
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kalau itu adik tidak berani berjanji, tapi adik berjanji akan usahakan yang terbaik.."
"Untuk itu adik akan sangat membutuhkan dukungan dari kakak bertiga.."
Zhang Yi menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Lalu apa tugas ku..?"
Guo Yun tersenyum menepuk bahu Zhang Yi dengan lembut dan berkata,
"Perjalanan menuju lembah sungai Huai, mungkin perlu waktu 2 Minggu paling cepat.."
"Aku harap kakak Zhang beristirahat dan memulihkan kondisi secepatnya.."
"Sehingga saat kita tiba di lembah sungai Huai, kakak bisa memberikan bantuan yang terbaik buat kita semua.."
Mendengar ucapan Guo Yun, paham lah Zhang Yi, untuk sementara waktu, yang di harapkan dari dia, adalah, dia bisa secepatnya pulih.
Sehingga saat di butuhkan nanti, dia bisa terjun dalam kondisi terbaik.
"Tuan muda Yun, aku dengar pertempuran di.lembah sungai Huai, adalah pertempuran Qin melawan Chu.."
"Saat sampai di sana, siapa yang akan kita bantu..?"
tanya Ling Tong ingin tahu.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Terus terang saja yang ingin kita bantu bukan negara Qin juga bukan negara Chu."
"Tapi yang kita bantu adalah negara Lu, sekaligus menyelamatkan beberapa teman ku yang bergabung dalam pasukan negara Qin.."
"Jadi kita hanya bertugas mempersulit pasukan Chu dan membuatnya mundur.."
"Bukan berperang mati matian melawan mereka.."
ucap Guo Yun menjelaskan.
Ling Tong dan Zhou Tai hanya menangkap sebagian saja penjelasan Guo Yun.
Mereka mengangguk dan berkata,
"Kami dengar pengaturan dari Tuan muda Yun saja.."
"Sekarang kami akan pergi mempersiapkan segala sesuatunya."
ucap kedua orang itu kompak, setelah memberi hormat, mereka pun buru buru meninggalkan ruangan tersebut pergi melakukan persiapan.
Zhou Tai pergi siapkan kereta kuda, sedangkan Ling Tong pergi mempersiapkan seluruh pasukan perampok, untuk bersiap siap melakukan perjalanan menuju lembah sungai Huai.
Pada keesokan paginya rombongan pasukan perampok gunung itu, di pimpin oleh Guo Yun, Zhou Tai, dan Ling Tong.
__ADS_1
Mereka mulai bergerak meninggalkan markas besar mereka, menuju kearah selatan sungai Yang Tze.
Perjalanan yang di perkirakan oleh Guo Yun akan memakan waktu 2 Minggu.
Ternyata di bawah pengarahan Zhang Yi yang sudah sembuh sepenuhnya di hari keempat, pada hari ke 8 akhirnya mereka telah tiba sebuah hutan yang tidak jauh dari lembah sungai Huai.
Guo Yun memerintahkan Zhou Tai untuk mengatur kemah dan barisan pasukan mereka.
Sedangkan Zhang Yi dan Ling Tong, mereka di beri tugas mendaki sebuah puncak bukit, untuk melakukan pengawasan terhadap situasi yang sedang terjadi.
Dari atas bukit sana mereka bisa mengawasi pengepungan yang di lakukan oleh pasukan negara Chu, terhadap pasukan negara Qin.
Guo Yun yang ikut menyusul kemudian, dia cukup lama mengawasi situasi di bawah sana, sebelum akhirnya dia memutuskan kembali ke perkemahan mereka, yang tersembunyi dalam hutan.
Di dalam kemah mereka berempat duduk berkeliling di atas tanah.
Guo Yun menoleh kearah Zhang Yi dan berkata,
"Kakak bisakah kakak berangkat bersama beberapa orang mata mata terbaik kita.."
"Kakak Zhang pergi ke ibu kota negara Chu di Shoucun, untuk mencari informasi sebanyak banyaknya, tentang pemimpin pasukan pengepungan ini.."
"Sekaligus mencari tahu siapa saja pejabat di negara Chu yang kurang menyukainya, juga siapa saja orang terdekat raja Chu Kaolie, yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan raja Chu Kaolie.."
"Selain itu sebelum kakak meninggalkan Shoucun, sebarkan saja gosip bahwa pemimpin pasukan di sini, punya keinginan berbelot, pergi bergabung dengan negara Qi."
"Usahakan gosip ini terdengar sampai telinga raja Chu Kaolie.."
Zhang Yi langsung mengangguk dan berkata,
"Serahkan saja pada ku, aku akan memilih beberapa orang dan segera berangkat ke Shoucun sekarang juga.."
Guo Yun mengangguk gembira, dia memegang kedua tangan Zhang Yi dan berkata,
"Kakak berhati hati lah, kami di sini mengandalkan mu, cepat pergi cepat kembali.."
Zhang Yi tersenyum dan berkata,
"Tuan muda Yun tenang saja, tunggu saja kabar baik dari ku.."
"Selain hal diatas masihkah ada hal lain..?"
tanya Zhang Yi cepat.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Untuk tugas kakak, aku rasa itu juga sudah lebih dari cukup."
"Baiklah kalau begitu aku permisi sekalian pamit, kalian teruskan saja diskusinya.."
ucap Zhang Yi cepat dengan penuh semangat, dia segera meninggalkan perkemahan pergi menjalankan tugas nya.
Tidak perlu waktu lama, Zhang Yi sudah terlihat sedang memacu kudanya, diikuti oleh 4 orang bawahannya, mereka memacu kuda dengan cepat meninggalkan perkemahan.
__ADS_1
Sementara itu Guo Yun melanjutkan perundingan dengan Zhou Tai dan Ling Tong, untuk mempersiapkan rencana penyerangan mereka.
"Kakak Zhou, kakak Ling, mulai besok kita akan memimpin pasukan kita menggali sebuah lubang parit yang besar dan lebar di balik bukit dan beberapa jalan melingkar menuju balik bukit."
"Harap pekerjaannya di lakukan secara diam diam dan rahasia jangan banyak berisik."
Setelah memberikan pesan yang di sanggupi oleh Zhou Tai dan Ling Tong secara berbisik-bisik.
Guo Yun kemudian meninggalkan kemah, kembali ke puncak bukit untuk melakukan pengamatan.
Dia berdiri termenung seorang diri mengamati barisan bintang di langit sana.
3 hari kemudian parit selesai di gali, sesuai dengan arahan Guo Yun parit parit itu ditutupi dengan ranting pohon, dedaunan dan tanah tipis diatasnya.
Sehingga sekilas terlihat sama persis dengan tanah datar, ada beberapa bagian yang di pasangi kayu melintang.
Untuk mempermudah pasukan nya maju dan mundur, menyeberangi parit tanpa harus takut terjatuh kedalam parit.
Bertepatan dengan hari itu, Zhang Yi juga sudah menyelesaikan tugas, yang di berikan oleh Guo Yun dengan sangat baik.
Zhang Yi berhasil menyogok dan mempengaruhi beberapa orang yang tidak suka dengan prestasi pimpinan pasukan itu, yang bernama Xiang Yan.
Selain itu dia juga sukses menebar gosip mencurigakan, tentang Xiang Yan yang ada kemungkinan akan berbelot ke negara Qi.
"Bagaimana kak Zhang, apa semua nya beres..?"
tanya Guo Yun begitu mereka berempat berkumpul dalam kemah.
"Semua berjalan cukup lancar, kecuali informasi tentang kelemahan Xiang Yan, pimpinan pasukan pengepung itu."
"Dia hampir tiada cela, aku tidak berhasil menemukan kelemahannya.."
ucap Zhang Yi memberikan laporan nya.
Guo Yun mengerutkan alis dan berkata,
"Lalu apa kelebihannya ?"
"Cerdik, Cerdas, gagah berani, tegas dan setia terhadap negara dan Junjungan nya."
ucap Zhang Yi menyampaikan pengamatan nya."
Guo Yun mengangguk tanpa berkata apa-apa, tentang diri Xiang Yan, pimpinan pasukan lawannya itu.
Sesaat kemudian Guo Yun berkata,
"Baiklah,..besok kakak Zhou membawa 2000 pasukan menunggu perintah dari ku, tempati lah ujung kanan parit."
"Kakak Ling bawa 2000 pasukan tempati sisi kiri parit, sama seperti kakak Zhou tunggu perintah ku baru bergerak."
"Kakak Zhang bawa 500 pasukan menunggu di seberang parit."
Sedangkan aku akan memimpin 500 orang mengikuti ku, melakukan serangan dari bagian tengah.
__ADS_1