
Ling Thian bersikap tenang, dia melepaskan pedang Han Kuang Cien ( Pedang Cahaya Dingin ) di tangan nya keudara.
Dia mengontrol pergerakan pedang itu dengan jari telunjuk dan jari tengah yang di rapatkan.
Kemanapun kedua jari tangan nya di arahkan, pedang itu akan bergerak dengan sangat cepat menyambut serangan Guo Yun yang datang dari 8 penjuru.
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
Kembali terjadi delapan kali benturan diudara, antara cahaya biru dan merah.
Bunga api menghiasi setiap benturan yang terjadi, di sertai suara logam beradu yang memekakkan telinga.
Suara pertempuran mereka sampai terdengar kearah perkemahan pasukan Guo Yun yang di tempat kan di hutan Cemara di atas bukit.
Awalnya hanya ada beberapa pasukan pengintai yang memeriksa apa yang sedang terjadi.
Tapi begitu mereka melihat itu adalah raja mereka yang sedang menghadapi lawan yang memiliki kemampuan tinggi.
Mereka segera melepaskan tanda bahaya, dalam sekejap mata.
200.000 Pasukan Harimau Hitam terlihat mulai bergerak menuruni bukit,di pimpin oleh Jendral Wen.
Guo Yun yang baru saja serangannya di gagalkan oleh permainan pedang terbang Ling Thian.
Di mana kini, dia yang sedang menghadapi kejaran pedang terbang Ling Thian, yang terus mengejarnya.
Guo Yun sambil mengerahkan Wu Ying Ru Tian, di padu dengan 72 langkah ajaib nya.
Tubuhnya terlihat bagaikan bayangan kilat, yang muncul hilang bergerak gerak aneh.
Tapi tidak ada serangan Ling Thian yang berhasil menyentuh nya.
Di saat sedang bergerak kesana kemari itulah, Guo Yun sekaligus mengirim pesan suara ke Jendral Wen .
"Jangan kemari..!"
"Bahaya..!"
"Lekas kembali ke posisi awal..!"
Mendengar arahan Guo Yun yang seperti sedang berbisik di telinga mereka berdua.
Jendral Wen langsung menganggukkan kepala.
Dia mengangkat kepalan tangan nya keatas, memberi kode kearah pasukan mereka untuk berhenti.
Lalu dia menggunakan jari telunjuk membuat gerakan memutar diudara.
Dengan serentak, pasukan itu pun mengerti keinginan atasan mereka.
Dengan rapi mereka melakukan gerakan berputar arah dan bergerak kembali keatas bukit.
Kemudian menghilang ke balik hutan.
__ADS_1
Sedangkan di pihak Ling Thian yang gagal menyerang Guo Yun.
Melihat ada pasukan besar datang, dia sudah menerbangkan semua rumput keudara, yang jumlahnya mungkin mencapai ratusan ribu batang.
Tapi dia akhirnya membatalkan serangannya, saat di lihat nya, pasukan itu sudah bergerak berbalik arah.
Serangan yang hampir di lepaskan dan menjadi petaka bagi pasukan Guo Yun.
Kini di tukar arahnya, senjata rumput itu kini semua melesat menerjang kearah Guo Yun.
Melihat hal ini Guo Yun pun berteriak.
"Pedang Pengejar Iblis..!"
Pedangnya melesat terbang berputar-putar berdesing di udara seperti mata bor berwarna merah.
Melewati dan hawa pedang itu merontokkan semua rumput, yang sedang melesat kearah dirinya.
Terus meluncur mengejar kearah Ling Thian yang sedang mengendalikan rumput rumput itu menyerang Guo Yun.
Di tempat Guo Yun sendiri, dengan memasang kuda-kuda dengan sepasang kaki terpentang, setengah berjongkok dengan sepasang tangan di dorong kedepan.
Guo Yun berteriak keras,
"Thian..!"
"Ti..!'
"Hu"
"Ti..!"
Dua cahaya emas muncul dari langit dan bumi, membentuk huruf emas bertuliskan Langit dan bumi.
Melindungi seluruh tubuh Guo Yun dari serangan rumput, yang tajam dan kuat seperti belati, yang sangat tajam.
"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..! "
"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..! "
"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..! "
"Tringgg..! Tringgg..! Tringgg..! "
Terdengar bunyi suara benturan yang berdentingan memenuhi udara.
Saat rumput rumput itu membentur cahaya pelindung Thian Ti Sen Kung, yang melindungi seluruh tubuh Guo Yun.
Semua rumput yang membentur kubah pelindung itu, sebagian rontok menjadi serpihan es, sebagian lagi hancur menjadi abu.
Hanya tersisa Han Kuang Cien yang masih terus berusaha menembus pertahanan Guo Yun.
Di posisi berbeda Ling Thian yang menghadapi serangan pedang darah yang meluncur deras kearahnya.
Dia menggunakan jari tangan kirinya yang bebas untuk menyambut dan menahan serangan tersebut.
Seberkas energi transparan berbayang, mirip pemandangan berbayang saat sedang mengisi bahan bakar, atau pemandangan berbayang saat terik matahari menyinari aspal jalan yang panas.
Energi transparan berbayang itu menahan pergerakan pedang darah yang berputaran di udara.
__ADS_1
Masing masing saling dorong, mengerahkan kekuatan mereka mendesak lawan.
Dengan satu teriakan keras, Ling Ling Thian berhasil memukul mundur pedang darah terbang kembali kearah Guo Yun.
Di saat bersamaan Guo Yun juga berhasil mendorong balik pedang Han Kuang Cien terpental kembali kearah Ling Thian.
Pedang darah yang terpental balik kearah Guo Yun adalah mata pedang darah sendiri.
Seolah olah senjata makan tuan, begitupula dengan pedang Han Kuang Cien yang di pentalkan oleh Guo Yun.
Mata pedang nya juga bergerak menusuk ke arah Ling Thian.
Guo Yun dan Ling Thian hampir serentak memiringkan tubuh mereka.
Menyambut gagang pedang mereka dari samping, saat pedang mereka melintas lewat di depan wajah mereka.
"Tapppp..!"
"Tapppp..!"
Ling Thian dan Guo Yun dengan kompak menyambut pedang mereka masing masing di tangan.
Setelah melakukan gerakan berputar satu kali, untuk mematahkan daya dorong pedang masing-masing.
Sesaat kemudian baik Guo Yun dan Ling Thian, mereka hampir bersamaan melesat kedepan.
Dengan tubuh melayang di udara seperti kilat, dengan pedang di tujukan kearah depan saling melakukan tusukan kearah leher lawan mereka.
"Trangggg..!"
Ujung pedang mereka berdua bertemu dan tertahan di udara.
Tubuh mereka yang sedang melayang pun ikut tertahan di sana.
Diam tidak bergerak masing masing saling mengerahkan tenaga sakti mereka untuk menghancurkan pedang lawan mereka.
Tapi karena kekuatan mereka berimbang, akhirnya masing masing.
Dengan gerakan kilat menarik mundur sedikit Pedang mereka, sebelum kembali di tusukan kearah depan.
Tusukan kedua kali ini, pedang masing sedikit bergeser kesamping satu inchi.
Sehingga pedang mereka saling berpapasan lewat tidak beradu lagi.
Tapi saat pedang mereka masing masing hampir menusuk mereka masing-masing.
Mereka memiringkan dan menarik mundur wajah mereka kesamping.
Sehingga pedang mereka masing-masing kembali sama sama melintas lewat menemui tempat kosong.
Di saat mereka berdua saling berpapasan lewat, secara menyilang mereka masing masing melancarkan serangan-serangan tangan kiri mereka.
Ling Thian dengan jari telunjuk dan jari tengah dirapatkan, menusuk kearah wajah Guo Yun.
Dari serangan jari Ling Thian muncul seberkas hawa dingin dan tajam seperti pedang cahaya dinginnya.
Sedangkan Guo Yun Menyambutnya dengan serangan telapak tangan yang mengeluarkan lingkaran cahaya matahari, yang mengeluarkan hawa panas membakar.
Saking panasnya, sebelum berbenturan langsung, alis dan rambut Ling Thian, serta sebagian lengan bajunya langsung hangus terbakar.
__ADS_1
"Baaamm...!"
Terjadi Ledakan dahsyat saat kedua kekuatan mereka bertemu diudara.