LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERHASIL MENYUSUL


__ADS_3

Wanita malang itu saat merasakan, benda keras licin itu mulai menerobos masuk.


Dia merasa seolah olah benda itu ingin merobek celahnya, yang masih sempit.


Seluruh tubuhnya yang putih mulus, yang di penuh bintik keringat halus, seperti mutiara kecil.


Tiba-tiba bergetar dan mengejang hebat, kepalanya sampai mendongak keatas, mulutnya terbuka lebar menahan rasa sakit yang luar biasa.


Sesaat kemudian, kepalanya pun terkulai kebawah, menggantung di ujung meja, dengan tatapan mata kosong, dengan air mata jatuh berlinang.


Tubuhnya yang putih mulus tersentak sentak oleh hentakan tubuh San Lo Sa yang kasar.


San Lo Sa tersenyum puas, karena telah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.


Dia terus berpacu dengan penuh semangat, semakin lama semakin cepat. tanpa menghiraukan reaksi wanita malang, yang tak ubahnya sepotong mayat hidup itu.


"Suami ku, maafkan aku.."


gumam wanita malang itu pelan, dengan airmata bercucuran, mengalir dari sepasang matanya yang terpejam rapat.


Sepasang telapak tangan wanita itu terkepal erat, hingga kukunya membenam kedalam dagingnya sendiri.


Gerakan San Lo Sa yang semakin lama semakin cepat, sedangkan benda tumpulnya yang bergerak keluar masuk, semakin membesar dan mengeras.


Membuat wanita malang yang sepasang matanya terpejam rapat, perlahan-lahan kedua alisnya yang indah, terlihat mulai mengerut.


Urat urat halus di lehernya, mulai terlihat menonjol, mulutnya yang setengah terbuka, mulai keluar suara rin tihan kecil.


Sepasang betisnya yang indah, kini mulai melingkar erat menjepit pinggul San Lo Sa.


San Lo Sa yang merasakan ada pergerakan perlawanan, di mana pinggul wanita itu mulai naik turun sendiri.


Mengikuti alunan irama tubuhnya yang naik turun.


San Lo Sa sambil tersenyum puas, mempercepat ritme hentakan nya, dan berbisik pelan di telinga wanita itu.


"Bagaimana,? lebih enakkan di banding punya kakek itu..?"


Gadis itu menggelengkan kepalanya, seolah-olah menolak ucapan San Lo Sa.


Tapi tubuhnya yang merasakan sensasi tak tertahankan itu, telah mengkhianati pikiran sadarnya.


Hal ini bisa di rasakan dengan sangat jelas oleh San Lo Sa, yang merasakan ada jepitan yang makin kuat di bawah sana.


Seperti sedang ******* ***** benda tumpulnya, sesaat San Lo Sa melambatkan pergerakannya.


Menikmati remasan tersebut, membiarkan wanita itu yang bergerak liar sendiri.


Hingga akhirnya terdengar suara dari mulut wanita itu.


"Ahhhhh,...!"


Seluruh tubuhnya mengejang hebat, tubuhnya yang berbentuk indah, sampai melengkung keatas.


Setelah bergetar getar berulang kali, seperti tersengat listrik, akhirnya gadis itu terkapar pasrah kehilangan tenaga.

__ADS_1


Di saat bersamaan, dia juga merasakan ada cairan hangat, yang menyembur membasahi seluruh bagian terlarang nya.


Tubuh San Lo Sa pun ikut mengejang hebat, sebelum akhir terkulai lemas, menindih tubuh wanita malang yang sexy itu.


Sesaat kemudian wanita itu segera mendorong dengan sekuat tenaga, Tubuh San Lo Sa menyingkir darinya.


San Lo Sa sambil tersenyum puas, tidak menolak, untuk menyingkir dan melepaskan wanita itu dari cengkraman nya.


Wanita itu buru buru bangun, memunguti potongan pakaian nya yang berserakan di atas lantai.


Dia menggunakan sisa potongan pakaiannya untuk menutupi tubuhnya yang mulus, lalu dengan airmata yang mengalir tiada henti.


Wanita itu berlari dengan sedikit terpincang-pincang, meninggalkan ruangan tersebut.


Saat sampai di luar sana, melihat suaminya sudah terkapar tak bernyawa di atas lantai.


Wanita itu langsung menjerit dan menangis penuh kesedihan di samping mayat suaminya yang mulai dingin.


Rambutnya yang awut awutan dengan beberapa bagian tubuhnya yang terbuka, membuat dia terlihat sangat menarik.


Meski airmata dan ingus membasahi wajahnya, dia tetap terlihat sangat cantik.


San Lo Sa saat keluar dari dalam ruangan, dia sudah berpakaian rapi, sambil tersenyum dia berkata,


"Nona, nama ku Sen Lo Sa, bila kamu tertarik boleh mencari ku , di istana kerajaan Chu ."


"Ha,..ha,..ha..!"


Setelah berkata sambil tertawa keras, San Lo Sa meninggalkan tempat itu.


Wanita itu menatap San Lo Sa dengan penuh kebencian, dan berkata pelan.


"Aku Thio Siu Luan bersumpah, jadi hantu sekalipun, aku tidak akan melepaskan kalian.."


Setelah San Lo Sa pergi dari sana. wanita malang itu menggunakan selendang tali ikat pinggangnya, di lemparkan keatas.


Lalu dengan berdiri diatas kursi, dia membuat sebuah simpul di tali selendang, yang tergantung di udara, tepat di antara tiang penyangga atap restoran.


Wanita itu menatap kearah mayat suaminya, yang membujur kaku di bawah.


Dia berkata dengan perasaan hancur,


"Suami ku, maafkan aku..aku akan menyusul mu, tapi bukan sebagai istri."


"Aku tidak layak untuk itu, setelah apa yang terjadi antara aku dan bajingan itu.."


"Aku akan menjadi pelayan mu di bawah sana."


Wanita itu kemudian memejamkan matanya, menarik kain selendang itu, untuk di kaitkan di lehernya.


Ketika kursinya terguling, tubuhnya langsung tergantung kejang kejang di udara.


Di saat kritis, seorang Biksuni tua yang kebetulan melangkah masuk kedalam restoran yang sepi itu.


Melihat situasi di hadapan nya, sambil berkata,

__ADS_1


"San Cai..! San Cai...!"


Biksuni tua yang berlengan tunggal, menggendong sebatang pedang di punggungnya.


Dia langsung mengibaskan kebutan ditangannya, yang mengeluarkan cahaya kebiruan.


Melintas melewati selendang yang tergantung di udara, sehingga tubuh Siu Luan yang sedang tergantung di udara terjatuh kebawah.


Biksuni tua itu dengan gerakan sigap menyambut tubuh Siu Luan.


"Gadis bodoh, tidak ada kesulitan yang tidak bisa di selesaikan di dunia ini..'


"Dari pada memilih jalan ini, lebih baik kamu ikut dengan Pinni ke laut selatan.."


Biksuni tua itu kemudian menghilang dari sana, sambil memondong tubuh Siu Luan yang belum sadarkan diri.


Sementara itu di tempat lain, terlihat ketiga rekan San Lo Sa, sedang menyeret tubuh Asam,


menuju Paviliun bunga hijau.


Sesuai petunjuk dari Asam yang tengah ketakutan, mereka akhirnya berhasil menyusul Guo Yun dan pangeran Ji Ao.


Asam muncul bertepatan dengan saat bos nya terbunuh.


Asam sempat ingin mencoba kabur secara diam diam.


Tapi kehadirannya keburu di ketahui oleh pemuda baju hitam itu.


Dengan satu pergerakan ringan, Pemuda itu sudah melayang ringan kearah Asam.


Dia mencengkram kerah baju Asam dan berkata dengan suaranya yang sedingin es


"Bila ingin selamat, tunjukkan di mana orang ini berada.."


Pemuda itu kembali menunjukkan gambar di tangan nya, kepada Asam, yang tubuhnya sedang tergantung di udara.


Asam yang ketakutan buru buru mengangguk dan berkata,


"Ba..baik..tolong ampuni aku.."


"Tunjukkan jalannya."


ucap pemuda itu dingin.


"Keluar dari sini ambil kanan, kemudian ambil kiri tuan.."


ucap Asam cepat..


Pemuda itu mengikuti arahan Asam, dia menentengnya dengan ringan keluar dari dalam restoran.


Kedua rekannya mengikutinya dari belakang dengan sikap tenang.


Banyak orang yang menonton di sana, tapi tidak ada yang berani mendekat apalagi masuk kedalam restoran.


Mereka hanya berkerumun di depan restoran saja.

__ADS_1


__ADS_2