
Setelah berhasil memotong kepala Musashi, Sian Sian melempar sepasang pedangnya kearah tubuh Musashi yang masih berlutut di hadapan nya.
Tubuh tanpa kepala itu langsung terjengkang jatuh kebelakang.
Sian Sian melangkahi mayat itu, menyambar kuncir rambut yang mirip jambul di atas kepala Musashi.
Lalu dia membawanya, menuju patung monumen kakek nya, Sian Sian melempar kepala ditangannya.
Menggelinding di depan kaki patung monumen tersebut, lalu dengan airmata bercucuran.
Suan Sian menjatuhkan diri berlutut di hadapan patung monumen itu.
Sambil merangkapkan sepasang tangannya di depan dada, Sian Sian berkata,
"Kakek maafkan Sian Sian kek, Sian Sian tidak bisa jalankan bakti Sian Sian dengan baik, sebagai cucu kakek.."
"Bila kakek di sana bisa mendengarnya, anggaplah kepala bajingan botak ini, sebagai persembahan Sian Sian untuk menyembahyangi kakek.."
ucap Sian Sian sedih.
Li Ba juga ikut berlutut di sebelah Sian Sian, dia mengikuti istrinya menyembah di sana memberi penghormatan kepada patung monumen itu.
Melihat istrinya menangis sedih hingga tersedu sedu,. Li Ba ikut menitikkan air mata haru nya.
Dia tidak berkata apa-apa, selain dengan lembut membelai dan menyentuh punggung istrinya dengan lembut.
Li Kui dan kedua kakek anehnya, tidak berkata apa-apa, mereka hanya berdiri diam larut dalam pikiran sendiri sendiri.
Sesaat kemudian Li Kui berkata pelan,
"Ayo kek kita harus pergi melihat keadaan kakak Yun.."
Kedua kakek Li Kui mengangguk pelan, lalu tanpa banyak cakap, mereka melesat kearah di mana Guo Yun dan ketua matahari menghilang.
Di tempat lain, Guo Yun setelah berhasil memancing ketua bunga matahari menjauhi anak buahnya.
Di tepi tebing di mana terlihat banyak batu batu karang tajam di bawah sana.
Terlihat Guo Yun dan ketua bunga matahari masih terus bertarung mati matian.
Guo Yun masih tetap terlihat pontang panting di kejar oleh jarum jarum halus dengan benang tajam, yang dikendalikan oleh ketua bunga matahari.
Sekujur pakaian yang menutupi tubuh Guo Yun telah berlumuran darah, yang terus mengalir dari luka luka nya di hampir seluruh tubuhnya.
Guo Yun yang terus didesak oleh ketua bunga matahari, dia terpaksa main mundur, sambil berusaha menangkis jarum jarum yang berseliweran di sekitar tubuhnya.
Dengan menggunakan pedang tunggal yang tersisa satu, satu tangan memainkan jurus pedang matahari dan rembulan secara bergantian menangkis serangan lawan.
Tangan lainnya yang bebas Guo Yun gunakan untuk mendorong hawa Thian Ti Sen Kung, guna menolak jarum jarum yang datang dari arah kiri.
__ADS_1
Guo Yun yang terus menerus mundur tanpa terasa kakinya telah tiba di bibir tebing.
Sedikit bergerak mundur, terlihat batu batu di tebing itu langsung jatuh berguguran kebawah tebing.
Guo Yun secara reflek sedikit melirik kearah belakang nya, tapi dia hanya melakukannya sekilas saja.
Karena dia harus kembali fokus menghadapi desakan dari ketua bunga matahari yang terlihat sangat bernafsu ingin menghabisinya.
"Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!'
Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!'
Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!' "Cuiiit..!'
Terlihat jarum jarum memenuhi udara menerjang kearah Guo Yun, tidak sampai di sana.
Ketua bunga matahari, bahkan menambahkan, dengan memutar kedua tangannya di depan dada.
Setelah sebuah cahaya yang membentuk lingkaran bunga matahari muncul di depan tubuh ketua bunga matahari.
Dia mendorongkan sepasang tangan nya kedepan, sehingga energi berbentuk bunga matahari langsung menerjang kedepan.
Guo Yun yang sudah dalam keadaan terjepit, tiba tiba teringat dengan kalimat yang tercantum di kitab rahasia lembah hantu.
"Pendek mengalahkan panjang.."
Teringat dua kalimat tersebut, tiba tiba pikiran Guo Yun terbuka.
Dengan Wu Ying Ru Tian dan 72 langkah ajaib, Guo Yun lenyap menyelinap diantar deras nya hujan serangan yang mengepungnya.
Menyelinap kesana kemari, termasuk menghindari serangan energi tapak bunga matahari yang memilki daya tekan yang sangat kuat.
Guo Yun akhirnya berhasil menyelinap dan muncul di hadapan Ketua bunga matahari.
Semua serangan ketua bunga matahari tepat sasaran, tapi yang mereka serang hanyalah bayangan ilusi Guo Yun.
Saat bayangan hancur dan hilang, ketua Bunga matahari, baru menyadari dirinya telah di tipu mentah mentah oleh Guo Yun.
Tapi semua sudah terlambat, Guo Yun sudah terlalu dekat dengan dirinya.
Tidak mungkin sempat menarik kembali jarumnya menyerang Guo Yun.
Semua jarum dan benangnya jadi kehilangan fungsi, kini selain meledakkan energi bunga matahari menghancurkan Guo Yun menjadi debu.
Tidak ada lagi pilihan lain yang bisa dia andalkan.
Tapi di luar dugaan nya, Guo Yun malah menerima dan menyerap kekuatan tenaga dahsyat bunga matahari yang dia lontarkan.
Tubuh mereka berdua menempel erat, Guo Yun langsung mengunci tubuhnya.
__ADS_1
"Kau... bajingan lepaskan..!"
"Kau mau apa...!?"
bentak Ketua bunga matahari kaget.
"Hei,..! kau !!! Mmmphhh..!!!"
Mulutnya sebelum sempat berbicara, langsung di tempel oleh Guo Yun, yang kini bukan menghisap tenaga saktinya.
Tapi berikut hawa murninya juga ikut di hisap, oleh Guo Yun lewat mulutnya yang setengah terbuka karena kaget.
Disaat dia sedang kaget oleh tindakan Guo Yun, kedua tangan dan kedua pahanya langsung di kunci oleh Guo Yun yang menempel seperti lintah.
Kedua tangannya di kunci kebelakang, kedua pahanya di lilit oleh kedua kaki Guo Yun menahannya disana.
Hingga dua kehilangan keseimbangan dan jatuh tumpang tindih bersama Guo Yun.
Begitu kagetnya hilang, ketua bunga matahari langsung meronta keras berusaha melepaskan diri.
Tapi usahanya gagal, justru energinya semakin mengalir deras masuk kedalam tubuh Guo Yun.
Keadaan ini membuat ketua bunga matahari jadi panik, sepasang matanya yang indah mulai membelalak ketakutan.
Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi karena mulutnya ditempel ketat oleh Guo Yun.
Dia jadi tidak bisa bersuara, selain mengeluarkan suara,
"Mmmphhh...!!"
Dalam keadaan panik, dia hanya bisa bergulingan kesana kemari, membawa tubuh Guo Yun yang menempel erat bagaikan lintah, terus mengikutinya, bergulingan kesana kemari.
Tanpa mereka sadari tubuh mereka berdua bergerak mendekati tepi tebing.
Begitu Guo Yun sadar, dia ingin berusaha membalikkan pergerakannya menjauhi tebing jurang.
Tapi ketua bunga matahari yang sepertinya ingin mengajak Guo Yun mati menemaninya.
Dengan penuh kebencian, dia menatap Guo Yun.
Lalu dia membuat gerakan hingga tubuh mereka berdua benar benar melayang keluar dari bibir tebing.
Meluncur cepat jatuh kebawah tebing yang di bawahnya, penuh dengan karang karang tajam yang mirip gigi gigi runcing raksasa, yang siap menyambut dan mencabik-cabik tubuh mereka berdua hingga hancur berkeping-keping.
Ketua bunga matahari yang telah kehilangan hampir 70% kekuatannya di serap oleh Guo Yun.
Sepasang matanya menatap kearah Guo Yun seolah olah sedang tersenyum mengejek dan tersenyum penuh kemenangan.
Di saat mereka sedang meluncur jatuh kebawah, cadar ketua bunga matahari tersingkap terlepas dari wajahnya.
__ADS_1