LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TAWARAN YING ZHENG


__ADS_3

Di samping Ying Zheng terlihat ada Kasim Zhao Gao dan Tabib Si Fu mengapitnya di kiri kanan.


Guo Yun berusaha menenangkan gejolak perasaannya.


Dia dari awal sudah memprediksikan akan ada hal ini.


Tapi saat berhadapan langsung, perasaan ini sangat berbeda dengan simulasi jalan pikirannya.


Dia harus berjuang keras untuk menenangkan perasaan nya yang kacau balau, mencoba bersikap setenang mungkin.


Agar lawan tidak menyadari kegundahan di hatinya.


Guo Yun menatap kearah Gongsun Li sejenak menganggukkan kepalanya, untuk menenangkan istrinya.


Dia tidak berani terlalu lama bertatapan dengan Gongsun Li.


Takut dirinya tidak kuat dan langsung akan menyerah.


Setelah bertatapan sejenak dengan Gongsun Li, Guo Yun mengalihkan tatapan mata nya yang tajam kearah Ying Zheng.


Guo Yun sadar sehebat apapun dia, dalam jarak begitu jauh, dan di lindungi begitu banyak orang.


Apa lagi di sana hadir kedua kakek berbaju hitam putih itu.


Dia tidak akan punya kesempatan.


Menyelamatkan Gongsun Li mengandalkan kekerasan dan kemampuannya.


Sebelum dia tiba, Gongsun Li pasti sudah celaka.


Dia juga tidak punya peluang mendekati atau menangkap si licik Yin Zheng.


Karena posisinya yang sangat terlindung dengan rapat.


Jadi kini Guo Yun hanya punya satu pilihan yaitu negosiasi.


Hanya dengan jalan itu, dia bisa menyelamatkan Gongsun Li, belahan jiwanya.


"Yin Zheng katakan saja apa mau mu..?!"


"Aku akan mencoba mendengarkan nya..!"


Ucap Guo Yun tenang.


Yin Zheng tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum mengejek menatap kearah Guo Yun.


Si Fu tabib istana lah yang melangkah maju, dan terus melangkah.


Menembus barisan pengawal elit istana, selapis demi selapis.


Hingga akhirnya dia tiba di hadapan Guo Yun, tanpa berkata-kata, dia mengulurkan telapak tangannya yang terbuka kehadapan Guo Yun.


Di tangan nya ada sebutir pil berwana hijau gelap.


Guo Yun menatap kearah tabib Si Fu dari atas punggung kuda dan berkata,


"Apa ini..?"


Tabib Si Fu menatap kearah Guo Yun dengan wajah tidak enak hati, dan berkata,


"Maaf anak muda, seluruh keluarga ku ada di tangannya.."


"Aku tidak dapat tidak melakukan hal ini pada mu.."

__ADS_1


"Keadaan yang memaksa ku, maafkan aku anak muda.."


Guo Yun tersenyum mengerti dan berkata,


"Tidak apa apa tabib, aku mengerti posisi mu.."


"Katakan saja apa ini..?"


Tabib Si Fu terlihat ragu, dia menoleh kearah Ying Zheng sejenak.


Melihat tatapan mata dingin Ying Zheng, Si Fu pun tersenyum pahit menghela nafas panjang.


Lalu dia kembali menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Pil ini mengandung sejenis racun, yang akan bekerja membangkitkan racun darah ular putih, yang pernah bersemayam di tubuh mu..'


"Setelah meminum pil ini, dia akan membangkitkan 5 kali lipat kekuatan racun, yang pernah bersemayam di dalam tubuh mu.."


"Saat racun bereaksi, anak muda kamu akan tewas keracunan saat itu juga.."


Ucap Tabib dewa Si Fu memberi penjelasan.


Gongsun Li terlihat panik dan terus menggelengkan kepalanya, tanpa memperdulikan luka gores di lehernya yang semakin lebar dan dalam.


Darah terlihat mengalir deras membasahi pakaian nya.


Gongsun Li ingin berteriak meminta Guo Yun tidak menuruti permintaan lawan yang tidak masuk akal itu.


Tapi dia tidak mampu bersuara, karena urat gagu nya, telah tertotok oleh sepasang kakek yang berpakaian hitam putih itu.


Kini dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan panik dan airmata mengalir deras, sana seperti luka di lehernya.


Guo Yun setelah mendengar penjelasan Si Fu dia tersenyum dingin, lalu mengangkat wajah menatap kearah Ying Zheng.


Tapi sepasang matanya justru melihat keadaan istrinya yang bersimbah darah.


"Meng Yu Keparat..! percaya tidak aku akan menghapus semua orang bermarga Meng..?!"


"Bila kamu terus menyakitinya..!"


Bentak Guo Yun dengan wajah beringas.


Meng Yu seketika tercekat oleh ucapan Guo Yun yang tidak main main itu.


Sepasang matanya bahkan tidak berani beradu tatap dengan Guo Yun.


Dia buru buru menoleh kearah Ying Zheng.


Ying Zheng mengangguk kecil, Meng Yu pun buru buru sedikit menjauhkan pedangnya dari leher Gongsun Li.


"Tabib Si Fu, obati dulu lukanya, hentikan pendarahan nya, baru kita bicara.."


Ucap Guo Yun pelan.


Guo Yun menatap tajam kearah Ying Zheng dan berkata,


"Ying Zheng demi Thian diatas, aku katakan pada mu,..!"


"Bila terjadi sesuatu padanya..!"


"Hari ini siapapun tidak akan lolos..!"


"Percayalah kamu tidak akan pernah ingin melihatnya..!"

__ADS_1


Ucap Guo Yun serius.


Ying Zheng tersenyum canggung dan berkata,


"Kamu tenang saja, aku tidak menginginkan apapun darinya..!"


"Asal kamu menuruti 3 tuntutan ku,.!."


"Aku berjanji pasti akan melepaskan kalian berdua pergi dari sini dengan selamat..!'


"Katakan cepat, tidak perlu bertele tele, apa yang kamu inginkan..!?"


Bentak Guo Yun sambil berusaha menahan emosi dan akal warasnya.


Ying Zheng tersenyum penuh kemenangan dan berkata,


"Mudah saja, satu tarik mundur seluruh pasukan mu, kembali ke Shoucun..!"


"Dua kosongkan seluruh wilayah kekuasaan mu, kecuali Shoucun tentunya, karena kamu hanya bisa bertahta di sana..!"


"Tiga habiskan pil itu, aku pasti akan melepaskan kalian, kembali ke Shoucun dengan selamat..!"


Gongsun Li sepasang matanya melotot lebar, dia terus menggelengkan kepalanya dengan keras.


Seolah-olah ingin mengatakan ke Guo Yun agar jangan menuruti permintaan Ying Zheng.


Dia sudah siap dan rela mati untuk itu, selain itu dia juga seperti ingin menyampaikan rahasia lainnya.


Tapi karena dia tidak mampu bersuara, dia hanya bisa mengeluarkan suara.


"Ah,..! uh..! Ah,..! uh..! Ah,..! uh..!"


Sambil bergerak lemah, karena seluruh tubuhnya terikat erat sulit di gerakkan.


Guo Yun terdiam cukup lama, dia berpikir bagaimana bisa lolos dari situasi ini.


Tanpa harus menuruti keinginan Ying Zheng, beberapa saat berpikir tetap saja hanya jalan buntu.


Akhirnya Guo Yun pun kembali menatap kearah Ying Zheng dan berkata,


"Bagaimana aku bisa percaya dengan janji manusia licik seperti mu..!?'


"Tidak,.. aku tidak akan pernah percaya dengan mu lagi.."


Guo Yun kemudian menoleh kearah istrinya dan berkata,


"Li er maafkan aku, tapi aku berjanji pada mu.."


"Setelah ini aku pasti akan pergi mencari mu.."


Ucap Guo Yun tegas.


Dia sudah memutuskan, dia tidak akan percaya dengan Ying Zheng.


Dia lebih baik memilih menyusul Gongsun Li setelah semua ini selesai, daripada menuruti kehendak Ying Zheng.


Hari ini adalah penentuan terakhir, setelah ini dia tidak akan punya kesempatan kedua lagi.


Untuk melenyapkan rubah cilik yang selalu tidak pernah berhenti menganggu dirinya dan semua orang disekitarnya, yang ingin dia lindungi.


Gongsun Li terlihat tersenyum gembira, dia terus menganggukkan kepalanya.


Menyetujui keputusan Guo Yun, dengan airmata bercucuran penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Baginya yang penting Guo Yun tidak menyerah dan menuruti Ying Zheng.


Setelah Ying Zheng dan semuanya mati, dia akan punya akal untuk menahan Guo Yun tidak berbuat bodoh menyusulnya.


__ADS_2