
Guo Yun tertunduk diam, tidak berkata-kata.
Kui Yi Sian Seng tersenyum lembut penuh pengertian dan berkata,
"Tidak apa-apa Yun er, kamu tak perlu menjawabnya sekarang.."
"Cukup di pikirkan dan jadikan pertimbangan buat mu, itu sudah lebih dari cukup."
"Nah sekarang kalian boleh berangkat, kakek tidak punya apa apa untuk kalian selain obat.."
"Kalian perlu apa buat perjalanan ambil saja, tak perlu sungkan.."
"Pergilah, kakek akan selalu doa kan keselamatan buat kalian.."
ucap Kui Yi Sian Seng lembut.
Min Min maju memeluk Kakeknya sambil menangis penuh haru.
Kui Yi Sian Seng sendiri juga terlihat sedikit berkaca-kaca saat membelai kepala cucunya dengan lembut.
"Jaga diri, bila ada waktu, jangan lupa untuk kembali jenguk kakek.."
ucap Kui Yi Sian Seng penuh haru.
Min Min mengangguk kecil.
Min Min mengigit bibirnya sendiri erat erat.
Berusaha menahan suara tangisnya.
Min Min sekali lagi mencium pipi kakeknya dengan lembut.
Setelah itu dia langsung melepaskan pelukannya.
Menarik tangan Guo Yun meninggalkan tempat itu.
Min Min tidak berani menoleh, dia takut hati nya akan menjadi lemah tidak kuat berpisah dari kakeknya.
Guo Yun merangkul Min Min kedalam pelukannya, lalu membimbingnya bergerak meninggalkan tempat itu.
Kepergian Guo Yun dan Min Min di antar oleh warga lembah hantu hingga di depan jalan rahasia, yang akan membawa Min dan Guo Yun meninggalkan lembah hantu
Setelah berpamit mengucapkan terimakasih dan memberi hormat.
Guo Yun dan Min Min akhirnya melangkah memasuki jalan rahasia yang membawa mereka meninggalkan lembah hantu.
Saat tiba di tepi telaga, dengan menggunakan rakit yang sama dengan waktu mereka datang sebelumnya.
Guo Yun menggerakkan rakitnya meninggalkan telaga buru.
__ADS_1
Min Min hanya duduk termenung seorang diri, dengan sepasang mata berkaca-kaca.
Semua kesedihan dan rahasia dari rencana yang akan di jalankan nya.
Semua dia pendam di dalam hatinya, cukup dirinya sendiri yang tahu.
Guo Yun yang hanya mengira Min Min bersedih karena berat berpisah dengan Kakeknya.
Dia memutuskan memakluminya, dan tidak berusaha pergi menganggu Min Min hanya fokus dengan perjalanan mereka, mengendalikan rakit bergerak menyusuri telaga biru.
Guo Yun sudah pernah melakukan nya, jadi tanpa kesulitan berarti, beberapa hari kemudian.
Dia dan Min Min sudah mendarat di tepi lembah sungai Huai.
Dari sana mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Shoucun.
Kota terdekat dengan lembah sungai Huai, tentunya juga kota Xian Yang.
Tapi Guo Yun yang cerdik tidak mungkin mau memasuki sarang Naga dan harimau tanpa persiapan dan mengenali situasi.
Dia sudah terlalu lama menghilang dari dunia ramai,. tentunya dia harus mengumpulkan beberapa informasi penting sebelum bertindak.
Min Min sendiri hanya ikut saja, kemanapun Guo Yun mengajaknya.
Tanpa kesulitan beberapa hari kemudian mereka berdua telah memasuki gerbang kota Shoucun.
Karena di atas benteng kota, hampir setiap sudut semua di penuhi oleh bendera kerajaan Qin.
Bendera kerajaan Wu Yue dan bendera pasukan harimau hitam, sudah tidak terlihat di sana .
Ini hanya berarti pasukan pimpinan kedua istrinya dan saudara saudara nya telah gagal mempertahankan kota ini.
Untuk hal ini Guo Yun tidak heran, karena di pihak Qin ada jendral kuat juga ahli strategi seperti Lu Bu Wei.
Selain itu dari sisi kesaktian, bahkan kedua kakek mertua Li Kui di libatkan.
Mereka tetap bukan tandingan Lu Bu Wei.
Di tambah dengan pasukan Qin yang pernah di latihnya semasa menjadi si topeng emas.
Mereka juga memilki seragam yang sama dengan pasukan harimau hitam.
Seragam kebal senjata tajam, ini adalah keuntungan pihak Qin, karena mereka lebih siap.
Baik dari segi jumlah Pasukan yang jauh lebih banyak.
Dari tehnik bela diri mereka pun cukup siap dan terlatih.
Dengan kemenangan wilayah atas kerajaan Zhao dan Wei, bahkan mungkin kini bertambah dengan Yan.
__ADS_1
Kerajaan Qin sudah hampir menjadi kerajaan super power, yang menjadi negara adikuasa pertama di seluruh daratan tengah.
Guo Yun memprediksi, kerajaan Han dan Song sekutu lamanya, kini mungkin telah tiada, seiring dengan jatuhnya Shoucun.
Kemungkinan saat ini yang bertahan tinggal Qi yang terlindung oleh sungai kuning dan Wu Yue tentunya yang terlindung oleh sungai Yang Tze.
Daerah geografis ini yang menyulitkan Qin untuk melakukan invasi penahlukkan.
Sambil menduga duga di dalam hati Guo Yun dan Min Min bergandengan tangan memasuki kota Shoucun yang terlihat ramai .
Semua terlihat normal, kecuali pasukan Qin yang di tempat kan di sana cukup banyak yang hilir mudik.
Hal lainnya berjalan cukup normal, Guo Yun membawa Min Min memasuki salah satu restoran merangkap hotel terbesar di kota tersebut.
Setelah memesan kamar, Guo Yun dan Min Min duduk berbaur dengan pengunjung restoran lain nya.
Lewat pelayan Guo Yun memesan beberapa macam menu masakan kesukaan Min Min, sedangkan Min Min memesan sebaliknya.
Saat masakan tiba mereka berdua tersenyum lebar, karena meja mereka berdua lah, yang pengunjungnya paling sedikit.
Tapi masakan nya justru paling banyak berjejer memenuhi meja, seperti orang sedang makan di restoran Padang.
Sambil makan santai, Guo Yun dan Min Min mulai mendengar dan mengumpulkan informasi tentang perkembangan dunia saat ini.
Sesuai dugaan Guo Yun sebelumnya, kini Qin sudah menahlukkan Yan.
Mereka terus berusaha menahlukkan Qi, tapi beruntung di kerajaan Qi sendiri ada Sun Pin cucunya Sun Tzu yang legendaris .
Sehingga berulang kali Qin selalu menemui kegagalan, meski sudah kehilangan Beratus ratus ribu pasukan dalam pertempuran besar kecil.
Pihak Qin tidak kunjung menarik mundur pasukannya.
Bahkan terakhir ini Lu Bu Wei maju sendiri ke Medan perang dan berhasil merebut 2 dari 7 kota yang di miliki oleh Qi.
Sedangkan di selatan Qin hanya berhasil merebut Shoucun dari Wu Yue, menahlukkan kerajaan Han dan Song.
Qin belum ada waktu mengejar hingga Wu Yue, setelah berulang kali Wang Jian dan Lu Bu Wei di pecundangi oleh Gongsun Li.
Dalam pertempuran di tepi sungai Yang Tze, di mana Wang Jian dan Lu Bu Wei terpaksa menarik mundur pasukan mereka.
Untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak di pihak mereka.
Guo Yun setelah mengumpulkan informasi cukup, di mana dia kini tahu posisi Lu Bu Wei dan pasukannya sedang berkemah di perbatasan barat Negara Qi.
Di daerah pegunungan Da Feng yang menjadi.pusat benteng pertahanan dari kekuatan pasukan Qi yang di pimpin oleh Sun Pin sendiri.
Guo Yun setelah kembali ke kamar, dia hanya fokus memperhatikan peta yang di gelar di hadapannya.
Diam tidak bergeming di sana, bahkan saat Min Min meninggalkan kamar sekalipun Guo Yun tidak menyadarinya.
__ADS_1