
Mendengar ucapan terakhir ajudan Bai Qi, yang suaranya ke banci banci an.
Maka meledaklah amarah panglima Zhao tak terbendung lagi.
Dengan wajah kesal, dia langsung meninggalkan bagian atas tembok benteng pertahanan.
Dengan bersiul nyaring, panglima Zhao memanggil kudanya.
Seekor kuda putih,
Terlihat berlari dengan sangat cepat langsung menghampirinya .
Dengan gerakan ringan, panglima Zhao yang memegang tombak panjang di tangan.
Melompat keatas punggung kudanya, yang sedang berlari lewat di hadapannya.
Setelah itu dia dengan sikap gagah berteriak,
"Buka pintu gerbang,..!"
Pintu gerbang pun di buka, jembatan di turunkan.
Panglima Zhao seorang diri memacu kudanya keluar dari benteng.
Melewati jembatan dan berteriak,..
"Hei manusia banci, berani kamu merendahkan ku..!"
"Ayo.kemari, terimalah kematian mu..!"
Guo Yun memberi kode ke Bai Qi agar melarikan diri.
Bai Qi melarikan diri meninggalkan Guo Yun, yang ikut melarikan diri dengan panik.
Dia berusaha mengejar Bai Qi di belakang, hingga saking buru buru, helmnya sampai terlepas, jatuh tergeletak di atas tanah, ditinggalkan begitu saja.
Melihat hal itu, panglima Zhao menjadi besar kepala, dengan penuh semangat, dia melakukan pengejaran kearah Guo Yun.
Di man Guo Yun terlihat agak panik ketakutan, dia sambil memacu kudanya, terus menerus menoleh kebelakang.
Sedangkan kudanya sendiri semakin tertinggal jauh oleh Bai Qi, karena pergerakan kuda Guo Yun benar benar lambat.
Selain kuda yang sedang di tunggangi oleh Guo Yun, tidak ada yang tahu.
Ternyata Guo Yun yang bertubuh sedang, memilki bobot yang sangat berat.
Sehingga kuda itu kepayahan di suruh berlari cepat, hal ini memang sengaja di lakukan oleh Guo Yun.
Di mana dia mengerahkan Ilmu pemberat tubuh ribuan kati.
Agar pergerakan kudanya melambat, memudahkan Panglima Zhao mengejarnya.
Panglima Zhao sebentar saja sudah berhasil mendekati Guo Yun.
Dia mempercepat laju kuda nya, mengejar kearah Guo Yun, sambil menusukkan tombak panjangnya, kearah punggung Guo Yun.
Tapi Guo Yun tiba tiba melakukan gerakan merunduk kebawah, sehingga tusukan tombak itu lewat diatasnya.
Lalu dia membalas menyerang dengan tusukan kebelakang, dengan tombak cagak tiganya secara mendadak.
__ADS_1
Tapi panglima Zhao, ternyata tidak lemah, dia cukup memilki kemampuan.
Meski serangan tusukan tombak membalik dari Guo Yun, cukup berbahaya.
Dia masih sempat melompat keatas, menghindar sambil memberikan tangkisan kearah datangnya tombak Guo Yun.
"Trangggg..,!"
Meski panglima Zhao merasa tangan nya, yang memegang tombak gemetaran.
Hingga tombaknya hampir saja, terlepas dari pegangan tangannya.
Tapi dia masih bisa mempertahankan nya, dan kembali mendarat gagah di atas punggung kudanya.
Kini Guo Yun sambil tersenyum melepas topeng besinya, sehingga kini muncul si topeng emas di hadapan panglima Zhao.
Tapi panglima Zhao tidak gentar, dia malah terlihat penasaran dan berkata,
"Bagus kamu muncul juga, aku sudah lama dengar nama dewa perang Qin, yang mengenakan topeng emas.."
"Kini bisa bertemu, akhirnya lunas lah rasa penasaran saya..!"
bentak Panglima Zhao sambil memutar tombak mengelilingi seluruh tubuhnya.
Lalu kedua kakinya menjepit perut kudanya, memberi kode, agar kudanya bergerak mendekati Guo Yun.
Setelah jarak mereka sudah dekat, dia langsung memberikan serangan tombak bertubi-tubi kearah Guo Yun.
Guo Yun tidak ingin langsung mengalahkan nya, targetnya adalah benteng pertahanan Handan.
Bukan panglima ini, jadi panglima ini hanya perantara bagi dia, agar bisa tahlukkan kerajaan Zhao.
Serangan dari panglima Zhao, bisa di hindari oleh Guo Yun dengan mudah, sesekali dia akan memberikan tangkisan, yang membuat tombak di tangan panglima Zhao hampir terlepas dari pegangan nya.
Setelah merasa cukup puas bermain main, sambil menafsir tingkat kemampuan Panglima Zhao.
Guo Yun dengan gerakan cepat tak terduga, menyarangkan tombak nya, langsung di arahkan ke kepala panglima Zhao.
Panglima Zhao berhasil menghindar menyelamatkan kepalanya, tapi tidak dengan helm di kepalanya.
"Trangggg..!"
Helm di kepalanya tersambar oleh Guo Yun, hingga berlubang lengket di mata tombak Guo Yun.
Sanggul rambut di kepala panglima Zhao ikut terkena tusukan.
Hingga ikatan rambutnya terlepas, rambutnya terurai berantakan menutupi wajahnya.
Panglima Zhao langsung menyadari, dia bukanlah lawan sepadan buat Guo Yun.
Dia dengan gerakan cepat memutar balik kudanya, lalu berlari cepat kembali kearah benteng.
"Hei mau kemana kamu,..!?"
teriak Guo Yun sambil melakukan pengejaran.
Guo Yun mengayunkan tombak di tangan nya, sehingga helm rongsok di ujung tombaknya melayang kearah punggung Panglima Zhao.
"Dukkkk.."
__ADS_1
Helm rongsok tepat menghantam punggung Panglima Zhao, hingga dia memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Hampir saja dia terguling dari atas punggung tunggangannya.
Untung saja, dia masih berhasil bertahan, tidak sampai terjatuh dari atas punggung kuda tunggangan nya.
Panglima Zhao berusaha memacu kudanya secepat mungkin, meninggalkan tempat pertempuran.
Berusaha meloloskan diri dari kejaran Guo Yun, yang sedang mengejarnya.
Kuda Guo Yun yang tadinya terlihat lambat, kini bisa berpacu dengan cukup cepat, meski tetap tidak secepat kuda tunggangan panglima Zhao.
Tapi kini sudah jauh lebih lumayan.
Setelah mendekati pintu gerbang benteng, panglima Zhao berteriak "Turunkan jembatan..!"
"Buka pintu gerbang..!"
"Cepat...!"
Pasukan penjaga benteng, tentu tidak berani membantah, mereka segera membuka pintu gerbang dan menurunkan jembatan.
Sementara itu di tempat lainnya, Bai Qi yang sedang melakukan pengamatan pertandingan dari jarak jauh bersama pasukan nya.
Begitu dia melihat panglima Zhao melarikan diri, dari si topeng emas.
Bai Qi segera memberi kode ke pasukan berkuda nya, mengikutinya menyusul mengejar di belakang Si Topeng Emas.
Panglima Zhao saat tiba di pinggiran jembatan, yang belum sepenuhnya turun.
Dia memacu kudanya terbang melewati jembatan, yang ujungnya belum turun.
Panglima Zhao berlari memasuki pintu gerbang benteng, yang baru terbuka sedikit.
Di saat bersamaan, saat jembatan mulai kembali terangkat.
Guo Yun dengan kudanya, juga terbang melintasi jembatan yang sedang terangkat.
Dengan melepaskan dua sabetan tombak, yang mengeluarkan cahaya merah.
Melesat melintasi rantai penggerak naik turunnya jembatan.
Rantai besi tebal itu putus, tidak sanggup menahan tebasan sinar merah tombak di tangan Guo Yun.
"Trangggg..!"
Trangggg..!"
Rantai langsung putus, jembatan pun kembali roboh kebawah terbentang lebar.
Kini panglima Zhao baru sadar, ternyata Guo Yun punya target lain, bila Guo Yun ingin menargetnya.
Tak perlu repot repot melayaninya, satu tebasan merah jarak jauh, yang bisa memutuskan rantai besi setebal itu.
Lebih dari cukup untuk membuat dia dan kudanya terbelah dua.
Tapi kini kesadarannya sudah terlambat, dia hanya bisa berteriak,
"Cepat tutup gerbang pintunya..!"
__ADS_1
Tapi semua sudah terlambat, seiring dia memasuki gerbang, sebuah bayangan melesat dengan sangat cepat melewati atas kepalanya.
Guo Yun terbang melesat meninggalkan punggung tunggangan nya, melintas diatas kepala panglima Zhao.