LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
GONGSUN LI IKUT BERGABUNG


__ADS_3

Tapi semua itu sudah terlambat, Li Kui tiba tiba membalikkan tenaga sakti Ta Lo SA yang di hisapnya tadi.


Beserta tenaga sakti inti neraka ikut menerjang ke dalam tubuh Ta Lo Sa.


"Arggghh...!"


Ta Lo Sa menjerit ngeri, karena sepasang tangannya hancur meledak menjadi kabut darah.


Saat tubuhnya terpental seluruh pembuluh darahnya juga meledak.


"Tasss,..! Tasss,..! Tasss,..! Tasss,.!"


"Tasss,..! Tasss,..! Tasss,..! Tasss,.!"


"Tasss,..! Tasss,..! Tasss,..! Tasss,.!"


Sebelum Ta Lo Sa menghembuskan nafas terakhir nya.


Dia masih bisa merasakan nyeri yang amat sangat di leher nya.


Saat tangan Li Kui yang memanjang tiba-tiba muncul di belakang tubuhnya.


Menarik paksa kepala dan bahunya, hingga kepalanya copot dari posisinya.


Dengan begitu berakhirlah pertarungan Ta Lo Sa melawan Li Kui dan Li Ba.


Ketiga Lo Sa yang bernasib sial harus tewas tanpa kubur di tempat tak di kenal.


"Kakak Ba apa kamu baik baik saja..?"


tanya Li Kui sambil mengulurkan tangannya membantu Li Ba untuk bangun.


Li Ba sambil menelan ludahnya, dia menyambut uluran tangan Li Kui, lalu bangkit berdiri dan berkata,


"Hanya luka kecil bukan masalah.."


"Ayo kita lihat pertarungan Sian Sian dan Cu Cu sudah sampai mana..?"


Li Kui mengangguk, sambil melempar kepala Ta Lo Sa secara sembarang.


Li Kui bergerak mengiringi langkah kakak keduanya Li Ba, menghampiri arena pertempuran Sian Sian dan Cu Cu


Di tempat Sian Sian dan Cu Cu sendiri, mereka berdua kini masing-masing sedang berhadapan dengan Ling Dao Cang dan Hong Dao Cang.


Sian Sian berhadapan dengan Hong Dao Cang, sedangkan Cu Cu berhadapan dengan Ling Dao Cang.


Cu Cu terlihat jauh lebih unggul meski melawan Ling Dao Cang yang menggunakan pedang hanya dengan mengandalkan sepasang tangan kosong.


Sian Sian yang melawan Hong Dao Cang lebih seimbang, baik kecepatan mau kekuatan mereka berdua hampir berimbang.


Di arena lainnya terlihat si biksuni tangan tunggal, terlihat agak kerepotan di keroyok oleh Xiang Yan dan Leng Dao Cang.

__ADS_1


Si biksuni terlihat hanya bisa memutar pedangnya, melindungi diri tanpa bisa membalas menyerang.


Guru dan murid itu bekerja sama dengan sangat rapi, terus mencecar biksuni itu dengan pedang mereka.


Di saat kritis terlihat dari arah Shoucun, seorang gadis yang sangat cantik berpakaian seragam perang dan jubah perang merah.


Sedang memacu kudanya mendekati arena pertempuran.


Dari jauh, dia sudah melihat yang paling terdesak adalah biksuni tangan tunggal itu.


Jadi dia dengan tombak di tangan, langsung memacu kudanya kesana.


Sekitar 5 meteran dari lokasi pertempuran, gadis cantik itu terbang dari atas punggung kudanya.


"Swingggg,..!"


Mata tombaknya berputaran seperti mata bor mengincar kearah Xiang Yan.


Trangggg..!"


Xiang Yan masih sempat menangkis serangan tombak gadis itu.


Dalam sekejap mereka berdua telah terlibat saling serang di arena terpisah.


Kini setelah tidak di keroyok dua, biksuni tangan tunggal, mulai bisa melayani guru Xiang Yan Leng Dao Cang dengan lebih baik.


Xiang Yan yang paling repot menghadapi serangan tombak gadis cantik itu, karena jurus tombak gadis itu penuh dengan perubahan tak terduga.


Dengan ilmu ringan tubuh nya yang baru, tarian putri giok, tanpa kesulitan Gongsun Li berhasil meninggalkan gua pelatihan nya.


Setelah bertanya kepada penduduk yang di temuinya, sedang mengungsi di jalan.


Gongsun Li mendapat kabar dari mereka, di perbatasan kota Chen dan Shoucun, kini sedang ada perang.


Dari informasi tersebut, Gongsun Li segera menuju Shoucun, dalam perjalanan, dia secara kebetulan berpapasan dengan Lu Bu Wei.


Lewat penjelasan mulut Lu Bu Wei, Gongsun Li segera menyusul kearah jalan masuk menuju kota Shoucun.


Karena menurut Lu Bu Wei suaminya di tugaskan berjaga di sana.


Begitu sampai lokasi, Gongsun Li langsung ikut bergabung dan memberikan bantuan nya.


Tidak sampai sepuluh jurus, Xiang Yan sudah tertekan habis habisan, dia hanya bisa main mundur, di bawah kejaran tombak Gongsun.Li.


Dia kalah segala galanya, dalam hal tenaga dalam dia kalah, Xiang Yan tenaga dalam nya ada di kisaran 2000 lingkaran, dia masih berada di tingkat pendekar awan.


Sedangkan Gongsun Li sendiri, kini ada di tahapan pendekar langit, dengan Tenga dalam 2500 lingkaran.


Ini semua berkat latihan di ranjang batu inti es, sehingga ilmu tenaga dalam Gongsun Li meningkat pesat, sedikit lagi hampir mengejar Guo Yun.


Dalam hal kecepatan, Gongsun Li juga jauh lebih unggul, karena dia memilki ilmu ringan tubuh tarian putri giok .

__ADS_1


Dalam hal ilmu memainkan senjata, sudah tidak perlu di katakan lagi.


Ilmu pedang Chung Nan Pai masa sanggup, di bandingkan dengan ilmu tombak mengaduk langit mengacau lautan, warisan Dewi perang Mu Lan.


"Tranggg,..!"


Dalam satu kali tebasan kuat, pedang di tangan Xiang Yan terlepas dari pegangangan tangannya.


Dia kini terus mundur kebelakang, sambil memegang mata tombak Gongsun Li, yang terus bergerak maju mengejarnya.


Mengikuti dorongan tangan Gongsun Li.


Akhirnya Xiang Yan memperkuat posisinya, dengan menahan dorongan tombak itu, dengan cara menancapkan kaki kanannya.


Sebagai penahan, agar dia tidak terus terdorong mundur kebelakang.


Lalu dengan memiringkan tubuhnya, membiarkan tusukan mata tombak lewat di sisinya.


Dia maju kedepan menyarangkan tapak tangan nya kearah wajah Gongsun Li.


Gongsun Li dengan gerakan santai menghindari tapak itu, satu tangan masih memegang tombak.


Satu tangan lain dengan cepat belati pendek ditangannya bekerja.


"Sratttt,..!"


Sratttt,..!"


Gongsun Li dan Xiang Yan saling berpapasan lewat.


Dari tubuh Xiang Yan yang berdiri mematung di sana, terlihat darah mengucur deras dari tangan kanan nya, yang putus hingga sebatas siku.


Sedangkan dari arah lehernya terlihat sebuah luka menganga, darah menyembur deras dari luka tersebut seperti keran bocor.


Perlahan-lahan tubuh Xiang Yan roboh jatuh dalam posisi tertelungkup diam tidak bergerak.


Di tempat lain sisa pasukan elite Xiang Yan, yang sudah terbantai hampir setengahnya.


Melihat pimpinan tertinggi mereka telah roboh jatuh tergeletak tak bergerak.


Mereka segera membuang senjata dan menyerah pada pasukan harimau hitam yang perkasa.


Dengan berakhirnya pertarungan Xiang Yan melawan Gongsun Li, Gongsun Li kini bergerak membantu biksuni tangan tunggal mengeroyok guru Xiang Yan Leng Dao Cang.


Ditempat pertandingan Cu Cu melawan Hong Dao Cang juga hampir mencapai tahap akhir.


Pedang Hong Dao Cang yang sedang menikam kearah leher Cu Cu.


Di tangkap ujungnya, kemudian diledakkan oleh telapak tangan Cu Cu, yang penuh dengan tenaga sakti inti neraka.


Hong Dao Cang yang kaget pedang nya di hancurkan begitu saja oleh Cu Cu.

__ADS_1


Dia sambil bergerak mundur menjauh, dia membalas dengan menimpukkan gagang pedang di tangan nya kearah wajah Cu Cu.


__ADS_2