
Zhao Guang memberi hormat, lalu segera meninggalkan tempat tersebut.
Dia segera memimpin pasukan nya menuju Celah Sempit 9 Naga.
Dia harus tiba lebih dulu, untuk menyiapkan jebakan di celah sempit 9 Naga menyambut kedatangan Meng Yu dan rombongan nya.
Zhao Guang sangat gembira karena sesuai dengan petunjuk dari Guo Yun, dia akhirnya berkesempatan untuk bertemu dengan musuh besarnya.
Di sini dia akan mempersiapkan segala sesuatu nya, untuk memberikan balasan setimpal terhadap Meng Yu.
Meng Yu yang tidak menyadari dirinya sedang di fitnah dan akan di jebak oleh Zhao Guang.
Dia masih memimpin rombongan pasukan nya yang mengawal sebuah kereta kuda yang berisi Putri Ok Soo yang sangat cantik, duduk di dalam nya.
Saat mereka tiba di mulut jalan celah sempit 9 Naga.
Meng Yu memberi tanda agar rombongan nya berhenti sejenak, lalu berkata,
"Kamu .. kamu ..dan kamu.. pergilah kedepan sana untuk memeriksa jalan.."
"Siap.."
"jawab ketiga bawahan Meng Yu cepat.
Tiga orang bawahan Meng Yu segera bergerak memasuki celah sempit 9 Naga dengan menunggangi kuda masing masing.
Mereka awalnya dengan hati hati memasuki jalan sempit itu, tapi hingga tiba di penghujung mulut jalan lainnya yang melebar, mereka selamat dan tidak terjadi apapun.
Jadi mereka langsung memutuskan untuk kembali secepatnya memberikan laporan.
Zhao Guang yang memimpin sebagian pasukannya bersembunyi di kanan kiri tebing, mereka tentu saja, bisa melihat dengan jelas ketiga orang bawahan Meng Yu melewati tempat itu.
Tapi atas kode dari Zhao Guang, mereka semua tetap bersembunyi, mereka membiarkan mereka lewat bolak balik tanpa di ganggu.
Di tempat lainnya, Meng Yu setelah menerima laporan dari bawahannya, dia segera memimpin rombongan nya memasuki celah sempit itu.
Tapi saat mereka berada tepat di tempat, yang yang sudah di tentukan oleh Zhao Guang untuk menjatuhkan eksekusi.
Zhao Guang segera memberi kode dan berteriak ke anak buahnya.
"Serang...!"
"Habisi mereka semuanya..!"
Seluruh barisan pendam, pasukan Zhao Guang segera melepaskan hujan anak panah kearah rombongan Meng Yu.
"Serrrrrrr...! Serrrrrrr...! Serrrrrrr...!"
"Serrrrrrr...! Serrrrrrr...! Serrrrrrr...!"
"Serrrrrrr...! Serrrrrrr...! Serrrrrrr...!"
"Serrrrrrr...! Serrrrrrr...! Serrrrrrr...!"
Panah berhamburan seperti hujan dari langit jatuh dari atas kebawah.
Meng Yu yang dari awal sudah menaruh curiga dengan jalan ini, dia segera berteriak,
__ADS_1
"Pasukan Tameng pertama, Lindungi kereta..!"
"Pasukan Tameng kedua segera saling melindungi dengan tameng kalian masing masing..!"
Pasukan Meng Yu bergerak sigap menangkis anah panah yang datang .
Tapi beberapa panah nyasar tetap saja ada yang mencapai kereta dan menembus jendela kereta.
Putri Ok Soo di dalam sana berteriak kaget ketakutan.
Mendengar suara teriakan tersebut, Meng Yu yang khawatir dengan keadaan Putri Ok Soo .
Dia segera membuka tirai kereta menatap kearah putri cantik, dengan gaun panjang nya itu.
Putri cantik itu, terlihat sedang meringkuk ketakutan di salah satu pojok kereta.
"Putri kamu tidak apa apa..?"
Tanya Meng Yu khawatir.
"Tidak apa apa, Jendral apa yang sedang terjadi..?"
Tanya putri Ok Soo dengan wajah pucat ketakutan.
"Tidak apa-apa, putri tenang saja, bertiarap lah di bawah sini.."
"Jangan pernah keluar, di luar sedang tidak aman.."
Jawab Meng Yu cepat.
Putri cantik itu mengangguk dan menatap kearah Meng Yu penuh rasa terimakasih.
Beberapa anak panah nyasar tepat menancap di tempat dia meringkuk tadi.
"Terimakasih banyak Jendral.."
Ucap putri itu dalam bahasa mereka.
Meng Yu tidak mengerti, tapi dia bisa meraba artinya lewat sikap putri itu.
Meng Yu membalasnya dengan anggukan, lalu dia menutup kembali tirai kereta.
Saat melihat keadaan di luar, Meng Yu melihat anak buahnya sudah banyak yang bertumbangan.
Barisan tameng pertahanan mereka banyak yang bolong bolong.
Pantas saja banyak panah nyasar, bisa masuk kedalam kereta, ternyata barisan pertahanan nya sedang kacau pikir Meng Yu.
Meng Yu segera mengedarkan pandangannya, untuk mencari asal kekacauan yang menjadi penyebab pasukan tameng nya pada berjatuhan.
Saat dia melihat ke udara, dia segera menemukan sumber dari kekacauan pasukannya.
Di udara terlihat berseliweran pasukan lawan yang bergelantungan di seutas tali, yang menggantung dari tebing bagian yang satu ke tebing bagian yang lain.
Tapi itu terpasang dari tempat tinggi menuju tempat rendah, sehingga pasukan lawan yang bergelantungan di atas sana.
Mereka bisa terus bergerak meluncur sambil melepaskan sasaran tembak kearah pasukannya dengan crosbow di tangan mereka.
__ADS_1
Melihat hal itu, Meng Yu dengan kesal mencabut pedangnya, dengan melompat keatas atap kereta.
Kemudian dia meminjam pijakan atap kereta, agar tubuhnya bisa melayang keatas, menebas putus tali yang melintas di atas sana.
Tapi sebelum niatnya tercapai, Meng Yu harus buru buru membuang diri, bersalto turun kembali keatas tanah.
Karena seberkas bayangan tinju cahaya hijau di lepaskan dari atas tebing untuk mengincar, sekaligus mencegat rencananya.
"Wusssh...!"
Pukulan yang mendatangkan angin keras itu, berhasil Meng Yu hindari.
Tapi Meng Yu jadi kehilangan kesempatan untuk memutuskan tali tali, yang membawa pasukan lawan, leluasa membongkar pertahanan pasukan nya.
Setelah melakukan serangan mendadak yang membunuh hampir sebagian besar pasukan Meng Yu.
Pasukan lawan tiba tiba menghilang dari sana, saat pasukan Meng Yu sudah lebih siap menghadapi serangan mereka.
Meng Yu setelah berteriak dan mengutuk pasukan lawan yang bersikap pengecut itu, tanpa respon.
Dia terpaksa membawa pasukannya bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Kini perjalanan mereka lebih lancar hingga mereka tiba di mulut jalan, tidak ada lagi serangan.
Tapi di mulut jalan mereka di hadang oleh Zhao Guang dan pasukan besarnya yang berbaris rapi.
Zhao Guang menggunakan tombak peraknya menunjuk kearah Meng Yu dan berkata,
"Serahkan obat tabib dewa dan putri itu, aku akan memberikan mu kematian dengan jasad utuh..!"
Meng Yu membalasnya dengan senyum dingin dan berkata,
"Jangan mimpi..!"
"Kemarilah ambil, bila punya kemampuan..!"
Zhao Guang juga membalasnya dengan senyuman mengejek dan berkata,
"Kalimat ini justru yang aku tunggu dari tadi.."
"Ledakan...!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
Terjadi ledakan beruntun di bagian belakang barisan belakang pasukan Meng Yu.
Tubuh mereka terpental berhamburan kedepan, saat terkena efek ledakan jebakan yang disiapkan oleh Zhao Guang untuk nya.
Peledak yang tertanam di mulut jalan, begitu terkena panah api, dengan cepat langsung beraksi.
__ADS_1
Pasukan Meng Yu semakin berkurang dan hampir habis, hanya tersisa beberapa ratus orang saja yang masih bertahan dengan Meng Yu di garis depan.
Mereka mengikuti instruksi dari Meng Yu, berbaris rapi mengelilingi kereta.