
Guo Yun terbelalak kaget melihat keadaan seisi kamarnya, yang terlihat kacau balau.
Mayat wanita dalam keadaan polos, malang melintang di mana mana, tewas dengan keadaan mengerikan.
Di mana mereka semua mati dalam kondisi yang sama, semuanya mata mereka, terlihat melotot seperti menahan rasa nyeri yang sangat hebat.
Bagian bawah pusar mereka bersimbah darah, terluka bekas cakaran tangan mereka sendiri, yang terlihat berdarah-darah, terbenam dalam lubang mereka sendiri.
Guo Yun sampai bergidik ngeri, dan menelan ludahnya sendiri, melihat kekacauan yang di lakukan semalam.
Guo Yun menjambak rambutnya sendiri dan berteriak dalam diam, karena mulutnya ditutup rapat oleh telapak tangan nya sendiri.
Airmata terlihat bercucuran membasahi wajahnya.
Beberapa saat berlalu, setelah kondisi jiwanya sudah lebih stabil.
Dengan tatapan mata penuh rasa sesal, Guo Yun menatap Kim Bwee yang tergolek dalam keadaan tak bernyawa, di sebelah dirinya persis.
"Maafkan aku Bwee Mei, aku telah mencelakai mu.."
"Aku bukan manusia, kau maafkanlah aku.."
ucap Guo Yun dengan penuh rasa sesal.
Dengan tangan gemetar, Guo Yun membantu menutup mata gadis itu yang terbelalak ngeri.
Setelah Guo Yun menurunkan tangannya, akhirnya sepasang mata gadis itu pun terpejam rapat.
Hanya mulutnya yang terlihat tetap terbuka, seperti orang sedang berteriak kesakitan.
Guo Yun yang tadinya hendak memakaikan kembali dan merapikan mayat Kim Bwee.
Tapi dia menemui kesulitan, karena mayat itu telah kaku dan dingin.
Tangan dan kaki nya telah kaku tidak bisa di tekuk, setelah berusaha dengan susah payah tanpa hasil.
Guo Yun akhirnya hanya bisa menutupi jasad gadis itu, dengan sehelai kain putih.
Setelah selesai mengurus Kim Bwee.
Dengan penuh penyesalan, yang menyesakkan dada.
Guo Yun terus meminta maaf dan memanjat kan doa satu persatu untuk ke 6 gadis penari, yang malang itu.
Guo Yun membantu menutup mata mereka, yang terbelalak dengan telapak tangannya.
Setelah berhasil, sama seperti Kim Bwee sebelumnya, tubuh mereka ber 6 juga telah kaku dan dingin.
Guo Yun hanya bisa menggunakan kain putih sprei dari dalam lemari pakaian, untuk menutupi jasad ke 6 gadis malang itu.
Setelah mengumpulkan jasad ke 7 gadis itu berjejer di ranjangnya yang besar dan luas.
Guo Yun berlutut di depan ranjang dan berkata dengan suara gemetar.
"Kalian semuanya, maafkan lah aku."
"Aku benar-benar tidak bermaksud , membuat kalian meninggal dengan cara seperti ini.."
"Bila ada kehidupan mendatang, aku pasti akan melunasi hutang ku ini pada kalian semua.."
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan aku.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh kesedihan.
"Tok,..! Tok..! Tok..!"
"Yun er,..! kamu baik baik saja kah..!?"
"ini paman Lu, ..Yun er..!"
"Boleh paman masuk kedalam..!?"
Guo Yun menoleh kearah pintu dan berkata, dengan suara sedih
"Masuklah paman,..! pintu tidak di kunci..!"
Lu Bu Wei setelah masuk masuk kedalam kamar, melihat keadaan di dalam kamar yang kacau balau berantakan.
Dimana Guo Yun terlihat duduk di lantai, dia terlihat sangat menyesal dan tertekan juga kurang bersemangat.
Dia segera menghampirinya, berjongkok di samping Guo Yun dan berkata,
"Yun er apa yang telah terjadi ? mengapa kamu bersikap seperti ini ?"
"Apa ada yang salah..?"
Guo Yun menatap Lu Bu Wei dengan sedih berkata,
"Mereka tidak ada yang salah, justru aku lah yang sangat bersalah pada mereka.."
"Gara gara aku, mereka harus mati dengan cara mengenaskan seperti ini.."
"Aku bukan manusia, aku bahkan lebih parah dari binatang.."
"Yun er kamu tenanglah, tak perlu seperti ini."
"Jelaskan perlahan-lahan pada paman, apa yang sebenarnya terjadi..?"
Guo Yun menatap Lu Bu Wei dengan sedih lalu berkata,
"Semua ini bermula dari darah ular putih, yang ku minum, meski meningkatkan kekuatan ku.."
"Tapi racun ular itu telah merasuki hingga kedalam darah tulang dan sumsum ku.."
"Racun itu tidak akan berpengaruh pada diri ku, satu satunya pengaruhnya adalah, dia akan membuat nafsuku jauh lebih dahsyat dari orang normal.."
"Puncaknya adalah pada malam bulan purnama, dia akan meningkat secara dahsyat.."
"Aku kira semalam,.ada kemungkinan bulan purnama, di bawah pengaruh arak, aku tidak bisa mengontrol diri.."
"Sehingga terjadilah tragedi ini, mereka bertujuh tewas menyedihkan karena ku.."
ucap Guo Yun tertunduk sedih sambil menunjuk kearah ranjangnya.
Lu Bu Wei menepuk bahu Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Sudahlah yang terjadi juga sudah terjadi.."
"Dalam hal ini tidak sepenuhnya adalah salah mu, aku juga ikut bersalah.."
__ADS_1
"Tanpa sengaja aku telah menjerumuskan mu kedalam masalah ini.."
"Termasuk Kim Bwee sendiri dan ke 6 gadis itu, mereka juga ikut bersalah dan menjerumuskan diri mereka kedalam masalah ini.."
"Sudahlah laki laki sejati berani berbuat berani menerima kenyataan.."
"Tak perlu di pikirkan lagi, paman akan membantumu mengurusnya."
"Sekarang kenakanlah topeng mu, mari kita berangkat ke perbatasan Zhao,.."
"Ada laporan situasi darurat dari sana.."
"Lian Po dan Agahai sudah mulai kembali bergerak, menyerang wilayah perbatasan kita.."
"Lebih baik kamu lampiaskan semua kekesalan mu pada mereka, jangan pada dirimu sendiri.."
ucap Lu Bu Wei sambil menepuk bahu Guo Yun memberinya semangat.
Guo Yun terdiam sejenak, tapi sesaat kemudian, dia sudah mengeluarkan topeng emasnya.
Mengenakan nya dan mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah paman, aku akan bantu tahlukkan Zhao untuk mu.."
"Tapi tolong, setelah semua berhasil, paman harus bantu buatkan monumen peringatan ke pahlawan mereka bertujuh.."
"Satu di gerbang masuk ibukota Zhao dan satu lagi di gerbang pintu masuk istana Zhao.."
"Ini untuk menebus rasa bersalah ku bagi mereka, aku akan tahlukkan Zhao buat mereka.."
ucap Guo Yun penuh tekad.
Lu Bu Wei tersenyum lebar dan menepuk pundak Guo Yun, dengan bangga dan berkata,
"Bagus itu baru keponakan ku, lelaki sejati berani angkat berani melepaskannya.."
"Paman berjanji pada mu.."
"Bila berhasil paman akan penuhi permintaan mu.."
Guo Yun dari balik topeng menatap Lu Bu Wei dengan penuh terimakasih.
Setelah itu dia pun bangkit berdiri dan berkata,
"Paman minta paman Kai, untuk membuatkan kuburan yang layak buat mereka.."
"Aku akan sembahyang di depan makam mereka bertujuh, setelah itu baru berangkat ke Zhao.."
"Satu lagi tolong santuni keluarga mereka dengan layak.."
"Kabari keluarga mereka, mereka bertujuh telah gugur dalam tugas negara.."
ucap Guo Yun sebelum melangkah meninggalkan kamar tersebut.
Lu Bu Wei mengangguk dan berkata,
"Jangan khawatir..paman akan bantu aturkan sesuai harapan mu.."
"Paman cuma minta satu hal, fokuslah pada tugas mu, bila ingin mereka tenang di sana.."
__ADS_1
Guo Yun mengangguk tanpa berkata, lalu meninggalkan tempat itu.
Sejak hari itu, topeng emas tidak pernah lepas dari wajah Guo Yun.