LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PEMBICARAAN DENGAN KAKEK HUANG


__ADS_3

Adik Kui,..jangan di sana lagi..!"


"Ayo bantu aku,! kapal hampir memasuki gugusan karang di balik kabut..!"


ucap Guo Yun membuyarkan lamunan Li Kui.


Li Kui pun tersadar dari lamunannya, karena teriak Guo Yun.


Dia kembali tertarik kedunia nyata, dengan sigap.


Dia segera berlari keatas lantai dua, untuk mengendalikan arah kapal dan layar layar kapal.


Sedangkan Guo Yun dan Sian Sian seperti sebelumnya, mereka berdua berdiri di anjungan kapal, dengan galah di tangan.


Berusaha menahan perahu, agar tidak membentur karang.


Untungnya cuaca di pagi hari sangat baik, Laut juga sangat tenang.


Sehingga perlahan tapi pasti kapal mereka berhasil keluar dari gugusan karang laut, menjauhi pulau neraka.


Setelah keluar dari kabut merah, yang menjadi pintu gerbang menuju pulau neraka.


Kapal bisa berlayar dengan tenang menuju arah timur.


Mereka bertiga mulai bisa beristirahat dengan tenang, mengisi perut dengan makanan dan minuman, yang sudah di siapkan oleh Cu Cu buat mereka.


Li Kui yang sulit menahan rasa haru, melihat makanan yang di siapkan oleh istrinya.


Dia mengambil sedikit, kemudian memisahkan diri dengan alasan ingin mengawasi jalannya kapal.


Li Kui menikmati makanan itu dalam kesendirian di dekat pusat kendali kapal, membiarkan angin laut menyapu bersih perasaannya, yang di penuhi rasa menyesal dan bersalah.


Semalam dia masih berpikir istrinya tidak bakal mengijinkan dia ikut dengan Guo Yun meninggalkan pulau.


Tapi kenyataannya sungguh di luar dugaannya.


Andaikan Li Kui tahu penantian yang di lakukan oleh Cu Cu untuknya, dia pasti akan semakin menyesal dan bersedih.


Tanpa ada halangan berarti di hari ketiga, kapal mereka akhirnya berhasil mendarat di dermaga pulau Peng Lai.


Hal ini di tandai dengan terlihatnya gunung Fuji yang seperti raksasa tidur, dengan bagian puncak selalu tertutup awan dan selalu di selimuti salju sepanjang tahunnya.


Di tepi dermaga Guo Yun Sian Sian dan Li Kui langsung di sambut dengan penuh hormat oleh seluruh penduduk pulau.


Karena begitu melihat Sian Sian mereka semua langsung mengenalinya sebagai cucu Kakek Huang.Tao Cu ( pemilik pulau )


Beberapa orang langsung berlari ketengah pulau untuk memberi laporan.


Sedangkan sisanya mengantar Sian Sian dan kedua temannya menuju kediaman Kakek Huang.


Kakek Huang sendiri tinggal dibagian paling tengah pulau, yang di kenal sebagai istana Peng Lai.


Belum juga mereka sampai ke kediaman kakek Huang.

__ADS_1


Dari jauh Guo Yun melihat sebuah titik kecil melesat, dengan kecepatan tinggi menghampiri mereka bertiga.


Saat semakin dekat, Guo Yun mengenali itu adalah kakek Sian Sian.


5 tahun berlalu, tapi penampilan kakek Huang terlihat tidak berubah.


Dia mendarat ringan di hadapan mereka bertiga.


Sambil menatap Guo Yun, dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar.


"Yun er kamu sudah dewasa sekarang apa kabar mu ? terimakasih kamu sudah antarkan gadis nakal ini kembali kemari.."


"Dia tidak menyulitkan kalian kan..?"


ucap Kakek Huang sambil melambaikan tangannya kearah Sian Sian penuh kerinduan.


"Kabar ku baik kek, Sian Sian tidak pernah menyulitkan, justru sebaliknya dia sangat membantu dan sangat pengertian.."


ucap Guo Yun apa adanya.


Sian Sian langsung berlari kedalam pelukan kakeknya, dan menggelayut manja di sana.


"Ha,..ha,..ha..tak terasa cucu ku sudah semakin besar dan dewasa, syukurlah bila sudah tidak nakal lagi.."


ucap Kakek Huang sambil mengelus kepala cucunya dengan penuh kasih sayang.


Sian Sian tidak menanggapi ejekan kakeknya, dia hanya tersenyum kecil saja, tidak lagi secerewet dulu.


"Ha,..ha,..ha,..benar sudah berubah,..bagus bagus.."


Sesaat kemudian dia baru menoleh kearah Li Kui dan berkata,


"Ehh Yun er, dia ini siapa ? dia tidak mungkin Ba er kan ?"


Kakek Huang menatap kearah Guo Yun menuntut penjelasan.


Sambil tersenyum kecut Guo Yun terpaksa menjawab dengan jujur,


"Bukan kek,.. dia bukan Ba er, dia bernama Li Kui berkat dia lah kapal kami bisa sampai kemari dengan selamat..'


Di sana, di sisi kakeknya, begitu mendengar di sebutnya nama Li Ba, wajah Sian Sian yang tadinya gembira, langsung menjadi muram dan suram.


Sepasang matanya yang indah mulai berkaca kaca.


Kakek Huang yang berpengalaman, segera menangkap ada kejanggalan, di sikap Guo Yun dan Sian Sian, saat disebutnya nama Li Ba.


Selain itu, dia juga heran, Li Ba adalah yang paling akrab dengan cucunya.


Bagaimana mungkin dia bisa tidak ikut mengantar Sian Sian kembali ke pulau.


Kakek Huang menatap kearah Guo Yun dengan penuh perhatian dan berkata,


"Yun er mengapa Ba er tidak terlihat di antara kalian ? apa yang terjadi ?"

__ADS_1


Guo Yun terlihat ragu untuk menjawabnya.


Dia tidak ingin berbohong, tapi membuka satu akan membuka semuanya.


Dia takut masalah membesar, tapi tidak bercerita juga tidak mungkin.


Di saat Guo Yun terlihat bingung, Sian Sian lah yang buka suara sambil menahan Isak dan airmata bercucuran dia berkata pelan,


"Kakak Ba sedang menjalani hukuman dari guru Zhuangzi, demi menanggung kesalahan ku.."


"Ehh apa yang terjadi, ? apa yang kamu lakukan hingga Ba er harus menanggung kesalahan mu..?"


"Aduh Sian er mengapa kamu kemana mana selalu membuat onar, kamu lihat sekarang apa akibatnya..?"


tegur kakek Huang ke cucunya.


Melihat hal ini, Guo Yun pun terpaksa angkat bicara,


"Kakek dalam hal ini, tidak sepenuhnya adalah kesalahan Sian er."


"Harap kakek tenang, dulu aku akan menceritakan semuanya ke kakek.."


"Baiklah,..baiklah,.. lihat aku sampai lupa mempersilahkan kalian mampir kerumah.."


"Ayo kita kembali kerumah dan berbicara dengan lebih bebas dan tenang di sana."


ucap kakek Huang sambil menggandeng tangan cucunya yang terlihat sangat sedih.


Dia mempersilahkan Guo Yun dan Li Kui ikut kerumah kediamannya, yang besar dan mewah seperti istana kekaisaran.


Kakek Huang sebagai keturunan langsung kaisar kuning, yang pernah menguasai seluruh daratan Cina ribuan tahun silam.


Tentu saja dia memiliki kekayaan yang mampu mendirikan sebuah negara bila dia mau.


Tapi karena dia telah memandang gambar kekuasaan, makanya dia memilih hidup mengasingkan diri di pulau terpencil.


Hidup aman dan tentram jauh dari keributan pertengkaran dan Perebutan kekuasaan.


Guo Yun di jamu di taman peristirahatan tempat kakek Huang biasanya bersantai.


Sebuah tempat peristirahatan yang di kelilingi oleh bunga bunga, pohon rindang dan kolam ikan,.membuat tempat itu terasa sangat nyaman.


"Anak Yun sekarang cobalah ceritakan, sebenarnya apa yang telah terjadi.."


Guo Yun sambil menghela nafas panjang dia pun berkata,


"Sebenarnya awalnya hanya pertengkaran kecil, karena ada yang merasa sok berkuasa."


"Sedangkan pihak lain tidak bersedia mendengarkan apa yang di.perintahkan oleh orang yang merasa sok berkuasa itu.."


"Akhirnya masalah menjadi besar, masing masing membela orang yang mereka sayangi.."


"Maka timbullah perseteruan yang berujung maut dan cacat pada beberapa orang, juga terjadi pelanggaran bawah melanggar atas.."

__ADS_1


ucap Guo Yun yang sengaja menerangkan garis besar tanpa menyebut nama.


__ADS_2