LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERSIAPAN RAJA CHAN YU


__ADS_3

Sepeninggal Raja Chan Yu, Kasim Umar dengan sigap keluar dari dalam tenda, memanggil pengawal untuk membantu menandu Agahai, yang terbaring tidak bergerak menuju kereta kuda.


Dan melakukan berbagai persiapan, sebelum mereka berangkat, termasuk semua perlengkapan bahan bahan obat obatan, yang di perlukan dalam perjalanan.


Kasim umar mengurus semuanya dengan hati-hati dan teliti.


Sedangkan Tabib Luo, dia kini hanya duduk mendampingi Agahai di dalam kereta.


Raja Chan Yu yang muncul di hadapan pasukannya, yang kini hanya tersisa sekitar 400 000 personil.


Dia menyapukan pandangannya melihat kearah pasukannya, yang berbaris rapi di sana.


"Wahai pasukan ku, aku sangat bangga kepada kalian semuanya..!"


"Kalian semua adalah pejuang pejuang kerajaan Xiongnu, yang gagah perkasa, pekerja keras dan pantang menyerah..!"


"Aku tahu di antara kalian, pasti sudah banyak saudara maupun teman kalian yang telah gugur..!"


"Tapi kalian harus ingat, mereka semua telah gugur sebagai pahlawan bangsa kita, yang gagah berani..!"


"Meski mereka sudah gugur, tapi semangat dan kepercayaan mereka tidak akan pernah pudar..!"


"Kini tiba giliran kita untuk maju mengalahkan musuh, kita akan mewujudkan harapan dan cita-cita mereka, untuk mendapatkan tanah yang subur..!"


"Agar keturunan kita bisa hidup dengan layak di wilayah selatan, yang jauh lebih subur..!"


"Mari kita semua berjuang untuk masa depan kita dan keluarga kita..!"


teriak Raja Chan Yu sambil mencabut pedangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


Suara sorakan gegap gempita penuh semangat, mengelegar di seluruh tempat tersebut.


Semua pasukan Xiongnu bersorak dengan penuh semangat, sambil mengangkat senjata mereka tinggi tinggi.


Setelah membiarkan beberapa waktu kepada pasukannya, untuk bersorak dengan penuh semangat.


Raja Chan Yu mengangkat kedua tangannya keatas, sehingga suasana kembali hening.


Raja Chan Yu kembali berkata,


"Mana Jendral Mangga dan pasukannya..!?"


Selesai Raja Chan Yu berkata,


Pasukan Jendral mangga mulai melangkah kesamping memisahkan diri, membentuk suatu barisan yang rapi.


Raja Chan Yu menatap kearah pasukan Jendral Mangga dan berkata,


"Mana Jendral Mangga pimpinan kalian.!?"


Dua orang komandan maju dari balik pasukan, salah satu diantara mereka, maju kedepan memberi hormat dan berkata,


"Lapor Yang Mulia,..Jendral Mangga dan keempat ajudannya telah gugur."


"Kini hanya tersisa kami berdua yang memimpin barisan ini."


Raja Chan Yu tersenyum dan berkata,


"Tidak apa apa, mulai kini kalian berdua saja yang memimpin mereka.."


"Siapa nama kalian berdua..?"


"Aku Hasan, dan dia Hanif..Yang Mulia.."

__ADS_1


jawab komandan itu dengan penuh hormat.


"Baik Hasan Hanif, sekarang saatnya kalian tunjukkan prestasi kalian.."


"Bila prestasi kalian memuaskan, aku berjanji akan angkat kalian sebagai Jendral besar menggantikan Mangga."


"Terimakasih Yang Mulia,"


ucap kedua komandan itu penuh semangat.


Raja Chan Yu mengangguk dan berkata,


"Kalian mundurlah dulu, tunggu perintah lebih lanjut.."


"Siap Yang Mulia,.."


jawab kedua orang itu sambil memberi hormat, kemudian mereka mundur kembali ke barisan mereka.


Raja Chan Yu kembali mengedarkan pandangannya dan berkata,


"Jendral Tuli dan pasukan nya mana..!?"


Barisan pasukan Tuli memisahkan diri, berbaris rapi di bawah pimpinan seorang pria bertubuh tinggi besar, yang ditangannya memegang sepasang senjata Kampak besar.


Pria itu maju memberi hormat dan berkata,


"Lapor Yang Mulia,..Jendral besar Tuli dan keempat komandannya telah gugur.."


"Untuk sementara aku komandan Temusa yang menggantikan nya.."


"Bagus Temusa pimpin mereka dengan baik, mari kita berjuang bersama.."


"Bila misi berhasil, kamu lah Jendral besar berikutnya.."


"Terimakasih Yang Mulia, Temusa tidak akan kecewakan anda.."


ucap Temusa memberi hormat, kemudian mundur kembali kedalam barisan pasukan nya.


"Selanjutnya barisan pasukan Agahai mana..!?"


tanya Raja Chan Yu..


Pasukan Agahai langsung memisahkan diri, berbaris dengan rapi di hadapan Raja Chan Yu.


"Siapa pemimpin kalian saat ini !?"


tanya Raja Chan Yu, saat melihat barisan pasukan itu tidak ada yang maju melapor.


Terdengar suara seluruh pasukan Agahai dengan kompak berkata,


"Pimpinan kami adalah Agahai yang perkasa, !"


"Agahai berpesan, selama dia berhalangan, hanya Yang Mulia Chan Yu yang boleh menggantikannya..!"


"Sampai mati kami hanya mengikuti perintah Agahai..!"


Raja Chan Yu tersenyum bangga, melihat barisan pasukan yang di bentuk oleh putranya.


"Baiklah, kalau begitu saya perintahkan kalian kawal Jendral besar kalian, kembali dan tertibkan Ibukota Long Cheng..!"


"Apa kalian mengerti..?!"


"Kami mengerti, siap laksanakan perintah..!"

__ADS_1


jawab pasukan Agahai kompak.


Setelah memberi hormat 40.000 pasukan Agahai, dengan sangat teratur membubarkan diri, mereka langsung bergerak menuju kemah Agahai.


Kemudian mereka bergabung dengan Kasim Umar dan kereta kuda, yang membawa Agahai dan tabib Luo.


Rombongan itu dengan tertib bergerak meninggalkan perkemahan, langsung menuju ibukota Long Cheng.


Raja Chan Yu yang masih berdiri di tempatnya, menatap kearah sisa pasukan campur aduk, yang berada di hadapannya.


Dia lalu berkata,


"Kalian tentu adalah barisan pasukan Mobi, Dursam dan Durham,.. benar..!?"


Pasukan itu mengangguk dan menjawab dengan kompak


"Benar Yang Mulia, tapi nyawa kami diselamatkan oleh Agahai, kami kini sepenuhnya berada di bawah Agahai..!"


"Kini Agahai tidak ada, sesuai pesannya, kami kini dibawah Yang Mulia Chan Yu.."


Raja Chan Yu tersenyum bangga dan berkata,


"Baiklah kalau begitu mulai saat ini kalian ikutlah denganku.."


"Aku minta 100 orang pasukan yang pernah di bawah Dursam dan Durham maju kedepan, aku ada tugas buat kalian.."


100 prajurit melangkah kedepan, berbaris dengan tertib, menunggu perintah.


Raja Chan Yu mengangguk puas, kemudian dia menoleh kearah Erdogan dan berkata,


"Erdogan Pimpinlah mereka pergi cari kapal kapal besar, yang bisa memuat barisan besar ini.."


"Siap Yang Mulia.."


ucap Erdogan cepat, sambil memberi hormat.


Dia segera memimpin 100 orang itu pergi ke dermaga He Xi, mencari kapal untuk di sewa.


Setelah Erdogan pergi, Raja Chan Yu berkata,


"Pasukan ku sekarang kalian semua bubarlah, kembali ke kemah kalian, sambil menunggu perintah selanjutnya.."


"Hasan Hanif Temusa, kalian ikut ke kemah ku.."


Raja Chan Yu saat berada di dalam kemah, dia berkata kepada 3 orang Jendral di hadapannya..


"Pasukan kita sangat besar, kurasa akan kesulitan menemukan sejumlah kapal, yang bisa memuat seluruh pasukan kita.."


"Dalam hal ini, musuh yang berjumlah 50.000 orang, juga belum tentu memiliki kapal sebanyak itu, untuk memuat mereka."


"Hasan kamu cari 10 orang mata mata terbaik, mantan anak buah Dursam dan Durham.."


"Minta mereka mencari informasi tentang musuh musuh kita."


"Siap laksanakan Yang Mulia.."


ucap Hasan memberi hormat lalu meninggalkan kemah.


"Kalian berdua kembalilah ke pasukan kalian, kalian pilih saja ajudan yang bisa membantu meringankan pekerjaan kalian.."


"Tolong di perketat penjagaan, terutama sisa perbekalan kita, yang mungkin tidak banyak lagi, setelah kejadian di perkemahan timur ."


"Untung Agahai, ada menyiapkan cadangan di perkemahan Utara dan Selatan, sehingga kita masih bisa bertahan.."

__ADS_1


"Kalian harus extra hati hati mengerti .?"


__ADS_2