
Suara teriakan Guo Yun langsung di ikuti oleh suara teriakan bergemuruh seluruh pasukannya, dengan penuh semangat.
Beberapa saat kemudian, setelah membiarkan mereka berteriak penuh semangat.
Guo Yun lalu kembali mengangkat kedua tangannya keatas.
Sehingga suasana langsung kembali hening.
"Saudara ku sekalian, sekarang kalian semuanya boleh kembali ke kemah kalian, untuk beristirahat dan bersiap-siap."
"Besok pagi kita semua akan meninggalkan tempat ini, menyeberangi sungai Yang Tze."
"Kita akan berangkat menuju Sian Yang.."
"Kita akan memulai karir dan masa depan kita di sana .!*
Pasukan Guo Yun dengan kompak mengangguk, lalu mereka membubarkan diri dengan sangat teratur
Mulai dari barisan depan, mereka bergerak membubarkan diri, di ikuti barisan di belakangnya hingga akhirnya semua bubar kembali ke kemah mereka masing-masing.
Setelah seluruh pasukannya membubarkan diri, kini Guo Yun menoleh kearah ketiga orang tangan kanannya.
"Jendral Zhang, Jendral Zhou, Jendral Ling, apa kalian bertiga bersedia ikut dengan ku ke Sian Yang..?"
tanya Guo Yun sambil tersenyum.
Tidak di sangka ketiga orang itu langsung berlutut dengan kaki sebelah dan berkata dengan kompak,
"Kami bertiga sepenuh hati akan melayani dan mengikuti Panglima Guo, hingga nafas terakhir meninggalkan raga kami ."
"Ayo bangunlah kakak bertiga, aku cuma bercanda.."
"Di antara kita mana ada perbedaan atasan bawahan.."
ucap Guo Yun sambil membantu mereka bertiga berdiri.
Setelah berdiri Zhang Yi menatap kearah Guo Yun dengan serius dan berkata,
"Panglima saudara adalah saudara, teman adalah teman, tapi dalam militer tetap harus ada hukumnya.."
"Itu semua demi kedisiplinan, kami sangat berharap panglima bisa seperti panglima kami sebelumnya.."
"Bisa membedakan dengan jelas dan tegas, diluar tugas semua bawahan adalah saudara.."
"Di saat sedang bertugas hukum militer adalah nomor satu.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Terimakasih kak Zhang, Guo Yun akan selalu mengingat hal itu."
"Tapi Guo Yun masih muda, Guo Yun lebih nyaman bila di sapa Tuan muda seperti sebelumnya.."
Zhang Yi dan kedua adiknya saling pandang, mereka kemudian menganggukkan kepala dan berkata,
"Baiklah tuan muda Yun.."
Guo Yun tersenyum dan berkata
"Sekarang mumpung sedang santai, mari kita masuk kedalam, mengobrol, dan membahas bagaimana cara kita, meningkatkan tehnik pertempuran barisan kita..'
"Baik itu bertahan maupun menyerang.."
ucap Guo Yun.
Zhang Yi, Zhou Tai dan Ling Tong mengangguk setuju, lalu mereka bertiga mengikuti Guo Yun masuk kedalam kemah.
Di dalam kemah mereka berempat berdiskusi dan bertukar pikiran.
__ADS_1
Tentang cara melatih dan mendidik pasukan mereka, agar menjadi pasukan yang kuat dan tidak terkalahkan.
Beberapa saat mendengar pendapat ketiga saudara nya, Guo Yun kemudian berkata,
"Dalam setiap pertempuran, yang paling pertama adalah stamina ? benar tidak..?"
ucap Guo Yun sambil menatap ketiga rekannya.
Mereka bertiga langsung mengangguk setuju, dan Ling Tong kemudian berkata,
"Apa tuan Yun punya cara khusus untuk meningkatkan stamina mereka..?"
"Bila olah fisik, kurasa mereka semua sudah terbiasa bukan..?"
tanya Guo Yun balik.
Zhang Yi mengangguk dan berkata,
"Mereka sudah biasa kami wajibkan berlari turun naik gunung setiap pagi.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Bila begitu, tahap berikutnya, adalah kita ajarkan mereka cara mengolah pernafasan.."
"Baik saat mereka sedang bergerak menyerang, maupun saat mereka berlari maupun berjalan.."
"Mereka harus bisa mengatur pernafasan, seperti orang berlatih ilmu tenaga dalam.."
"Aku ada satu metode pelatihan pernafasan yang sudah ku sederhana kan.."
"Begini caranya.."
ucap Guo Yun sambil memberikan petunjuk.
Teknik ini Guo Yun sederhana kan dari tehnik pernafasan 9 langit.
Begitu mereka mencoba mengikuti petunjuk dari Guo Yun.
"Bagaimana ?"
tanya Guo Yun setelah memberikan contoh beberapa kali,
Bahkan dalam beberapa gerakan tehnik menyerang, Guo Yun juga menggunakan tehnik pernafasan tersebut sambil memberi contoh.
"Luar biasa,.."
ucap Zhang Yi penuh semangat.
"Benar sekali.."
ucap Ling Tong
"Dengan tehnik ini, bagaimana pun kita bergerak, kita bukannya menjadi lelah capek dan kehabisan tenaga.."
"Tapi semakin lama kita justru semakin bersemangat, seolah olah energi kita seperti tiada habis habisnya.."
ucap Zhou Tai menambahkan.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Sebagai manusia tenaga kita tetap saja bakal ada habisnya.."
"Tehnik ini hanya untuk memperpanjangnya saja, selain itu juga bisa membangkitkan kekuatan di bawah sadar kita, untuk di manfaatkan dengan sebaik baiknya.."
"Seperti orang sedang kesurupan, bukankah biasanya orang bisa memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.."
"Begitulah yang terjadi, tehnik ini akan mengaktifkan dan memanfaatkan kekuatan itu dengan jauh lebih baik.."
__ADS_1
Setelah mendapatkan penjelasan detil dari Guo Yun, dan berhasil memahami intisari dari tehnik pernafasan tersebut.
Zhang Yi, Zhou Tai dan Ling Tong pun sudah siap, untuk mentransfer ilmu pernafasan itu ke bawahan mereka masing-masing.
"Hal kedua yang harus di perhatikan adalah, bila mereka bisa bertempur dalam formasi barisan kecil.."
"Mereka bisa bekerja sama menghadapi lawan mereka dengan lebih efektif dan mudah."
ucap Guo Yun.
Lalu dia mulai menjelaskan beberapa tehnik formasi sederhana yang bisa di mainkan oleh 3, 5, hingga 8 orang..
Selain itu juga ada beberapa tehnik formasi dalam barisan kelompok besar.
Dimana seluruh pasukannya akan berperang dalam barisan kelompok yang rapi dan teratur..
Di sini Guo Yun memerlukan waktu cukup lama untuk menjelaskan nya satu persatu.
Terutama tehnik formasi dalam barisan pasukan besar.
Di sini benar'benar di perlukan penjelasan yang lebih detil dan sabar, karena di dalam nya banyak perubahan perubahan tidak terduga.
Tanpa terasa mereka bertiga sudah berdiskusi hingga mulai terdengar suara ayam berkokok.
Mereka berempat saling pandang kemudian mereka tertawa bersama.
"Tidak apa-apa kita langsung bersiap siap saja, nanti saat diatas kapal, kita bisa tidur sepuasnya.."
ucap Guo Yun menghibur.
Zhang Yi sambil tertawa berkata,
"Jangan khawatir tuan, kita bahkan pernah selama seminggu tidak tidur, saat kita masih mengikuti panglima Wen Zhong dalam menahlukkan kerajaan Wu.."
Guo Yun mengangguk kagum dan berkata,
"Kakak nanti bila ada hadiah uang bonus kemenangan lagi, aku berencana akan membuatkan seragam khusus yang tahan senjata tajam dan api.."
"Dengan demikian peluang keselamatan seluruh pasukan kita, akan semakin besar.."
"Selain itu kekebalan pasukan kita pasti akan menjatuhkan mental pasukan lawan.."
"Hal ini bisa membuat mereka kalah sebelum bertanding.."
ucap Guo Yun penuh keyakinan.
"Tuan atur saja yang terbaik, kami ikut saja ."
ucap Zhang Yi sambil tersenyum santai.
"Ya sudah kalian pergilah bersiap siap, aku sendiri juga perlu bersiap siap, sebelum pergi menemui Lu Bu Wei."
"Untuk menyampaikan keputusan kita bersama.."
Ketiga orang itu mengangguk patuh, setelah memberi hormat kearah Guo Yun secara militer.
Mereka bertiga pun mengundurkan diri dari kemah Guo Yun, kembali ke kemah mereka sendiri.
Menjelang matahari terbit, Guo Yun sudah memimpin pasukan nya berbaris rapi ditepi lembah sungai Huai.
Guo Yun menatap kearah ketiga jendral nya dan berkata,
"Kalian tunggu di sini, awasi pasukan kita, jangan sampai terjadi keributan, terutama dengan pasukan Qin."
"Aku pergi sebentar ke kemah utama Lu Bu Wei.."
ucap Guo Yun berpesan sebelum pergi
__ADS_1