LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MASALAH BARU


__ADS_3

Akhirnya mereka berdua kembali melakukan pertempuran dengan penuh semangat, hingga fajar menyingsing.


Hari hari mereka lalui dengan bahagia, tenaga dalam Guo Yun pun sudah pulih sepenuhnya.


Keadaan nya sudah pulih seratus persen, bahkan setelah Min Min memeriksa tubuhnya sudah tidak racunnya lagi, sepenuhnya sudah bersih.


Guo Yun mulai di masakan obat yang di beli sesuai resep dari Kui Yi Sian Seng.


Seperti Min Min sebelumnya, setelah meminum obat itu, ingatan Guo Yun pun kini sepenuhnya pulih.


Tapi seiring dengan pulihnya ingatan Guo Yun, kebahagiaan yang selama ini dia rasakan menjadi memudar.


Tergantikan dengan penyesalan yang sangat mendalam, tapi dia tidak berani bercerita.


Semua dia pendam di dalam hati, satu sisi dia ingin keluar dari tempat ini pergi menemui Gongsun Li dan Si Si.


Dia sangat khawatir dengan keadaan mereka dan semua bawahan dan sahabat saudaranya.


Tapi di sisi lain, bila keluar dari tempat ini, masalah akan muncul bagaimana dia harus menghadapi nya.


Bagaimana dia mau menjelaskan dan mempertanggungjawabkan semua yang dia lakukan kepada 3 wanita itu.


Sedangkan memutuskan melupakan semuanya, hidup tenang dan bahagia bersama di tempat ini.


Guo Yun juga tidak sanggup, dia akan selalu di hantui rasa bersalah ke Gongsun Li dan Si Si, juga Li Kui dan Li Ba kedua saudara angkatnya, belum lagi nasib bawahan nya dan rakyat Yue.


Semakin pikir semakin pusing,


Guo Yun mulai bingung sendiri harus bagaimana menyingkapi nya.


Min Min yang akhirnya menyadari sikap Guo Yun yang sering melamun dan tidak fokus setelah ingatan nya sepenuhnya pulih.


Pagi itu Min Min sengaja bangun pagi, dia menyusul Guo Yun secara diam diam kearah telaga.


Benar saja dia menemukan Guo Yun tidak sedang berlatih seperti alasannya, meninggalkan Gua subuh subuh.


Guo Yun terlihat sedang duduk termenung seorang diri, diatas sebuah batu datar di tepi kolam.


Tempat itu adalah tempat favorit mereka berdua, duduk santai sambil mengobrol dan membahas tentang kehidupan dunia ataupun hal lainnya.


Min Min dengan langkah ringan mengambil tempat duduk di sebelahnya.


"Ehh Min Min kamu kenapa kesini, di sini cuacanya agak dingin bila pagi pagi begini.."


tegur Guo Yun kaget.


"Tentu saja aku ingin menemani mu, duduk ngobrol, membantu mu meringankan beban pikiran dan perasaan mu.."


ucap Min Min sambil tersenyum lembut menatap Guo Yun.

__ADS_1


Guo Yun menatap kearah Min Min dan berkata,


"Kamu ingin mengobrol tentang apa ?"


Min Min menatap kearah mata Guo Yun lekat lekat dan berkata,


"Aku ingin kamu jujur tentang masa lalu mu.."


"Aku juga Bingin kamu jujur cerita, apa yang menjadi beban pikiran mu selama seminggu ini.."


"Terutama sejak ingatan mu pulih."


Guo Yun sadar, dia tidak mungkin bisa menipu Min Min selamanya, cepat lambat pasti akan ketahuan oleh instingnya sebagai wanita yang memilki kepekaan tinggi .


Guo Yun tersenyum sedih dan berkata,


"Bila aku menceritakan nya, kamu pasti akan sedih dan kecewa, bahkan ada kemungkinan kamu akan sangat marah dan membenci ku.."


"Katakan lah, apapun itu aku siap mendengarkannya..'


ucap Min Min yakin.


Guo Yun menghela nafas panjang, melihat keseriusan dan tekad Min Min ingin tahu.


Dia sadar bila dia tidak berterus-terang, Min Min pasti tidak akan puas dan mau menerimanya.


Guo Yun tidak berani menatap sepasang mata Min Min, dua menundukkan kepalanya karena dalam hal ini, dia lah yang paling berdosa.


"Min Min ketahuilah, sebelum bersama mu, aku ternyata sebelum kehilangan ingatan sudah punya istri.."


"Bukan cuma satu tapi dua, salah satu penyebab aku terjebak oleh Lu Bu Wei hingga terjatuh kedalam jurang lupa ingatan sekaligus keracunan.."


"Juga ada kaitannya dengan ketidak Akuran mereka yang tidak bisa menerima aku mendua kan perasaan mereka.."


"Terutama istri pertama ku, Gongsun Li dia sangat marah dan sulit menerima kenyataan itu.."


Tanpa berani menatap dan mencari tahu tanggapan dari Min Min.


Guo Yun terus melanjutkan ceritanya satu persatu dari awal hingga akhir tanpa ada yang di tutupinya sama sekali.


Min Min juga tidak menyela sama sekali, dia hanya diam mendengarkan semua nya.


Tapi dia tidak bisa mencegah, sepasang mata nya menjadi merah, air bening terlihat mengambang di sana.


Bagaimana pun dia berusaha menahannya, tetap juga runtuh kebawah.


Sesekali Min Min akan membuang wajahnya kesamping menghapus airmatanya, yang runtuh.


Baru kembali lagi menatap kearah Guo Yun, meneruskan mendengarkan semua nya hingga habis.

__ADS_1


Setelah mendengar nya hingga habis, Min Min perlahan-lahan bangkit berlutut di hadapan Guo Yun.


Dia memegang kedua rahang dan sebagian pipi Guo Yun dengan kedua tangannya yang lembut.


Dia mengangkat wajah Guo Yun menghadap kearah nya dan berkata,


"Yun Ke Ke kamu pergilah, temukan dan selamatkan mereka.."


"Tinggalkan tempat ini dan segala nya tentang kita.."


Setelah itu Min Min menciumi kening dan wajah Guo Yun dengan lembut.


Kemudian dia langsung berdiri,.dan membalikkan badannya ingin meninggalkan tempat itu.


Tapi gerakannya terhenti karena Guo Yun memegang dan menggenggam tangan nya.


Tidak membiarkan dia pergi.


Min Min tersenyum getir, lalu melepaskan tangan Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke tak perlu menyesal atau merasa bersalah,.aku melakukan semua ini dengan rela.."


"Kita berpisah saja.."


Setelah itu dia langsung melepaskan tangan Guo Yun dan berlari masuk kedalam Gua.


Guo Yun hanya bisa duduk terdiam di sana dengan wajah lesu.


Guo Yun sadar Min Min sangat mirip dengan Gongsun Li dalam bersikap.


Sejak mereka bersama, dari awal Min Min sama dengan Gongsun Li, selalu memintanya berjanji dan bersumpah.


Hanya akan hidup bersama dengan mereka seorang selamanya.


Tanpa alasan apapun dan dia selalu menyanggupi mereka, tapi selalu pula tidak pernah berhasil memenuhi janjinya.


Guo Yun merasa sangat berdosa dan bersalah, tapi dia juga tidak tahu bagaimana cara nya untuk memperbaikinya.


Agar tidak menyakiti perasaan mereka, yang sudah terlanjur dia sakiti


Guo Yun akhirnya hanya bisa menjambak rambutnya sendiri sambil berteriak keras.


Hingga menggertarkan seluruh dasar jurang, air telaga sampai meledak dan muncrat keatas airnya.


Seperti terkena ledakan bom di bawah air sana.


Guo Yun akhirnya duduk termenung seperti orang linglung di tepi kolam sana.


Sedangkan Min Min di dalam Gua sana, di pembaringan batu yang biasanya menjadi tempat tidur dan tempat memadu kasih dia dan Guo Yun.

__ADS_1


Kini hanya terlihat dia menangis dengan tersedu sedu penuh kesedihan.


Min Min menangis hingga kelelahan dan tertidur seorang diri.


__ADS_2