LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
JERITAN JIWA SI SI


__ADS_3

Guo Yun dari tempat persembunyiannya melangkah keluar.


Dengan senyum canggung, dia berkata,


"Ini aku Si Si, kita bertemu lagi.."


"Maaf aku melanggar permintaan mu dan kembali menemui mu di tempat seperti ini.."


Si Si berdiri mematung dengan bibir gemetar, dia sungguh tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pria, yang tidak pernah bisa dia lupakan sedikitpun, selama beberapa waktu ini.


Air matanya kembali runtuh, tidak tertahankan lagi.


Ingin rasanya dia berlari pergi memeluk pria, yang sangat sangat dia rindukan siang dan malam tersebut.


Tapi pada akhirnya, dia tidak punya keberanian untuk pergi maju melaksanakan keinginan terdalamnya itu.


Dia hanya bisa berdiri mematung, menghela nafas berulang kali, hingga perasaan nya sedikit lebih tenang.


Dia baru berkata,


"Yun ke ke kenapa bisa ada di sini ?"


"Apa yang sedang Yun ke ke lakukan di tempat ini.?"


Guo Yun semakin canggung, dia benar-benar tidak tahu harus memulainya dari mana..


Tapi akhirnya dia menjawabnya juga.


"Aku kemari ingin bertemu dengan keturunan menteri Zhao, aku menduga kemungkinan besar ada hubungannya dengan mu..'


"Jadi aku menunggu mu di sini.."


"Apa makam makam itu Yun ke ke yang membersihkan nya ? untuk apa ? bukankah mereka tidak ada hubungannya dengan Yun ke ke..?"


tanya Si Si


Si Si menatap tajam kearah mata Guo Yun, dia ingin mencari tahu jawabannya dari mata Guo Yun.


Tadinya dia sempat berpikir Guo Yun kemari karena ingin menemuinya.


Ingin membicarakan masalah di antara mereka.


Dia bahkan sempat berpikir, mungkin Guo Yun ingin bertanggungjawab dan menikahinya.


Atau minimal membawanya ikut di sisinya, entah sebagai selir atau sekedar jadi budak pelayan sekalipun, itu masih jauh lebih baik.


Setidaknya dia bisa selalu bersama Guo Yun, mereka tak perlu berpisah .


Tapi jawaban Guo Yun yang mengatakan dia datang karena ingin mencari kakeknya menteri Zhao.


Si Si pun tersadar dari mimpinya, kembali kenyataan pahit, dialah yang terlalu berharap.

__ADS_1


Kini setelah semua tidak sesuai harapan,. dirinya lah yang harus menanggung goresan perih luka di hatinya.


Semua harapan dan mimpinya, terhempas hancur begitu saja.


Hatinya hancur berkeping-keping setelah mendengar ucapan Guo Yun.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata pelan,..


"Tidak ada maksud apapun, aku hanya berpikir tidak ada salahnya membersihkannya.."


"Bila mereka benar ada hubungannya dengan mu, tentu itu sudah wajar dan harus kulakukan.."


"Mengingat hubungan kita yang sangat tidak biasa.."


"Bila sebaliknya, juga tidak apa apa, anggap saja ini ucapan terimakasih ku..kepada menteri Zhao."


"Karena gagal atau berhasil nya, misi ku di Shang Qiu, sangat erat kaitannya dengan bantuan peta dari Senior Zhao."


ucap Guo Yun berterus-terang.


Si Si tersenyum pahit, di dalam hati dia menertawai dirinya yang terlalu naif, dia telah berpikir terlalu jauh.


Kedatangan Guo Yun jelas mengincar petanya, ingin membantu negara Song bangkit kembali.


Si Si berjalan kearah makam kakeknya, dia mulai mengeluarkan satu persatu alat sembahyang, lalu menyusunnya dengan rapi.


Dia juga mengeluarkan hidangan persembahan untuk kakek dan kedua orang tua nya.


Dengan menyusun barang barang itu, di hadapan makam kakek dan kedua orang tua nya.


Dia yang dalam posisi memunggungi Guo Yun, saat airmata nya jatuh berderai, dan menitik keatas lantai makam.


Setidaknya Guo Yun tidak perlu melihat nya.


Dia tidak ingin di kasihani dan menerima belas kasihan dari Guo Yun.


Dengan demikian setidaknya, dia bisa menjaga sedikit harga diri dan martabatnya di depan Guo Yun.


Sambil menyusun barang barang, Si Si pun berkata,


"Apa Yun ke ke tahu mengapa kakek ku dan orang tua ku bisa di makamkan di tempat ini..?"


"Apa Yun ke ke juga tahu 113 jiwa keluarga Zhao juga di makamkan menjadi satu lubang di sini.."


"Lalu setelah begitu banyak duka, yang mereka torehkan pada kami, setelah begitu banyak jasa yang di torehkan oleh kakek ku buat mereka.."


"Menurut Yun ke ke, apa alasan ku harus menggunakan peninggalan kakek ku, untuk membantu mereka..? untuk membangkitkan kembali negara dan keturunan mereka yang pantas musnah..?"


ucap Si Si sedikit emosi.


Guo Yun menatap Si Si dengan perasaan bersalah dan berkata,

__ADS_1


"Aku tahu, semua memang berawal dari Raja Huan, yang tidak tahu balas Budi dan bersalah terhadap kakek mu, juga keluarga mu.."


"Tapi bukankah setelah Raja Xiang berkuasa, dia juga sudah memperbaikinya."


"Dengan cara memberikan pertanggung jawaban nya, memulihkan nama baik kakek mu, juga sudah menghukum Bo Yi si akar masalah itu.."


"Aku tahu semua itu tentu tidak cukup, untuk membayar jiwa yang hilang, karena jiwa yang pergi tak mungkin bisa kembali.."


"Itu tidak mungkin bisa di gantikan dengan apapun.."


"Tapi dendam generasi sebelumnya, bukankah sudah seharusnya tidak di teruskan dan berlarut larut di generasi selanjutnya.."


Si Si menghentikan kegiatannya, lalu dia berdiri membalikkan badannya menatap Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke hanya tahu satu, mana tahu dua.."


"Bila raja Xiang tulus melakukannya, akan kah makam kakek ku masih terlantar di sini.."


"Bila dia tulus, haruskah ibu dan ayah ku kehilangan nyawa karena nya.."


"Tidak Yun ke ke,..! kenyataan tidak lah seindah itu,,..! mereka memulihkan nama baik kakek ku..!"


"Menjadikan Bo Yi sebagai kambing hitam, tujuan bukan lain adalah peta ini.!"


ucap Si Si sedikit berteriak, penuh emosi, di tangannya kini terlihat memegang sebuah kertas yang terlipat rapi


Sambil termenung menatap kearah makam ayah ibu nya, Si Si melanjutkan berkata,


"Setelah ibu ku keluar dari persembunyian, mengira status buron nya sudah di hapuskan.."


"Mereka memaksa ibu ku menyerahkan peta ini, karena ayah ibu ku tidak bersedia."


"Aku waktu itu baru berumur 7 tahun, dengan mata kepala ku sendiri, aku menyaksikan mereka di siksa hingga mati.."


"Lalu mayat mereka di buang kemari.."


ucap Si Si sudah tidak bisa menahan diri, untuk menahan tangis memunggungi Guo Yun.


Guo Yun tidak pernah menyangka di balik semuanya, ada kisah yang begitu tragis dan menyedihkan di alami oleh Si Si.


Tanpa berpikir panjang lagi, Guo Yun sudah maju memeluk gadis itu kedalam pelukannya.


Si Si yang masih berusaha menahan diri menangis dalam diam.


Begitu mendapat perlakuan hangat dan penuh perhatian dari Guo Yun.


Dia sudah tidak bisa menahan diri untuk membalikkan badannya, menangis pilu sambil memeluk erat Guo Yun.


Dia melepaskan semua kesedihannya, dalam satu tangisan panjang sepuasnya, untuk melepaskan semua beban yang sudah begitu lama, menumpuk numpuk di dalam sanubarinya.


Seperti menemukan celahnya, bendungan yang di buatnya selama ini, akhirnya jebol tak tertahankan lagi.

__ADS_1


Si Si benar benar menangis dengan sangat amat sedih dalam pelukan Guo Yun.


__ADS_2