LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERIMBANG


__ADS_3

Guo Yun merasa kakinya yang di gunakan untuk menahan tendangan si Pemuda baju hitam itu, untuk sementara terasa kebas dan mati rasa.


Guo Yun terpaksa harus melompat mundur dengan kaki tunggalnya, dengan agak sedikit tertatih tatih.


Pemuda baju hitam itu kembali datang, dengan mengebutkan jubahnya kearah wajah Guo Yun.


Sementara kakinya dari balik jubah kembali melepaskan tendangan dahsyat.


Tangan kirinya juga ikut melepaskan pukulan udara kosong yang bercuitan.


Guo Yun yang sedang tidak siap terpaksa membuang diri kebelakang.


Sehingga tinju dan tendangan maut si pemuda baju hitam menemui tempat kosong.


Tapi si pemuda baju hitam kembali bergerak mengejar Guo Yun, yang sedang bersalto kebelakang dengan tusukan bambu runcing.


Tubuh si pemuda baju hitam meluncur di atas rumput bagaikan seekor ular.


Dia terbang mengejar Guo Yun dengan tangan kiri memukul tanah, membantu kecepatan laju tubuhnya.


Sedangkan di tangan kanannya pedang bambu runcing terlihat teracung lurus kedepan.


Siap mengincar wajah dan leher Guo Yun, yang berada di posisi bawah ketika dia dalam posisi bersalto kebelakang.


Guo Yun yang melihat serangan aneh dan mematikan dari lawannya.


Dia menggunakan sepasang tangannya menekan tanah.


Tubuhnya meluncur lurus keatas dengan kaki diatas.


Begitu serangan di pemuda baju hitam lewat di bawahnya.


Guo Yun kembali meluncur turun kebawah dengan sepasang cakarnya.


Merasa Cui Mo Cien belum mampu mengimbangi si pemuda baju hitam.


Guo Yun kini memainkan Cakar 9 naga langit, di padu dengan energi 9 langit dan kecepatan ilmu meringankan tubuh menembus Mega.


Begitu tapak dan cakar 9 naga langit di mainkan.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Langsung terdengar suara raungan naga mendahului serangan Guo Yun, yang sedang menerjang kebawah.


Si pemuda baju hitam merubah posisinya, dia kini terbang keatas menggunakan tapak kirinya, untuk menyambut serangan Guo Yun.


Tapak si pemuda baju hitam, yang mengeluarkan cahaya kehijauan, meluncur keatas menyambut cakar Guo Yun.


Tapi tapak itu tidak menemukan sasaran, karena Guo Yun sudah menggantinya dengan mencengkram pergelangan tangan si pemuda baju hitam.


Secara reflek si pemuda baju hitam menggunakan bambu runcingnya menusuk kearah kening Guo Yun.


Tusukan bambu runcing di sambut dengan cakar Guo Yun yang lainnya.


"Brakkkk..!"


Pedang bambu runcing hancur berkeping-keping, tidak kuat menyambut cakar Guo Yun.


Cakar Guo Yun terus meluncur cepat ingin mencengkram leher, si pemuda baju hitam.


"Deesss..!"


Cakar bertemu tendangan si pemuda baju hitam.

__ADS_1


Si pemuda baju hitam terpental ke bawah menabrak tanah..


"Boooom..!"


Sedangkan Guo Yun terpental keatas.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Guo Yun kembali meluncur kebawah dengan sepasang cakar Naga nya.


Siap mencabik cabik tubuh si pemuda baju hitam, yang menjadi penyebab tewasnya pangeran Ji Ao orang terdekat Guo Yun.


Si pemuda baju hitam yang terbaring di atas tanah menggunakan kedua tangannya menekan keatas tanah.


Lalu dia meluncur keatas, menggunakan sepasang kakinya melepaskan tendangan angin puyuh.


Pusaran angin terlihat menutupi kedua kaki pemuda baju hitam yang sedang melesat keatas.


"Plakkk,..! Plakkkk..!


"Dessss.!"


Cakar Naga Langit, bertemu dengan tendangan pusaran angin puyuh kegelapan.


Baik Guo Yun maupun si pemuda baju hitam sama sama terpental mundur beberapa puluh meter kebelakang.


Akibat benturan keras lawan keras yang memiliki tenaga dalam seimbang.


Guo Yun dan si pemuda itu, masing masing masing, yang satu kakinya gemetaran, yang lainnya tangannya yang gemetaran.


Tapi karena tidak ada yang bersedia mengalah sambil berteriak keras


"Hiaaatt..."


"Rooaaarrrrrrr..!"


Adu pukulan dan tangkisan dari bawah hingga terbang keudara, kemudian turun kembali diatas tanah.


"Plakkkk..! Plakkkk..!"


"Dessss..! Dessss..!"


Kaki dan tangan saling bertemu di udara.


Saling dorong dengan pengerahan tenaga sakti puncak.


Si pemuda baju hitam tiba tiba melompat keatas, melakukan satu tendangan putar kearah kepala Guo Yun dengan kaki lainnya.


Guo Yun menghindar dengan sedikit menundukkan kepalanya, tapi tendangan itu adalah untuk mengecoh lawan.


Setelah tendangan nya lewat, dia menarik kembali kakinya untuk di tendang kan kearah dada Guo Yun.


"Dukkkk..!"


"Deesss..!"


Tendangan si pemuda baju hitam dengan kaki lain, yang bebas berhasil mengecoh Guo Yun, dan mendarat tepat di dada Guo Yun.


Di saat tubuh Guo Yun terpental, dia sempat memberikan satu pukulan jarak jauh Kearah dada Si pemuda baju hitam.


Sehingga secara hampir berbarengan, Guo Yun dan Si pemuda baju hitam, terpental mundur sambil memuntahkan darah segar dari mulut mereka masing-masing.


Mereka masing masing jatuh di atas tanah, saat ingin bangkit berdiri, mereka merasa dada mereka terasa sakit dan nafasnya agak sesak.

__ADS_1


Sehingga tanpa sadar, mereka masing-masing memegang dada mereka, yang terasa sesak dan sakit, hingga sulit bernafas.


Mereka saling tatap seperti dua ekor ayam jago, yang sedang saling mengukur kekuatan lawan.


Tidak ada yang bergerak, karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk itu.


Akhirnya si pemuda baju hitam berkata,


"Ini adalah kali pertama aku Si titik merah daratan tengah, gagal dalam tugas.."


"Kamu boleh pergi sekarang."


"Tapi di lain waktu, bila kita kembali bertemu meski tidak di bayar, aku tetap akan mengambil kepala mu.."


"Untuk menebusnya.."


Guo Yun tersenyum mengejek dan berkata,


"Kamu tenang saja ."


"Kamu telah membunuh orang terdekat ku, cepat lambat tagihan ini akan ku hitung dengan mu.."


Setelah itu baik Guo Yun maupun setitik merah daratan tengah, mereka sama sama bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Guo Yun terus berjalan tertatih tatih sambil mengambil nafas dalam dalam, dia mencoba memulihkan luka di sebelah dalam tubuhnya.


Saat tiba di kaki bukit, Guo Yun menemukan Zhang Yi sedang menunggunya, di samping sebuah kereta kuda.


Zhang Yi yang melihat kondisi Guo Yun tidak begitu baik, dia buru buru menghampiri Guo Yun dan berkata,


"Tuan muda bagaimana keadaan mu ?"


"Kelihatannya anda terluka cukup parah.."


ucap Zhang Yi sambil maju membantu memapah Guo Yun menuju kereta kuda.


Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,


"Aku telah gagal, misi kita berantakan.."


"Sepertinya kita harus mengatur ulang rencana kita dari awal lagi.."


"Pangeran Ji Ao, dia telah.."


ucap Guo Yun sedih tak sanggup meneruskan kata-katanya.


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Itu aku sudah tahu,.."


"Tadi ada kusir kereta yang datang ke penginapan mencari ku, mengabarkan hal itu."


"Dia juga mengantar jasad pangeran dan aku sampai kemari.."


Guo Yun mengerutkan alisnya dan berkata,


"Apa dia ada bilang siapa yang menyuruhnya..?"


Zhang Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak, dia hanya mengatakan ada yang membayarnya, untuk menjemput mayat pangeran di paviliun bunga hijau."


"Kemudian dia wajib menjemput ku dan membawa ku kemari.."

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang telah terjadi tuan muda..?"


tanya Zhang Yi ingin tahu.


__ADS_2