
"Tetua Ling, Yun, Lao, Tzu, saya harap tetua berempat bisa mencegahnya mendarat di dermaga kita.."
Ucap Li Yung sambil menjura penuh hormat, kearah 4 orang pria paruh baya berpakaian putih.
Di mana mereka berempat masing masing terlihat menggendong sebatang pedang di pinggang mereka.
Mereka berempat ini adalah 4 tetua sekte pedang tunggal.
Ying Zheng berhasil menggaet sekte pedang tunggal yang bermarkas di laut timur.
Sekte pedang tunggal sudah ratusan tahun menghilang dari dunia persilatan.
Mereka sebenarnya sudah tidak lagi mau mencampuri urusan dunia persilatan.
Tapi dengan munculnya berita tentang munculnya kitab dan peta rahasia harta Karun lembah hantu.
Di mana banyak orang sakti yang terkenal di jaman mereka di kalahkan oleh Guo Yun.
Mereka menjadi tertarik dan penasaran, ketua generasi ke 40 mereka Li Mu Bai.
Berhasil di hubungi oleh Ying Zheng untuk turun gunung membantunya, dengan imbalan kita rahasia lembah hantu buat dia.
Sedangkan Ying Zheng menerima peta harta Karun lembah hantu, bila misi kerjasama mereka berhasil.
Selama kerjasama, semua biaya pengeluaran sekte pedang tunggal menjadi tanggungan pihak Qin.
Dengan tawaran tawaran menarik dan berbagai hadiah obat untuk meningkatkan kultivasi, buatan tabib istana Xu Fu.
Li Mu Bai akhirnya tertarik untuk menerima tawaran kerjasama dari Ying Zheng.
Si pedang kilat yang di bunuh oleh Gongsun Li adalah murid termudanya Li Mu Bai.
Sedangkan beberapa orang yang menjadi pengawal Meng Yu dan gugur dalam pertempuran.
Mereka semua adalah kakak seperguruannya si pedang kilat.
Dari 10 murid utama Li Mu Bai, kini hanya tersisa satu murid wanitanya yang masih hidup.
Li Mu Bai kini berada di Xian Yang, menjadi pelindung Ying Zheng.
Sedangkan keempat tetua Ling, Yun, Lao, Tzu. mereka di tugaskan oleh Li Mu Bai untuk membantu Li Yung mempertahankan Zhong Lu.
Sebelum keempat orang itu sempat memberi jawaban.
Guo Yun yang terus bergerak, tanpa memperdulikan anak panah yang berhamburan kearah nya.
Dia sudah berteriak keras,
"Thian Ti He Yi (Langi dan Bumi bersatu..)
Dua berkas cahaya Biru dan merah muncul di kedua telapak tangan nya.
Sebelum kemudian dia dorongkan kearah meriam dengan bentakan suara menggelegar.
"Memutar balik Langit dan Bumi..!"
Dua berkas cahaya merah biru melesat kearah meriam yang sedang di nyalakan sumbu nya.
"Wussssh...!'
Kelima meriam itu di buat berbalik arah oleh pukulan jarak jauh Guo Yun.
"Dunggg..!'
Dunggg..!'
Dunggg..!'
__ADS_1
Dunggg..!'
Dunggg..!'
Dunggg..!'
Terdengar suara berdengung saat empat kepala meriam terdorong menghadap kearah belakang, oleh kekuatan pukulan jarak jauh Guo Yun.
"Booommm..!" Booommm..!"
Booommm..!" Booommm..!"
Booommm..!"
Terjadi lima kali ledakan dahsyat, di mana barisan pasukan Qin langsung beterbangan keudara.
Terkena efek ledakan mereka sendiri, pasukan anak panah hancur buyar berantakan, terkena ledakan meriam.mereka sendiri.
Keempat tetua Ling Yun, Lao, Tzu, tanpa menjawab, mereka sudah langsung melesat kearah sungai Wei.
Masing masing dengan pedang di tangan, langsung bergerak menyerang Guo Yun dengan pedang mereka.
Terlihat 4 sinar biru merah kuning hijau, melesat cepat menerjang ke arah Guo Yun, yang baru saja melepaskan pukulan Thian Ti Sen Cang.( Tapak Sakti Langit dan Bumi.).
Guo Yun yang melihat serangan 4 sinar datang mengejarnya.
Dia segera mengerahkan, kekuatan ilmu meringankan tubuh Wu Ying Ru Tian.
Tubuh Guo Yun melesat keatas, sehingga 4 sinar itu melesat lewat di bawah kakinya.
"Singg..! Singg..! Singg..! Singg..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!
Blaaarrr..!
Sedangkan Guo Yun sendiri, setelah menghindari serangan tersebut.
Dengan menjejak kakinya sendiri, tubuhnya terbang berjumplitan 3 kali di udara.
Lalu mendarat manis di tepi dermaga, bersiap mengerahkan tenaga sakti langit dan bumi.
Balas menyerang kearah kempat orang tetua sekte pedang tunggal yang sedang bergerak menerjang kearah nya
Empat batang meriam yang besar dan berat, terangkat melayang di udara, oleh kekuatan kontrol jarak jauh Guo Yun.
Guo Yun sambil berteriak keras,
"Hyaaaaaat..!'
Keempat meriam besar dan berat itu, semuanya tertolak terbang kearah keempat tetua sekte pedang tunggal.
Di mana mereka berempat terlihat sedang melayang di udara, bergerak menuju kearah Guo Yun.
Melihat datangnya serangan gelondongan batang meriam yang besar dan berat Tertuju kearah mereka.
Mereka berempat buru buru, membalasnya dengan tebasan energi pedang yang mengeluarkan cahaya merah biru kuning hijau, menyambut gelondongan meriam yang terbang kearah mereka.
"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"
"Singggg..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..! "
"Blaaarrr..!"
Keempat batang gelondongan meriam terbelah dua, saat di lintasi oleh energi cahaya pedang keempat tetua sekte pedang tunggal.
__ADS_1
Energi cahaya pedang mereka masih terus bergerak menerjang Kearah Guo Yun.
Guo Yun tidak mau berlama lama, dia segera memasang kuda kudanya dan berteriak keras,
"Thian Ti Wu Pien..( Langit dan Bumi Tanpa Batas )..!"
Dari kedua telapak tangan Guo Yun muncul dua cahaya merah biru, berbentuk setengah lingkaran.
Menyambut datangnya sisa kekuatan energi pedang yang menerjang kearahnya.
"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
Dengan mudah keempat serangan itu di hancurkan oleh lesatan energi setengah lingkaran, yang kini bergerak mengejar kearah keempat orang itu.
Keempat orang itu langsung melakukan gerakan kompak, menempelkan pedang di kening mereka tegak lurus.
Mengumpulkan energi yang terpancar turun dari langit masuk kedalam pedang di tangan mereka.
Sebelum kemudian mereka tebaskan untuk menyambut serangan dari Guo Yun.
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..!"
Kembali terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat dengan kesudahan keempat tetua terpental kebelakang, bagaikan layang layang putus.
Di saat bersamaan Guo Yun sudah menghilang dari posisinya.
Dia memecah diri menjadi 4 bayangan.
Masing masing bayangan menyarangkan satu pukulan tapak yang meledak di dada kiri keempat tetua sekte pedang tunggal.
"Dessss..! Dessss..! Dessss..!"
"Dessss..!"
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
"Brakkkk..!"
Empat tetua sekte pedang tunggal jatuh menabrak keatas tanah.
Hingga tanah berhamburan keudara, tubuh mereka berempat terlihat melesak kedalam tanah tanah.
Dari panca Indra mereka terlihat mengalirkan darah segar.
Dada kiri mereka melesak kedalam.
Mereka berempat terlihat terlentang diam di dalam lubang tidak bergerak lagi.
Guo Yun setelah menghabisi keempat tetua sekte pedang tunggal.
Kini dia beralih menatap kearah Li Yung, yang sedang mengatur barisan pasukan tameng Qin bergerak maju mengepungnya.
Guo Yun melirik kearah gelondongan meriam yang masih tersisa satu lagi di sana, dengan puluhan peluru hitam tergeletak di dekat sana.
Guo Yun menghentakkan sebelah kakinya keatas tanah.
"Banggg...!"
Kekuatan hentakan dahsyat Guo Yun membuat gelondongan meriam yang besar dan berat melayang keudara.
Termasuk puluhan peluru hitam juga ikut melayang di udara.
Sambil memutar kedua tangannya dan mendorongkan nya kedepan, Guo Yun kembali berteriak,
__ADS_1
"Thian Ti He Yi..( Langi dan Bumi menjadi satu (