
Wang Jian dan Guo Yun sama sama berdiri dari tempat duduk memberi hormat dan mengucapkan terimakasih kepada Lu Bu Wei yang bertindak mewakili negara Qin.
Wang Jian menoleh kearah ajudannya untuk mengurusnya.
Sedangkan Guo Yun menoleh kearah Ling Tong dan Zhou Tai, lalu berkata pelan.
"Kakak Ling, Kakak Zhou tolong di bawa ke kemah utama kita.."
Kedua orang itu mengangguk hormat, lalu mereka berdua maju kedepan masing masing seorang membawa satu peti, setelah memberi hormat kearah Lu Bu Wei.
Mereka langsung bergerak meninggalkan kemah tanpa banyak bicara.
Sementara itu, kedua ajudan Wang Jian, tentu mereka tidak bisa melakukan seperti yang di tunjukkan oleh Ling Tong dan Zhou Tai.
Mereka keluar dulu dari dalam kemah, memanggil beberapa orang anak buah mereka datang, untuk membantu mengangkut kedua peti harta itu ke arah kemah Wang Jian.
Lu Bu Wei menunggu hingga hadiahnya di bawa pergi.
Lalu dia bertepuk tangan 3 kali, beberapa pengawal kembali masuk kedalam kemah.
Beberapa pengawal itu datang membawa beberapa macam masakan sederhana, dan arak kasar khas militer, untuk di sajikan ke semua orang yang hadir di sana.
Mereka semua makan dan minum dalam suasana gembira.
Terkecuali Guo Yun, meski di luar dia terlihat tenang, tapi hatinya sebenarnya sangat gelisah, memikirkan nasib Gongsun Li.
Guo Yun menunggu hingga acara makan usai, dia baru berpura-pura bertanya,
"Tuan perdana menteri, saya tidak melihat kehadiran pangeran Ying Zheng, apakah beliau sedang berhalangan atau sedang sakit..?"
Lu Bu Wei tersenyum ramah dan berkata,
"Kedatangan saudara Yun sedikit terlambat beberapa hari."
"Dari beberapa hari yang lalu..Pangeran Ying Zheng telah kembali ke Xian Yang, mungkin kini mereka telah sampai di ibukota Xian Yang.."
Ching Ke sedikit tertunduk, tidak berani menatap kearah Guo Yun, sedangkan Zhong Yu hanya menghela nafas saja.
Mereka berdua tahu dengan pasti, kehadiran Guo Yun semata-mata hanya karena Gongsun Li.
Tapi setelah tiba, dia hanya mendapat kenyataan Gongsun Li, tidak berada di sana.
Hal ini tentu saja amat mengecewakan nya.
Tapi mereka juga tidak bisa apa-apa.
Karena kepergian Gongsun Li menemani pangeran Ying Zheng ke Xian Yang, adalah keputusan nya sendiri.
Tidak ada paksaan dari siapapun juga.
"Bila saudara Yun tertarik ingin bergabung dengan kami menuju Xian Yang..tentu itu adalah hal yang sangat menggembirakan.."
"Apalagi bila saudara Guo Yun tertarik dan ingin bergabung dengan Qin..kami tentu akan menyambut dengan senang hati dan tangan terbuka."
__ADS_1
"Aku berjanji, akulah yang nantinya akan merekomendasikan saudara Guo Yun ke Raja ZhuangXiang."
ucap Lu Bu Wei penuh semangat.
Raja ZhuangXiang adalah Raja Qin saat ini, ayahnya Ying Zheng dengan nama kecil Ying Ren.
Talenta seperti Guo Yun adalah aset negara, bisa mendapatkan nya, itu akan membantunya mendapatkan dunia.
Tentu saja Lu Bu Wei tidak akan mau melepaskan kesempatan ini.
Kalaupun tidak berhasil menarik Guo Yun ke pihaknya, dengan berat hati dia harus cari akal memusnahkan nya.
Agar tidak jatuh ketangan negara lain, yang akan menjadi bahaya di masa mendatang buat Qin.
Lu Bu Wei terlihat sangat bersemangat, ingin merangkul talenta muda seperti Guo Yun untuk berada di pihaknya.
Guo Yun memberi hormat dan berkata,
"Terimakasih atas tawaran dari perdana menteri Lu yang begitu memandang tinggi diri ku.."
"Tapi Guo Yun berhutang Budi pada pangeran Ji Ao dari negara Lu, Guo Yun sudah berjanji akan mengabdi padanya.."
"Jadi Guo Yun sudah tidak bisa menerima tawaran perdana menteri lagi, ."
"Untuk itu Guo Yun mohon maaf.."
ucap Guo Yun beralasan untuk menolak secara halus dan sopan.
Tiba-tiba terdengar suara tertawa mengejek dari Jendral Li Xin.
"Pangeran Ji Ao saja terbirit birit mencari suaka ke Qin, masih bilang mau membantu negara Lu.."
Meski hati Guo Yun panas mendengar ejekan Li Xin, tapi dia lebih kaget, saat mendengar tentang keadaan negara' Lu dan pangeran Ji Ao.
Guo Yun otomatis menoleh kearah Zhong Yu dan Ching Ke untuk mencari kepastian.
Tapi kedua orang itu hanya menghela nafas sedih dan menundukkan kepala mereka.
Melihat sikap mereka berdua, Guo Yun langsung sadar, ucapan Li Xin meski berunsur mengejek.
Tapi ucapan nya adalah benar dan memang adalah suatu kenyataan yang amat sangat pahit.
Guo Yun dengan tatapan mata sedikit kosong, menatap kearah Lu Bu Wei dan berkata,
"Perdana menteri boleh anda bantu jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi..?"
Lu Bu Wei menghela nafas panjang, berpura-pura menunjukkan rasa simpatinya, lalu berkata,
"Seperti yang saudara Guo Yun ketahui, negara Chu sedang melebarkan sayapnya menginvasi kemana mana.."
"Termasuk di dalamnya adalah negara Han, negara' Song, yang kini sudah lebih dulu dia tahlukkan, sebelum dia menarget negara Lu."
"Kami menyeberangi sungai adalah demi membantu negara Lu, menghentikan invasi dari negara Chu."
__ADS_1
"Tapi kami malah terkurung dan terdesak di sini, mendengar kabar tersebut raja Xian dari Lu.."
"Langsung mengutus putranya Pangeran Ji Ao, di bantu oleh beberapa orang kepercayaannya, memimpin pasukan Lu, untuk datang kemari memberikan bantuan.."
"Tapi di tengah jalan pasukan Negara Lu berhasil di hancurkan oleh barisan pendam pasukan Chu."
"Pangeran Ji Ao dan beberapa orang kepercayaannya, berhasil meloloskan diri dan bergabung kemari.."
"Kami kemudian berjuang bersama, berusaha bertahan dari kepungan pasukan Chu.."
"Sementara kami sedang terkurung dan berhadapan dengan pasukan Chu di sini.."
"Negara Qi tiba tiba melakukan serangan mendadak ke ibukota
Qufu, ibukota negara Lu."
"Dalam satu serangan cepat dan mendadak, mereka berhasil menduduki ibukota Qufu."
"Mereka juga berhasil menangkap dan menawan raja Xian dan seluruh keluarganya, maka Negara Lu pun kini menjadi tahlukkan negara Qi."
"Beberapa hari yang lalu, demi keselamatan mereka, karena setiap saat pasukan Chu bisa bergerak kemari.."
"Pangeran Ying Zheng, pangeran Ji Ao, istrinya dan adik iparnya.."
"Berhasil kami selundupkan dengan menumpang kapal pedagang sayuran dan ikan kering, meninggalkan tempat ini..'
"Begitulah ceritanya saudara Guo Yun.."
ucap perdana menteri Lu Bu Wei menyelesaikan ceritanya.
Guo Yun kini mulai paham mengapa Gongsun Li pergi ke negara Qin.
Tadi nya dia sempat berpikir pangeran tidak tahu diri itulah, yang memaksa Gongsun Li untuk ikut pergi bersamanya ke negara Qin.
Bila itu terjadi, dia pasti akan mencari cara untuk menolong gadis itu.
Meski untuk itu, dia harus meratakan negara Qin, dia juga tidak akan pernah mundur.
Guo Yun memberi hormat kearah Lu Bu Wei dan semua yang hadir di sana.
Lalu dia berkata,
"Beri aku waktu untuk mempertimbangkannya, besok pagi aku pasti akan memberikan jawaban nya.."
Lu Bu Wei mengangguk gembira, dia memberikan ijin untuk Guo Yun meninggalkan kemah utama.
Guo Yun mundur dari sana di ikuti oleh Zhang Yi, Zhong Yu dan Ching Ke.
Setelah keluar dari dalam kemah, Guo Yun menatap kearah ketiga orang itu dan berkata,
"Kakak Zhang, Kakak Zhong, Kakak Ching, mari kita rundingkan langkah kita selanjutnya di kemah utama ku.."
Ketiga orang itu menganggukkan kepala menyetujuinya, mereka semua bergerak mengikuti Guo Yun mendaki bukit memasuki hutan belantara.
__ADS_1
Menuju kemah utama pasukan Guo Yun berada.
.