LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KUI ZI SIAN SENG


__ADS_3

"Anak muda kamu siapa !? mengapa bisa kemari !? apa yang kamu cari di sini..!!?'


Guo Yun sangat kaget, tapi disaat bersamaan dia juga merasa gembira.


Ada orang lain di tempat ini, berarti ada harapan.


Setidaknya dia tidak sendirian di tempat, yang seperti neraka ini.


pikir Guo Yun di dalam hati.


"Maaf senior, aku sendiri tidak tahu siapa aku, aku juga tidak tahu dari mana asal ku ."


"Aku kemari karena sedang mencari jalan keluar, sebelumnya aku terjebak di bawah tebing air terjun di luar sana ."


ucap Guo Yun sejujurnya, sesuai dengan yang dia tahu.


"Kelihatannya kamu mengalami benturan di kepala, sehingga lupa ingatan.."


"Sayangnya aku tidak menguasai ilmu pengobatan, aku tidak bisa menolong mu.."


"Seandainya adik seperguruan ku, Kui Yi Sian Seng masih hidup, tentu dia bisa menolong mu.."


"Di mana aku bisa menemukan senior Kui Yi Sian Seng ?"


tanya Guo Yun bersemangat, karena muncul harapan untuk memulihkan ingatannya.."


"Kami dulu tinggal di Lembah Hantu, sebelum murid tidak berbakti itu membuang aku kemari.."


"Tidak tahu adik seperguruan ku masih hidup ? atau dia telah ikut di celakai oleh murid durhaka ku itu ."


ucap suara itu sedih.


Guo Yun terdiam mendengar ucapan sedih, suara yang berkumandang di dalam Gua itu.


"Senior sendiri siapa ? mengapa murid senior begitu tega membuang gurunya sendiri kemari ?"


"Ada perselisihan seperti apa, hingga dia tega membuang orang tuanya sendiri..?"


"Aku adalah Kui Zi Sian Seng, murid durhaka itu menginginkan kitab pusaka rahasia alam semesta, yang memuat ilmu Jek Ye sen Cang (Tapak Sakti Matahari Rembulan ) dan Thian Ti Sen Kung ( Tenaga Sakti Langit dan Bumi ) juga ilmu ringan tubuh Wu Ying Ru Tian ( Seperti kilat Tanpa Bayangan )."


"Semua ini terjadi karena satu hal, sifat tamak dan rakus manusia.."


"Kamu benar anak muda, I Je Wei Se,. Cong Sen Wei Fu,..( Sehari berguru, seumur hidup dianggap orang tua )."


"Bila dia punya pemikiran seperti mu, kurasa semua ini tidak perlu terjadi."


"Sayang dia bukan tipe seperti itu."


"Sekarang mau menyesal juga sudah terlambat, seribu hingga sepuluh ribu kesalahan, dalam hal ini aku lah yang paling bersalah."


"Aku terlalu mengagumi bakat dan kecerdasannya, sehingga lupa mengamati akhlak dan karakternya."


"Punya mata tidak bisa melihat, punya telinga tidak bisa mendengar, punya hati tapi tidak bisa merasa.."


"Itu adalah pepatah yang paling tepat untuk ku, aku pantas menerima hukuman ini.."


ucap suara itu putus asa.


Guo Yun mendengarkan keluh kesah suara orang itu, dia terus mengedarkan pandangannya, mencari cari di dalam ruangan itu


Akhir nya Guo Yun melihat di pojok kanan, ada sebuah lubang anjing, dan suara itu sepertinya datang dari sana.

__ADS_1


Guo Yun dengan langkah pelan pelan, mendekati lubang itu dan berkata,


"Senior apakah kamu berada di dalam lubang sana..?"


"Apa senior bisa keluar sendiri, ? atau biar aku membantu senior keluar dari dalam lubang itu.."


"Benar anak muda, aku memang ada di dalam lubang kecil yang kamu lihat ini.."


"Terimakasih banyak anak muda, kamu punya pikiran seperti itu, aku sudah cukup senang.."


"Tapi saran ku, lebih baik simpan saja tenaga mu."


"Untuk bisa mengeluarkan ku dari sini, itu bukanlah hal mudah.."


"Lenih baik lupakan saja.."


"Lebih baik kamu simpan tenaga mu, untuk berusaha keluar dari tempat ini.."


"Anak muda, bila kamu ingin tinggalkan tempat ini, aku rasa kolam itu adalah satu satunya jalan untuk meninggalkan tempat ini.."


"Tapi aku harus katakan di awal, jalan satu satunya itu.."


"Sebentar senior, biarkan aku membantu mu keluar dulu dari tempat itu.."


"Baru kita bicara.."


ucap Guo Yun sambil berjongkok menggunakan mutiaranya, untuk menyorot kedalam lubang.


Mencari posisi keberadaan kakek yang berada di dalam lubang tersebut.


"Percuma anak muda, di dalam lubang masih ada lubang, posisi ku ada di dalam lubang tersebut.."


"Kamu tidak bakal bisa melihat keberadaan ku.."


"Senior tunggu sebentar, aku akan mencari tali untuk membantu mu keluar dari sana.."


"Percuma anak muda, aku tidak punya tangan untuk memegang tali mu.."


Guo Yun terdiam sejenak, tidak menyahut.


"Anak muda..!"


"Anak muda..!"


teriak Kui Zi Sian Seng dari dalam lubang.


Kui Zi Sian Seng akhirnya menghela nafas dan berkata,


"Hufff..!"


"Sudah pergi kelihatannya.."


ucap Kui Zi Sian Seng seorang diri.


Dari suaranya jelas dia sedikit kecewa.


"Senior..! senior..!"


"Aku akan mengulurkan talinya kebawah, tidak bisa pegang maka gigit saja talinya.."


"Aku akan tarik senior keluar dari sana ."

__ADS_1


ucap Guo Yun, yang mulai mengulurkan talinya masuk kedalam lubang kecil itu.


"Ehh anak muda, kamu kembali lagi ? aku pikir sudah pergi.."


ucap Kui Zi Sian Seng sedikit bersemangat.


"Aku tadi memang pergi senior, aku pergi cari tali akar rotan, yang banyak bergelantungan di atas tebing sana.."


ucap Guo Yun jujur.


"Kamu bisa mengambil akar rotan di atas sana, berarti kemampuan mu, termasuk tidak rendah, anak muda..?"


ucap Kui Zi Sian Seng berpendapat.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Aku tidak tahu senior, aku cuma mengikuti insting ku saja.."


"Senior bila sudah siap, tolong beri tanda dengan menarik narik tali rotan nya.."


ucap Guo Yun mengingatkan kakek di dalam lubang itu.


"Baik anak muda terimakasih.."


Guo Yun terus mengulurkan tali akar rotan di tangan nya, kedalam lubang.


Hingga terasa ada tarikan balasan, Guo Yun pun dengan hati hati menarik tali itu keluar dari dalam lubang.


Akhirnya Guo Yun berhasil menarik sepotong tubuh seorang kakek, yang tidak punya lengan dan kaki.


Hanya tersisa kepala leher dan tubuhnya saja.


Guo Yun benar benar terenyuh melihat kondisi kakek itu.


Dengan hati hati Guo Yun menggendong tubuh kakek itu, untuk didudukkan bersandar di dinding tembok.


Guo Yun duduk bersujud di hadapan kakek itu dan berkata,


"Kakek bagaimana ceritanya, dia tega melakukan perbuatan sekeji ini, dan membuang kakek kedalam sana..?"


"Lalu bagaimana selama ini kakek bertahan hidup di bawah sana..?"


Kui Zi Sian Seng menghela nafas sedih dan berkata,


"Murid durhaka itu meracuni ku dengan bubuk pelemah otot.."


"Dia memaksa ku memberikan kitab itu, karena aku menolaknya."


"Dia memotong kaki dan tangan ku, untuk mengancam ku.."


"Karena aku berkeras,. setelah memotong kaki tangan ku, dia melempar ku kedalam lubang itu.."


"Tempat ini sebenarnya, di sebelah sana, ada pintu rahasia, tapi kini sudah di rusak oleh dia.."


"Sehingga tidak bisa di gunakan lagi, untuk meninggalkan tempat ini.."


ucap Kui Zi Sian Seng mencoba menceritakan semua, yang Guo Yun ingin tahu.


Sesaat kemudian dia kembali melanjutkan berkata,


"Tapi Tuhan belum ijinkan aku mati, di bawah sana ada tetesan air tanah, juga jamur.."

__ADS_1


"Sehingga aku bisa bertahan hidup hingga hari ini.."


__ADS_2