus penghadangan perjalanan mu kemari oleh pasukan ku.."
"Itu juga salah ku, aku lalai mengawasi pasukan baru ku, sehingga kini timbul salah paham yang semakin dalam.."
"Meski hal itu di lakukan di luar sepengetahuan ku, tapi sebagai pucuk pimpinan aku tidak bisa cuci tangan melepaskan tanggung jawab..'
Ucap Liu Pang lantang, di bersikap.pura pura gagah.
Tapi dia benar benar ahli sandiwara, seperti seorang aktor profesional, yang membuat orang selalu yakin dengan ucapannya.
Dengan penuh percaya diri dan dada membusung kedepan dia berkata,
"Hari ini aku tidak akan memohon pengampunan dari mu adik ku.."
"Hari ini aku akan pergi dengan tenang tanpa penyesalan, bila adik bersedia berjanji melepaskan semua bawahan dan saudara ku.."
"Juga melepaskan seluruh rakyat di kota Lang Ya dan sekitarnya.."
"Dengan begini, aku baru bisa menerima hukuman dari mu dengan tenang.."
__ADS_1
Ucapan Liu Pang dengan sikap yang mendadak terlihat berani dan gagah.
Sikap Liu Pang yang sangat gagah ini, membuat para tetua yang di hormati di kota Lang Ya memimpin seluruh rakyat kota Lang Ya dan sekitarnya.
Keluar dari balik pintu gerbang kota, mereka semua berlutut sambil menangis dengan suara riuh rendah meminta pengampunan buat Liu Pang saat mata tombak Hua Ci Xiang Yu di todongkan kearah Leher Liu Pang yang hanya tinggal 1 Cun sudah menembus kulitnya.
Bahkan hawa dingin sudah terasa oleh leher Liu Pang.
Seluruh pasukan Liu Pang dan saudara saudaranya yang berjaga diatas tembok pertahanan kota, juga menjatuhkan diri berlutut dengan kepala tertunduk sedih.
Bahkan Fan Kuai dan Cao Shen yang biasanya selalu ribut, kini mereka berdua terlihat berpelukan sambil menangis sedih.
Melihat situasi yang di terjadi di hadapannya, Xiang Yu yang tadinya sangat kesal ingin membunuh Liu Pang hari itu juga.
Dia kini terlihat ragu, dia semakin ragu saat teringat pesan terakhir Su Fu nya.
Xiang Yu akhirnya menarik kembali tombak nya dan berkata,
"Baiklah demi sumpah persaudaraan angkat kita dahulu, sekali ini aku mengampuni mu.."
"Tapi bila ada lain kali, kamu jangan menyesalinya, aku tidak akan mengampuni mu lagi..!"
Ucap Xiang Yu keras.
Ucapan Xiang Yu segera mendapatkan sorakan penuh simpati dari seluruh rakyat kota Lang Ya dengan penuh semangat dan bergembira.
Mereka dengan penuh semangat dan bergembira segera menyambut Xiang Yu dan seluruh pasukannya memasuki kota dengan sangat meriah dan penuh hormat.
Sepanjang jalan mereka terus meneriakkan,
"Hidup Raja Chu Pa Wang Xiang Yu yang perkasa..!'
"Hidup Raja Chu Pa Wang sang penakluk Qin..!"
"Hidup Raja Chu Pa Wang sang penakluk Qin..!"
"Hidup Raja Chu Pa Wang sang penakluk Qin..!"
Kata kata itu terus di teriakkan oleh seluruh rakyat kota Lang Ya menyambut kedatangan Xiang Yu.
Liu Bang yang mengiring di belakang rombongan Xiang Yu hanya bisa berjalan dengan wajah Masygul..
Mangsa yang sudah dalam cengkraman nya, dalam sekejab terpaksa, harus dia berikan ke Xiang Yu dengan kedua tangannya sendiri.
Ini adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, tapi mau tidak mau Liu Pang harus bersabar menelan semuanya.
Saat rombongan Liu Pang semakin tertinggal karena mereka berjalan kaki, sedangkan rombongan Xiang Yu naik kuda.
Xiao He segera menyenggol lengan Liu Pang dan berkata,
"Aku salut sekali dengan aksi heroik kakak tadi.."
"Apa kakak benar benar tidak takut sama sekali..?"
__ADS_1