
Xiang Yu terus menerjang kepungan dengan Hua Ci di tangan.
Dia terus menusuk dan menebas pasukan Qin yang menghalangi jalannya.
Sekejab saja mayat bergelimpangan di mana mana.
Tidak ada pasukan Qin yang sanggup menghadang amukan Xiang Yu muda yang gagah perkasa.
Tameng perisai juga tidak ada yang mampu menahan serangan Xiang Yu.
Setiap tameng perisai yang berbenturan akan hancur berantakan, berikut pemilik tameng juga tida ada yang selamat.
Senjata tombak yang menyerangnya dari berbagai arah juga sama.
Setiap kali tertangkis tombak pasukan Qin pasti patah, selanjutnya tebasan Hua Ci Xiang Yu yang membentuk sinar putih bergulung gulung, pasti akan membuat prajurit Qin yang di lewatinya terpental dalam kondisi kehilangan nyawa, atau minimal mengalami luka parah.
Prajurit Qin mulai gentar untuk menahan pergerakan Xiang Yu yang ganas dan tidak mengenal ampun.
Mereka terlihat main mundur, menjauhi terjangan Xiang Yu.
Di belakang Xiang Yu mengikuti Fan Kuai dan pasukan tani yang bergerak menyusulnya dari belakang.
Pasukan tani yang awalnya kehilangan semangat tarung hampir saja menyerah, saat menyadari mereka telah terkepung.
Kini mereka kembali bangkit semangat tarungnya, begitu melihat cara bertarung yang di tunjukkan oleh Xiang Yu.
Mereka dengan penuh semangat segera mengikuti pergerakan Xiang Yu sambil meneriakkan kalimat.
"Hidup Dewa Perang..!"
"Dewa perang tiba Qin musnah..!"
Mereka terus meneriakkan kalimat itu sambil maju menyerang pasukan Qin yang kalah mental dengan penuh semangat.
Zhang Han dan Ling Wu yang melihat situasi ini, mereka segera memberi instruksi ke pasukan mereka.
"Tahan tangkap Xiang Yu..!"
"Hadiah seribu Tael emas..!"
Pasukan Qin kembali naik semangatnya mereka kembali maju memperketat pengepungan.
Bahkan ada beberapa yang bernyali besar, mereka maju beramai ramai untuk menombak Xiang Yu.
"Trangggg...!"
Serangan para pengepung tertangkis, senjata mereka pada patah beterbangan di udara.
"Creebbbb..!" Creebbbb..!"
"Creebbbb..!" Creebbbb..!"
"Creebbbb..!" Creebbbb..!"
Xiang Yu mencoba menerobos kepungan prajurit Qin yang mencoba menghadang langkahnya.
Xiang Yu menusukkan Hua Ci nya kedepan dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Mata tombak Hua Ci berputar putar seperti mata bor, mengebor tubuh 5 orang yang berusaha menghalangi pergerakan nya.
"Arggghhh...!"
Terdengar suara jerit ngeri kelima orang itu, sebelum mereka berlima kehilangan nyawa.
Karena tubuh mereka telah tersate oleh tombak Xiang Yu.
Setelah menyate tubuh kelima orang yang menghadangnya, Xiang Yu mengangkat tombaknya keatas sambil memacu laju kudanya kedepan.
Kemudian dengan satu putaran lalu tombaknya di hempaskan kedepan.
Tubuh kelima prajurit Qin yang telah kehilangan nyawa nya, langsung terbang menghantam tubuh rekannya sendiri.
Hingga barisan pengepung jatuh tunggang langgang tertimpa tubuh rekan mereka sendiri yang telah kehilangan nyawa.
Xiang Yu masih terus bergerak kedepan memberikan tusukan Hua Ci nya ke salah seorang pasukan Qin yang menggunakan tamengnya untuk menahan serangan Xiang Yu.
"Brakkkk..!"
Tameng di tangan prajurit itu hancur berantakan.
"Arggghhh...!"
Prajurit itu berteriak ngeri, saat dadanya tertembus oleh Hua Ci.
Xiang Yu saat melewati prajurit itu, dengan cepat dia mengulurkan tangannya untuk mencabut tombak Hua Ci nya dari belakang punggung prajurit Qin itu.
Darah segar terlihat menyembur deras dari belakang punggung dan dada yang berlubang, saat Hua Ci di cabut paksa dari tubuh prajurit tersebut.
Prajurit tersebut langsung jatuh terlentang di atas tanah, sesaat setelah Xiang Yu melintas lewat dari samping nya
Kejadian kejadian ini kembali menimbulkan rasa ngeri dan gentar di kalangan pasukan Qin.
Sebagai manusia adalah wajar bagi mereka yang takut dengan kematian dengan cara menyakitkan seperti itu.
Mereka bergabung dengan pasukan Qin, sebagian karena terpaksa, sebagian karena tergiur oleh uang upahnya yang besar.
Bila mereka kehilangan nyawa di Medan perang ini, sebesar apapun imbalan yang mereka terima.
Itu semua tidak akan berguna, bila mereka harus kehilangan nyawa.
Pasukan Qin mulai bergerak mundur menjauhi Xiang Yu, akhirnya Xiang Yu berhasil memimpin pasukan pinjaman nya, menerobos keluar dari kepungan.
Fan Kuai yang memimpin pasukan taninya, juga terus menggerakkan golok jagalnya.
Membantai siapapun yang berani mencoba menghalangi jalannya.
"Trangggg..!"
"Sreeettt..!"
"Trangggg..!"
"Sreeettt..!"
"Trangggg..!"
__ADS_1
"Sreeettt..!"
Setiap pasukan Qin yang berani menghalangi jalannya, pasti akan berakhir dengan bagian tubuh terbelah oleh tebasan ganas golok jagal di tangan Fan Kuai.
Xiang Yu yang sesekali menyempatkan diri menoleh kebelakang.
Untuk memastikan keamanan pasukan yang mengikutinya.
Xiang Yu tersenyum bangga dan kagum, melihat keberanian dan ketangkasan Fan Kuai dalam pertempuran tersebut.
Xiang Yu terus bergerak memimpin pasukannya meninggalkan tempat tersebut.
Zhang Han dan Ling Wu yang menyadari pengepungan tersebut tidak akan sanggup menahan Xiang Yu.
Mereka berdua akhirnya memberi instruksi agar pasukan Qin bergerak mundur, memberi jalan kepada Xiang Yu dan rombongannya.
Xiang Yu dengan mudah memimpin rombongan nya, untuk kembali keatas bukit.
Setelah mereka lewat, Zhang Han baru memberi instruksi agar pasukan panah menembaki mereka, dari arah belakang.
Cara yang relatif aman itu, malah memberikan hasil yang cukup efektif.
Puluhan pasukan tani terlihat jatuh tersungkur diatas tanah, dengan punggung tertembus anak panah.
Mereka yang berada di barisan paling belakang adalah sasaran empuk bagi anak panah yang di lepaskan oleh pihak Qin.
Setelah Xiang Yu dan rombongan nya menghilang dari sana.
Di tempat tersebut selain mayat pasukan Qin yang tewas dan yang terluka parah bertumpuk tumpuk di mana mana.
Mereka juga menemukan mayat puluhan pasukan tani yang tewas tertembus anak panah.
Zhang Han dan Ling Wu segera mengatur pasukan mereka untuk membersihkan tempat itu.
Zhang Han dan Ling Wu, tidak pernah menyangka, Xiang Yu yang baru saja kabur bersama Fan Kuai dan rombongannya.
Kini mereka sudah kembali datang menyerang, tetap dengan Xiang Yu sebagai pemimpin garis terdepan nya.
Disini hanya pasukan dan wakil pimpinan pasukan yang berbeda.
Tapi berbeda dengan pasukan tani yang di bawa Xiang Yu sebelum nya.
Kini pasukan Jiang Dong yang di bawa oleh Xiang Yu dan Ji Bu, mereka semua adalah pasukan yang gagah berani.
Teratur dan terdidik dalam pelatihan pertempuran.
Pasukan Qin yang sedang tidak siap, terlihat benar benar berada dalam masalah.
Mereka kesulitan menahan amukan serangan gelombang kedua.
Pertempuran yang sebenarnya tidak berimbang itu, membuat pasukan Qin yang jauh lebih besar.
Perlahan-lahan terdorong mundur kebelakang.
Tapi berhubung pasukan Qin jumlahnya sangat besar.
Perlahan lahan mereka mulai mampu memperbaiki situasi dan mampu membalikkan keadaan nya
__ADS_1
Mereka mulai mampu memberikan tekanan balasan kearah pasukan Xiang Yu yang pada akhirnya mulai terlihat kelelahan.