LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERTEMU SAHABAT KECIL


__ADS_3

Saat malam tiba di bawah penerangan obor dan cahaya rembulan yang bersinar terang di angkasa.


Guo Yun dan Min Min duduk santai bersama di halaman depan pondok.


Di mana tempat yang bisa di gunakan untuk duduk setengah berbaring.


Memang sengaja di buatkan oleh Guo Yun untuk mereka berdua bisa duduk duduk santai.


Sambil bersandaran dalam pelukan Guo Yun, Min Min berkata,


"Bulan purnama lagi.."


"Bulan nya sungguh indah dan bulat.."


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Mengapa rindu ya, dengan perasaan di terkam secara liar, saat pertama dulu ?"


"Issshhh,.. gak mau..!"


"Takut.."


ucap Min Min manja.


Guo Yun sambil menahan tawa, membelai rambutnya berkata,


"Bukannya kamu paling menikmati bila kita melakukan nya..?"


"Berbeda,.. Wekkk,..!'


ucap Min Min sambil menjulurkan lidahnya dan memicingkan sebelah matanya.


Guo Yun pun tersenyum lebar dan berkata,


"Di mana bedanya..?"


"Hmmmm,..!"


ucap Min Min sambil menengadah seperti orang sedang berpikir.


Lalu dia berkata,


"Ada deh, pokoknya beda..itu rahasia ."


"Ohh main rahasia rahasia an sekarang..'


"Baiklah lihat bagaimana aku menyiksa mu malam ini.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh arti..


Min Min buru buru melarikan diri kedalam rumah sambil tertawa tawa, Guo Yun menyusulnya dari belakang.


Sesaat kemudian saat diluar bunga salju yang dingin sudah mulai turun mengguyur bumi.


Sebaliknya di dalam kamar sana, malah kebalikan, Guo Yun dan Min Min malah terlihat bermandikan peluh dengan nafas berat tidak beraturan.


Tapi dari wajah mereka masing masing terlihat mereka sangat puas dan menikmatinya.


Seminggu mereka menghabiskan waktu satu Minggu, menikmati kebersamaan mereka di pondok baru tersebut.

__ADS_1


Tepat di pagi hari ke delapan, Guo Yun yang sedang duduk diatas sebuah batu di pinggir telaga bersama Min Min.


Dia akhirnya berkata,


"Min Min aku kira sudah tiba waktunya, aku menemani mu pulang menemui kakek mu.."


Min Min mencemberutkan bibirnya lalu dia menatap kearah Guo Yun.


Menunjukkan jari telunjuk nya, dan tanpa berkata-kata,


Dia menatap kearah Guo Yun dengan penuh permohonan.


"Apa ?"


tanya Guo Yun.


"Satu bulan aja lagi boleh, aku masih betah di sini.."


Guo Yun memegang jari telunjuk Min Min, sambil menatap Min Min dengan serius.


Guo Yun, menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak bisa Min Min, bahkan satu hari pun kita tidak boleh menundanya lagi.."


"Kamu mengerti kan..?"


Min Min menghela nafas sedih, dengan kepala tertunduk dia berkata,


"Ya, aku mengerti.. tunggulah sebentar aku pergi bersiap siap dulu."


Setelah itu dia langsung berlari kembali kedalam pondok.


Sepanjang jalan menuju pondok, airmata Min Min tidak berhenti bercucuran.


Mungkin mereka akan segera harus berpisah untuk selamanya.


Tadinya dia berencana menyampaikan suatu kabar bahagia.


Agar Guo Yun lupa dengan niatnya meninggalkan tempat ini.


Tapi melihat keseriusan Guo Yun tadi yang telah bertekad bulat melanjutkan perjalanan.


Dia tahu percuma saja, dia menyampaikan kabar itu.


Bila di sampaikan, nanti malah akan menjadi beban baru yang mempersulit dan membebani pikiran Guo Yun.


Min Min tidak mau hal itu terjadi.jadi dia memilih untuk merahasiakan nya.


Dia tidak akan pernah menyampaikan nya lagi.


Hari di mana dia sampai di lembah hantu, dia akan memikirkan alasan mendorong Guo Yun meninggalkan dirinya di sana.


Min Min sudah memutuskan dia tidak akan ikut menemani Guo Yun lagi.


Dia tidak mau ikut terlibat dan menyaksikan lagi puncak keributan Guo Yun dengan ayang angkatnya Lu Bu Wei.


Sambil bercucuran air mata Min Min merapikan semua barang barangnya.


Setelah merapikan semuanya, saat hendak meninggalkan kamar penuh kenangan itu.

__ADS_1


Min Min menoleh sekali lagi menatap kamarnya, setelah itu dia menghapus sisa airmatanya.


Sambil memaksakan diri tersenyum, Min Min buru buru melangkah meninggalkan kamarnya, melewati ruang tengah .


Kemudian melangkah keluar dari dalam pondok, yang di sambut oleh Guo Yun yang terlihat sedang menyiapkan rakit yang akan mereka gunakan meninggalkan tempat itu melalui jalan air.


Guo Yun sudah melakukan penyelidikan, hutan itu sangat luas dan tak berujung.


Melewati jalan darat ada kemungkinan mereka pasti akan nyasar kemana mana.


Melewati jalur air telaga itu, adalah pilihan yang paling logis pikir Guo Yun.


Beberapa waktu kemudian Min Min dan Guo Yun sudah berada di atas rakit yang bergerak pelan pelan meninggalkan tempat itu.


Min Min terus menatap kearah pondok itu dengan tatapan mata tidak rela.


Guo Yun sambil mengendalikan rakit, dia tersenyum dan berkata,


"Aku tahu kamu benar benar sangat menyukai tempat ini.."


"Aku berjanji, setelah semua tugas ku selesai, aku pasti akan membawa mu kembali ketempat ini.."


"Kita pasti akan melewati sisa hidup kita disini.."


Min Min mengangguk tanpa menjawab, sambil membuang mukanya menatap kearah lain.


Dia tidak ingin Guo Yun melihat wajahnya yang penuh airmata dan terlihat menyedihkan.


Setelah perasaan nya sudah mulai tenang, Min Min mulai menyiapkan ransum kering sederhana buat Guo Yun.


Dia membantu menyuapi Guo Yun makan, karena Guo Yun harus konsen mengendalikan laju rakit yang mereka tumpangi.


Dari aliran air telaga yang tenang dan berair jernih, akhir nya mereka mulai bertemu dengan aliran sungai kecil yang airnya lebih keruh dan deras.


Di sini Guo Yun di tuntut untuk lebih hati hati mengendalikan rakitnya.


Min Min juga harus extra berpegangan erat, agar jangan sampai terlempar ke dalam air sungai yang semakin lama semakin deras dan bergelombang.


Guo Yun sendiri terlihat sangat sibuk menggunakan sebatang galah untuk membantu menghindari rakit berbenturan dengan bebatuan yang timbul di permukaan sungai.


Rakit kecil terlihat terombang ambing, di hempas kesana kemari, untungnya Guo Yun memiliki tenaga sakti yang besar.


Dia bisa mengalirkan tenaga sakti y, membantu galah di tangannya menjadi lentur dan kuat, tidak bisa patah oleh benturan sekuat apapun.


Bahkan galah itu mampu menghancurkan batu sungai yang besar bila di perlukan.


Galah batang bambu itu berubah menjadi senjata dahsyat di tangan Guo Yun.


Setelah menempuh perjalanan seperti itu selama 2 hari 2 malam tidak bisa tenang.


Akhirnya di pagi hari ketiga, akhirnya mereka kembali ke aliran sungai yang jauh lebih tenang.


Guo Yun dan Min Min terlihat mulai bisa kembali duduk bersama.


Membiarkan rakit terus bergerak dengan sendirinya.


"Yun ke ke lihat mengapa di pinggir sana ada seekor macan tutul terus mengamati kita.."


"Di mana..?"

__ADS_1


tanya Guo Yun sambil menatap mengikuti arah yang di tunjuk oleh Min Min.


Akhirnya Guo Yun melihatnya, Guo Yun terkesiap saat melihat macan tutul yang sedang berdiri di tepi sungai sedang menatap kearah nya.


__ADS_2