LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTANDINGAN KONYOL


__ADS_3

"Baik tuan muda,.. serahkan saja pada kami, kami akan mengurusnya.."


ucap Zhang Yi cepat.


Guo Yun menepuk bahu Zhang Yi dan berkata,


"Bernaung di bawah orang lain, terkadang kita memang terpaksa keadaan, tidak punya kebebasan memilih.."


"Bersabar adalah pilihan terbaik.."


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Kami mengerti itu, tuan jangan khawatir.."


Guo Yun mengangguk, menepuk pundak Zhang Yi, lalu dia membalikkan badannya meninggalkan tempat itu.


Guo Yun melangkah cepat menuju perkemahan Utama.


Sampai di depan kemah, Guo Yun langsung di sambut oleh dua orang pengawal.


Salah satu di antaranya berkata,


"Perdana menteri sudah lama menanti di dalam, silahkan tuan muda Yun.."


Guo Yun mengangguk hormat, setelah itu dia melangkah masuk kedalam tenda.


Di dalam tenda hanya terlihat Lu Bu Wei seorang diri, sedang duduk membaca laporan di kursi kebesaran, yang sebelumnya di sediakan untuk Ying Zheng.


Guo Yun di dalam hati menebak, meski Lu Bu Wei ini, di luar terlihat hanya seorang menteri.


Tapi sebenarnya, kemungkinan besar kekuasaannya bahkan melebihi pangeran Ying Zheng, bahkan mungkin juga melebihi raja ZhuangXiang.


Tanpa mengangkat kepalanya yang sedang meneliti laporan.


Lu Bu Wei berkata,


"Saudara Yun anda sudah tiba, silahkan duduk.."


"Terimakasih perdana menteri, maaf pagi pagi sudah datang mengganggu kesibukan anda ."


"Kedatangan ku hanya ingin menyampaikan, aku dan orang ku sudah memutuskan.."


"Kami semua akan bergabung dengan anda, berangkat bersama menuju Xian Yang.."


"Dalam perjalanan kami akan mengikuti pengaturan perdana menteri.."


Lu Bu Wei menghentikan kegiatannya membaca laporan, dia mengangkat kepalanya menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Bagaimana dengan setibanya di Xian Yang nanti..?"


"Kalau itu tentu saja, kami hanya akan mendengarkan perintah dari Junjungan kami pangeran Ji Ao.."


ucap Guo Yun tegas dan tenang.


Lu Bu Wei menatap Guo Yun dengan serius dan berkata,


"Saudara Yun, mengapa kamu tidak mempertimbangkan untuk mengabdi pada Qin yang besar ?"


"Sayang sekali bila kamu memilih menyia nyia kan bakat mu, mengabdi pada seorang pangeran yang telah kehilangan tahta dan negara nya..?"

__ADS_1


"Aku katakan saja terus terang pada mu, bila bukan karena Pangeran Ying Zheng tertarik kepada adik iparnya, nona Gongsun Li.."


"Aku rasa pangeran itu juga tidak akan di bawa ke Xian Yang."


ucap Lu Bu Wei sambil menatap tajam kearah Guo Yun.


Seolah-olah ingin membelah isi otak dan hati Guo Yun, untuk melihat apa yang sedang di pikirkan dan menjadi isi hati Guo Yun.


Guo Yun meski merasa sedikit emosi, tapi di luar dia bersikap sangat tenang.


Dia tidak mau isi hati dan pikirannya tertebak oleh manusia berbahaya seperti Lu Bu Wei ini.


Guo Yun dengan sikap tenang dan datar berkata,


"Sama seperti jawaban ku sebelumnya, aku berhutang Budi padanya.."


"Di saat aku sedang kesulitan, beliau menolong ku."


"Kini di saat beliau sedang kesulitan, inilah kesempatan aku membalasnya.."


Lu Bu Wei yang tidak berhasil menggali apa yang ingin dia ketahui dari Guo Yun.


Akhirnya dia hanya bisa tersenyum dan berkata,


"Baiklah,.. aku hargai keputusan mu saudara Yun, kapan pun kamu berubah pikiran, jangan lupa hubungi aku.."


"Pintu negara Qin selalu terbuka, menanti kamu datang bergabung.."


Guo Yun mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata,


'Terimakasih perdana menteri Lu, anda telah begitu menghargai dan menaruh perhatian yang begitu besar terhadap hamba.."


"Hamba akan selalu mengingat semua nasehat dan tawaran perdana menteri Lu.."


"Ayo mari kita lihat lihat ketepi sungai, apakah kapal jemputan penyeberangan telah tiba.


Guo Yun mengangguk, lalu mengiringi langkah Lu Bu Wei berjalan meninggalkan kemah utama.


Saat kembali ketepi sungai, Guo Yun sedikit mengerutkan alisnya.


Saat mendengar sorakan dan teriakan serta suara tertawa dari pihak pasukan Qin.


Guo Yun hanya melihat ada keramaian di sana, tapi dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana.


Sehingga di sana terlihat kerumunan masa yang begitu banyak.


Tapi saat dia melihat sikap ketiga saudaranya dan wajah lesu dari pasukan nya.


Guo Yun sudah bisa menebak pasti ada sesuatu yang salah dan tidak beres di sana.


Lu Bu Wei sendiri bersikap tenang, melihat reaksi khawatir Guo Yun.


Dia pun berkata,


"Tenang saja saudara Yun, itu paling hanya pertandingan sepak bola, yang biasa di mainkan oleh pasukan Qin, untuk berolahraga dan mengisi waktu luang."


"Itu bukan masalah besar, ayo kita ikut menonton keramaian.."


ucap Lu Bu Wei sambil mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Melihat kedatangan Lu Bu Wei, para pasukan Qin langsung bergerak mundur kesamping.


Memberi jalan kepada Lu Bu Wei dan Guo Yun.


Setelah mereka berdua tiba di tepi lapangan, di mana pertandingan sedang berlangsung.


Melihat situasi yang sedang terjadi di lapangan, kini pahamlah Guo Yun, mengapa pihak pasukannya terlihat bersikap lesu tidak bersemangat.


Guo Yun memberi hormat kearah Lu Bu Wei dan berkata,


"Perdana menteri, aku permisi sebentar, untuk pergi kesana berbicara dengan ketiga rekan ku yang ada di sana ."


Lu Bu Wei menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Silahkan saja saudara Guo..tak perlu sungkan.."


Guo Yun mengangguk hormat, lalu dia pun bergerak mundur menjauhi Lu Bu Wei.


Dengan agak sedikit terburu-buru Guo Yun menghampiri Zhang Yi dan berkata,


"Kakak Zhang apa yang terjadi mengapa bisa begini..?"


Zhang Yi menghela nafas panjang dan berkata,


"Tadi Jendral Li Sin dan menteri Fan Sui kemari, mereka menawarkan pertandingan permainan sepak bola, untuk mengisi waktu.."


"Karena ku pikir itu hanya olahraga permainan, jadi aku menyetujuinya, agar hubungan antara kita menjadi lebih akrab.."


"Tapi siapa sangka malah berakhir jadi seperti ini,.."


ucap Zhang Yi sambil menatap dengan kasihan, kearah beberapa anggotanya, yang terlihat terluka cukup parah dan sedang beristirahat di pinggir lapangan.


"Ini bukan permainan lagi ini adalah penyiksaan dan penindasan, mengapa bisa begini..?"


ucap Guo Yun yang merasa terenyuh melihat keadaan saudara saudara seperjuangan nya.


"Pada awalnya semua berjalan cukup lancar, tapi setelah saudara saudara kita memenangkan pertandingan di babak pertama.."


"Maka di babak kedua terjadilah hal ini.."


ucap Ling Tong ikut menjelaskan.


Setelah mendengarkan penjelasan Zhang Yi dan Ling Tong.


Guo Yun langsung berjalan menghampiri wasit pertandingan yang ada di pinggir lapangan dan berkata,


"Jendral Li Sin maaf, aku rasa pertandingan ini sebaiknya di hentikan.."


Li Sin yang menjadi wasit pertandingan menoleh kearah Guo Yun, sambil tersenyum mengejek dia berkata,


"Mengapa,..?"


"Apa kamu takut melihat darah ?"


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Pertandingan ini sudah tidak sehat, sebaiknya jangan di teruskan.."


"Bila ingin diteruskan harus main dengan wajar, bukan dengan cara kasar seperti ini."

__ADS_1


"Di sini kita adalah rekan bukan sedang menghadapi musuh di Medan laga."


"Aku dan pasukan ku tentu tidak takut darah, hanya saja darah yang di tumpahkan harus ada harganya.."


__ADS_2