
Tanpa sempat memberikan balasan, ataupun menghindari serangan yang datang bagaikan kilat.
Mereka yang sempat memberikan tebasan pedang, hanya mengenai bayangan Liu Yang Si Pedang Kilat.
Liu Yang Si Pedang Kilat selalu berhasil menghindar menyelinap dengan sangat cepat.
Hingga yang tertebas cuma bayangan punggung Liu Yang Si Pedang Kilat.
Orangnya sendiri, terus menyelinap menghabisi semua pasukan harimau hitam yang berada di dekatnya.
Pedangnya yang lentur menyambar kesana kemari dengan sangat cepat, hingga sulit terlihat.
Hanya cahaya biru berkilau yang terlihat lewat oleh orang yang di serangnya.
Sebelum kemudian mereka merasa perih di bagian leher, lalu tumbang dengan leher berlubang.
Kesibukan mereka melontarkan gelondongan batang pohon jadi terhenti karena kehadiran Liu Yang Si Pedang Kilat di sana.
Sedangkan di bawah tebing sana pasukan tameng Qin yang tersisa setengahnya saja.
Akhirnya berhasil lolos meninggalkan tempat berbahaya itu, berkat bantuan dari Liu Yang Si Pedang Kilat, yang melakukan pembantaian seorang diri di atas tebing sana.
Komandan pasukan harimau hitam yang bertugas di atas tebing.
Melihat situasi yang terjadi, dia segera memberi perintah agar pasukan nya merapatkan barisan menggunakan tameng untuk fokus bertahan.
"Rapatkan barisan,..!"
"Gunakan tameng, buat pertahanan..!"
"Serang balik dengan senjata rahasia..!"
teriak komandan pasukan harimau hitam mengatur barisan.
Sambil terus bergerak mundur menjauhi tempat tersebut.
"Trangggg..,!" Trangggg..,!"
Trangggg..,!" Trangggg..,!"
Trangggg..,!" Trangggg..,!"
"Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!"
"Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!"
"Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!" Dorrr..!"
"Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!" Serrrrrrr..!"
Serangan Liu Yang Si Pedang Kilat tertahan oleh tameng tameng yang menutupi tubuh barisan pasukan terdepan.
Meski ada beberapa yang berhasil di hancurkan, tapi itu sangat menguras tenaga dan kurang efektif.
__ADS_1
Pergerakan nya juga menjadi terhambat tidak bisa secepat sebelumnya.
Ditambah lagi dengan hujan anak panah cross bow dan tembakan senjata yang mengeluarkan suara menggelegar.
Liu Yang Si Pedang Kilat harus benar berhati-hati, membentuk gulungan sinar pedang biru melindungi tubuhnya dari serangan balasan pasukan harimau hitam.
Dengan cara tersebut perlahan lahan sisa rombongan pasukan harimau hitam berhasil bergerak mundur menyelamatkan diri.
Liu Yang Si Pedang Kilat juga memilih tidak melakukan pengejaran, karena dia juga di awal awal, sempat menerima beberapa luka, dari senjata rahasia, yang mengeluarkan suara letusan kuat itu.
Liu Yang Si Pedang Kilat begitu melihat pasukan harimau hitam mundur dari sana.
Dia juga menghilang dari tempat tersebut, kembali kebawah tebing menyusul rombongan pasukan Jendral Meng Thian.
Saat Liu Yang Si Pedang Kilat berhasil menyusul rombongan pasukan Meng Thian.
Dia melihat Meng Thian dan beberapa wakilnya sedang sibuk mengatur pendataan ulang jumlah pasukan yang tersisa dan memberikan bantuan pengobatan ke pasukan yang berhasil selamat dalam kondisi terluka.
Liu Yang Si Pedang Kilat segera menghampiri Jendral Meng dan berkata,
"Bagaimana Jendral Meng kondisi pasukan kita, masih bisa di lanjut atau mundur..?"
Meng Thian menoleh kearah Liu Yang Si Pedang Kilat dan berkata,
"Tidak Senior Liu, kita tidak boleh mundur.."
"Kita hanya bisa terus maju.."
ucap Meng Thian serius.
"Baiklah kalau begitu sebelum kita melewati area jebakan berikutnya, lebih baik aku melakukan pemeriksaan ke depan sana.'
"Senior Liu,.. lengan dan bahu mu terluka, apa tidak sebaiknya di rawat dulu.."
ucap Meng Thian penuh perhatian.
Liu Yang Si Pedang Kilat tersenyum dan berkata,
"Terimakasih banyak, itu tidak perlu.."
"Ini cuma luka luar kulit saja, bukan masalah.."
"Aku pergi dulu.."
Belum selesai ucapan nya, Liu Yang Si Pedang Kilat sudah menghilang dari tempat tersebut.
Liu Yang Si Pedang Kilat muncul di atas tebing, yang di bawahnya akan menjadi jalan celah sempit.
Di mana nantinya akan di lalui oleh rombongan pasukan Meng Thian.
Liu Yang Si Pedang Kilat yang muncul secara diam diam, dia bersembunyi di balik sebuah batu besar melakukan pengamatan secara diam diam.
Dia melihat pasukan harimau hitam sedang sibuk bergerak kesana kemari, melakukan persiapan, untuk memberikan serangan kejutan di pos wilayah jebakan ke-tiga.
Liu Yang Si Pedang Kilat juga melihat ada seorang wanita yang sangat cantik berwajah dingin dengan jubah militer lengkap berwarna merah.
Wanita cantik itu berdiri diatas sebuah batu, sedang melakukan pengamatan kinerja para pasukan harimau hitam di bawah sana.
__ADS_1
Jubah merahnya terlihat berkibaran tertiup angin kencang di puncak sana.
Sehingga wanita itu terlihat semakin cantik dan anggun bagaikan seorang Dewi perang.
Diam diam Liu Yang Si Pedang Kilat, sedikit kagum dan terpesona oleh keanggunan sikap gadis dingin itu.
"Sudah cukup kamu melakukan pengamatan..!"
"Mengapa tidak tunjukkan diri..!"
"Diam diam mencuri lihat di sana seperti pencuri kacangan,..!"
"Apa kamu masih termasuk seorang pria sejati..!?"
Liu Yang Si Pedang Kilat diam diam sedikit terkejut, wanita anggun itu bisa tahu kemunculan diri nya di tempat itu.
Hal ini hanya bisa berarti wanita anggun berjubah merah itu bukan orang sembarangan.
Liu Yang Si Pedang Kilat perlahan-lahan berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dan berkata,
"Aku Liu Yang Si Pedang Kilat tidak berani katakan aku adalah pria sejati.."
"Tapi bila nona ingin mencobanya, aku siap melayaninya.."
ucap Liu Yang Si Pedang Kilat sambil tersenyum mengejek.
"Bajingan bermulut kotor, hari ini aku akan membuat mu membayar semua tindak tanduk dan ucapan mu..!"
bentak Gongsun Li sebelum tubuhnya menghilang menjadi seberkas sinar merah.
Menyambar ganas kearah Liu Yang Si Pedang Kilat dengan sepasang belati pendek yang mengeluarkan cahaya berkilauan.
Gongsun Li langsung menggunakan ilmu andalan dari Dewi Perang Mu Lan.
Sepasang belatinya memainkan tarian belati bidadari matahari rembulan.
Di padukan dengan kecepatan ilmu meringankan tubuh tarian putri giok dan di isi dengan tenaga sakti putri giok sebagai penunjang kekuatan isi serangannya.
Dengan ketiga ilmu itu, Gongsun Li menghilang dalam gulungan bayangan merah.
Menyerang dalam jarak dekat menempel ketat mengelilingi seluruh tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat.
"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Trangggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
Terdengar suara beradunya benda logam dengan bunga api memercik kemana mana menghiasi udara.
Dalam pertemuan benturan berulang kali Liu Yang Si Pedang Kilat semakin yakin Gongsun Li adalah lawan yang cukup berat.
Tidak boleh di anggap remeh samasekali.
Sementara Gongsun Li sendiri, memang sengaja datang ke tempat ini untuk menantikan kemunculan Liu Yang Si Pedang Kilat.
Dia sudah tidak bisa menahan geram, setelah berulang kali mendapat laporan bahwa, Liu Yang Si Pedang Kilat terus mengacaukan dan membunuhi pasukan barisan pendam nya.
__ADS_1
Makanya begitu Liu Yang Si Pedang Kilat muncul, Gongsun Li langsung menyerang nya dengan jurus jurus mautnya.